8 Khasiat Folic Acid Untuk Kesehatan Tubuh

folic acid
Foto: www.canva.com

Dari banyaknya asupan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh, percayalah bahwa itu semua memiliki manfaat yang baik, termasuk folic acid. Dampak positif dari senyawa yang satu ini yang paling terkenal adalah dalam menjaga kesehatan ibu hamil dan janin. Terus gulir artikel ini sampai habis untuk menemukan khasiat lain dari gizi yang satu ini.

Apa Itu Folic Acid?

folic acid
Foto: www.canva.com

Folic acid atau asam folat merupakan bentuk sintetis dari vitamin B yang larut di dalam air. Karena tubuh tidak mampu untuk membuat jenis vitamin ini secara mandiri, maka diperlukan adanya asupan makanan untuk memenuhi kebutuhannya.  

Sebab pada kenyataannya, sintetis dari vitamin B9 ini memiliki berbagai manfaat untuk tubuh. Sehingga kamu memang perlu memenuhi asupannya, baik dengan mengonsumsi bahan makanan sumber atau suplemen. Nantinya, kamu pun akan terhindar dari defisiensi folat.

Berapa Banyak Asupan Asam Folat yang Disarankan?

Foto: www.freepik.com

Kadar asam folat yang dibutuhkan tubuh berkisar antara 10-30 mg, yang sebagian besar akan disimpan dalam hati. Sedangkan sisanya, akan disimpan di dalam darah dan sel-sel jaringan. Umumnya kadar asam folat yang  ada dalam darah normal berkisar antara 5-15 ng/mL.

Biasanya suplemen asam folat diperkirakan memiliki daya serap sebesar 100% bisa dikonsumsi saat perut kosong. Sedangkan kandungan folic acid yang ditemukan dalam makanan, diperkirakan hanya memiliki daya serap 85%.

Kadar folic acid yang disarankan untuk dikonsumsi adalah sebagai berikut:

  • Anak usia 0-6 bulan: 65 mcg per hari
  • 7-12 bulan: 80 mcg per hari
  • 1-3 tahun: 150 mcg per hari
  • 4-8 tahun: 200 mcg per hari
  • 9-13 tahun: 300 mcg per hari
  • Usia >13 tahun: 400 mcg per hari
  • Dewasa: 400 mcg per hari
  • Ibu menyusui: 500 mcg per hari
  • Ibu hamil: 600 mcg per hari

Apa Manfaat Mengonsumsi Asam Folat?

Foto: www.unsplash.com

Berikut manfaat dan kegunaan yang paling umum dari asam folat:

Mencegah terjadinya cacat lahir

Salah satu kegunaan paling umum dari asam folat adalah pencegahan terjadinya cacat lahir, khususnya cacat tabung saraf termasuk kondisi spina bifida dan anencephali, yakni ketika bayi lahir tanpa bagian otak atau tengkoraknya.

Untuk itu, status kadar asam folat pada ibu merupakan salah satu yang bisa memprediksi risiko cacat tabung saraf. Para ahli pun merekomendasikan bahwa semua wanita yang berencana untuk hamil atau yang sedang hamil agar mulai mengonsumsi folic acid sebanyak 400-800 mcg per hari, setidaknya satu bulan sebelum hamil dan berlanjut hingga dua bulan pertama kehamilan.

Suplemen asam folat yang direkomendasikan untuk wanita hamil juga dapat membantu mencegah komplikasi terkait dengan kehamilan, termasuk preeklampsia.

Pengobatan defisiensi folat

Kekurangan folat sesungguhnya bisa terjadi karena berbagai penyebab, mulai dari kurangnya asupan makanan sumber, tindakan operasi, kehamilan, kecanduan alkohol, hingga penyakit malabsorpsi atau gangguan penyerapan nutrisi.

Kekurangan folic acid ini dapat mengakibatkan efek samping yang serius, termasuk anemia megaloblastik, cacat lahir, gangguan mental, gangguan fungsi kekebalan tubuh, serta depresi. Untuk mengatasi kekurangan folat, maka kamu bisa mengonsumsi sumber makanan atau suplemen yang mengandung folic acid.

Menjaga kesehatan otak

Ternyata, sebuah penelitian telah membuktikan bahwa rendahnya kadar folat dalam darah dapat dikaitkan dengan fungsi otak yang buruk dan meningkatkan risiko demensia. Bahkan terkadang kadar asam folat yang normal pun sering dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan mental pada orang dewasa yang lebih tua.

Menurut sebuah studi yang dilakukan pada 180 orang dewasa menunjukkan bahwa mengonsumsi 400 mcg asam folat per hari selama dua tahun, dapat meningkatkan ukuran fungsi otak, termasuk IQ verbal.

