Tanya Ahli: Adakah Makanan Penambah Sperma?

makanan penambah sperma
Foto: www.unsplash.com
Terakhir diperbarui:

Ok, ini mungkin bukan tentang sel telur, tapi makanan penambah sperma mungkin menjadi topik yang penting bagimu jika kamu ingin memiliki anak, tapi pasangan mempunyai masalah jumlah sperma (menurut diagnosa dokter). Adakah yang bisa kamu lakukan untuk mendukung pasangan agar jumlah spermanya bertambah? Berikut penjelasan dr. Putri Sakti Dwi Permanasari, M.Gizi, Sp.GK, dokter spesialis gizi klinik JLA Clinic Senayan serta RS Permata Cibubur dan Jonggol, dan anggota PDGKI Jaya.

Mengapa Seseorang Perlu Menambah Jumlah Sperma?

makanan penambah sperma
Foto: www.unsplash.com

“Suatu keadaan di mana jumlah sperma rendah atau yang biasa disebut dengan oligospermia adalah ketika air mani yang dikeluarkan saat orgasme (ejakulasi) mengandung jumlah sperma yang lebih sedikit dari normalnya. Seseorang dinyatakan mengalami oligospermia jika jumlah sperma kurang dari 15 juta per mililiter air mani,” jelas Dokter Putri.

Menariknya, bahkan pada beberapa orang air maninya tidak mengandung sperma saat ejakulasi yang disebut dengan azoospermia.

“Kedua kondisi tersebut dapat memicu terjadinya masalah kesuburan atau infertilitas dan bisa menyebabkan kemungkinan membuahi sel telur pasangan menurun sehingga bisa mengurangi peluang kehamilan. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan kecukupan jumlah dan kualitas sperma agar fertilitas tetap terjaga,” paparnya.

Jika mengaitkan jumlah dan kualitas sperma dengan makanan, Dokter Putri menegaskan bahwa gaya hidup adalah benang merahnya.

“Kuantitas dan kualitas sperma sangat dipengaruhi oleh gaya hidup seperti asupan makanan yang bergizi. Konsumsi nutrisi yang tepat akan membantu meningkatkan kuantitas dan kualitas sperma sehingga kesuburan pria akan meningkat,” terangnya.

Apabila nutrisi yang dikonsumsi tidak tepat maka akan mengganggu produksi enzim yang terlibat dalam proses produksi sperma atau jika asupan protein kurang maka akan juga mempengaruhi produksi sperma yang sehat. “Tetapi beberapa makanan atau minuman seperti alkohol atau makanan tinggi lemak jenuh justru dapat menurunkan kuantitas atau kualitas sperma,” tekannya.

Seperti Apa Makanan Penambah Sperma?

makanan penambah sperma
Foto: www.freepik.com

Jika alkohol dan makanan tinggi lemak bisa menurunkan kuantitas dan kualitas sperma, maka ada juga makanan penambah sperma. Menurut Dokter Putri ada beberapa nutrisi yang dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas sperma. Apakah itu? Berikut daftar panjangnya.

Makronutrien

  • Karbohidrat kompleks, seperti beras merah, gandum, kentang, oat, atau sereal karena kaya akan serat, multivitamin, dan mineral yang akan meningkatkan kualitas sperma
  • Makanan tinggi protein, karena protein merupakan bahan baku yang diperlukan untuk pembentukan sperma

Mikronutrien

  • Buah dan sayur, setidaknya 5 porsi yang bervariasi jenisnya setiap hari
  • Omega-3 dari bahan makanan sumber, seperti ikan laut dalam, ikan teri, telur, flaxseed, chia seed dan lainnya. Kecukupan asupan omega 3 dapat meningkatkan jumlahnya, pergerakan, maupun morfologi sperma
  • Sumber bahan makanan zinc, seperti tiram, daging ungags, daging merah, kepiting, lobster, kacang-kacangan, susu skim atau rendah lemak, atau produk gandum. Makanan ini berperan penting dalam meningkatkan kualitas sperma
  • Asam folat atau vitamin B9 alami, yang berasal dari sayur-sayuran seperti asparagus, bayam, selada, brokoli dan lainnya. Asam folat juga terdapat di dalam buah-buahan seperti alpukat, pisang, atau papaya; dan kacang-kacangan. Kecukupan asam folat akan membantu mencegah kerusakan DNA sel pada sperma, jumlah hingga kepadatan sel sperma.
  • Sumber vitamin B-12, yang bersumber dari makanan laut seperti kerang, ikan, daging unggas, daging merah, susu skim atau rendah lemak dan telur karena bisa meningkatkan jumlah maupun motilitas atau pergerakan sperma. Vitamin B-12 juga berefek mengurangi kerusakan sel sperma
  • Sumber vitamin C, seperti jambu merah, jeruk, paprika, stroberi, kiwi, tomat, atau brokoli berperan penting sebagai antioksidan untuk meningkatkan kesuburan pria dengan cara meningkatkan sperma
  • Vitamin D, yang bersumber pada ikan laut dalam seperti salmon atau tuna, keju, hati sapi, kuning telur, jamur atau dapat meningkatkan jumlah sperma dan kadar testosteron
  • Vitamin E, seperti kacang-kacangan, minyak tumbuhan seperti minyak kedelai, minyak safflower, atau minyak jagung. Sayuran hijau seperti bayam, brokoli, asparagus dapat menjaga sperma dari kerusakan serta meningkatkan kuantitas dan kualitas sperma
  • Asam amino L-arginin, seperti daging unggas, daging merah, biji-bijian, kacang-kacangan, , susu skim atau rendah lemak. Kecukupan asupan L-arginin dapat meningkatkan fungsi sperma
  • Asam D-aspartat, yang merupakan asam amino dengan peran penting mengatur hormon seks pria, seperti kadar testosteron. Sumber bahan makanan yang bisa dikonsumsi seperti daging merah, dagng unggas, , susu skim atau rendah lemak, telur, atau buah segar. Kecukupan asam D-aspartat dapat meningkatkan jumlah, konsentrasi dan pergerakan sperma

