Adakah yang Disebut Cemilan Diet yang Sehat?

cemilan diet
Foto: www.stocksy.com
Terakhir diperbarui:

Ah, cemilan diet —adakah sesuatu yang bisa disebut “camilan” saat sedang menjaga pola makan dan berdiet? Jika ada, apa saja bahan makanan yang tidak menyebabkan rasa bersalah ini? Penasaran setengah mati, LIMONE menghubungi dr. Feni Nugraha, MARS, M.Gizi, SpGK, seorang spesialis gizi klinik, dari RS. Premier Jatinegara dan RS. Medistra, serta anggota IDI dan PDGKI Jaya (Persaturan Dokter Gizi Klinik Indonesia DKI Jakarta).

Penasaran apa saja yang termasuk dalam kategori cemilan diet dan sehat, dan kapan sebaiknya mengonsumsinya? Penjelasan di bawah ini khusus buat kamu. Uh-uh, termasuk kamu yang memiliki resolusi tahun baru “berat badan berkurang”.

Apa Definisi Cemilan Diet?

cemilan diet
Foto: www.freepik.com

“Cemilan diet adalah makanan selingan yang dapat dikonsumsi di sela-sela atau di luar jam makan utama. Cemilan disebut sehat apabila cemilan tersebut tidak tinggi kalori dan mengandung zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh, seperti mengandung protein dan serat, serta rendah gula, lemak jenuh dan garam,” jelas Dokter Feni kepada LIMONE.

Pada saat melakukan diet memang disarankan untuk memilih cemilan yang sehat. Cemilan yang sehat tidak hanya terpaku pada jumlah kalori saja, tetapi juga kandungan zat gizi di dalamnya. Cemilan sehat sebaiknya yang rendah kalori, mengandung protein, serat, dan lemak yang sehat.

Ada banyak jenis diet, ada banyak pula jenis cemilan diet. Bagaimana cara memilih yang sesuai dengan kebutuhan hidup?

Menurut Dokter Feni ketika kita memilih cemilan, ada baiknya kita mengetahui jumlah porsi cemilan yang boleh dikonsumsi dan jadwal untuk mengonsumsi cemilan tersebut. “Selain itu, jangan lupa untuk selalu membaca label kandungan nutrisi yang terdapat di dalam kemasan makanan tersebut. Hal ini bertujuan agar kita mengetahui berapa jumlah kandungan kalori, gula, lemak dan natrium di per kemasan makanan tersebut,” sarannya.

Lebih lanjut Dokter Feni menjelaskan makanan ringan memiliki fungsi yang tidak ‘ringan’.

“Cemilan bertujuan untuk melengkapi kebutuhan kalori dan zat gizi yang dikonsumsi perharinya. Cemilan dapat mengurangi rasa lapar, menjaga metabolisme tubuh tetap baik, meningkatkan mood, dan menjaga agar tetap semangat,” ujarnya.

Ngemil merupakan kegiatan yang tidak bisa terlewatkan, apalagi di jam-jam kritis di antara waktu makan. Pada dasarnya ketika kita sedang menjalankan diet, tidak masalah untuk mengonsumsi cemilan asalkan memilih cemilan yang sehat dan mengandung rendah kalori,” jelasnya.

Apa Cemilan yang Merusak Pola Diet yang Sedang Kita Lakukan?

cemilan diet
Foto: www.unsplash.com

Menurutnya, banyak orang pada saat menjalankan diet, memilih camilan yang ternyata memiliki kandungan kalori yang sangat tinggi, tinggi gula dan garam. Uh-uh, contohnya adalah cokelat, biskuit, dan keripik.

“Selain itu, diet popular saat ini yang menganjurkan makan tinggi lemak dengan pemilihan jenis lemak yang tidak sehat, di antaranya seperti gorengan dan kerupuk kulit. Hal ini justru akan meningkatkan kadar kolesterol yang jahat di dalam tubuh kita.” tambahnya.

Satu lagi kesalahan yang sering kita buat: hanya mengatur makanan yang dikonsumsi, dan melepehkan efek minuman.

