Tanya Ahli: Sayur Lebih Baik Dimasak atau Dijus?

sayur dijus atau dimasak
Foto: www.gettyimages.com

Di masa pandemik ini, kamu pasti mendengar semua ahli kesehatan menyarankan untuk rajin mengonsumsi makanan sehat, termasuk sayuran. Pasalnya, seperti kita tahu dari zaman dahulu kala, sayuran memiliki banyak manfaat bagi tubuh, termasuk menjaga kekebalan tubub. Namun ada pertanyaan klasik: sayur, lebih baik dijus atau dimasak? Agar hidupmu lebih ringan dan lebih sehat, mari membaca penjelasan ahli gizi ini.

Sayur Lebih Baik: Dimasak atau Dijus?

Foto: www.shutterstock.com

Jadi, sayur dijus atau dimasak? Menurut Ahli Gizi Cindy Ulfiyatur Riyani S.Gz memakan sayuran dengan minum jus sayur sama-sama baik namun khasiatnya tidak sama. Saat menikmati sayur baiknya dimasak langsung karena zat karbohidrat, vitamin, protein serta mineral lebih terserap dengan baik dalam tubuh.

“Lebih bagus langsung masak. Kalau dijus kandungan seratnya lebih sedikit terserap dalam tubuh karena ampasnya terbuang. Nah, kalau dimasak ‘kan, zat-zatnya nggak ada yang terbuang. Boleh ditumis, direbus atau dibening,” ujarnya ketika ditemui di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta Barat.

“Biasanya kalau ngejus sayur selalu disaring, kebanyakan ampasnya selalu dibuang, dan itu justru mengurangi zat gizinya yang terserap dalam tubuh. Jadi lebih baik ampasnya juga diminum.”

Jus Kemasan atau Buat Sendiri?

This image has an empty alt attribute; its file name is woman-drinking-juice-1024x576.jpg
Foto: www.shutterstock.com

Untuk jenis sayurannya pilihlah sayuran yang masih segar serta kaya akan serat yang baik bagi tubuh, “Kalau untuk dimasak sebaiknya konsumsi semua sayuran baik hijau dan berwarna,” ungkap Cindy. “Namun kalau diminum sih, biasanya wortel, tomat, bayam memang punya rasa khas tersendiri. Kalau untuk obat, sebaiknya jus pare karena bisa mengobati diabetes dan kurangi kadar gula darah. Tapi ya, balik ke diri sendiri maunya pilih sayur apa.”

Dan kalau dikemas itu biasanya dalam gelas plastik, zat kimianya akan tercampur ke dalam makanan tersebut. Sebaiknya [buat] jus di rumah dengan menggunakan sayuran yang masih segar, serta gelas yang bersih.

Dewasa ini jus kemasan bisa kita beli di berbagai tempat. Akan tetapi, menurutnya jika ingin mengonsumsi sayur dalam bentuk jus, sebaiknya diolah sendiri daripada beli jus dalam kemasan. “Itu tidak baik ya, karena dikemas berhari-hari otomatis ada bahan pengawetnya. Dan kalau dikemas itu biasanya dalam gelas plastik, zat kimianya akan tercampur ke dalam makanan tersebut. Sebaiknya [buat] jus di rumah dengan menggunakan sayuran yang masih segar, serta gelas yang bersih.  Jadi tidak ada zat kimia yang terkontaminasi dengan jus sayuran.”

Ini Panduan Menjus dan Memasak Sayur

Foto: www.shutterstock.com
Jika Sayuran Dimasak

Sederhana tapi banyak yang belum tahu tentang: bagaimana cara mengelola sayuran. “Biasanya banyak orang yang salah kalau memasak sayur. Langkah pertama dicuci dulu baru di potong—dan itu jelas salah,” kata Cindy.

“Nah, sebaiknya tuh, memotong dulu baru menyuci karena getahnya ‘kan keluar. Jadi kita harus bersihkan sampai 3x cuci, lalu potong trus olah,” paparnya. “Ketika dalam pengolahan pun nggak boleh lebih dari 30 menit. Karena nanti zat gizinya bakal habis. Trus, kita juga kalau masak sayur itu tidak boleh nih, terlalu banyak dan disediakan sampai sore. Itu zatnya udah hilang,” sarannya.

“Sebaiknya kalau makan sayur itu, setelah diolah langsung disantap habis. Paling lama sayur didiamkan selama satu jam. Terkhusus bayam, tidak boleh lebih dari 8 jam,” Cindy mengingatkan.

Jika Sayuran Dijus…

Sama halnya dengan itu, dijus pun sebaiknya dipotong lalu dicuci dulu sampai bersih lalu. “Baiknya sih ampasnya jangan dibuang, supaya kandungan seratnya tuh nggak hilang. Dan jangan berasumsi jus sebagai pengganti makan.”

Menurut ahli gizi yang bekerja di Puskesmas Tegal Angus, Tangerang ini, sebaiknya menikmati jus sayuran di pagi hari serta dijadikan selingan. Serta jangan minum jus sayur setelah makan.

Baiknya sih ampasnya jangan dibuang, supaya kandungan seratnya tuh nggak hilang. Dan jangan berasumsi jus sebagai pengganti makan.

“Baiknya pagi hari, karena jus sebagai selingan untuk siang jam 10 dan sore hari jam 4,” cetusnya. “Misalkan mau makan nasi sama tempe sama ayam, lalu sayurnya itu maunya dijus itu nggak boleh ya. Akan mengurangi penyerapan zat gizi pada tubuh.”

Lebih lanjut dia menyarankan untuk mengonsumsi sayur dalam, “3-4 porsi, dan untuk jus sayur bisa satu gelas per hari.”

