Serius, Kapan Kita Sebaiknya Mendatangi dan Konsultasi dengan Dokter Kulit?

Foto: www.stocksy.com

Kayaknya kita pernah melakukan ini: memiliki masalah kulit, lalu berusaha mengatasinya di rumah. Sendiri. Dengan ramu-ramuan turun temurun keluarga. Berhasil? Selamat jika sukses. Namun, bagaimana jika kondisi kulitmu semakin mengenaskan? Haruskah langsung buru-buru angkat telepon atau pesan ojek online dan konsultasi dengan dokter kulit terdekat? Atau harus ke dokter kecantikan? Oh, tentang ini: apa sebenarnya perbedaan dokter kulit dan dokter kecantikan? Berikut penjelasannya.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Konsultasi ke Dokter tentang Kulit?

dokter kulit dan dokter kecantikan
Foto: www.shutterstock.com

Menurut dr. Firda N. Kusdwiharto, Sp.KK FINSDV dari Klinik Amaryllis, Summarecon Bekasi, berkonsultasi ke dokter kulit tidak harus saat kulit bermasalah. Tetapi sebagai aksi pencegahan penuaan dan mencegah penyakit kulit lainnya.

“Jangan tunggu bermasalah dulu baru konsultasi, salah satunya bisa perawatan pencegahan untuk anti aging. Semakin dini kita melakukan perawatan, maka proses penuaan bisa kita hambat,” ungkapnya. “Bisa juga dilakukan vaksinasi sebelum sakit, dalam hal ini vaksinasi kutil kelamin dan kanker serviks.”

Ingat kecantikan tidak datang dengan sendirinya. Beautiful skin requires commitment not miracle.

Dan adakah waktu terbaik untuk mendatangi dokter? Untuk konsultasi bisa dilakukan di semua hari. “Semua hari itu baik yang penting dilakukan secara rutin dan teratur. Semakin dilakukan perawatan yang dini dengan teknik dan metode yang tepat maka kecantikan dan kesehatan kulit kita akan terjamin,” ujar Dokter Firda.

“Ingat kecantikan tidak datang dengan sendirinya. Beautiful skin requires commitment not miracle,” tambahnya melengkapi.

Demikian dengan dr. Dia Febrina, Sp.KK, spesialis kulit dan kelamin di RS Awal Bros, Bekasi Timur, yang menyetujui bahwa berkonsultasi dengan dokter kulit boleh dilakukan baik dalam keadaan kulit sehat atau sedang bermasalah. “Jangan menunggu harus bermasalah dulu. Jadi berkonsultasi dengan dokter kulit bisa saat kelainan kulit dan bisa saat tidak ada kelainan kulit juga,” paparnya. Untuk yang terakhir ini, biasanya “lebih ke estetika untuk tindakan botox, filter, dan tindakan untuk peremajaan atau mempercantik wajah.”

Apa Perbedaan Dokter Kulit dan Dokter Kecantikan?

dokter kulit dan dokter kecantikan
Foto: www.shutterstock.com

Well, menurut kamu apa jawaban dari pertanyaan di atas?

Menurut Dokter Dia seorang dokter kulit adalah seseorang yang mampu mendiagnosis dan mengobati lebih dari 3000 kondisi penyakit yang mengenai kulit (termasuk kelamin), rambut, dan kuku. Selain memiliki kompetensi untuk mengobati penyakit kulit, dokter kulit juga menangani masalah yang berhubungan dengan estetik dan kosmetik.

“Penyakit yang banyak ditangani oleh dokter kulit di antaranya adalah jerawat, flek atau melasma, age spots atau tanda-tanda penuaan kulit, bekas luka (scar), eksim, infeksi kulit, ruam merah, vitiligo, psoriasis, kanker kulit, kerontokan atau kebotakan rambut. Jika kamu memiliki keluhan bercak kemerahan, bercak kecokelatan, bercak putih, beruntus, ruam merah, bekas luka sebaiknya berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit,” jelasnya.

Jadi sebenarnya tidak ada istilah dokter kecantikan. Karena dokter kulit lebih dari itu, bisa menangani apa saja.