“Seringkali juga diet dilakukan hanya mengatur makanan yang dikonsumsi saja, tanpa menghiraukan kalori dari minuman yang dikonsumsi, seperti minuman manis yang mengandung tinggi gula dan kalori. Hal ini tentu saja akan menambah asupan kalori harianmu dan membuat dietmu menjadi tidak berhasil,” tegasnya.

Seperti Apa Cemilan Diet Sehat yang Direkomendasikan oleh Spesialis Gizi?

Foto: www.unsplash.com

Aha, ini saat yang paling tepat mendapatkan jawaban dari: rekomendasi camilan sehat dari spesialis gizi.

“Cemilan diet yang direkomendasikan sebaiknya yang rendah kalori, mengandung protein dan serat, serta rendah lemak jenuh, gula, dan garam. Makanan yang mengandung protein dan serat dapat memberikan rasa kenyang, sehingga asupan makanan kamu pada saat ngemil dan untuk jam makan selanjutnya tidak akan berlebihan. Selain itu, serat juga baik untuk kesehatan usus, membantu menurunkan penyerapan kolesterol dan dapat menjaga keseimbangan gula darah di dalam tubuh,” bebernya.

Untuk kamu yang penasaran, berikut sejumlah jenis cemilan diet yang direkomendasikan Dokter Feni.

Kacang-kacangan

Kacang merupakan sumber protein nabati yang baik untuk tubuh. Kacang juga mengandung lemak yang sehat dan karbohidrat yang diperlukan oleh tubuh. Selain itu, kacang mengandung tinggi serat, kaya akan antioksidan, dan mengandung fitosterol yang dapat menurunkan penyerapan kolesterol.

“Jika ingin menggunakan kacang sebagai cemilan, sebaiknya pilih kacang rebus atau panggang, jangan pilih kacang goreng. Selain itu, tetap harus memperhatikan porsinya, jangan konsumsi berlebihan karena kalorinya cukup tinggi,” paparnya.

Biji-bijian

Cemilan yang terbuat dari biji-bijian seperti granola, mengandung serat dan karbohidrat kompleks yang akan memberikan rasa kenyang, sehingga asupan makan tidak berlebihan

Sayur-sayuran dan buah-buahan

Sayur dan buah mengandung berbagai vitamin dan mineral yang sangat diperlukan oleh tubuh. Pilihlah sayur dan buah yang berwarna-warni, yang mengandung berbagai antioksidan di dalamnya. Antioksidan bermanfaat untuk menangkal senyawa jahat dalam tubuh dan dapat mempertahankan sistem daya tahan tubuh agar tetap baik.

Susu rendah lemak

Kamu dapat memilih yoghurt rendah lemak untuk cemilan sehat.

Kapan Saat yang Tepat Mengonsumsi Camilan Sehat?

Dan kapan saat yang tepat mengonsumsinya?
Foto: www.pexels.com

Jika selama ini misteri diet yang belum terpecahkan dalam hidupmu adalah kapan menikmati cemilan diet, saat ini juga kamu akan mendapatkan jawabannya.

Menurut Dokter Feni ada pola menikmati cemilan diet yang harus kamu tahu, yakni:

  1. Ketahui jumlah porsi cemilan: Saat hendak memilih cemilan, pastikan selalu membaca label kandungan nutrisi yang terdapat di dalam kemasan makanan tersebut. 
  2. Pilih cemilan yang rendah kalori: “Camilan yang kamu konsumsi perkali sebaiknya tidak melebihi 10 persen dari kebutuhan harianmu. Misalkan kebutuhan harian sekitar 1700-2000 kkal, maka cemilan hanya sekitar 170-200 kalori saja,” jelasnya.
  3. Pilih cemilan yang sehat, yaitu yang mengandung protein dan serat, lemak yang sehat, rendah gula dan garam
  4. Konsumsi kira-kira 2-3 jam sesudah makan utama, saat kadar gula darah sudah turun dan tubuh terasa lapar. “Camilan boleh dikonsumsi pada saat di sela-sela jam makan, yaitu pada pukul 10.00-11.00 ,dan pukul 15.00-16.00,” anjurnya.

Selanjutnya: Adakah Menu Diet yang Ideal untuk Semua Orang?