Tanya Ahli: Apa Penyebab Haid Lama?

haid lama
Foto: www.pexels.com

Pada umumnya, periode menstruasi akan berlangsung selama tujuh hari. Meski hal ini akan berbeda-beda pada setiap wanita, dan jika berlangsung lebih lama dari waktu tersebut sering dianggap sebagai periode haid lama. Namun, apa penyebab haid lama? Bagaimana cara mengatasinya?

Jika kamu pernah mengalaminya dan ingin mengetahui jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas, maka simak penjelasan dari dr. Dinda Derdameisya, Sp.OG, FFAG, Spesialis Obstetri & Ginekologi dari Brawijaya Hospital Antasari terkait haid lama dan cara mengatasinya.

Apa Itu Haid Lama?

haid lama
Foto: www.pexels.com

Menurut Dokter Dinda, “haid lama itu apabila keluarnya secara terus-menerus. Biasanya patokannya kurang lebih 12 hari. Siklus menstruasi itu normalnya keluar darah sebanyak 75cc dalam satu siklus, dan itu biasanya terbagi dalam tujuh hari dalam satu minggu. Kalau misalnya sampai 12 hari atau lebih itu berarti keluar darah haidnya lama,” jelasnya.

Spesialis Obstetri & Ginekologi ini menambahkan bahwa gejala yang dialami sama seperti haid biasanya, “tetapi terus-menerus terjadi sampai setengah siklus atau 12-13 hari,” imbuhnya.

Mengapa Kita Mengalami Haid Lama?

Foto: www.rawpixel.com

Dokter Dinda menuturkan bahwa sebenarnya terdapat bermacam-macam penyebab haid lama. “Tetapi yang bisa kita lihat adalah hormonal. Namun sebelum memastikan disebabkan oleh hormonal atau tidak, maka kita harus periksa terlebih dahulu apakah darah yang keluar itu dari dalam rahim atau luka mulut rahim atau di vagina,” tuturnya.

“Jadi, penting untuk kita memeriksakan sumber perdarahannya. Tetapi sebagian besar memang darah haid lama itu dari dalam rahim,” tambahnya.

Lantas, bagaimana mendiagnosis perdarahan tersebut termasuk ke dalam haid lama?

Untuk membedakan apakah ini haid yang berasal dari dinding rahim atau penebalan rahim atau dari mulut rahim, tentunya “kita harus memeriksakan melalui pemeriksaan USG. Kita hitung tebal dinding rahimnya,” jawab Dokter Dinda.

Karena, “secara normal kalau haidnya sudah berlangsung lama maka dinding rahim akan tipis. Tetapi kalau dinding rahimnya itu menebal, berarti kita harus mencurigai bahwa ini adalah suatu penebalan dinding rahim, yang biasa kita kenal sebagai hiperplasia endometrium,” katanya.

Bagaimana Cara Mengatasi Menstruasi Lama?

haid lama
Foto: www.xframe.io

Dokter Dinda menuturkan bahwa sering kali haid lama disebabkan oleh hormonal. Yang berarti “kita harus memberikan obat-obatan hormonal. Tetapi jika haidnya masih berlangsung dan dinding rahim masih tebal, maka kita perlu menipiskan dinding rahim itu terlebih dahulu,” paparnya.

“Karena, kalau dinding rahimnya tidak tipis, maka perdarahan akan terus-menerus keluar. Nah untuk menipiskan dinding rahim, hal ini dapat dilakukan dengan dua cara. Yang pertama adalah dengan mengonsumsi obat-obatan hormonal, dan yang kedua dengan kuretase. Tetapi biasa yang kita lakukan adalah yang lebih minimal dampaknya, jadi kita menggunakan obat-obatan terlebih dahulu,” ujarnya.

Untuk itu, Dokter Dinda menyarankan untuk mengunjungi dokter. “Jadi kalau misal haidnya panjang dan masih berlangsung, lebih baik segera ke dokter. Jangan sudah berhenti dua minggu baru kontrol. Biasanya saat masih berlangsung (haid lama) itu tidak apa-apa (segera kontrol),” sarannya.

Adakah Risiko yang Ditimbulkan dari Haid yang Lama?

Foto: www.freepik.com

Mungkin kamu khawatir ketika mengalami haid yang lama, sehingga khawatir dengan risiko yang ditimbulkan. Menurut Dokter Dinda, justru biasanya haid lama ini berkaitan dengan hiperplasia endometrium.

Hiperplasia endometrium ini merupakan risiko dari diabetes, kencing manis, dan penyakit metabolik lain seperti hipertensi. Jadi karena penyebab-penyebab itu tadi, terjadi penebalan dinding rahim,” jelasnya.

Kemudian, apakah bisa mencegah agar tidak mengalami kondisi ini?

“Karena dihubungkan dengan penyakit metabolik, jawabannya tentu tetap sama dengan penyakit metabolik lain, yakni dengan perubahan lifestyle atau gaya hidup. Hal ini dapat dilakukan dengan berolahraga atau mengonsumsi makanan sehat,” Dokter Dinda.

Gaya hidup yang seperti apa ya, Dok?

Pada dasarnya, menjaga kesehatan itu akan sama pada semua penyakit. Hal-hal yang dapat diterapkan adalah “gaya hidup kita harus sehat, tidur dengan cukup, olahraga, serta makan makanan sehat dan secara teratur, maka otomatis ginekologi dan genitalnya ikut sehat” ujarnya.

“Tetapi satu hal yang tidak bisa kita hindari adalah penyakit dari genetik atau turunan. Kalau misalnya sudah melakukan pola hidup sehat dan masih ada turunan, biasanya memang memerlukan obat. Untuk itu penting sekali agar melakukan check up ke dokter, setidaknya satu tahun sekali untuk genital,” tambah Dokter Dinda.

Kesimpulan

Foto: www.freepik.com

Dokter Dinda menerangkan bahwa haid lama bisa dikaitkan dengan penebalan dinding rahim atau hiperplasia endometrium. Penebalan dinding ini ada kaitannya dengan hormonal. “Kelainan hormonal ini salah satu faktor risikonya adalah penyakit-penyakit metabolik seperti hipertensi dan kencing manis,” tuturnya.

Biasanya, haid yang lama muncul setelah perempuan mendekati usia 40 atau di atas 40 tahun. “Jadi untuk perempuan-perempuan muda, mungkin belum mengalami ini. Kalau pun iya (mengalami), maka coba cari penyebab lain seperti misalnya polip,” terang Spesialis Obstetri & Ginekologi ini.

“Jadi memang penting untuk melakukan pemeriksaan ke dokter dan melakukan pemeriksaan USG agar dapat mendiagnosis secara pasti penyebab haid lamanya karena apa,” tutup Dokter Dinda.