Tanya Dermatolog: Bagaimana Cara Mencerahkan Wajah?

cara mencerahkan wajah
Foto: www.freepik.com

Ugh, memiliki kulit kusam memang menyebalkan karena dapat merusak penampilan. Pasti kamu telah melakukan beragam cara untuk menghilangkannya, termasuk mengetik ‘cara mencerahkan wajah’ di boks pencarian Google. Saat ini, kamu akan segera menemukan jawabannya. dr. Fitria Agustina, SpKK, FINSDV, dokter spesialis kulit dan kelamin dari Grha Fit Bendungan Hilir, FitSkinClinic Bekasi, dan Promec Clinic Pecenongan menjelaskan tentang penyebab dan cara mencerahkan wajah.

Mengapa Setiap Orang Memiliki Kulit Wajah yang Berbeda-beda?

cara mencerahkan wajah
Foto: www.xframe.io

“Variasi pigmentasi kulit antara manusia dengan keturunan genetik yang berbeda adalah salah satu karakteristik manusia yang paling mencolok. Warna kulit, rambut, dan mata manusia berada di bawah kendali genetik, yang mencerminkan warisan genetik seseorang. Respons kulit terhadap paparan sinar matahari merupakan faktor penting lainnya dalam menilai jenis kulit dengan benar,” jelasnya.

Dokter Fitria memaparkan bahwa terdapat tiga pigmen yang dapat menghasilkan warna kulit, yakni:

  1. Melanin, yaitu eumelanin yang memproduksi warna cokelat atau hitam atau pheomelanin yang berwarna merah atau kuning. Keduanya dihasilkan oleh melanosit.
  2. Hemoglobin dalam sel darah merah di pembuluh darah superfisial.
  3. Karotenoid makanan yang terkadang paling terlihat sebagai warna kuning pada telapak tangan.

Sementara itu terdapat dua faktor utama yang memengaruhi jenis kulit, yaitu disposisi genetik dan reaksi terhadap paparan sinar matahari.

“Klasifikasi warna kulit menurut Fitzpatrick saat ini menunjukkan enam jenis warna kulit yang berbeda, dari sangat cerah (jenis kulit I) hingga sangat gelap (jenis kulit VI),” lanjutnya.

Lantas, apakah bisa mengubah wajah menjadi lebih cerah?

“Warna kulit termasuk kulit wajah ditentukan oleh potensi genetik dan respon terhadap paparan sinar matahari. Jika proses melanogenesis atau pembentukan pigmen dilakukan penekanan dan efek sunburn atau terbakar akibat paparan sinar matahari yang menyebabkan warna kulit terlihat lebih gelap, (maka) dapat dicegah dan diatasi dengan baik, sehingga kulit wajah dapat terlihat lebih cerah,” jawabnya.

Bagaimana Cara Mencerahkan Wajah?

cara mencerahkan wajah
Foto: www.freepik.com

“Iklan masyarakat yang berseliweran dan sering kali memakai model dengan kulit putih, membuat masyarakat berlomba-lomba untuk mendapatkan kulit wajah yang cerah,” papar Dokter Fitria.

Terdapat beragam cara mencerahkan wajah, hal ini dapat dikategorikan menjadi dua kelompok utama:

  1. Bahan kimia

Contoh dari bahan kimia yang paling umum digunakan adalah hidrokuinon (HQ), arbutin, asam kojic, asam askorbat dan turunannya.

2. Terapi fisik (eksfoliasi)

Cara selanjutnya adalah terapi fisik dengan cara eksfoliasi atau pengelupasan kulit, hal ini dapat dilakukan dengan laser, pengelupasan kimiawi (chemical peeling), dan dermabrasi superfisial.

“Meskipun beberapa intervensi tersedia, namun penggunaan bahan kimia tetap menjadi pendekatan andalan untuk mencerahkan kulit. Eumelanin dan pheomelanin dapat terbentuk melalui beberapa proses (melanogenesis). Jika pembentukan pigmen ini dihambat, maka kulit akan terlihat lebih cerah. Saat ini penghambatan kerja enzim tirosinase masih merupakan strategi yang paling umum dipakai untuk mencerahkan kulit,” paparnya.

