Tanya Ahli: Apakah Aloe Vera Aman Dijus?

aloe vera jus
Foto: www.istockphoto.com

Saat melihat penampakan aloe vera yang bening dan segar, sepertinya masuk akal jika dimasukkan ke dalam resep smoothies atau jus favorit kita. Terlebih, gel aloe vera sangat bermanfaat ketika diaplikasikan kulit. Jadi, harusnya bagus dong jika kita konsumsi, iya ‘kan? Misalnya, dalam bentuk jus aloe vera? Tunggu dulu, teman. Mari mendengarkan penjelasan dari dr. Kurnia Sitompul, M.Gizi, Sp.GK, seorang dokter spesialis gizi klinik, sebelum meracik atau membeli jus aloe vera segar.

Apakah Manfaat Aloe Vera untuk Kesehatan?

jus aloe vera
Foto: www.gettyimages.com

Sebelum membahas jus aloe vera, sekadar mengingatkan bahwa ini adalah adalah tanaman yang termasuk dalam keluarga Liliaceal. Dan Aloe barbadensis merupakan salah satu spesies aloe vera yang paling banyak ditemukan dan digunakan di seluruh dunia.

“Selain diaplikasikan secara topikal, ternyata aloe vera juga digunakan sejak dahulu kala sebagai antitumor, antioksidan, anti-inflamasi, agen laksatif atau pencahar, anti alergi dan kegunaan lainnya bagi kesehatan. Aloe vera juga diteliti dapat membantu mencegah resistensi insulin, yakni suatu proses yang berperan dalam penyakit diabetes), mampu menurunkan kadar gula dan lemak darah, serta mempertahankan massa otot tubuh,” jelas Kurnia kepada LIMONE.

Dan berbicara tentang aloe vera yang bisa dikonsumsi, salah satunya adalah aloe vera yang berbentuk gel, yakni struktur transparan yang terdapat di bagian dalam daun tanaman ini.

Lalu, ada pula bagian latex atau getahnya, yang banyak ditemukan pada lapisan antara daun dan bagian gel aloe vera. “Selain itu, kini aloe vera juga terdapat dalam bentuk suplementasi dan bubuk,” katanya.

Mengapa aloe vera banyak digunakan untuk bidang kesehatan?

“Potensi kesehatan aloe vera ini terkait dengan kandungan komposisi aktif yang terdapat dalamnya, seperti enzim, vitamin, gula alami, mineral, lignin, asam amino, asam salilisat dan komponen biologi penting lainnya,” terangnya.

Aloe vera terdiri dari 55% polisakarida atau dikenal dengan karbohidrat kompleks, 7% protein, 16% mineral, gula alami 17%, lemak 4% dan komponen polifenol. Sementara itu, latex aloe vera mengandung anthraquinones dan salah satu komponen polifenol, yang bila dikonsumsi berperan sebagai antibmikroba dan agen pencahar yang kuat. Dan gel aloe vera juga mengandung alprogen yang merupakan glikoprotein anti alergi.

Apakah Aloe Vera Aman Dikonsumsi dalam Bentuk Jus?

jus aloe vera
Foto: www.shutterstock.com

Mari mendapatkan jawaban pertanyaan tentang jus aloe vera.

Menurut Kurnia, ada dua bagian aloe vera yang penting diketahui saat dikonsumsi, yaitu gel dan juice (ataulatex) yang dikenal sebagai getah aloe vera.

“Bagian gel aloe vera merupakan bagian paling aman dikonsumsi, sedangkan bagian latex diketahui memiliki efek bervariasi dan perlu berhati- hati bila dikonsumsi terlalu banyak dalam waktu panjang karena agen pencahar ditemukan pada bagian latex ini,” jelasnya.

Dan dikonsumsi mentah? “Konsumsi aloe vera mentah tanpa melalui pengolahan (seperti digunakan dalam salad atau sebagai jus) aman dilakukan karena komposisi bioaktif bentuk utuh yang ditemukan di dalamnya. Namun dengan tetap memperhatikan bagian yang digunakan,” Kurnia memberi penjelasan.