Lebih lanjut Dokter Firda menambahkan bahwa dokter kulit atau lebih dikenal dengan dokter spesialis kulit dan kelamin merupakan pendidikan dokter spesialis yang sangat komplit. Di dalamnya para dokter tersebut belajar tentang penyakit kulit dan kelamin, ilmu estetik atau kecantikan serta anti aging.

“Jadi sebenarnya tidak ada istilah dokter kecantikan. Karena dokter kulit lebih dari itu, bisa menangani apa saja. Hanya saja ada beberapa teman sejawat yang lebih concern ke dunia penyakit saja, tapi tidak di dunia aesthetic,” imbuhnya. “Kalau saya pribadi concern kepada semuanya, baik penyakit maupun aesthetic anti aging bahkan termasuk obesitas.”

Ucapnya mengulangi kalimat yang sama, “seperti yang saya sampaikan tadi, tidak ada istilah dokter kecantikan. Di organisasi profesi kedokteran Indonesia (IDI) yang ada cuma dua yaitu dokter spesialis dan dokter umum.”

Lebih Lanjut tentang Perbedaan Dokter Kulit dan Dokter Kecantikan

dokter kulit dan dokter kecantikan
Foto: www.shutterstock.com

Lebih lanjut, Dokter Firda memaparkan: “Jadi istilah dokter kecantikan tidak ada dasar kamusannya. Karena dalam Ijin operasional dokternya hanya tercantum dokter spesialis dan dokter umum. Makanya saya heran sampai ada yang menyebut dirinya dokter kecantikan,” tegasnya.

Seturut dengannya, Dokter Dia menambahkan bahwa seluruh dokter spesialis kulit itu secara legal memiliki kompetensi di bidang estetika. “Dokter kecantikan hanya dokter umum yang merambat ke dunia estetik.”

Untuk dikenal sebagai dokter kecantikan, “dokter umum mengikuti kursus saja sudah cukup, sebab yang dikerjakan memang sesuai yang dikursuskan saja, contoh seperti penggunaan laser, pengencangan wajah, suntik botox, filler, dan lainnya. Namun, tentang kewenangan seorang dokter umum boleh atau tidak melakukan hal tersebut, sudah diatur oleh konsil kedokteran Indonesia, dengan mengeluarkan standar kompetensi dokter Indonesia (SKDI),” paparnya.

Bisakah Mengonsultasikan Hal yang Sama ke Dokter Kulit maupun Kecantikan?

dokter kulit dan dokter kecantikan
Foto: www.shutterstock.com

Dokter Dia berpendapat bahwa dokter kecantikan yang memang merupakan dokter umum boleh menangani penyakit kulit yang sesuai dengan standar kompetensinya sebagai dokter umum. “Dokter umum boleh menangani masalah jerawat dengan tingkat keparahan ringan saja, sedangkan jerawat dengan tingkat keparahan sedang dan berat dokter umum biasanya akan merujuk ke dokter kulit,” tuturnya.

“Jika memiliki penyakit kulit yang ringan atau penyakit-penyakit kulit yang harusnya bisa ditangani dan tuntas oleh dokter umum, pasien boleh memilih untuk berobat ke dokter kecantikan atau langsung berobat ke dokter spesialis kulit.”

Akan tetapi menurutnya, seorang dokter kulit lebih mengetahui seluk-beluk yang berhubungan dengan kulit dan permasalahannya. “Selama pendidikannya dokter kulit juga mendalami bidang estetik seperti botox, filler, tanam benang, operasi kulit, laser, dan lainnya. Jadi dokter kulit tidak hanya menangani penyakit kulit saja tapi juga menangani bidang estetik.”

Senada dengan itu, Dokter Firda menyatakan bahwa semua tergantung kepada konsumen; yang penting pastikan dokter yang dipilih berkompeten di bidangnya. “Hanya perlu ditekankan kalau pendidikan spesialis perlu waktu minimal 4 tahun dan yang satunya hanya mengambil kursus sertifikasi bukan pendidikan formal,” ungkapnya.