Gambar: Proses Melanogenesis
(sumber: Int. J. Mol. Sci. 2009, 10, 2440-2475)

Apa Saja Bahan Kandungan yang Dapat Mencerahkan Wajah?

cara mencerahkan wajah
Foto: www.pexels.com

Terdapat beberapa bahan pencerah kulit tradisional yang dapat digunakan, yakni:

Retinoid

Kandungan tretinoin dan isoretinoin dalam senyawa aktif ini memiliki fungsi untuk mengatasi jerawat, kerutan, bintin-bintik hitam, dan kulit kasar akibat paparan sinar matahari.

Hydroquinon

Hydroquinon berfungsi untuk mencerahkan bercak hitam di kulit  dengan menghadang proses pada kulit yang menyebabkan perubahan warna.

Arbutin

Turunan dari hydroquinone ini sangat efektif untuk mengatasi hiperpigmentasi kulit dan mengurangi kandungan melanin.

Kojic acid

Kandungan ini dapat menghilangkan tanda-tanda hiperpigmentasi seperti bekas jerawat dan bercak hitam. Selain itu, kojic acid juga dapat mengatasi melasma akibat paparan sinar matahari.

Azelaic acid

Obat ini dapat menghambat aktivitas tirosinase dan menutup pori-pori sehingga mengurangi pertumbuhan bakteri P.Acnes yang dapat menyebabkan jerawat.

Glutathione

Antioksidan ini biasanya digabungkan dengan bahan lain seperti vitamin C dan E untuk memperbaiki sel dan jaringan yang rusak dan melawan pembentukan pigmen melanin.

Vitamin

Vitamin C, E, dan niacinamide dapat mengatasi noda hitam, melindungi kulit dari paparan sinar matahari, dan mencerahkan wajah

Alpha hydroxy acid (AHA)

Penggunaan glycolic acid dan lactic acid dapat membantu mengelupaskan sel-sel kulit mati sehingga kulit menjadi lebih cerah dan sehat.

Apa yang Harus Diingat Saat Memakai Bahan Tertentu?

Foto: www.pexels.com

“Berdasarkan pertimbangan keamanan dan keselamatan, maka dibuat regulasi untuk aturan bahan pencerah wajah yang diperbolehkan untuk dipakai dengan kategori kosmetik ataupun obat. Bahkan di Indonesia, bahan tertentu seperti merkuri dan kortikosteroid dilarang penggunaannya sebagai bahan pencerah kulit,” ungkap Dokter Fitria.

Produk yang mengandung merkuri berbahaya telah dilarang di sebagian besar negara (sejak 1976 di Eropa dan sejak 1990 di AS). Akumulasi logam berat ini dapat menyebabkan komplikasi kronis termasuk mercurialentis, fotofobia, iritabilitas, kelemahan otot, dan nefrotoksisitas.

Selain itu, keracunan merkuri juga dapat dirasakan pada bayi baru lahir, karena logam mudah dibawa melalui plasenta dan ASI. Penggunaan merkuri dalam jangka panjang juga dapat menimbulkan efek buruk seperti membuat kulit dan kuku menjadi gelap.

Sementara pemakian retinoid dalam bentuk kosmetik dapat memberikan efek terbakar, gatal, kulit kering, dan pengelupasan kulit. Keberadaan asam retinoat dan garamnya dalam kosmetik telah dilarang di negara-negara tertentu. Selain itu, penggunaan hydroquinon akhir-akhir ini dilarang di semua negara Eropa karena khawatir berhubungan dengan karsinogenesis.

“Berdasarkan regulasi obat di Indonesia, hydroquinon masih diperbolehkan dengan konsentrasi dua sampai empat persen sebagai bahan pencerah kulit dengan kategori obat, artinya tidak boleh terdapat pada kosmetik yang dijual bebas. Namun pemakaiannya harus dengan pengawasan dokter,” tuturnya.

Apakah Bisa Menggunakan Bahan Alami untuk Mencerahkan Wajah?

Foto: www.freepik.com

Menurut Dokter Fitria, hingga saat ini penggunaan bahan alami yang bertujuan untuk mencerahkan wajah terus dikembangkan dengan mekanisme kerja yakni menghambat melanogenesis atau pembentukan pigmen. Bahan alami yang dapat digunakan untuk mencerahkan wajah biasanya berupa ekstrak tumbuh-tumbuhan yang tidak beracun dan tidak menyebabkan mutagenesis.