Sedikit Mengingatkan: Manfaat Sayur untuk Tubuh

sayur dijus atau dimasak
Foto: www.unsplash.com

Siapa di sini, yang kebalikan dari Popeye? Alias tidak suka sayur! Menurut ahli gizi ini, memakan sayur harus dibiasakan sejak dini. Karena kebiasaan tidak makan sayur sejak kecil akan terbiasa hingga dewasa. Memakan sayur yang kaya akan kandungan gizi dan serat banyak sekali manfaatnya bagi tubuh dari menyehatkan, menyembuhkan penyakit hingga kecantikan.

“Ya, tentu banyak salah satunya membuat tubuh lebih sehat, dong. Sayur itu sebagai pelengkap karena memang kalau bicara gizi bicara ‘isi piringku’. Nah, isi piringku bukan hanya ada karbohidrat, dan protein, nabati atau lemak, harus ada sayurnya juga,” Cindy menuturkan.

Misalnya, sayur yang kaya akan serat bisa sembuhkan sembelit. “Banyak banget nih yang memang orang-orang mengeluh ‘BAB’-nya tidak normal; itu karena kekurangan serat dalam tubuh.”

Untuk yang lagi diet biasanya mereka memilih makan sayur. Hanya makan sayur saja tidak akan kurus kalau tidak dibarengi pola makan yang sehat serta olahraga yang teratur.

Selain itu, “sayuran hijau dapat menambah sel darah merah dalam tubuh terutama dijadikan terapi berbagai penyakit diabetes.”

Memakan sayur tak melulu untuk kesehatan, pun bermanfaat untuk kecantikan. “Bisa juga merawat kulit, misalnya bayam yang kaya akan kandungan zat besi dan vitamin yang akan membantu kulit cegah penuaan,” tambah Cindy melengkapi. “Bayam diracik jadi masker mencerahkan wajah.”

Banyak orang berpendapat memakan sayur bisa membantu untuk menguruskan badan, menurutnya jika hanya memakan sayur saja tidak akan bisa menguruskan badan. “Nah, untuk yang lagi diet biasanya mereka memilih makan sayur. Hanya makan sayur saja tidak akan kurus kalau tidak dibarengi pola makan yang sehat serta olahraga yang teratur,” tegasnya.

Adakah Istilah “Terlalu Banyak Makan Sayur”?

sayur dijus atau dimasak
Foto: www.shutterstock.com

Barangkali pertanyaan ini sering muncul di benakmu, dan ini penjelasannya.

“Sayur itu menyehatkan ya, dan bila tidak dikonsumsi akan kekurangan zat dari sayur tersebut. Sampai saat ini saya belum menemukan kasus/penyakit yang memang dikarenakan memakan sayur. Justru sebaliknya, jika tidak memakan sayur akan menimbulkan gizi buruk, khususnya bagi anak-anak.”

Meski menyehatkan tubuh, mengonsumsi sayur tidak boleh berlebihan. “Tadi saya sudah katakan harus sesuai porsi 3-4 porsi sehari. Kalau bisa jangan sampai lebih. Apalagi yang untuk diet, berpikir memakan sayur sebanyak-banyaknya akan membuat perut kenyang, namun tubuh akan kekurangan nutrisi dari makanan yang lainnya,” Cindy menyarankan.

Sama halnya dengan seseorang yang menderita penyakit tertentu. “Sebenarnya  gizi itu nggak ada yang dilarang. Banyak orang yang salah akan hal itu. Misalnya penderita asam urat, boleh saja makan sayur tapi ya, harus membatasinya dengn mengurangi porsinya.” Dan sebaliknya, “jika tidak dimakan, jadi kekurangan nutrisi dari sayur, dong.”

Dan sebaiknya memang cukupi konsumsi sayuran. Jangan sampai kekurangan. Dari pengalamannya sebagai ahli gizi: “Kebanyakan saya tanya orang yang terkena kanker memang karena konsumsi sayur kurang dari asupan seharusnya. Rata-rata hanya memakan sayur sekali seminggu saja.”

Tips agar Kamu Menyukai Sayuran

sayur dijus atau dimasak
Foto: www.unsplash.com

Jika kamu yang ingin belajar menyukai sayur, coba dengan perlahan. Mulai dari sayuran seperti wortel dicampur dengan ikan atau sayur lainnya. Langkah selanjutnya yaitu jangan berasumsi bahwa sayur tidak enak.

“Banyak orang yang mengatakan sayur hambar atau pahit. Kalau pengen makan sayur itu harus diubah pola pikir seperti itu. Sayur itu enak lho, kalau kita bisa mengelolanya dengan enak. Apalagi sekarang banyak di media menu resep yang bisa kita tiru agar lebih enak,” tuturnya.

Salah satu tips agar suka: “Ya dengan itu tad, bisa dijus, di-mix dengan sayur lain atau buah. Kamu juga bisa tambahkan rempah-rempah, sayur akan lebih enak bila berbumbu seperti ketumbar atau kunyit. Bisa juga mengelolanya jadi cemilan seperti cookies atau salad sayur dipakai mayones,” sarannya.

Dan khusus untuk anak-anak, “tampilkan sayur dalam bentuk yang unik dan kreatif seperti berbentuk boneka dari wortel dan kentang.”

Alright, semoga penjelasan ini menjawab rasa ingin tahu tentang sayur dijus atau dimasak, ya. Dan kata peneliti dari Harvard, ini termasuk jenis sayuran yang kurang sehat. Dan ini cara menghadapi anak yang menolak makan sayur.

podcast button