Bagaimana Mendapatkan Asupan Asam Folat dari Makanan, terutama untuk Ibu Hamil?

asam folat
Foto: www.gettyimages.com

Begitu seorang perempuan hamil, akan muncul 1001(bahkan lebih) pertanyaaan. Dua di antaranya, “Apa yang harus saya makan?”, dan “Apa yang tidak boleh saya makan”—dan jawaban untuk pertanyaan ini super duper panjang. Dari sekian banyak nutrisi yang penting bagi ibu hamil, salah satunya adalah asam folat. Apa sebenarnya asam folat dan mengapa penting untuk menjaga kesehatan, terutama ibu hamil? LIMONE mengontak dr. Dina Adriana, SpGK, seorang dokter spesialis gizi klinis, yang berpraktik di RS Tentara Bhakti Wira Tamtama Semarang dan RS JEC-CANDI di Semarang untuk menjawab misteri tentang asam ini.

Apa Itu Asam Folat?

Foto: www.rawpixel.com

Dokter Dina menjelaskan bahwa folat adalah bagian dari mikronutrien, dalam hal ini termasuk kelompok vitamin B kompleks. Nama lainnya adalah vitamin B 9 atau folasin. Dan seperti jenis vitamin B lainnya, folat juga bersifat larut dalam air.

“‘Folat’ merupakan nama umum untuk folat yang terkandung secara alami di dalam makanan, folat di dalam suplemen maupun makanan yang difortifikasi, dan termasuk juga ‘asam folat’. Folat yang terkandung dalam makanan (folat alami) biasanya berada dalam bentuk tetrahidrofolat (THF), sedangkan asam folat adalah bentuk folat yang sudah teroksidasi, yang biasanya digunakan dalam makanan fortifikasi dan suplemen (bentuk sintetis),” ujarnya.

Asam folat bukan satu-satunya asam yang dibutuhkan oleh tubuh. “Ada jenis asam lain yang juga dibutuhkan oleh tubuh, antara lain ‘asam askorbat’, atau kita lebih mengenalnya dengan sebutan vitamin C. Vitamin ini juga bersifat larut dalam air dan mudah terbuang bersama air sen (urine), sehingga tubuh kita mudah sekali mengalami kekurangan (defisiensi) jika asupannya tidak kita perhatikan dengan baik,” terangnya.

Apa Sebenarnya Fungsi Asam Ini bagi Tubuh?

Foto: www.freepik.com

Mungkin kamu sering mendengar asam folat ketika membaca sesuatu yang berhubungan dengan kehamilan atau menyusui. Akan tetapi Dokter Dina menekankan bahwa asam folat dibutuhkan semua orang.

“Ya, sebagaimana vitamin dan mineral lainnya, asam folat/folat dibutuhkan oleh semua orang, hanya saja jumlah kebutuhannya berbeda-beda,” tegasnya.

Mengapa tubuh membutuhkan folat? Beliau menerangkan bahwa folat berfungsi sebagai koenzim dalam sintesis asam nukleat (DNA dan RNA), serta berperan dalam metabolisme asam amino (komponen penyusun protein).

“Salah satu reaksi kimia tubuh yang sangat bergantung pada keberadaan folat yaitu perubahan dari asam amino homosistein menjadi metionin, dan juga proses metilasi deoksyuridilat menjadi timidilat dalam pembentukan DNA, yang sangat penting dalam proses pembelahan sel. Gangguan pada proses-proses ini dapat menyebabkan anemia megaloblastik, salah satu tanda defisiensi asam folat,” paparnya.

Anemia megaloblastik adalah kurangnya sel darah merah dalam tubuh akibat sumsum tulang menghasilkan sel darah merah yang belum matang dengan struktur abnormal dan berukuran terlalu besar. Kondisi ini termasuk salah satu jenis anemia yang jarang terjadi.

Apa Manfaat Asam Folat bagi Ibu Hamil?

asam folat
Foto: www.freepik.com

Menurut Dokter Dina, selama kehamilan, kebutuhan folat meningkat, yang terkait dengan fungsi folat dalam sintesis asam nuklat (DNA dan RNA) serta pembelahan sel.

“Kekurangan folat selama masa kehamilan dapat menyebabkan ibu melahirkan bayi dengan kecacatan berupa Neural Tube Defects (NTD), yaitu salah satu kelainan kongenital pada sistem saraf pusat yang diakibatkan oleh kegagalan lempeng saraf untuk menutup,” terangnya.

Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa bayi yang mengalami NTD akan dilahirkan dengan kondisi otak tanpa penutup (anensefali), lubang pada punggung yang menampakkan saraf tulang belakang (spina bifida), atau jenis lainnya.