“Tapi perlu diketahui juga di Indonesia sendiri, untuk memenuhi antusiasme dokter di bidang anti aging , selain pendidikan spesialis kulit dan kelamin, ada juga pendidikan anti aging yang diakui dan mendapat legalisasi dalam bentuk ijazah dari beberapa universitas.”

Seberapa Pentingkah Berkonsultasi ke Dokter Kulit?

Foto: www.shutterstock.com

Menurut Dokter Firda, “sangat penting karena profesi kami lebih mengenal secara detil tentang kulit karena memang kami belajar di bidang ini dan membutuhkan waktu 4 tahun untuk menyelesaikannya.”

Senada dengan itu, Dokter Dia berpendapat sangat penting untuk konsultasi ke dokter kulit, terutama untuk kasus yang sulit, karena dalam menegakkan diagnosis suatu kelainan kulit bukanlah hal yang mudah.

“Penyakit kulit kadang memiliki gambaran klinis yang hampir mirip antara satu penyakit dengan penyakit lainnya. Dokter kulit memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk membedakan penyakit tersebut. Agar kelainan kulit tertangani dengan baik dan tidak bertambah parah, tidak ada salahnya untuk langsung berkonsultasi ke dokter kulit meskipun kelainan kulit kamu tergolong ringan,” paparnya melalui pesan singkat.

Apa Saja yang Dilakukan Sebelum ke Dokter Kulit?

Foto: www.shutterstock.com

Pernah merasa ragu konsultasi ke dokter karena misalnya, takut. Atau tidak tahu apa yang harus dipersiapkan.

“Sebelum kamu memutuskan akan memilih dokter kulit atau dokter kecantikan sebaiknya memahami terlebih dahulu mengenai kompetensi dokter kulit dan kompetensi dokter umum atau dokter kecantikan,” ucap Dokter Dia.

Jadi, sebelum melangkah pastikan dokter yang kamu pilih memang kompeten di bidangnya. Bukan asal menyebut pakar.

Dengan memahami hal tersebut kamu terhindar dari diagnosis yang tidak tepat dan penanganan yang terlambat atau tidak sesuai. “Sebagai contoh, jika kamu memiliki benjolan kecil atau tahi lalat pada wajah yang mengganggu penampilan secara estetik, sebaiknya konsultasikan ke dokter kulit, bukan ke dokter kecantikan karena dokter umum tidak memiliki kompetensi untuk mengerjakan tindakan tersebut.”

Nah setelah memahaminya, langkah selanjutnya yaitu, “kita sebagai pasien harus tahu kebutuhan kita apa. Memang seperti saya ulas di depan, tidak semua dokter kulit aktif dalam estetik anti aging. Di sisi lain banyak juga dokter umum yang memang menggeluti dunia estetik anti aging. Jadi, sebelum melangkah pastikan dokter yang kamu pilih memang kompeten di bidangnya. Bukan asal menyebut pakar.”

Umur Berapa Sebaiknya Konsultasi Kulit ke Dokter Kulit?

dokter kulit dan dokter kecantikan
Foto: www.shutterstock.com

Semua tergantung kasus yang dialaminya. “Kalau penyakit seperti acne ya, tidak harus menunggu di umur 25. Karena banyak pasien acne munculnya pada saat usia remaja seperti usia 12 -17 tahun,” jelas Dokter Firda. “Tetapi kalau untuk pencegahan terhadap penuaan kulit (aging process), ya harus sedini mungkin, paling tidak di atas 30 tahun wajib hukumnya.”

Sedangkan, menurut Dokter Dia, dokter kulit menangani permasalah kulit mulai dari bayi lahir hingga pasien usia tua. Jika tidak memiliki kelainan kulit dan ingin mencegah penuaan dini, kamu dapat berkonsultasi ke dokter kulit mulai usia 20 tahun.

“Jika kamu berkonsultasi ke dokter kulit di bawah usia 20 tahun untuk memilih produk perawatan kulit yang tepat dan tindakan apa yang tepat untuk peremajaan wajah, tentu akan ada banyak manfaat yang didapat,” imbuhnya.

Semoga jelas ya, dan kamu tahu apa yang harus kamu lakukan jika kulit sedang bermasalah. Sementara yang sedang punya masalah anak dan seputar bully, baca ini.

podcast button