Menopause Bisa Menyebabkan Perempuan Mudah Lupa, Kata Studi Ini

efek menopause
Foto: www.istockphoto.com
Terakhir diperbarui:

Apakah efek menopause bisa menyebabkan seseorang mudah lupa dan sulit konsentrasi? Menurut sebuah studi baru yang diterbitkan di jurnal Menopause, kondisi ini merupakan fase penting yang memengaruhi kemampuan kognisi seorang perempuan. Dan berbeda dengan studi-studi yang lain, studi baru ini mengklaim bahwa penurunan kognitif bisa berlangsung hingga periode postmenopause.

Secara umum, asumsi yang ada di dalam masyarakat adalah bahwa penurunan memori, kesulitan belajar hal dan konsep baru, terjadi semakin dengan bertambahnya usia. Namun berbagai studi juga menunjukkan bahwa menopause merupakan faktor penyebab penurunan kognitif pada perempuan.

Penelitian ini melibatkan lebih dari 440 perempuan yang sebagian besar berasal dari perempuan dengan penghasilan rendah dan bukan kulit putih, termasuk wanita dengan HIV.

Mengapa studi ini membuktikan efek menopause yang berbeda? Para ilmuwan berteori bahwa ini disebabkan karena studi baru ini melibatkan lebih banyak perempuan berpendapatan rendah dengan berbagai faktor risiko yang berkaitan dengan disfungsi kognitif, termasuk perempuan dengan HIV. FYI, penelitian-penelitian sebelumnya mengonfirmasi bahwa menurunnya fungsi kognitif disebabkan oleh banyak faktor. Termasuk HIV, kemiskinan, pendidikan rendah, dan pemakaian narkoba level stres yang tinggi. Plus, akses kesehatan yang terbatas, masalah kesehatan mental, dan komorbiditas.

Studi baru ini juga merupakan studi pertama yang menilai perubahan performa kognitif selama fase-fase menopause. Dari penelitian yang dilakukan, studi ini memperlihatkan bahwa penurunan kognitif terjadi dari masa premenopause hingga awal perimenopause ke premenopause hingga postmenopause. Perubahan yang terjadi mencakup dalam hal belajar, ingatan/memori dan level konsentrasi. Banyak dari perubahan ini didokumentasi dan memperlihatkan pemburukan kognitif hingga mencapai level klinis yang signifikan.

"Penelitian tambahan dibutuhkan untuk mengonfirmasi penemuan-penemuan ini dan mengidentifikasi faktor yang menyebabkan perubahan kognitif yang berbeda pada setiap individu," kata Dr. Stephanie Faubion, direktur medis North American Menopause Society.

Baca Juga :  Lelah Hati adalah Sesuatu yang Nyata—dan Begini Cara Mengatasinya

Selanjutnya: Di sisi lain, seks bisa memperlambat menopause. Dan tujuh makanan ini bisa membantu mengurangi stres. Dan ini cara mengetahui apakah kamu sedang mengalami gejala-gejala depresif, menurut psikolog.