Skincare 101: Apakah Toner Perlu Digunakan dan Bagaimana Memakainya?

Foto: www.shutterstock.com

Ah, toner. Ada dua pendapat tentang hal ini: kelompok pertama menganggap toner tidak berguna, sementara kelompok kedua bersumpah bahwa produk ini memberikan efek kulit yang seimbang. Kelompok kedua ini mungkin adalah mereka yang dengan rajin melakukan 10-Step K-Beauty routine atau seven skin method (yang juga merupakan rutinitas impor dari Korea Selatan). Dijamin, mereka tahu, hapal cara pakai toner dan bisa mengaplikasikannya sambil berdiri di dalam bus. Oh, orang Jepang juga terobsesi dengan toner.

Sementara kelompok pertama mungkin adalah mereka yang menganut prinsip hidup minimalis, yang hanya mengandalkan pelembap, tabir surya, krim pagi/malam, dan sesekali eksfolian. Dan memakai retinol—jika ingat.

Meski mungkin statusnya belum sepenting pembersih wajah, tabir surya dan serum retional, tetap saja banyak yang berpendapat bahwa toner bisa meningkatkan kesehatan kulit. Benarkah?

Adanya dua grup dalam diskusi tentang toner, memunculkan pertanyaan: apa sebenarnya toner dan fungsinya untuk kulit? Dan apakah ada cara pakai tertentu agar manfaat toner lebih maksimal? Dan satu lagi yang membuat bingung, toner sering dibanding-bandingkan dengan astringen. Apa perbedaan dua hal ini?

Well, untuk menengahi perdebatan ini, cara terbaik adalah bertanya langsung kepada ahli kulit. Untuk itu LIMONE menghubungi dr. Matahari Arsy, SpKK, seorang dermatovenereologist di Primaya Evasari Hospital, Jakarta.

Baca artikel ini untuk mengetahui apakah toner perlu dimasukkan ke dalam rutinitas perawatan kulit harianmu.

Apa Itu Toner dan Manfaatnya bagi Kulit? 

cara pakai toner
Foto: www.freepik.com

“Toner adalah skincare yang ditujukan untuk membersihkan sisa isi pori-pori yang tidak terangkat dengan tahap pembersihan sebelumnya, sehingga membuat tampilan pori-pori lebih kecil, serta memberikan efek kesegaran,” jelas Dokter Matahari.

Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa toner merupakan skincare berupa cairan, dengan pelarut zat aktif berupa air atau alkohol. “Jaman dahulu, pelarut zat aktif pada toner adalah alkohol, namun seiring kemajuan teknologi, kadar alkohol sebagai pelarut bervariasi, dari tidak mengandung alkohol sama sekali hingga kadar yang cukup tinggi hingga 60%. Ada juga jenis toner yang mengandung zat aktif khusus, misalnya AHA atau BHA, yang efeknya mengeksfoliasi kulit,” bebernya.

Dan jika jaman dahulu toner hanya berfungsi untuk membersihkan kulit dan biasanya diformulasikan untuk membersihkan minyak dan sisa kotoran, toner modern bisa dibilang lebih canggih. Tidak hanya membersihkan kotoran, toner jaman kekinian berfungsi untuk memberi makan dan menyegarkan kulit setelah dibersihkan dan bisa berfungsi sebagai primer untuk produk-produk perawatan kulit lain.

Selain itu, toner juga bisa membantu menyeimbangkan Ph kulit, yang menurut penelitian biasanya menjadi bersifat asam jika berada pada atau lebih dari dari 5. Dan keseimbangan ini bisa rusak karena beberapa faktor, termasuk polusi dan sabun yang kamu pakai. Di sinilah toner peran: mengembalikan pH kulit agar seimbang.

Apa Bedanya Toner dengan Astringen?

cara pakai toner
Foto: www.freepik.com

“Sebenarnya astringen adalah salah satu jenis toner,” jelas Dokter Matahari.

Penjelasan lebih panjangnya begini: astringen adalah toner yang mengandung konsentrasi alkohol 20-60%. “Biasanya digunakan untuk kulit yang sangat berminyak, namun harus lebih hati-hati karena risiko iritasi lebih tinggi,” terangnya.

Sama seperti toner, astringen merupakan produk yang dipakai untuk membersihkan sisa kotoran yang tidak bisa dicapai oleh pembersih wajah biasa. Namun, astringen diformulasikan untuk mengangkat kelebihan minyak dari kulit dan biasanya melakukan ini dengan kandungan alkohol. Itulah sebabnya, alkohol yang terdapat di dalam astringen lebih banyak.