Jika memang jenis asam ini sangat dibutuhkan ibu hamil, seberapa banyak asupan yang direkomendasikan?

Pastinya sama seperti mayoritas kebutuhan nutrisi lain, kebutuhan folat berbeda untuk jenis usia dan kondisi yang berbeda. Pada ibu hamil mengalami peningkatan kebutuhan folat sampai 600 mcg DFE, seperti terlihat dalam tabel di bawah ini.

asam folat


Keterangan:

• 1 mcg DFE (dietary folate equivalent) = 1 mcg folat alami dari makanan
• 1 mcg DFE = 1 mcg asam folat dari makanan yang difortifikasi, atau dari suplemen makanan yang dikonsumsi bersama makanan
• 1 mcg DFE = 1 mcg asam folat dari suplemen makanan yang dikonsumsi dalam keadaan perut kosong.

Itu adalah rekomendasi asupan folat bagi anak-anak dan dewasa, serta ibu hamil dan menyusui. Ini membuat kita mungkin bertanya-tanya: apa yang terjadi jika kelebihan konsumsi folat?

“Terlalu banyak konsumsi asam folat biasanya berhubungan dengan konsumsi suplemen makanan yang mengandung asam folat, secara berlebihan. Belum banyak penelitian yang meneliti efek kelebihan konsumsi folat terhadap kesehatan. Namun terkait dengan sifatnya yang larut air maka jika kelebihan maka akan dibuang bersama air seni atau urine,” jelasnya.

Bagaimana Cara Mengetahui Jika Kita Kekurangan Folat?

asam folat
Foto: www.freepik.com

Menurutnya, defisiensi folat biasanya berkaitan dengan defisiensi zat gizi lainnya, karena berhubungan dengan asupan yang kurang, alkoholisme, dan gangguan penyerapan (malabsorpsi).

Jika seseorang mengalami defisiensi folat, tanda pertama yang dapat diketahui dari pemeriksaan darah yaitu anemia megaloblastik. Ini ditandai dengan eritrosit atau sel darah merah yang berukuran besar.

Tanda lainnya berupa kelemahan, fatigue (mudah lelah), sulit berkonsentrasi, sensitif, sakit kepala, berdebar-debar, dan napas pendek-pendek. “Juga dapat menyebabkan luka dangkal yang terasa nyeri pada sudut bibir, lidah, dan mukosa mulut, perubahan pada kulit, rambut, perubahan pigmentasi kuku, gejala gastrointestinal, dan peningkatan kadar homosistein dalam darah,” jelasnya.

Untuk ibu hamil, Dokter Dina menyarankan untuk wajib memeriksakan kehamilannya sejak awal ke dokter kandungan atau bidan, agar mengetahui kondisi kehamilannya.

“Saat kontrol, dokter atau bidan akan meresepkan suplementasi asam folat, sebagai bagian dari upaya pencegahan defisiensi folat pada ibu hamil yang menyebabkan berbagai komplikasi dalam kehamilan. Di antaranya kelahiran bayi prematur, bayi dengan berat lahir rendah, hambatan perkembangan janis dalam kandungan, serta neural tube defect (NTD),” tambahnya.

Apa Makanan Sumber Folat?

Foto: www.freepik.com

Ini salah satu jawaban atas pertanyaan “Apa yang harus saya makan”, selama hamil.

Seperti yang disebutkan di atas dan dijelaskan di tabel, ibu hamil mengalami peningkatan kebutuhan folat.

“Biasanya, jumlah ini tidak bisa dipenuhi hanya dari makanan yang mengandung folat, namun juga disertai dengan pemberian suplementasi asam folat. Apalagi jika mengingat bahwa lebih banyak efek buruk defisiensi folat pada ibu hamil, dibandingkan risiko kelebihan folat,” imbuhnya.

Dari makanan, kamu bisa mendapatkan folat alami di antaranya dari sayur-sayuran (terutama yang berwarna hijau tua), buah-buahan, kacang-kacangan, polong-polongan, telur, seafood, produk susu, daging merah, unggas, dan biji-bijian. “Di antara makanan-makanan tersebut, makanan yang paling banyak mengandung folat yaitu bayam, hati, dan asparagus,” tambahnya.

Selanjutnya: Apakah diet vegetarian aman untuk ibu hamil? Ini penjelasan dari ahlinya. Dan jka kamu bertanya-tanya apakah memang benar makanan dari kedelai berbahaya untuk perempuan, buruan baca keterangan lengkapnya di sini.

podcast button