Tanya Ahli: Apa Bahayanya Mengurangi Berat Badan tanpa Olahraga?

Foto: www.istockphoto.com

Teguh melawan banyak hal yang bisa membuat gagal (efek pandemik dan bekerja dari rumah, ketupat dan nastar Lebaran), kamu akhirnya berhasil mengurangi berat badan (BB). Selamat, teman. Namun, jika boleh jujur, hasil tersebut didapatkan tanpa olahraga. Apa yang sebenarnya terjadi ketika berat badan berhasil berkurang—tanpa atau minim olahraga? Mari mendengarkan pendapat seorang ahli tentang hal dilematis ini.

Apa Akibatnya Jika Berhasil Mengurangi Berat Badan tanpa Olahraga?

tanpa olahraga
Foto: www.gettyimages.com

“Perlu dipahami dulu penurunan berat badan terjadi ketika kalori yang masuk ke tubuh kita lebih sedikit dari kalori yang keluar. Hal ini disebut dengan defisit kalori,” jelas dr. Ayu Wulan Anggreni, seorang Certified Fitness Trainer, Certified Sport Nutrition Advisor dari APKI (Asosiasi Pelatih Kebugaran Indonesia). 

Dan Ayu mengingatkan bahwa perhitungan kebutuhan kalori tiap individu berbeda-beda, karena dipengaruhi banyak faktor seperti aktivitas fisik sehari-hari, komposisi tubuh, usia dan kondisi kesehatan.

Sementara tentang penurunan berat badan tanpa olahraga yang tepat, menurut Ayu akan cenderung membuat metabolisme menjadi turun.

“Ini karena ketika kita menurunkan berat badan tanpa olahraga, komposisi berat yang turun bukan hanya berat lemak saja namun juga berat ototnya,” jelasnya. Dan metabolisme yang turun akan berujung menjadi sulit mempertahankan berat badan dalam jangka panjang.

“Pasalnya, metabolisme yang rendah akan menurunkan kebutuhan kalorinya. Dan akan sulit bagi seseorang untuk makan dengan jumlah kalori sedikit dalam waktu yang lama,” tuturnya.

Ayu menjelaskan bahwa ada banyak pola makan yang diadopsi seseorang untuk mengalami penurunan berat badan drastis dan ekstrim, termasuk hanya mengonsumsi beberapa jenis makanan tertentu saja. Atau, membatasi porsi menjadi sangat sedikit.

“Tentunya hal ini tidak baik untuk tubuh,” Ayu mengingatkan. Mengapa? “Karena selain nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh akan sulit terpenuhi atau malnutrisi, seseorang yang melakukan diet ekstrim akan sulit mempertahankan berat badannya bahkan akan mempengaruhi psikologisnya jika dipaksakan dalam waktu yang lama,” tambahnya.

Apakah Perlu Melakukan Olahraga Saat Mengurangi BB?

Foto: www.istockphoto.com

Pertanyaan tentang ‘apakah perlu mengatur makanan dan diimbangi dengan olahraga saat mau mengurangi berat badan’—mungkin sudah terjawab di atas. Namun, hei, tidak ada salahnya menginginkan sebuah penegasan. Iya ‘kan?

“Seperti yang saya jelaskan, jika ingin memperoleh berat badan yang stabil, diet sebaiknya diimbangi dengan olahraga dan istirahat teratur untuk mempertahankan atau bahkan meningkatkan metabolismenya,” tekan Ayu.

Dan di atas semua itu, sebelum kamu mendedikasikan diri mengurangi timbangan berat badan, Ayu menyarankan satu hal ini: tentukan tujuan awal terlebih dahulu. Yakni, “Apakah kamu ingin berat badan turun atau kadar lemak yang turun?” tanyanya.

Eh?

“Karena orang dengan tubuh yang langsing tidak selalu ditentukan oleh berat badan di timbangan, namun oleh komposisi tubuhnya,” jelasnya.

Mohon dijelaskan lebih dalam.

“Sebagai contoh, dua individu yang mempunyai berat badan yang sama belum tentu dapat mengenakan ukuran baju yang sama. Individu yang mempunyai kadar lemak lebih rendah, tentunya tubuhnya lebih kecil sehingga akan menggunakan ukuran baju lebih kecil pula,” ujarnya memberi contoh.

Dan jika kamu ingin menurunkan kadar lemak, hal yang perlu diperhatikan adalah, “selain defisit kalori, juga jenis asupan yang kita makan,” paparnya.

Seandainya kamu penasaran: Seseorang yang pola makannya tidak sehat sebanyak 1.500 kalori, tentu akan beda hasilnya dengan seseorang yang makan makanan bernutrisi sebanyak 1.500 kalori. “Ini karena kandungan gizinya berbeda,” tambahnya.

Dan kembali lagi tentang olahraga dan diet, “pola makan bernutrisi dilengkapi dengan olahraga yang tepat akan membantu seseorang menstabilkan kadar lemaknya. Ini membuat kamu bisa mencapai bentuk tubuh yang diinginkan tanpa perlu kelaparan secara berlebihan,” tegasnya.

Ini artinya: pola makan bernutrisi + olahraga yang tepat = kadar lemak stabil, berat badan sehat, tanpa kelaparan. Sekali lagi: tanpa kelaparan secara berlebihan.

Apakah Berhasil Mengurangi BB tanpa Olahraga adalah Sebuah Prestasi?

tanpa olahraga
Foto: www.istockphoto.com

Kamu bisa melihatnya di media sosial, saat seseorang berhasil mengurangi berat badan dan mengaku tidak melakukan peregangan, gerakan inti, pendingan—alias olahraga. Ini mungkin membuat kita bertanya-tanya, apakah semua itu sebuah prestasi positif?

“Setiap individu yang tercapai tujuannya untuk menurunkan berat badan pasti akan merasa bangga dengan hasilnya, namun standar ideal dari setiap individu pasti akan berbeda,” pendapat Ayu.

Akan tetapi menurutnya, “seseorang yang ingin menurunkan berat badan dengan tujuan ingin menjadi sehat dan bugar sebaiknya tidak hanya dengan mengatur pola makan saja. Namun diimbangi dengan istirahat dan olahraga teratur agar metabolismenya tetap terjaga dan bisa mempertahankan hasilnya dalam jangka panjang.”

Kesimpulan…

Menurutnya, penurunan berat badan yang aman dan stabil adalah dengan mengonsumsi makanan sehat dan dikombinasikan dengan olahraga yang tepat dan teratur. Salah satunya, olahraga angkat beban.

Sementara itu, faktor jenis asupan yang kita konsumsi memiliki peran super penting. Pastikan, makanan yang dikonsumsi memiliki komposisi makronutrisi dan mikronutrisi yang seimbang. Ini agar, “tubuh tidak kehilangan nutrisi yang penting dalam proses penurunan berat badan,” jelasnya.

Dan, “kembali lagi, jika yang ingin dicapai adalah tubuh tampak langsing dan menjadi bugar, yang sebaiknya kita turunkan bukan berat badannya, namun kadar lemaknya sembari meningkatkan massa otot. Oleh karena itu, olahraga adalah suatu keharusan,” tegasnya.

Selanjutnya: Butuh panduan angkat beban untuk pemula? Penjelasan ahli ini dijamin akan sangat membantu.