Tanya Ahli: Mengapa Makan Sehat Sepertinya Sangat Sulit Dilakukan dan Bikin Stres?

Foto: www.gettyimages.com

Kamu tidak sendirian jika sering kali berpikir dan merasa ini: “makan sehat kok susah banget, sih!” Entah kenapa, makan sehat acap kali membuat kita stres sendiri. Sangat kontraproduktif, ‘kan, mengingat betapa berbahaya stres bagi kesehatan? Apakah makan sehat sesulit yang diperlihatkan di unggahan media sosial (pikirkan tuna dan berbagai jenis makan eksotik yang hanya tersedia di supermarket barang-barang impor)? Bagaimana membuat makan sehat menjadi sesuatu yang tidak membuat kita pusing, minder dan tertekan? LIMONE menghubungi Mochammad Rizal, seorang ahli gizi dan Sport Nutritionist di Komite Olahraga Nasional Indonesia.

Apa Sebenarnya Definisi ‘Makanan Sehat’?

Foto: www.gettyimages.com

Menurutmu, apa definisi makanan sehat? Mungkin kita sudah tahu jawaban atas pertanyaan ini, tapi mari sama-sama menyegarkan ingatan.

“Makanan sehat adalah makanan yang bergizi, seimbang, dan beraneka ragam,” kata Rizal melalui email. “Bergizi artinya mengandung zat-zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh yaitu zat gizi makro, yang termasuk di dalamnya karbohidrat, protein, dan lemak. Lalu zat gizi mikro, yakni vitamin dan mineral,” lanjutnya. Sementara seimbang berarti zat-zat gizi tersebut tidak hanya ada, namun juga porsinya tepat atau seimbang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing individu. Tidak kurang dan tidak berlebihan. Sedangkan beraneka ragam memiliki pengertian bahwa sumber zat-zat gizi tersebut berasal dari macam-macam bahan makanan, bukan hanya dari satu atau dua jenis saja.

Dan seandainya kamu masih ingat pelajaran kesehatan atau biologi saat duduk di bangku sekolah, makanan sehat memang wajib dikonsumsi. “Makanan sehat itu mutlak, karena berfungsi untuk pemeliharaan dan perbaikan sel tubuh, pertumbuhan, perkembangan, dan kesehatan tubuh secara keseluruhan,” jelas Rizal.

Mengapa Mengonsumsi Makanan Sehat sepertinya Membutuhkan Banyak Usaha?

Foto: www.gettyimages.com

Semakin ke sini, makan makanan sehat sepertinya semakin jauh dari mulut dan tangan. Ah. Ugh.

Menurut Rizal, makanan sehat menjadi ‘terkesan’ membutuhkan banyak usaha karena “zaman sekarang akses terhadap makanan-makanan yang ‘kurang sehat’ semakin mudah dan ada di mana-mana.”

Bukti paling bisa dilihat, semakin banyak outlet makanan cepat saji. Dan coba kamu perhatikan, diskon dan promo (baik di resto fisik atau daring) paling banyak dari industri ini. Itu, plus: “Saat ini mobilitas masyarakat semakin tinggi, disibukkan oleh karir, pekerjaan, dan aktivitas di luar rumah sehingga tidak memiliki waktu untuk menyiapkan makanannya sendiri,” ujarnya.

Apakah Makan Sehat = Melakukan Diet?

Foto: www.istockphoto.com

Sebelum menjelaskan hal ini, Rizal mengatakan bahwa ada baiknya meluruskan definisi diet. “Diet artinya pola makan. Pola makan yang diatur sesuai dengan tujuan dan kondisi masing-masing individu. Jadi, sebenarnya makan tidak sehat pun bisa dinamakan diet. Yakni, ‘diet yang tidak sehat,'” jelasnya.

Jadi?

“Maka, jika pertanyaannya ‘apakah makan sehat berarti diet’, saya menjawab iya. Karena diet sehat (pola makan sehat) tujuannya adalah menjaga tubuh agar tetap sehat,” tegasnya.

Namun di sini dilemanya dan yang membuat kita semakin bingung: mengapa banyak sekali jenis diet di luar sana? Tren diet atau fad diet.

“Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya bahwa diet adalah mengatur pola makan sesuai dengan tujuan tertentu, maka beredarnya banyak jenis diet tentu merupakan cara atau metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu tersebut,” jelas Rizal.

Tidak semua diet terbukti secara ilmiah. Menurut Rizal, contoh jenis diet yang scientifically proven, termasuk diet dash, diet untuk penderita diabetes, diet hipertensi, dan semacamnya.

Dan tentang fad diet, Rizal menjelaskan bahwa hal tersebut sudah ada sejak dahulu. “Jika ditarik benang merahnya, 90% fad diet tujuannya adalah untuk menurunkan berat badan, karena merupakan topik yang paling ‘seksi’. Dan apa yang harus diikuti? Ikuti saja pedoman gizi seimbang yang dikeluarkan oleh Kemenkes, dengan penyesuaian asupan energinya, sehingga berat badan tetap bisa turun dengan sehat dan aman,” sarannya.

Jadi, Apakah Makan Sehat Memang Sulit? Atau Kita Sendiri Mempersulitnya?

Foto: www.gettyimages.com

Rizal menegaskan bahwa prinsip makan sehat tidak sulit. Kamu hanya perlu ikuti saja pedoman gizi seimbang yang ada. Sesederhana itu.

“Yang sulit adalah konsisten mempraktikkannya setiap hari,” ujarnya.

Hah! Pepatah ‘lebih mudah diucapkan dibandingkan dilakukan”—memang berlaku di sini. Dan untuk mempermudah melakukannya, Rizal mengatakan bahwa kamu tidak perlu pusing dengan segala hal (fad diet, tren diet, bla bla bla). Ingat saja mantra: pedoman gizi seimbang. Pengertian makanan sehat tadi.

Selain mantra tersebut, coba ketik, cetak dan laminating prinsip makan sehat ini:

Ah, poin ini terakhir sebuah kabar baik. Ini artinya, kamu tidak dilarang untuk menikmati makanan favoritmu. Dengan catatan, asupan gizi dan energi yang dibutuhkan tubuh kamu penuhi setiap hari.

Contohnya: minuman boba.

“Orang sering menganggap bahwa minuman boba adalah tidak sehat. Tetapi jika kita paham bahwa batas maksimal konsumsi gula dalam sehari adalah 50 gram, maka minuman boba tersebut masih bisa diminum setiap hari asalkan kandungan gula dalam boba, plus minuman manis lainnya dalam sehari tidak melebihi 50 gram,” jelas Rizal.

Prinsip yang mirip juga berlaku untuk konsumsi lemak jenuh.

“Kalau kita paham bahwa batas maksimal konsumsi lemak jenuh adalah 10%, maka kita masih tetap bisa mengonsumsi makanan yang digoreng atau ditumis menggunakan minyak selama tidak berlebihan. Dengan catatan minyak yang digunakan adalah minyak yang baru. Meskipun memang akan lebih baik lagi jika makanannya tidak di-deep fried,” sarannya.

Itu ya, makan sehat sama sekali tidak sulit. Dan hei, silakan menikmati boba dan ayam goreng kesukaan—asal ingat prinsip di atas!

Selanjutnya: berbicara tentang diet, ini adalah salah satu jenis diet yang sedang mendapatkan banyak kritikan.

podcast button