Antioksidan

  • Antioksidan CoQ10, yang berasal dari ikan, minyak tumbuhan, daging merah, daging unggas, atau kacang-kacangan dapat meningkatkan kualitas sperma
  • Likopen, yang berasal dari stroberi, tomat,paprika atau ceri akan meningkatkan kualitas, mobilitas, dan volume sperma

Selain itu, batasi asupan gula dan lemak jenuh atau kolesterol, karena dapat mengurangi kualitas sperma.

Apakah Ada Minuman Penambah Sperma?

Foto: www.unsplash.com

Eits, tidak hanya makanan lho, yang bisa menjadi penambah kualitas dan kuantitas sperma. Minuman juga. Uh-uh. Di antaranya minuman:

  • Tinggi protein seperti asam amino D-aspartat atau L-arginin, zinc, vitamin B12 dan D seperti susu skim atau rendah lemak
  • Minuman tinggi antioksidan seperti teh hijau, teh putih, teh saffron tawar atau minuman rendah kadar gula seperti infused water
  • Kaya asam folat seperti jus alpukat, pisang, atau pepaya
  • Minuman kaya vitamin C seperti jus jambu merah, jeruk, stroberi, kiwi, atau tomat
  • Jus buah delima atau pomegranate yang kaya antioksidan yang berperan mengurangi zat malondialdehide di sel sperma. Malondialdehide yang tinggi dapat merusak sel sperma. Jus buah delima dapat membantu menurunkan radikal bebas di sperma sehingga kualitasnya dapat ditingkatkan
  • Jus pisang karena kaya akan vitamin A,B1, dan C yang dapat menyehatkan sel sperma sehingga produktivitasnya meningkat. Selain itu, kandungan bromelain pada pisang berperan sebagai enzim anti radang alami yang akan membantu meningkatkan jumlah dan motilitas sperma
  • Minuman cokelat hitam memiliki kandungan antioksidan yang tinggi dan asam amino L- arginin yang dapat meningkatkan jumlah sel sperma serta meningkatkan aliran darah ke organ reproduksi pria

Bagaimana dengan Makanan dan Minuman Mengurangi Kuantitas dan Kualitas Sperma?

Foto: www.unsplash.com

Seperti yang sudah disebutkan di atas, alkohol dan makanan tinggi lemak bisa mengurangi kuantitas dan kualitas sperma. Namun tidak hanya itu, sejumlah makanan ini juga bisa memberikan efek negatif pada sperma. Dengan kata lain, konsumsinya harus dibatasi.

Alkohol

Konsumsi alkohol yang berlebihan atau jangka panjang dapat menurunkan jumlah sperma dan kadar testosteron sehingga menurunkan kesuburan pria.

Daging Olahan

Daging olahan, seperti sosis, bacon, kornet dan salami dapat menyebabkan penurunan jumlah sperma dan motilitas sperma.

Susu dan Produknya

Susu dan produk susu kaya akan lemak jenuh sehingga tinggi kandungan estrogen yang berasal dari hewan. Hewan ternak seperti sapi biasanya disuntik dengan steroid untuk meningkatkan produksi susu tetapi efeknya dapat menurunkan kualitas sperma.

Fast Food

Kebiasaan sering mengonsumsi fast food menyebabkan kuantitas dan kualitas sperma juga menurun akibat tinggi kandungan lemak jenuh dan lemak trans.

