Bagaimana Membantu Anak Menghadapi Rasa Kecewa

Foto: www.stocksy.com

Bagaimana responsmu saat mendengar tentang wacana Pembelajaran Jarak Jauh akan menjadi permanen? Dan bagaimana tanggapan si kecil saat mendengar berita ini? Jika dia kecewa karena, sebut saja, kemungkinan bertemu teman sekolahnya dalam waktu dekat semakin kecil—artikel ini khusus untukmu dan dia. Iya, kamu yang sedang kebingungan membantu anak menghadapi rasa kecewa. Dan anak itu sendiri yang sedang dilanda rasa kecewa.

“Ini topik favorit saya,” Maria Rayna Kartika Winata, S.Psi., M.Psi., Psikolog, seorang Psikolog Anak dan Remaja, Konselor Keluarga, dan Penasihat Sekolah di Sekolah Mutiara Bunda, Sidoarjo, Surabaya, ketika dihubungi LIMONE. Mengapa? Baca terus artikel ini sampai habis dan temukan jawabannya.

Mengapa Anak Perlu Diajarkan Cara Menghadapi Rasa Kecewa Sejak Kecil?

Foto: www.rawpixel.com

Jawaban singkat dan sederhana atas pertanyaan di atas adalah, “karena ini membawa banyak manfaat untuk anak di kemudian hari,” terang Rayna.

Istilahnya, ada hikmah di balik mengajarkan anak menghadapi rasa kecewa sejak dini. Di antaranya:

  • Sebagai dasar sikap tangguh. Anak bisa menerima kekalahan, mencoba lagi ketika mengalami kegagalan.
  • Mengajarkan bersabar. Rasa kecewa akan “mampu mengubah sikap ngambek menjadi sabar menerima apabila situasi tidak sesuai dengan harapannya, menghadapi penolakan, dan menunggu hal yang belum saatnya ia dapatkan,” jelasnya.
  • Anak belajar problem solving sesuai usia, yakni mengandalkan diri sendiri untuk menyelesaikan masalah
  • Anak belajar adjustment, yaitu fleksibel menyesuaikan diri dengan lingkungannya. “Misalnya bisa menerima ketika harus di rumah saja, belum boleh jalan-jalan, atau masuk sekolah ditunda. Atau menerima anggota keluarga baru, misalnya hadirnya adik. Ini nantinya akan menjadi bekal untuk melatih penyesuaian diri di masa depan yaitu relationship dengan pasangan, bahkan mertua dan ipar,” paparnya.

Itu manfaatnya. Di sisi lain, apa akibatnya jika anak terlalu dilindungi dari rasa kecewa? Ah, terutama berlaku bagi helicopter parent.

“Ia tidak akan belajar introspeksi diri,” jawab Rayna. “Ketika ada masalah, anak enggan berusaha menghadapi namun cenderung langsung meminta bantuan orang lain, bahkan menyalahkan orang lain,” tambahnya.

Apa yang Sebaiknya Dikatakan Saat Anak sedang Merasa Kecewa?  

anak menghadapi rasa kecewa
Foto: www.rawpixel.com

Ada slogan yang bilang ‘nggak ada tuh, yang namanya parenting hacks. Everything is hard!’ Itulah sebabnya, ketika ada psikolog yang membagikan tips pengasuhan, termasuk membantu anak menghadapi rasa kecewa, orangtua menjadi super senang!

Jadi, apa yang sebaiknya dikatakan—dan tidak dikatakan—saat anak sedang kecewa? Cek daftarnya di bawah ini. Cetak dan tempelkan di kulkas (bila perlu).

Mari berandai-andai (meski hal ini sering banegt terjadi di rumah): anak mengekspresikan rasa kecewanya dengan menangis, berteriak histeris dan tantrum. Hah. Apakah perlu dihukum?

“Tidak dihukum, tetapi kita melakukan validasi emosi. Kita mengajak anak untuk mengakui emosi negatif yang dirasakan, lalu kita evaluasi responsnya. Anak boleh marah, dia boleh menangis, asalkan tidak menyakiti diri sendiri maupun orang lain, juga tidak merusak barang,” jelas Rayna.

Apa Langkah-Langkah yang Diambil dalam Membantu Anak yang sedang Kecewa?

anak menghadapi rasa kecewa
Foto: www.gettyimages.com

Jadi, jika mau disimpulkan ini langkah-langkah yang bisa kamu ambil saat membantu anak menghadapi rasa kecewa.

Mengakui emosi 

Memberi contoh 

Sebut saja situasinya begini: kamu bangun subuh dan memasak sarapan, dan si kecil hanya mencicipi satu-dua sendok. Jika ini yang terjadi, maka kamu dipersilahkan untuk mengatakan, “Mama kecewa, Mama sudah masak pagi-pagi, eh… cuma dimakan dua sendok.” Yang pasti menurut Rayna, sebisa mungkin orangtua menjelaskan situasi, tapi tidak menyebut anak agar anak tidak merasa disalahkan.

Mengevaluasi respons lalu mencari solusi bersama

Kamu mungkin bukan presiden, tapi masalah di rumah membutuhkan evaluasi dan solusi yang tepat dan efektif. Untuk ini, kamu bisa mengatakan: “Kakak marah banget ya, sampe rasanya pingin tendang pintu? Kalo tendang barang bisa luka kakinya, malah sakit ‘kan? Gimana kalo pukul bantal aja?”

Memberikan pujian  

Apa maksudnya ‘memberikan pujian’ saat anak sedang kecewa. Salah satu yang disarankan oleh Rayna adalah dengan mengatakan ini” “Meskipun kecewa, Adek mau menerima kalo nggak dibeliin mainan. Makasih pengertiannya ya, Nak.”

Dan hindari mengatakan ini: “Gitu dong pinter, nggak pake marah-marah kalo nggak dibeliin mainan.”

Kesimpulan

“Yang anak butuhkan bukan penyelesaian masalahnya saat itu juga,” Rayna mengingatkan. “Cukup orangtua ada saat ia kecewa agar ia merasa dipahami, dan perlahan-lahan belajar mengatasi rasa kecewa,” tambahnya.

Dan, oh: “Jangan kaget kalau suatu saat anak kamu bilang begini, ‘Mama, aku kecewa sih, nggak menang lomba. Tapi nggak apa-apa, berarti aku harus latihan lebih rajin biar lain kali bisa menang’. Selamat, ini artinya anak kamu berhasil mengatasi rasa kecewanya,” terangnya.

Pasti senang ‘kan, ketika si kecil mengatakan hal seperti itu? Tidak heran ‘kan, jika Rayna mengatakan bahwa ini adalah topik favoritnya? Dan siapa tahu, jika kamu sudah ahli dan biasa menghadapi hal yang sama, situasi ini tidak lagi menjadi momok, melainkan momen menyaksikan anak berkembang menjadi pribadi yang lebih baik. Yaaas!

Ohya, Dan saat anak mengatakan hal seperti di atas, ingat untuk memberikan pujian, (misalnya), “Mama kagum. Meskipun Kakak kecewa, tetap semangat berlatih.”

Selanjutnya: Bingung cara memberikan pujian kepada anak? Coba baca saran dari psikolog ini.

error: Konten dilindungi !!