Tak hanya itu, penelitian lain yang dilakukan pada 121 orang dengan penyakit Alzheimer menandakan bahwa 1250 mcg asam folat yang dikonsumsi per hari selama enam bulan dapat meningkatkan kognisi dan mengurangi penanda peradangan.

Pengobatan tambahan untuk gangguan kesehatan mental

Orang dengan depresi telah terbukti memiliki kadar folat yang rendah dibanding dengan orang tanpa gangguan kesehatan mental. Menurut sebuah penelitian, mengonsumsi suplemen berbasis asam folat yang dibarengi dengan obat antipsikotik dapat mengurangi gejala negatif pada orang dengan skizofrenia.

Mengurangi risiko penyakit jantung

Kadar asam folat yang cukup juga ternyata dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung dan mengurangi risiko munculnya penyakit jantung. Sebab, folic acid memainkan peran utama dalam metabolisme homosistein, yang dikaitkan dengan  kesehatan jantung.

Kadar asam folat yang rendah dapat membuat kadar homosistein menjadi tinggi, sehingga memicu risiko penyakit jantung.

Menurut ahli, suplementasi asam folat dapat mengurangi kadar homosistein dan risiko penyakit jantung sebanyak 4%, dan 10% pengurangan risiko stroke. Terlebih lagi, suplemen yang mengandung folic acid juga membantu mengurangi tekanan darah tinggi, yakni salah satu faktor risiko penyakit jantung.

Selain itu, suplemen sintetis dari vitamin B9 ini telah terbukti dapat meningkatkan aliran darah sehingga membantu meningkatkan fungsi kardiovaskular.

Meningkatkan kontrol gula darah

Mengonsumsi suplemen berbasis asam folat juga ternyata dapat membantu mengurangi gejala diabetes. Di antaranya adalah meningkatkan kontrol gula darah, mengurangi resistensi insulin, dan meningkatkan fungsi kardiovaskular pada penderita diabetes.

Meningkatkan kesuburan

Menariknya, asupan asam folat tambahan yang lebih tinggi yakni lebih dari 800 mcg per hari juga sering dikaitkan dengan tingkat kesuburan dan kelahiran yang lebih tinggi. Sebab, kadar asam folat yang cukup juga penting untuk kualitas telur, implantasi, dan pematangan.  

Mengurangi peradangan

Ternyata, sumber makanan yang mengandung vitamin B9 ini juga terbukti dapat mengurangi penanda inflamasi yang terjadi pada berbagai kondisi, termasuk wanita dengan sindrom ovarium polikistik (PCOS).

Apa Saja Sumber Makanan yang Mengandung Folic Acid?

folic acid
Foto: www.canva.com

Selain suplemen makanan, asam folat juga hadir di dalam beberapa sumber bahan makanan, sehingga kamu bisa dengan mudah mengonsumsinya. Berikut sumber terbaik dari asam folat:

  • Hati sapi
  • Bayam
  • Kacang polong
  • Kubis
  • Selada
  • Alpukat
  • Brokoli
  • Sawi
  • Kacang hijau
  • Jus tomat
  • Pepaya
  • Pisang
  • Telur rebus

Apa Saja Efek Samping dari Vitamin B yang Berlebihan?

Foto: www.canva.com

Mengonsumsi suplemen vitamin B9 dengan jumlah yang tinggi ternyata juga bisa menyebabkan efek samping yang negatif.

Salah satunya adalah menyebabkan kadar asam folat yang tidak termetabolisme dalam darah. Namun jika kamu mengonsumsi asam folat yang berasal dari sumber bahan makanan, maka hal ini tidak akan mengakibatkan kelebihan kadar asam folat dalam darah.

Sebuah studi baru-baru ini menemukan bahwa ibu dengan kadar asam folat yang tinggi pada minggu ke-14 kehamilan berisiko memiliki anak dengan gangguan autism. Namun perlu diingat bahwa jika kamu mengonsumsinya kurang dari 400 mcg per hari, maka hal ini kemungkinan besar tidak akan terjadi.

Selain itu, asupan vitamin B9 yang tinggi juga dapat menutupi kekurangan vitamin B12. Untuk itu, defisiensi dari vitamin B12 yang parah dapat diatasi dengan mengonsumsi suplemen vitamin B9.

Kesimpulan

Foto: www.canva.com

Meski memiliki berbagai manfaat yang baik untuk tubuh, mulai dari kehamilan dan menjaga fungsi otak, namun tidak dianjurkan untuk mengonsumsi asam folat dengan jumlah yang berlebihan. Sebab nantinya hal ini bisa menimbulkan efek samping yang buruk bagi kesehatan tubuh.