Tanya Dermatolog: Bagaimana Sebenarnya Cara Mengetahui Jenis Kulit Kita?

cara mengetahui jenis kulit
Foto: www.stocksy.com
Last updated:

Kamu sudah mengetahui tentang urutan pemakaian skincare yang tepat, dan juga tentang toner. Namun sejujurnya, ada satu pertanyaan krusial yang menggerogoti hati dan pori-pori kulitmu: apa sebenarnya jenis kulitmu? Ha. Menurut sebuah artikel kamu memiliki kulit kering, sementara artikel lain menyebutkan kulitmu termasuk kulit normal. Alhasil, kamu bingung. Bagaimanakah cara mengetahui jenis kulit yang tepat?

Untuk itu, LIMONE menghubungi dr. M. Indah Maharani, SpKK, FINSDV, seorang dokter spesialis kulit dan kelamin, dari PERDOSKI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia) dan Klinik Medivita Jakarta Barat. Semoga setelah ini, hidupmu semakin tenang karena kamu sudah tahu jenis kulitmu serta perawatan seperti apa yang sebaiknya dilakukan agar kulit sehat.

Mengapa Kita Perlu Mengetahui Jenis Kulit? 

cara mengetahui jenis kulit
Foto: www.rawpixel.com

Sebelum mengetahui jenis kulit, pertanyaan yang sepertinya wajib diajukan dan dicari tahu jawabannya adalah ini: mengapa kita perlu mengetahui tipe kulit? Apakah hanya karena supaya tidak salah memakai produk dan duit tidak terbuang sia-sia?

Kita perlu mengetahui jenis kulit kita supaya kita bisa merawat kulit kita dengan cara yang tepat dan memilih produk perawatan kulit yang sesuai dengan jenis kulit dan kebutuhan kulit kita, jawab Dokter Indah.

Dan seperti yang kita tahu: berbeda tipe kulit, maka berbeda pula perawatan dan produk yang kulit butuhkan. Oh, seandainya kamu penasaran mengapa tipe kulitmu berbeda dengan sobat terbaikmu, itu karena faktor genetik.

“Jenis kulit sifatnya diturunkan dari orangtua dengan variasi kemungkinan (chances) kombinasi antara sifat kulit ayah versus ibu. Sama halnya seperti jenis rambut, yakni bisa keriting versus lurus; lebat versus tipis; diameter besar versus halus, dan sebagainya,” tuturnya.

Adakah faktor lain?

“Selain itu, perlakuan pada kulit seperti perawatan harian dan produk perawatan kulit pada akhirnya akan memengaruhi kondisi kulit,” paparnya.

Namun, mengapa sepertinya sulit mengetahui jenis kulit sendiri? Kita fasih tentang facelift dan retinol, tapi entah mengapa masih sering ragu dan kesulitan memahami jenis kulit sendiri.

“Mungkin sulit mengetahui jenis kulit karena sebenarnya tidak mengetahui apa yang dinilai/dicari. Dan kurang informasi juga menyebabkan seseorang tidak paham jenis kulitnya,” jelas Dokter Indah.

Padahal, pengetahuan ini super krusial; iya ‘kan, Dok?

“Ya, pengetahuan ini memang perlu banget supaya kita bisa memilih jenis perawatan dan produk skincare yang tepat, disesuaikan dengan jenis dan kebutuhan kulit kita,” tegasnya.

Ada Berapa Tipe Kulit Manusia?  

cara mengetahui jenis kulit
Foto: www.rawpixel.com

#Breakingnews: Ternyata ada banyak klasifikasi jenis kulit.

“Dan mungkin saking banyaknya jadi sering membingungkan,” ucap Dokter Indah.

Namun, menurutnya, ada suatu sistem klasifikasi jenis kulit yang paling sering digunakan, yaitu Baumann Skin Type Indicator (BSTI). Sistem ini membagi jenis kulit menjadi empat kategori, yakni:

  1. Hidrasi kulit: Kering versus berminyak
  2. Sensitivitas kulit: sensitif versus resistant
  3. Pigmentasi kulit : pigmented versus non-pigmented
  4. Penuaan kulit : berkerut (wrinkle) versus kencang (tight)

“Jadi kalau dilihat dari sistem klasifikasi BSTI ini, ada permutasi 16 jenis kulit,” tegasnya.

Di manakah posisi jenis normal? “Normal mungkin artinya tidak bermasalah, ya. Jadi, misalnya tidak terlalu berminyak, juga tidak terlalu kering,” paparnya.

Ah, kulit normal. Sepertinya jenis kulit paling menyenangkan, setidaknya dibandingkan dengan kulit sensitif.

“Sensitif itu padanan lawannya bukan normal, melainkan resistant,” terangnya. “Tapi kulit sensitif memang butuh ekstra perhatian karena tidak bisa sembarangan merawatnya dan perlu pemilihan produk perawatan kulit yang tepat,” tegasnya.