Gula dan Karbohidrat

Mengonsumsi gula dan karbohidrat dengan indeks glikemi tinggi seperti mi, nasi putih atau pasta yang terlalu banyak akan memicu meningkatkan kadar hormon insulin yang sebaliknya akan menurunkan kadar testosteron. Hal ini berakibat menurunnya hasrat seksual pria dan kualitas spermanya.

Produk Kedelai

Berbagai produk kedelai seperti tahu atau tempe mengandung senyawa fitoestrogen, yaitu senyawa mirip estrogen dari tumbuhan. Kadar fitoestrogen yang berlebihan dapat menurunkan kadar dan kualitas sperma. Konsumsilah produksi kedelai secukupnya.

Pestisida dan Bisphenol (BPA)

Xenoestrogen merupakan bahan kimia yang mirip estrogen sehingga juga dapat menurunkan konsentrasi sperma. Xenoestrogen meliputi pestisida yang pada umumnya mencemari sayur-sayuran, buah-buahan, atau daging dan ikan yang terkena paparan pestisida dari air dan bisphenol A (BPA) yang biasanya terdapat pada kemasan makanan plastik dan kaleng.

Lemak Trans

Asupan lemak trans yang sangat tinggi dan jangka panjang dapat menyebabkan penurunan jumlah sperma. Sumber lemak trans meliputi makanan yang digoreng, roti atau kue yang dipanggang, biskuit, atau creamer.

Adakah Cara Alami Lain untuk Menambah Jumlah Sperma?

Foto: www.freepik.com

Menurut Dokter Putri, beberapa cara lain untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas sperma selain mengonsumsi nutrisi yang tepat adalah sebagai berikut:

Berolahraga

Melakukan olahraga secara teratur dapat meningkatkan kadar hormon testosteron dan kesehatan sperma.

Manajemen Stres

Kondisi stres dapat memicu produksi hormon kortisol yang dapat menurunkan kuantitas maupun kualitas sperma. “Hal ini dikarenakan saat stres hormon kortisol akan naik, tetapi hormon testosteron justru menurun. Selain itu, dengan menghindari stres akan meningkatkan kerja antioksidan yang dapat melindungi kesehatan sperma,” jelasnya.

Menjaga Berat Badan Ideal

Berat badan yang ideal akan menekan risiko terjadinya penurunan jumlah dan gerakan sperma.

Mencegah Infeksi Menular Seksual

Beberapa penyakit infeksi menular seksual seperti klamidia dan gonore akibat kebiasaan berganti-ganti pasangan dapat menyebabkan penurunan sperma pada pria.

Berhenti Merokok

Kebiasaan merokok dapat berisiko mengalami penurunan jumlah sperma dan kemampuan motilitas sperma.

Berhenti Konsumsi Alkohol

Konsumsi alkohol berlebihan atau jangka panjang dapat menurunkan hormon testosteron, produksi maupun kualitas sperma.

Melakukan Hubungan Seks secara Rutin

“Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas sperma adalah dengan melakukan hubungan seksual secara rutin. Hal ini dapat membantu memperbaiki kualitas sperma sehingga bentuk dan motilitasnya baik. Selain itu, hindari penggunaan pelumas untuk menghindari penurunan kualitas sperma,” ujarnya.

Menjaga Suhu Tubuh Tetap Normal

Sperma cukup sensitif terhadap suhu tinggi sehingga agar sperma tidak mudah rusak dan menurun kualitasnya sebaiknya jangan melakukan mandi atau berendam dengan air panas secara rutin. Selain itu, kurangi kebiasaan duduk terlalu lama karena dapat meningkatkan suhu tubuh pada area skrotum.

Menghindari Penggunaan Celana Ketat

Meningkatnya suhu panas di area kelamin juga bisa terjadi karena penggunaan celana yang terlalu ketat. “Penggunaan celana terlalu ketat akan meningkatkan suhu di area skrotum tempat produksi sperma. Gunakan celana dalam dengan bahan katun dan serat alami. Hal ini dapat meningkatkan dan memperbaiki kualitas sperma,” sarannya.

Sebut saja, segala hal sudah dilakukan oleh pasanganmu, mulai dari mengonsumsi makanan penambah sperma hingga mempensiunkan semua koleksi skinny jeans-nya. Lalu, bagaimana kamu dan dia mengetahui bahwa kualitas dan kuantitas spermanya sudah membaik?

“Cara seseorang dapat mengetahui spermanya sudah bertambah adalah dengan memeriksakan kadarnya ke dokter spesialis urologi. Hasil tes sperma yang baik adalah jika setiap 1 mililiter air mani yang dikeluarkan mengandung sekitar 15 juta sperma. Pemeriksaan ini hasilnya dapat diterima dalam jangka waktu 24 jam sampai satu minggu,” ujar Dokter Putri.

Selanjutnya: Panduan Menghitung Masa Subur.