Jika dimasak, “proses memasak aloe vera identik dengan memberikan pemanasan. Proses pemanasan aloe vera akan memengaruhi penampilan, rasa dan komponen biologis yang terkandung di dalamnya. Namun, pemanasan dalam suhu 65°C selama 15 menit mampu mempertahankan komponen biologis dalam gel-nya, sedangkan pemanasan lebih dari 85°C mengurangi kandungan komponen biologisnya,” terangnya.

Apakah Efek Samping Aloe Vera Jika Dikonsumsi sebagai Bahan Makanan?

jus aloe vera
Foto: www.gettyimages.com

Kurnia menjelaskan bahwa efek samping konsumsi aloe vera tergantung pada bagian yang dikonsumsi.

“The German Federal Institute for Risk Assessment, berdasarkan rujukan European Food Safety Authority, menyatakan kemungkinan risiko dari pengolahan daun utuh aloe vera. Karena kandungan anthranoid dinyatakan memiliki efek karsinogenik terutama bila dikonsumsi dalam jumlah banyak dengan frekuensi panjang,” paparnya.

Lebih lanjut, dia menerangkan beberapa efek samping yang diketahui dapat terjadi setelah konsumsi daun aloe vera utuh secara secara regular adalah diare, kontraksi pada rahim. Selain itu, juga gangguan elektrolit yang pada akhirnya menyebabkan kelemahan otot, gangguan ginjal dan jantung.

“Efek pencahar yang terkandung dalam latex aloe vera dapat menyebabkan kambuhnya beberapa penyakit seperti crohns disease dan infeksi usus besar. Walaupun hasil penelitian efek kandungan aloe vera terhadap penurunan kadar gula darah masih terbatas, namun sebaiknya penderita diabetes harus memonitor kadar gula darahnya setelah mengonsumsi aloe vera,” sarannya.

Selain itu, “Efek laksatif daun aloe vera mengganggu penyerapan obat-obatan, sehingga perlu diperhatikan rentang waktu konsumsi bersama dengan obat-obatan,” terangnya.

Siapa yang Dianjurkan untuk Tidak Mengonsumsi Aloe Vera?

Foto: www.stocksy.com

Merujuk pada efek samping di atas, maka ada beberapa orang yang dianjurkan untuk mengonsumsi aloe vera. Termasuk:

  • Mereka yang sebelumnya pernah menderita penyakit saluran cerna (seperti diare akut dan kronik, apendisitis, penyumbatan usus dan infeksi usus lainnya).
  • Mereka dengan gangguan ginjal, “karena efek laksatif yang diberikan dapat menyebabkan gangguan elektrolit yang berbahaya bagi ginjal,” ujarnya.
  • Ibu sedang hamil atau menyusui. “Pada beberapa sumber dinyatakan aloe vera dapat memberikan efek berupa kontraksi rahim hingga efek buruk pada perkembangan janin,” terangnya.

“Selain itu, konsumsi yang regular perlu diperhatikan oleh mereka yang menderita diabetes atau yang mengonsumsi obat-obatan rutin, karena efek hipoglikemik yang terjadi,” tekannya.

Intinya, “Komposisi biologis aktif juga memberikan respon berbeda pada setiap individu. Sehingga perlu diperhatikan pada mereka yang memiliki alergi terhadap tumbuhan Liliaceae family, keluarga bawang-bawangan dan tulip,” katanya.

Kesimpulan…

Jadi, aloe vera: dimakan atau sebaiknya dipakai secara topikal?

“Penggunaan aloe vera baik konsumsi oral maupun topikal memiliki efek yang baik bagi kesehatan, sehingga pemakaiannya harus disesuaikan dengan efek yang ingin diperoleh,” jawabnya.

Apabila efek dermatologis yang ingin diperoleh seperti pada luka bakar, maka sebaiknya digunakan secara topikal, sarannya.

“Namun demikian, kandungan yang sangat baik dalam aloe vera menyebabkan tanaman ini juga baik apabila dikonsumsi secara oral, dengan memperhatikan bentuknya,” tukasnya.

Oh satu lagi, meski aloe vera menjadi tren saat ini, Kurnia mengingatkan sesuatu. Yakni, “bahwa tidak ada sumber makanan yang bertindak sebagai superfood, sehingga konsumsi aloe vera perlu dilakukan dengan bahan makanan lain, secara bervariasi dengan porsi seimbang.”

Selanjutnya: Begini cara melakukan diet aman, sehat dan seimbang, menurut ahli gizi.