Suka Makan Steak? Ketahui Perbedaan Sirloin dan Tenderloin

Perbedaan sirloin dan tenderloin
Foto: www.freepik.com

Meski sering mendengarnya, namun sebagian orang mungkin belum mengetahui perbedaan sirloin dan tenderloin. Potongan daging sapi yang sering diolah dengan cara dipanggang ini ternyata memiliki tekstur, rasa, bahkan kandungan protein yang tidak sama.

Berikut cara membedakan antara jenis steak tenderloin dan sirloin yang wajib kamu ketahui.

Potongan Daging Sapi

Perbedaan sirloin dan tenderloin
Foto: www.unsplash.com

Sebelum memesan steak, ada baiknya kamu mengetahui jenis dan bagian daging yang akan dikonsumsi. Sebab, jenis-jenis ini akan menentukan rasa dan tekstur dari hidanganmu.

Daging sirloin

Daging yang biasa disebut dengan New York strip atau Kansas City strip terletak di bawah iga sapi dan bagian luar dari tinderloin. Sirloin merupakan bagian otot sapi yang sering digunakan untuk bergerak.

Umumnya, bagian ini mengandung lebih banyak lemak dibandingkan dengan tinderloin. Jika dimasak dengan cara yang tepat, nantinya steak akan terasa lebih juice, gurih, dan empuk.

Rib eye

Rib eye merupakan bagian sekitar tulang rusuk pada sapi yang biasanya dikenal dengan sebutan tulang iga atau fillet scotch steak. Saat dijadikan hidangan, umumnya jenis daging ini bisa disertai dengan tulang (bone in) atau tanpa tulang (boneless).  Meski mengandung lemak, namun daging yang satu ini sangat populer dan memiliki rasa yang nikmat.

Daging tinderloin

Biasanya, daging tenderloin juga memiliki nama lain fillet atau fillet mignon. Dagingnya akan terletak di bagian tengah sapi dan tidak mengandung banyak lemak. Sehingga harga dari ukuran daging yang disajikan pun kebanyakan akan lebih kecil dibandingkan dengan sirloin, karena harganya yang lebih mahal.

Waktu yang dibutuhkan untuk memasak daging tinderloin akan cenderung lebih cepat. Karena jika terlalu lama dimasak maka akan membuat dagingnya memiliki tekstur yang keras dan akan cepat kering.

T-bone

Daging yang diambil dari punggung bagian dalam sapi ini disebut dengan t-bone karena terdapat tulang yang berbentuk huruf T. Meski kedua sisinya dikelilingi oleh daging, namun teksturnya tidak selembut tinderloin.

Wagyu

Salah satu varian daging sapi Jepang ini mengandung tampilan lemak atau marbling yang baik, dengan memiliki warna yang lebih putih dibanding daging sapi pada umumnya. Berkat hal tersebut akhirnya wagyu memiliki tekstur yang lembut dan juicy.

Perbedaan Sirloin dan Tenderloin

Foto: www.unsplash.com

Meski sama-sama berasal dari daging sapi, namun kedua jenis potongan ini memiliki berbagai perbedaan, mulai dari segi tekstur, protein, dan cara memasak. Berikut perbedaan sirloin dan tenderloin yang wajib diketahui:

Tekstur daging

Sesungguhnya, baik itu tinderloin atau sirloin memiliki tekstur daging yang sangat empuk. Akan tetapi karena mengandung lebih banyak lemak maka daging sirloin akan terasa lebih kenyal atau alot. Sementara daging tinderloin umumnya terasa lebih empuk karena diambil dari bawah tulang rusuk yang terdiri dari otot yang jarang bekerja.

Kandungan protein

Kedua jenis potongan daging sapi ini ternyata mengandung lebih sedikit lemak dibandingkan dengan jenis potongan lainnya. Meski begitu, tetap saja kadar lemak dan protein antara sirloin dan tenderloin akan sedikit berbeda.

Di dalam daging sirloin sebanyak 28 gram mengandung protein sebesar 5.7 gram dan lemaknya sebanyak 3,6 gram. Sementara pada 28 gram tinderloin, kandungan proteinnya sebanyak 7,7 gram dan lemak  3,1 gram.

Namun perlu diingat bahwa kandungan lemak yang ada di dalam sirloin maupun tinderloin akan berbeda, karena hal ini tergantung dengan jenis sapinya. Biasanya, daging sapi impor seperti wagyu akan mengandung lebih banyak lemak dibanding daging sapi lokal.

Durasi memasak

Perbedaan sirloin dan tenderloin selanjutnya akan dilihat dari durasi memasak. Karena mengandung lebih banyak lemak, tekstur daging sirloin akan terasa kenyal sehingga memerlukan waktu pengolahan lebih lama, yakni sekitar 6-10 menit untuk setiap sisi. Sehingga nantinya dapat menghasilkan daging yang gurih dan empuk

Namun beda halnya dengan daging tinderloin. Karena tidak mengandung banyak lemak dan lebih lembut, maka durasi memasak jenis daging ini sebaiknya tidak terlalu lama. Sebab, nantinya tekstur daging pun akan terasa lebih keras.

Tips Mengolah Daging Sapi

Foto: www.rawpixel.com

Selain mengenyangkan, sirloin dan tenderloin juga menghasilkan rasa yang enak dan gurih, apalagi keduanya memiliki tekstur yang berbeda-beda. Berikut tips yang bisa kamu coba saat akan mengolah daging sapi.

Memotong lemak

Setelah membeli daging sapi, kamu bisa membersihkannya terlebih dahulu. Jangan lupa untuk memotong lemak padat yang terlihat pada daging, serta membuang lemak tersebut sebelum dikonsumsi.

Tiriskan daging

Setelah dimasak, maka ada baiknya untuk meniriskan daging beserta dengan lemaknya. Kemudian bilas daging dengan air panas dan tepuk daging dengan menggunakan tisu kertas agar lebih cepat mengering. Jika masih ada sisa lemak yang mengeras, jangan lupa untuk membuangnya.

Metode memasak

Perlu diingat bahwa tinderloin memiliki kadar lemak yang rendah, sehingga perlu dimasak dengan cepat. Oleh karena itu, daging sapi yang satu ini paling baik dimasak hingga medium-rare, sebab jika dimasak di atas medium maka akan membuatnya menjadi kering dan keras.

Sementara saat kamu memilih untuk mengonsumsi sirloin yang mengandung lebih banyak lemak, maka cobalah untuk memasaknya dengan waktu yang lebih lama di setiap sisinya.