Dan memiliki kulit sensitif bukan berarti akhir dari dunia. Pasalnya, jika dirawat dengan tepat dan baik, teratur dan telaten, “hasilnya bisa baik dan tidak sering muncul masalah,” tekannya. Untuk ini, kamu butuh pendapat dan pertolongan ahli kulit.

Hm, apakah bisa mengubah kulit sensitif menjadi ‘normal’?

“Kalau diubah menjadi normal memang tidak bisa. Ibarat rambut kribo, tidak bisa diubah menjadi lurus secara permanen, ‘kan? Jadi kulit sensitif juga bisa menjadi nyamana kalau perawatannya tepat. Untuk ini memang butuh bantuan dermatolog,” tekannya.  

Bagaimana Membedakan Kulit Kering dan Dehidrasi?

cara mengetahui jenis kulit
Foto: www.freepik.com

Di atas disebutkan kulit kering dan hidrasi kulit. Nah, ini salah satu yang menjadi bahan perdebatan: apa bedanya kulit kering dengan kulit dehidrasi?

“Kulit kering merupakan suatu jenis kulit di mana individu tersebut memproduksi sebum (minyak) tidak banyak; kondisi ini diturunkan secara genetik. Sementara kulit dehidrasi merupakan suat kondisi kulit yang didapat (acquired) di mana kulit kekurangan cairan,” jelasnya.

Siapa pun kamu (rakyat biasa atau bintang Korea), kulit dehidrasi bisa terjadi pada siapa saja dan pada semua jenis kulit. Penyebabnya? Banyak faktor, termasuk kekurangan cairan tubuh, atau karena tidak mendapatkan perawatan yang tepat. Misalnya, pemilik kulit jenis kering tidak memakai pelembap, sehingga akibatnya terjadi peningkatan pelepasan air melalui permukaan kulit. “Yang pada akhirnya menyebabkan kondisi dehidrasi kulit dan menjadikan kulit semakin kering,” jelasnya.

Jika kamu masih bingung bagaimana cara membedakan kulit jenis kering dan dehidrasi, “Dehidrasi kulit dapat dilihat bila ada perburukan kondisi kulit yang semakin kering, baik pada kulit jenis berminyak maupun kering,” terangnya. Tanda-tandanya di antaranya, misalnya, saat diraba, kulit terasa kering atau kulit terasa ditarik atau ketat. Selain itu, kulit menjadi semakin bersisik dan pecah-pecah. Jika kamu mengalami gejala-gejala ini, mungkin kulitmu sedang dehidrasi.

Bagaimana mengobati kulit yang mengalami dehidrasi? Ini beberapa langkah yang bisa kamu ambil.

  • Atasi dengan perbanyak asupan air.
  • Beri pelindung kulit berupa pelembap.
  • Gunakan tabir surya.
  • Hindari pembersih/ sabun yang keras dan iritatif. Gunakan pembersih yang lembut dan mengandung pelembap.
  • Hindari berada di ruangan ber-AC terus menerus dan hindari terpapar sinar UV akibat aktivitas outdoor yang berlebih.

Bagaimana Sebenarnya Cara Mengetahui Jenis Kulit Kita?

cara mengetahui jenis kulit
Foto: www.freepik.com

Bocoran dari Dokter Indah bahwa pada prinsipnya, ada empat elemen paling penting dalam perawatan kulit. Yakni:

  1. Pembersih kulit bersifat lembut (mild cleansing ).
  2. Pelembap dengan efek menghidrasi (dengan humektan dan emolien) .
  3. Produk yang memperbaharui kulit (replenishing), yakni produk yang mengandung lipid, ceramide, dan asam lemak (fatty acid).
  4. Pelindung sinar UV yang meningkatkan kelembapan.

Setelah mengetahui empat eleman paling penting berikutnya, langkah selanjutnya adalah menyesuaikannya dengan jenis kulit sendiri. Nah, bagaimana mengetahui tipe kulit kita?

Dokter Indah menuturkan bahwa memang “Gampang-gampang susah, menilai jenis kulit kita sendiri.”

Namun, jangan bersedih. Menurutnya, ada beberapa pertanyaan sederhana yang bisa membantu mengetahui jenis kulitmu. Yep, dengan menjawab kuisioner pendek ini, kemungkinan besar kamu akan mendapatkan pencerahan tentang apa sebenarnya jenis kulitmu. Siapkan alat tulismu, dan jawab sembilan pertanyaan di bawah ini.

Apa jawaban kamu dari semua pertanyaan di atas? Berdasarkan jawaban itu, kamu bisa mengetahui jenis kulitmu. Berikut kunci jawabannya.

Masih bingung? Ini adalah hal yang biasa, karena “kadang kita sendiri tidak terlalu paham dan mengenal kulit kita. Untuk lebih tepat, kamu perlu bertemu sama dermatolog sehingga bisa mendapatkan penilaian dan informasi yang tepat,” sarannya.

Selanjutnya: Kapan sebaiknya mendatangi dokter kulit? Saat kamu mengalami ini.