Pertanyaan Serius: Bagaimana Sebenarnya Cara Menghitung Masa Subur?

cara menghitung masa subur
Foto: www.gettyimages.com
Last updated:

Apakah kamu sedang merencanakan untuk hamil (lagi)? Dan agar misimu dan pasangan ini kemungkinan berakhir dengan ucapan “selamat, kamu sedang hamil”, saat ini kamu sedang memelototi kalender. Pasalnya, kamu sedang mencari tahu kapan masa subur. Jika kamu sudah tahu cara menghitung masa subur, selamat mencoba dan semoga sukses! Namun, jika kamu masih super bingung tentang cara menghitung masa subur, bacaan ini memang dibuat untukmu.

Untuk mendapatkan informasi lengkap, LIMONE menghubungi  Dr. Fella H. Pratami, Sp.OG, seorang Dokter Spesialis Kebidanan dan Penyakit Kandungan dari RS Karya Asih Charitas Palembang dan Klinik Marsya Plaju Palembang.

Apa Definisi Masa Subur?

cara menghitung masa subur
Foto: www.freepik.com

Menurut Dokter Fella, masa subur adalah periode waktu terjadinya pelepasan sel telur (ovulasi), di mana pada saat ini tubuh wanita memiliki peluang besar untuk hamil.

“Pada masa subur ini tubuh dipersiapkan sedemikian rupa untuk menyambut kehamilan. Terjadi fluktuasi berbagai hormon, peningkatan lendir serviks, peningkatan libido, serta menebalnya dinding rahim agar dapat menerima hasil pembuahan sel telur dan sperma. Masa subur ini istilah awam yang menggambarkan kondisi di atas, dan iya, masa ini hanya ada pada wanita,” jelasnya.

Apakah ini artinya semua perempuan memiliki masa subur?

“Mestinya demikian. Namun pada sebagian wanita, ovulasi terkadang tidak terjadi. Sedangkan kunci masa subur adalah terjadinya ovulasi. Bila tidak ada ovulasi, maka tidak ada masa subur,” paparnya.

Tidak ada masa subur contohnya terjado pada wanita usia menopause. “Selain itu, umumnya kondisi ini terjadi pada wanita dengan gangguan hormon seperti penderita PCOS (Polycystic Ovarian Syndrome), penyakit tiroid, kadar prolaktin yang tinggi, bahkan tumor,” imbuhnya.

Berarti masa subur tidak memiliki masa kedaluwarsa ya, Dok?

“Mungkin istilah lebih tepatnya adalah sedang atau tidak sedang dalam masa subur. Masa subur ini berlangsung di setiap siklus yang berovulasi, sehingga bisa dikatakan masa yang datang dan pergi sesuai waktunya,” jawabnya.

Mengapa Wanita Perlu Mengetahui Masa Suburnya?

Foto: www.freepik.com

Seorang perempuan (seperti kamu dan saya), perlu mengetahui beberapa hal tentang masa subur, di antaranya:

  1. Masa subur terjadi sejak pertama kali haid. “Usia 11 tahun pun sudah memiliki masa subur bila yang bersangkutan sudah haid, dan tentunya bisa hamil,” jelas Dokter Fella.
  2. Haid yang teratur umumnya akan memiliki masa subur. “Perlu diperjelas bahwa kata teratur di sini bukan berdasarkan tanggal datang haid. Karena siklus haid normal adalah 25 – 35 hari, maka bila mendapat haid pada tanggal 1 kemudian haid datang lagi di tanggal 27—hal tersebut termasuk dalam kategori haid teratur dan normal,” tegasnya.

Ah, kamu mungkin lega mendengar penjelasan barusan.

Seorang perempuan biasanya lebih tertarik dan aware dengan masa subur ketika ketika ia sudah menikah dan ingin mendapat momongan. Atau sebaliknya, ingin menunda/menghindari kehamilan.

“Fungsi mengetahui masa subur lebih kepada mengetahui kapan timing yang tepat untuk mendapatkan atau menghindari kehamilan. Sehingga dalam bidang kontrasepsi metode ini disebut dengan pantang berkala atau metode kalender,” tambahnya.

Bagaimana Cara Menghitung Masa Subur?

Foto: www.freepik.com

Dokter Fella menekankan bahwa setiap wanita bisa memiliki periode masa subur tersendiri, yang bergantung pada durasi siklus haid.

“Sel telur yang dikeluarkan saat ovulasi hanya akan bertahan sekitar 24 jam. Jadi, bila tidak dibuahi oleh sperma maka sel telur ini akan ikut meluruh bersama dinding rahim yang sebelumnya menebal. Inilah yang disebut menstruasi,” ujarnya.

Penasaran bagaimana cara menghitung masa subur? Ini informasi yang wajib kamu punya untuk menghitung masa subur.

  1. Kapan hari pertama haid kamu
  2. Berapa hari jumlah siklus haid terpendek [kurangi 18]
  3. Berapa hari jumlah siklus haid terpanjang [kurangi 11]

Jika hitung-hitungan bukanlah bakat terbesar atau terpendam dalam hidupmu, Dokter Fella memberikan contoh.

“Contoh, bila siklus haid terpendek kamu 29 hari, maka masa subur kamu dimulai pada hari ke 11 siklus. Bila siklus haid terpanjang kamu 33 hari—maka masa subur kamu berakhir di hari ke 22 siklus. Dengan kata lain, masa subur kamu berada pada hari ke-11 hingga ke-22 siklus haid. Sebaiknya pencatatan dilakukan minimal 3 bulan terakhir,” sarannya.

Oh, satu lagi: menstruasi yang tidak teratur berhubungan erat dengan tidak terjadinya masa subur.

“Haid yang tidak teratur berkaitan erat dengan tidak terjadinya masa subur. Dalam kondisi seperti ini, maka perlu dilakukan regulasi haid dan induksi ovulasi agar bisa hamil. Namun bukan berarti setiap wanita yang haidnya tidak teratur pasti tidak bisa hamil. Remember, God works in mysterious way,” tekannya.

Selanjutnya: Apakah perlu menunda masa kehamilan saat pandemik? Baca di sini penjelasannya.