Berapa Banyak Persentase Lemak Tubuh Yang Normal? Ini Kata Spesialis Gizi

persentase lemak tubuh
Foto: www.canva.com

Meski bermanfaat karena sebagai salah satu komposisi penyusunan tubuh, namun tidak disarankan untuk membiarkan lemak menumpuk di dalam tubuh. Oleh karenanya disarankan agar menjaga persentase lemak tubuh agar tetap berada di kisaran normal.

Sebab jika berlebihan, dikhawatirkan akan memicu timbulnya penyakit baru. Simak penuturan dari  dr. L. Arif Firiandri (A.AN), Sp. GK, AIFO-K, seorang Dokter Spesialis Gizi Klinik dari RS Edelweiss Bandung, RS Melinda 2 Bandung, dan Alodokter, yang akan memberikan informasi terkait persentase lemak tubuh yang normal dan mencegahnya agar tidak berlebihan

Apa Itu Lemak Tubuh?

Foto: www.pexels.com

Pada dasarnya, lemak merupakan salah satu komposisi untuk menyusun tubuh. Karena hal tersebut, terdapat berbagai peran penting dari lemak.

“Fungsi lemak tubuh sendiri sangatlah beragam, sebagai cadangan energi, pelarut vitamin A, D, E, dan K, menjaga suhu tubuh, dan melindungi organ tubuh,” katanya.

Apa Saja Jenis Lemak yang Ada Dalam Tubuh?

persentase lemak tubuh
Foto: www.freepik.com

Selain fungsinya yang beragam, jenis lemak juga terdiri dari berbagai macam yakni:

Essential fat

Jenis lemak ini diperlukan untuk menjalankan fungsi fisiologi normal tubuh. Kemudian di simpan dalam jumlah kecil pada sum-sum tulang, jantung, paru-paru, liver, otot, sistem saraf, limpa, dan ginjal.

“Pada pria, jumlah persentase lemak tubuh esensial ini berkisar 3%, sedangkan pada wanita kadarnya lebih tinggi yaitu 12%. Di mana termasuk adanya lemak pada payudara, ragio pelvis, dan paha yang menunjang proses reproduksi,” jelas Dokter Arif.

Storage fat

Pada jenis lemak ini, storage fat berfungsi sebagai cadangan energi. Dan bentuk utamanya adalah trigliserida yang berada di jaringan adiposa.

Visceral fat

Selanjutnya terdapat jenis lemak visceral, jaringan adiposa yang terletak di bawah kulit dan di dalam mesenterium serta oemntum di belakang peritoneum.

Karena berada di dalam rongga perut, lemak visceral ini tidak mudah untuk terlihat dan dirasakan.

White adipose tissue

Untuk lemak jenis ini memiliki fungsi yang beragam. Yakni sebagai cadangan energi, melindungi organ tubuh, dan mempertahankan suhu tubuh.

Brown adipose tissue

Brown adipose tissue memiliki peran yang dapat mengontrol energy expenditure atau pengeluaran energi total pada orang dewasa. Sementara pada bayi, lemak ini berperan untuk mempertahankan suhu tubuh.

Umumnya, brown adipose tissue dapat ditemukan pada area scapula dan subscapula.

Berapa Persentase Lemak Tubuh yang Normal?

persentase lemak tubuh
Foto: www.canva.com

Meski memiliki fungsi yang beragam, namun tidak disarankan untuk menumpuk lemak pada tubuh. Menurut Dokter Arif, total lemak tubuh yang normal sangatlah bervariasi.

Baca Juga :  Tanya Ahli: Bagaimana Melakukan Diet Karbo Tanpa Membahayakan Diri?

“Persentase lemak tubuh untuk pria yang normal berkisar 18-24%, sementara untuk wanita sekitar 25-31%,” tuturnya.

Perlu diingat bahwa terdapat beberapa hal yang bisa memengaruhi kadar lemak yang ada di dalam tubuh seseorang.

“Seperti asupan makanan, yang mana ketika mengonsumsi makanan tinggi lemak terutama lemak jenuh misalnya gorengan, makanan deep fryed, atau makanan cepat saji, hal ini juga bisa meningkatkan kadar lemak,” ungkap Dokter Spesialis Gizi Klinik ini.