Perbedaannya astringen dengan toner, “untuk toner sendiri, pelarut zat aktif bisa berupa air atau alkohol dalam berbagai konsentrasi. Sedangkan pelarut zat aktif pada astringen adalah alkohol 20-60%,” imbuhnya.

Apakah kamu lebih cocok masuk ke dalam kelompok toner atau astringen?

Untuk mengetahui produk mana yang cocok untukmu, jenis kulit menjadi faktor penentu.

“Bila kulitmu cenderung sensitif dan kering, gunakan toner dengan pelarut air yang sedikit atau bahkan tidak mengandung alkohol. Untuk jenis kulit yang cenderung berminyak, dapat mencoba menggunakan toner dengan kadar alkohol lebih tinggi atau astringen,” ujarnya.

Meski begitu, “saat ini, astringen sudah mulai ditinggalkan penggunaannya melihat risiko iritasinya yang cukup tinggi,” ungkapnya.

Apakah keduanya bisa dipakai bersamaan? 

“Bisa, namun tidak perlu karena efek yang diharapkan ke kulit kurang lebih sama, dan dengan menggunakan bersamaan akan makin meningkatkan risiko iritasi pada kulit,” tekannya.

Bagaimana Cara Pakai Toner agar Hasilnya Maksimal?

cara pakai toner
Foto: www.freepik.com

Kamu pasti menginginkan kerajinanmu mengaplikasikan toner setiap hari memberikan dampak maksimal. Untuk itu perhatikan cara pakainya.

“Aplikasi toner dan astringen dapat dilakukan dengan beberapa cara,” kata Dokter Matahari.

Cara pakai pertama dengan menggunakan kapas pembersih, teteskan toner dan astringen ke atasnya, lalu tekan-tekan dengan lembut pada wajah.

Cara pakai kedua, dapat menggunakan botol sprei. Semprotkan toner merata ke seluruh wajah dari jarak sekitar 30cm. “Cara kedua ini hanya disarankan untuk toner dengan kandungan alkohol rendah di bawah 20%,” dirinya menginatkan.

Cara pakai ketiga, teteskan toner pada kassa, lalu kompres ke wajah selama beberapa menit. “Cara ketiga ini juga tidak disarankan untuk toner dengan kandungan alkohol di atas 20% atau astringen,” tambahnya.

Dan saat mengoleskan toner, pertanyaan ‘apakah memakai produk ini setiap hari’, ini jawabannya.

“Bila sesuai dengan kondisi kulit dan dengan cara yang benar, maka penggunaan toner dan astringen setiap hari masih aman. Khusus untuk yang mengandung zat aktif pengeksfoliasi seperti AHA atau BHA, penggunaan toner cukup 1-2 kali per minggu,” sarannya.

Bagaimana Memilih Toner yang Tepat?

Foto: www.freepik.com

Jadi, apakah toner atau astringen perlu dipakai? “Untuk kondisi kulit yang sesuai, tentu penggunaan kedua produk ini esensial. Bila perlu, konsultasikan tahapan penggunaan skincare kalian ke dokter spesialis kulit dan kelamin pribadi,” anjurnya.

Dan jika setelah membaca artikel ini, kamu berpikir untuk mencoba memakai produk kulit ini, mungkin contekan sederhana ini bisa membantu untuk memilih toner yang tepat.

  • Jika kamu memiliki kulit kusam: temukan toner dengan kandungan willow bark, enzim buah, dan antioksidan untuk mencerahkan dan mendorong pergantian sel-sel kulit.
  • Jika kulitmu mudah terinflamasi: pilih toner dengan formula yang mengandung prebiotik, probiotik, ceramide yang membantu menambahkan pelindung kulit.
  • Jika kamu memiliki kulit kering: coba cari toner dengan bahan-bahan menghidrasi seperti hyaluronic acid, aloe, rosewater, atau glycerin
  • Jika kulitmu cenderung kemerahan: toner dengan kandungan seperti chamomile, aloe, lavender, timun, calendula, mint, teh hijau, atau kayu putih.
  • Jika kulitmu mudah berjerawat: pilih toner dengan salicylic acid, alpha-hydroxy acids (termasuk glycolic, lactic, citric, dan mandelic acid), minyak teh hijau dan witch hazel

Masih bingung? Berkonsultasilah kepada dokter kulit.

Selanjutnya: Kapankah kita sebaiknya buru-buru mendatangi dokter kulit? Coba cek bocorannya di sini. Dan kapan toner dipakai, setelah pelembap atau sesudahnya? Ini urutan lengkap pemakaian skincare dari seorang ahli kulit.