Banyak Yang Mengonsumsi Selai Kacang Untuk Diet, Ternyata Ini 7 Manfaatnya

manfaat selai kacang untuk diet
Foto: www.freepik.com

Saat berusaha untuk menurunkan berat badan, biasanya kita akan menghindari makanan manis dan berbagai jenis olahan lainnya. Namun ternyata, beberapa orang mengonsumsi selai kacang untuk diet penurunan berat badan.

Jika benar bahwa mengonsumsi selai kacang dapat efektif menurunkan berat badan, namun sayangnya beberapa memiliki alergi terhadap kacang. Terus gulir artikel ini sampai habis untuk mengetahui segala sesuatu tentang selai kacang untuk diet.

Apa Itu Selai Kacang?

manfaat selai kacang untuk diet
Foto: www.canva.com

Selai kacang merupakan salah satu olesan yang paling populer. Selain rasanya yang enak, selai ini juga memiliki tekstur yang luar biasa, apalagi saat menempel di langit-langit dan meleleh di mulut.

Makanan yang satu ini terbuat dari kacang yang dipanggang, kemudian digiling sampai menjadi pasta. Namun beberapa merek menambahkan gula, minyak sayur, lemak trans, dan bahan lainnya ke dalam selai tersebut.

Sayangnya, mengonsumsi terlalu banyak gula tambahan dan lemak trans dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan, seperti penyakit jantung.

Bagaimana Selai Kacang Bermanfaat untuk Diet?

bagaimana selai kacang bermanfaat untuk diet
Foto: www.unsplash.com

Tak hanya memiliki rasa yang lezat, ternyata banyak yang mengonsumsi selai kacang untuk diet. Ini berbagai manfaatnya:

Sumber protein yang baik

Selai kacang merupakan sumber energi yang cukup seimbang karena mengandung makronutrien utama. Dalam satu porsi selai kacang (100 gram) mengandung:

  • Karbohidrat: 22 gram
  • Protein: 22,5 gram
  • Lemak: 51 gram

Meski selai kacang tinggi terhadap protein, namun makanan ini rendah asam amino. Akan tetapi karena selai kacang terdiri dari sekitar 25% protein, maka hal ini membuatnya menjadi sumber protein nabati yang baik untuk tubuh.

Rendah karbohidrat

Selai kacang mengandung 20% karbohidrat sehingga cocok untuk dijadikan sebagai menu diet. Berkat hal tersebut, maka kenaikan gula darah pun diatasi dengan baik, sehingga selai kacang cocok untuk dikonsumsi oleh pengidap diabetes tipe-2.

Menurut sebuah penelitian, makan selai kacang secara teratur dapat menurunkan risiko terkena diabetes tipe-2 dalam jangka panjang. Manfaat ini dikaitkan dengan asam oleat, salah satu lemak utama dalam kacang.

Tinggi lemak sehat

Karena selai kacang sangat tinggi terhadap lemak, di mana dalam 100 gramnya mengandung 597 kalori, namun hal ini tetap membuatnya dapat menjadi makanan yang baik untuk menurunkan berat badan.

Makanan ini mengandung lemak yang menyehatkan jantung dan merupakan sumber protein yang baik, oleh karenanya ini bisa dijadikan sebagai pilihan yang baik untuk vegetarian atau mereka yang mengikuti pola makan nabati.

Setengah dari lemak dalam selai kacang terdiri dari asam oleat, jenis lemak tak jenuh tunggal yang sering ditemukan dalam minyak zaitun. Asam oleat ini telah dikaitkan dengan beberapa manfaat kesehatan, termasuk peningkatan sensitivitas insulin.

Selain itu, makanan ini juga mengandung beberapa asam linoleat, asam lemak omega-6 esensial yang melimpah di sebagian besar minyak nabati.

Pada satu penelitian menunjukkan bahwa asupan asam lemak omega-6 dan omega-3 dapat meningkatkan peradangan dan risiko penyakit kronis.

Kaya akan vitamin dan mineral

Bukan tanpa alasan seseorang mengonsumsi selai kacang untuk diet, karena sebenarnya ada banyak nutrisi yang terkandung di dalamnya.

Dalam satu porsi selai kacang (100 gram) mengandung banyak vitamin dan mineral, di antaranya:

  • Vitamin E: 9,11 mg
  • Niacin:13,3 mg
  • Vitamin B6: 0.44 mg
  • Folat: 86 mcg
  • Magnesium: 169 mg
  • Tembaga: 0,42 mg
  • Mangan: 1,68 mg

Selain itu, ada banyak kandungan lain seperti vitamin B5, zat besi, kalium, seng, dan masih banyak lagi. Akan tetapi kalori dari selai kacang tidak begitu bergizi daripada dengan makanan nabati rendah kalori, seperti bayam atau brokoli.

Mengandung antioksidan tinggi

Ternyata selai kacang juga mengandung antioksidan yang tinggi seperti asam p-coumaric yang dapat mengurangi radang sendi.

Selain itu, resveratrol yang ada di dalamnya juga dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan penyakit kronis lainnya.

Meski sangat bermanfaat, namun diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui efektivitas dari kandungan antioksidan yang ada di dalam selai kacang.

Membuatmu kenyang lebih lama

Mengonsumsi kacang atau produk olahan kacang tanah, termasuk selainya dapat membantumu untuk merasa kenyang lebih lama. Perasaan kenyang ini dikaitkan dengan lemak dan protein yang ada di dalamnya.

Dengan merasa kenyang, maka kamu akan makan dengan porsi yang lebih sedikit, sehingga menghasilkan penurunan berat badan yang lebih efisien secara keseluruhan.

Membantu respons glikemik

Meski termasuk ke dalam makanan manis, namun selai kacang memiliki indeks glikemik yang rendah.

Dengan mengonsumsi selai kacang untuk diet, hal ini menjadi cara terbaik untuk mengonsumsi lemak, protein, dan serat tanpa membuat kadar gula darah turun.

Menurut sebuah studi, dua sendok makan selai kacang yang ditambahkan ke dalam makanan dapat menstabilkan efek glikemik dari makanan tersebut.

Cara Mengonsumsi Kacang untuk Menurunkan Berat Badan

manfaat selai kacang untuk diet
Foto: www.pexels.com

Meski bermanfaat untuk menurunkan berat badan, namun ada baiknya hanya mengonsumsi selai kacang dengan kadar yang cukup, yakni hanya beberapa kali per minggunya sebanyak dua hingga tiga sendok makan.

Berikut ide untuk mengonsumsi kacang:

  • Menambahkan dua sendok selai kacang ke smoothie
  • Menambahkan kacang ke dalam salad
  • Mengoleskan selai kacang pada roti gandum utuh
  • Mengonsumsi sup kacang ala Thailand
  • Mengaduk selai kacang krim ke dalam oatmeal

Kesimpulan

selai kacang memiliki nutrisi yang beragam
Foto: www.canva.com

Selai kacang memang memiliki nutrisi yang beragam dan dapat kamu jadikan sebagai sumber protein yang bermanfaat. Oleh karenanya, menjadikan selai kacang untuk diet merupakan ide cemerlang untuk dilakukan.

Akan tetapi ada baiknya untuk mengonsumsi selai kacang dalam jumlah sedang, sehingga tidak akan menimbulkan risiko yang berbahaya bagi kesehatan.