Namun disamping itu, ketika seseorang mengonsumsi sesuatu yang berlebihan, seperti nasi yang merupakan karbohidrat serta daging yang termasuk protein, hal ini juga bisa meningkatkan kadar lemak. Karena kelebihan energi ini nantinya akan disimpan dalam bentuk lemak.

Oleh sebab itu, bisa saja seseorang yang memiliki tubuh kurus namun terdapat banyak lemak di dalamnya. Ini dapat disebabkan karena ia memiliki otot yang kecil dan lemak yang lebih banyak, sehingga terlihat kurus.

Mengapa Kita Perlu Memerhatikan Kadar Lemak Tubuh?

Foto: www.rawpixel.com

Lemak memang menjadi komponen penyusun tubuh yang memiliki peran penting. Namun, tetap saja kita perlu memerhatikan kadar lemak yang ada di dalam tubuh dan menjaganya agar tetap normal.

Sebab jika lemak menumpuk di dalam tubuh dan sangat berlebihan, hal ini bisa menimbulkan berbagai macam penyakit dan komplikasinya, contohnya seperti obesitas.

“Obesitas ini sendiri dapat menimbulkan risiko pada masa depan, seperti memicu gejala stroke, diabetes mellitus, kanker, batu empedu, dan lainnya,” tutur Dokter Arif.

Lantas, bagaimana cara mengetahui persentase lemak tubuh seseorang?

“Hal ini bisa dilakukan dengan menggunakan alat BIA atau bioimpedance analysis standar medis. Alat ini dapat ditemukan di poliklinik dokter spesialis gizi klinis,” jawabnya.

Bagaimana Cara Menjaga Kadar Lemak Tubuh agar Tidak Berlebihan?

persentase lemak tubuh
Foto: www.freepik.com

Spesialis Gizi Klinik ini menyarankan agar melakukan pengaturan pola makan yang baik dan berolahraga secara teratur.

“Contoh pola makan yang bisa diterapkan adalah asupan karbohidrat sebanyak 45-60%, protein 10-20%, dan lemak sebanyak 20-30%,” sarannya.

Dokter Arif juga melanjutkan bahwa untuk mempermudah pengaturan pola makan, sebaiknya membagi piring menjadi empat bagian.

“Masing-masing diisi ¼ untuk karbohidrat seperti nasi misalnya, kemudian ¼ untuk protein dan lemak, contohnya daging, ikan pepes, dan tahu rebus. Lalu ½ untuk vitamin dan mineral yang berupa sayur-sayuran, contohnya selada, timun, apel, atau jeruk,” paparnya.

Jangan lupa untuk melakukan olahraga secara rutin, tiga hingga empat kali dalam seminggu dengan durasi 45-60 menit setiap dua hari sekali. Contohnya seperti olahraga jalan cepat, sepeda statis, senam, dan lainnya.

Menjaga kadar lemak dalam tubuh juga bisa dikonsultasikan dengan dokter, apalagi pada pasien-pasien penderita obesitas.

“Jika ingin mengetahui komposisi tubuh seperti persentase lemak, berat otot, kadar cairan, kebutuhan energi harian, ini bisa diukur menggunakan alat BIA standar medis,” ungkapnya.

Baca Juga :  Mengalami Cedera Lutut? Ini Penanganan Awal Yang Wajib Dilakukan

Kesimpulan

Foto: www.canva.com

Kelebihan lemak atau persentase lemak biasanya dialami oleh penderita obesitas.

“Jika kamu menderita obesitas, cobalah melakukan penghitungan berat badan dalam kg kemudian dibagi dengan tinggi badan, dan dikuadratkan dalam meter, jika hasilnya >25kg/m2, maka disarankan untuk melakukan screening dan dilakukan terapi,” saran Dokter Arif.

“Nantinya akan diberikan meal plan, saran olahraga, atau dengan obat-obatan yang dapat mempermudah dan mempersingkat terapi obesitas,” lanjutnya.