Bolehkah Ibu Hamil Makan Mie Instan? Ini Penjelasan Ahli Gizi

bolehkah ibu hamil makan mie instan?
Foto: www.istockphoto.com

Ketika merasa lapar di tengah malam, beberapa orang sering kali memilih untuk mengonsumsi mie instan. Selain karena praktis, makanan yang satu ini juga memiliki rasa yang enak. Namun pertanyaannya, bolehkah ibu hamil makan mie instan? Apakah akan aman untuk janin?

Simak penjelasan dari Mahendri Deayu Putri, M.Gz, Nutritionist & Journal Editor of JGKM, yang akan membahas terkait mengonsumsi mie instan pada ibu hamil.

Apa yang Terkandung dalam Mie Instan?

bolehkah ibu hamil makan mie instan?
Foto: www.freepik.com

Menurut Deayu, “jika dilihat dari kandungan gizi dan jumlah kalorinya, satu kemasan mie instan termasuk makanan ringan. Namun dengan penambahan sayur, daging, dan bahan makanan lainnya, satu kemasan mie instan bisa menjadi makanan utama atau makanan berat. Karena mie instan berbahan dasar tepung yang merupakan sumber karbohidrat,” terangnya.

Berdasarkan “kesan mutu hedonik, mie instan digemari karena rasa dan aromanya menggugah selera makan. Serta dapat dihidangkan setelah dimasak atau diseduh dengan air mendidih dalam waktu yang relatif singkat,” lanjutnya.

Dalam satu kemasan mie instan, kita dapat menemukan komposisi beragam bahan makanan yang terkandung dalam mie tersebut.

“Biasanya, kebanyakan mie instan terbuat dari tepung terigu, minyak nabati, tepung tapioka, garam, dan pewarna. Selain itu, juga dilengkapi dengan bumbu yang berisikan gula, garam, dan penguat rasa mononatrium glutamat (MSG),” papar Deayu.

Bolehkah Ibu Hamil Makan Mie Instan?

Foto: www.xframe.io

Karena memiliki rasa gurih dan sedap, mie instan pun digemari oleh banyak orang. Namun, bolehkah ibu hamil makan mie instan?

“Ibu hamil sebenarnya boleh makan mie instan. Tetapi tidak dianjurkan, apalagi dalam intensitas yang terlalu sering. Hal ini dikarenakan mie instan memiliki kadar garam dan indeks glikemik yang tinggi. Asupan garam atau natrium yang cukup memang diperlukan untuk kehamilan yang sehat, namun hipertensi selama kehamilan merupakan risiko kesehatan yang sangat serius,” jelas Deayu.

Menurut “sebuah studi meta-analisis yang ada dalam Duckitt and Harrington tentang faktor risiko preeklampsia saat antenatal menyimpulkan bahwa hipertensi kronis dan hipertensi pada kunjungan antenatal pertama dapat meningkatkan kemungkinan preeklampsia dan penyakit kardiovaskular di masa depan,” ungkapnya.

Oleh karena itu, “WHO menuturkan asupan garam perlu diperhatikan ketika hamil. Saat ini rekomendasi garam atau natrium untuk masyarakat umum, juga berlaku untuk ibu hamil yaitu kurang dari lima gram per hari, atau setara dengan ±1 sendok teh garam. Ini sudah termasuk garam yang ditambahkan dalam masakan dan dari makanan ringan,” lanjutnya.

Seperti yang disebutkan di atas, ibu hamil boleh saja mengonsumsi mie instan, tapi hal ini bisa menimbulkan risiko kesehatan. Hal ini bisa disebabkan oleh “mie instan yang memiliki kadar garam dan indeks glemik yang tinggi,” ucap Deayu.

Dan seperti yang sudah dikatakan di atas, hipertensi yang kronis juga dapat meningkatkan kemungkinan preeklampsia dan penyakit kardiovaskular. Perlu diketahui, preeklampsia merupakan kondisi peningkatan tekanan darah disertai dengan adanya protein dalam urine.

Untuk itu, WHO menyarankan untuk mengonsumsi garam kurang dari lima gram per hari atau setara dengan satu sendok teh garam pada ibu hamil.

Bagaimana Cara Mengonsumsi Mie Instan Untuk Ibu Hamil?

bolehkah ibu hamil makan mie instan?
Foto: www.freepik.com

Deayu menjelaskan bahwa “mie instan yang baik dikonsumsi bagi ibu hamil adalah yang dimasak hingga matang. Serta, hindari menambahkan bumbu atau garam tambahan, tetapi kurangi jumlah yang sudah tersedia dalam kemasan,” terangnya.

Selain itu, “ibu hamil juga perlu memerhatikan kadar natrium atau garam yang terkandung di dalam pada kemasan, dan sesuaikan dengan anjuran asupan harian. Dianjurkan menambahkan sayuran serta sumber protein seperti telur rebus, ayam, daging sapi, ikan, tahu dan tempe atau kedelai agar seimbang zat gizinya,” sarannya.

Karena dianggap kurang mengenyangkan, beberapa orang sering kali menambahkan nasi untuk dikonsumsi secara bersamaan dengan mie instan. Namun, menurut Deayu hal ini tidak dianjurkan.

“Karena bahan dasar mie instan adalah mie yang merupakan sumber karbohidrat, maka tidak perlu penambahan nasi. Nasi sebagai sumber karbohidrat bisa diganti dengan mie, roti, kentang, ubi, dan oat. Konsumsi mie ditambah dengan nasi sama saja dengan makan sumber karbo plus karbo, artinya tidak seimbang,” jelasnya.

Bagaimana Memenuhi Asupan Nutrisi yang Baik untuk Ibu Hamil?

Foto: www.freepik.com

Ketika hamil, ibu pastinya ingin memiliki bayi yang sehat dan kuat. Untuk itu, asupan nutrisi yang bergizi pun perlu diperhatikan. Namun, bagaimana cara memenuhi nutrisi pada ibu hamil?

“Saat hamil perlu diperhatikan pemenuhan asupan makronutrisi dan mikronutrisinya. Makronutrisi mencangkup karbohidrat, protein, dan lemak. Sedangkan mikronutrisi mencangkup mineral seperti kalsium, zat besi, kalium. Serta vitamin A, E, K, B kompleks, dan folat,” ujarnya.

Keduanya harus seimbang dan dipenuhi setiap harinya. “Sehingga asupan bahan makanan yang beragam sangat dianjurkan untuk ibu hamil. Sayur dan buah dianjurkan selalu ada saat makan, karena banyak mengandung mineral dan vitamin. Serta, lauk dan susu juga diperlukan sebagai sumber protein dan lemak,” lanjutnya.

“Soal porsi makan, disesuaikan dengan waktu kehamilan yaitu trimester satu, dua, dan tiga. Saat trimester pertama, penambahan kalori ditambah 180 kkal, pada trimester dua dan tiga ditambahkan sebanyak 300 kkal,” katanya.

Kesimpulan

Foto: www.unsplash.com

Kebanyakan, ibu hamil mengalami mual dan muntah. “Sehingga nafsu makan pun menjadi turun dan mie instan biasanya menjadi pilihan agar ibu hamil tetap makan. Selain kandungan garam, indek glikemik, dan MSG yang tinggi, mie instan tidak menawarkan nilai gizi yang seimbang dan hanya memuaskan rasa lapar untuk jangka waktu tertentu,” terang Deayu.

“Oleh karena itu, kurangi konsumsi mie instan maksimal dua kali setiap bulan, dengan mengubah takaran penyajiannya. Namun, akan lebih baik jika diganti dengan camilan kacang, kedelai, buah, atau salad,” anjurnya.