Flavonol telah diidentifikasi sebagai inhibitor tirosinase kompetitif dengan menginaktivasi enzim yang ireversibel, namun senyawa ini masih kurang efektif dibandingkan dengan asam kojic,” ujarnya.

Selain itu, kandungan aloesin yang diisolasi dari lidah buaya dapat memodulasi melanogenesis sehingga sering disertakan ke dalam formulasi kosmetik yang diaplikasikan secara topikal. Bahan antrakuinon dari beberapa sumber alami juga menunjukkan potensi penghambatan tirosnase yang serupa atau lebih tinggi dibanding dengan asam kojic.

“Beberapa bahan tumbuhan yang menggabungkan dua atau lebih kelas molekul aktif yang bekerja sinergis juga telah digunakan sebagai penghambat tirosinase. Salah satu bahan yang sering dipakai adalah licorice (akar glycyrrhiza glabra) yang mengandung isoflavonoid dan chalcones sebagai komponen aktif,” paparnya.

Sementara itu, terdapat bahan alami lain seperti:

  • Origanum vulgare, zat pencerah origanosida yang merupakan senyawa fenolik terglikosilasi
  • Ekstrak spesies scutelleria baicalensis atau zat pencerah baicalein yang merupakan flavon
  • Ekstrak spesies morus yang mengandung chalcones dan stilbenoid
  • Citrus yang mengandung flavon, flavanon, dan flavanol
  • Turunan benzaldehia seperti anisaldehida, kuminaldehida, dan turunan hidroksisinamat
  • Ekstrak alami glyceline max, achillea millefolium, dan ophiopogon japonicas
  • Sumber laut, seperti alga, jamur laut, dan bakteri

“Namun saat ini hanya beberapa dari molekul atau bahan yang menarik ini yang telah dimasukkan ke dalam formulasi pemutih kulit, karena kurangnya uji in vivo dan terutawa uji klinis untuk membuktikan kemanjuran dan keamanannya,” ucapnya.

Kesimpulan

Foto: www.xframe.io

Tentunya, kecerahan wajah juga perlu dipertahankan. Kamu dapat melakukannya dengan selalu menjaga kesehatan kulit.

“Hal dasar paling utama yang perlu diperhatikan sebagai skincare dasar adalah mencuci kulit wajah dengan sabun yang baik (pH balanced), memakai moisturizer (bisa mengandung bahan aktif pencerah kulit), dan memakai sunscreen yang broad spectrum (melindungi terhadap UVB dan UVA),” sarannya.

Namun untuk hasil kulit yang cerah terutama pada kulit wajah, selain pemakaian kosmetik dari luar maka asupan nutrisi makanan dan aktivitas fisik juga perlu diperhatikan.

“Semakin tambah usia maka turnover rate cell dari sel kulit mengalami perlambatan. Kondisi ini yang kadang sering membuat kulit terlihat kusam karena menumpuknya sel kulit mati. Sehingga penggunaan eksfoliasi ringan seperti retinoid dan AHA dapat membantu mengatasi kondisi kulit kusam,” kata Dokter Fitria.

Ketika mengalami kondisi kulit wajah yang berubah menjadi gelap tanpa disebabkan oleh suatu aktivitas yang terpapar sinar matahari berlebih, maka hal ini perlu diwaspadai karena mungkin ini adalah tanda dari berbagai kondisi penyakit lain. “Misalnya pada kondisi gangguan fungsi ginjal berat, sering kali kulit terlihat lebih gelap terutama yang sering tersadar adalah daerah wajah,” ungkapnya.

Selain itu, jika terjadi penumpukan pigmentasi kulit yang tidak rata dan terlihat bercak-bercak cokelat misalnya pada efelid, melasma, melanosis riehl, dan kondisi hiperpigmentasi lainnya, sebaiknya kamu perlu segera berkonsultasi dengan dokter kulit untuk mendapatkan terapi yang tepat.

“Sebagai konsumen, hal yang paling penting dalam memilih bahan pencerah kulit adalah memastikan keamanannya. Karena bukan kulit cerah yang menjadi tujuan utama, namun kulit yang sehat tentunya juga akan terlihat lebih cerah,” tuturnya.