Tanya Ahli: Apa yang Sebenarnya Terjadi Jika Kita Berhenti Memakai Pelembap?

Foto: www.gettyimages.com

Kita tahu apa akibatnya memakai masker wajah tanpa gosok gigi (jawaban: hawa naga), dan akibatnya setelah menonton The World of Married tiga kali (jawaban: semakin parno dengan kesetiaan pasangan). Namun, apa yang terjadi jika berhenti memakai pelembap? Apalagi di masa pandemik ini, ketika ada begitu banyak hal yang mendominasi pikiran sehingga memakai pelembap berada di prioritas #99. Agar tidak ada penyesalan, LIMONE menghubungi  dr.Annisa Anjani RamadhanSpDV, seorang dokter spesialis kulit dan kelamin, di Kinara Clinic, Jakarta dan PERDOSKI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia), Jakarta. Ini penjelasannya tentang fungsi pelembap dan apa yang terjadi jika lupa atau berhenti memakai pelembap.

Apa Sebenarnya Fungsi Pelembap bagi Kulit?

berhenti memakai pelembap
Foto: www.gettyimages.com

Pertama-tama sebelum membalas lebih jauh tentang berhenti memakai pelembap, kita harus tahu terlebih dahulu fungsi pelembap bagi kulit.

“Fungsi pelembap secara umum adalah menjaga agar kandungan air di antara sel kulit tetap dalam jumlah yang cukup untuk mempertahankan struktur dan fungsi normal kulit,” jelas Dokter Annisa.

Dan tidak semua pelembap diciptakan untuk fungsi yang sama. “Beberapa jenis pelembap dapat pula berfungsi sebagai pengganti komponen tertentu dalam kulit yang berperan dalam menjaga integritas kulit, menghindarkan kulit dari penyakit kambuhan tertentu,” tambahnya.

Jika jiwa investigatifmu sedang membara dan penasaran tentang cara kerja pelembap, begini penjelasannya. “Pelembap ada yang bekerja dengan cara menutup permukaan luar kulit sehingga kandungan air di antara sel kulit tidak mudah menguap. Selain itu, ada pula pelembap yang bekerja dengan cara menarik molekul air di lingkungan luar kulit agar masuk ke dalam lapisan kulit sehingga jumlah air tercukupi,” jelasnya.

Perlukah Kita Memakai Pelembap?

berhenti memakai pelembap
Foto: www.istockphoto.com

Berbeda dengan plot beberapa drama Korea yang suka menyembunyikan misteri sampai beberapa episode, untuk pertanyaan tentang apakah kita perlu memakai pelembap, Dokter Annisa membocorkannya sekarang juga.

“Perlu,” jawabnya. “Terutama bila aktivitas sehari-hari adalah di lingkungan yang cenderung memiliki kadar kelembapan rendah seperti di dalam ruang ber-AC,” ujarnya.

Jika saat membaca artikel ini kamu sedang terdampar, bekerja, sekolah atau mencari sebongkah berlian di negara empat musim atau beriklim ekstrem, maka “penggunaan pelembap juga sangat penting,” tegasnya. Mengapa? “Karena iklim cenderung kering dan dapat dengan mudah mempengaruhi kulit,” terangnya.

Bagaimana dengan orang yang memiliki kondisi penyakit tertentu?

“Orang dengan penyakit tertentu misalnya, dermatitis atopi, iktiosis, xerosis kutis dan sebagainya, justru wajib menggunakan pelembap setiap hari, karena terdapat kekurangan suatu komponen penting dalam kulitnya yang dapat digantikan dengan pelembap khusus,” sarannya.

Apa yang Terjadi Kita Berhenti Memakai Pelembap?

berhenti memakai pelembap
Foto: www.stocksy.com

Plot twist drama kehidupan manusia fana: sering lupa melakukan sesuatu. Termasuk, lupa memakai pelembap. Apakah yang terjadi jika kita lupa memakainya?

“Bila lupa sesekali pada kulit yang normal tidak mengapa,” Dokter menerangkan. (Terdengar hembusan nafas lega dari pemilik kulit normal.)

“Namun pada kulit orang dengan dermatitis atopi berat misalnya, dapat dengan mudah mengalami kekeringan dan kekambuhan penyakitnya,” tambahnya.

Dan bagaimana jika berhenti memakai pelembap?

“Bila penggunaan pelembap berhenti sama sekali, bila kita beraktivitas di lingkungan yang kering tentu perlahan kulit kita akan menjadi kering. Penggunaan pelembap dihentikan pada orang-orang dengan penyakit kulit tertentu dapat menyebabkan kekambuhan penyakit,” jelasnya.

Sebaliknya, bagaimana jika kita terlalu rajin memakai pelembap? Hei, soalnya wanginya sangat menggoda dan teksturnya super lembut!

“Penggunaan pelembap berlebih di area wajah akan menyebabkan kulit menjadi ‘malas’ beregenerasi, sehingga kulit menjadi kusam dan pada beberapa orang menyebabkan jerawat/komedo,” terangnya.

Selain itu, Dokter menjelaskan bahwa penggunaan pelembap berlebih di area badan terutama area lipatan dapat mengundang infeksi bakteri/ jamur. “Apabila kita mengalami kondisi tersebut, bisa jadi itu adalah tanda bahwa kita telah berlebihan menggunakan pelembap. Bila hal ini terjadi, sebaiknya konsultasikan ke dokter spesialis kulit agar dapat menentukan faktor penyebab pastinya,” sarannya.

Mengapa Terkadang Pelembap yang Dipakai Tidak Memberikan Efek Apapun?

Foto: www.gettyimages.com

Di produk kemasan tertulis: ‘membuat kulit sehalus bintang Korea dalam 10 hari’; atau ‘kulit bersinar setelah digunakan secara teratur’. Meh, bahkan setelah dipakai tiga botol, kulit tetap seperti kulit starfish. Apa sebenarnya yang salah?

“Sebelum menggunakan suatu skincare termasuk pelembap, kita harus tahu kondisi dan masalah kulit kita,” paparnya. Menurutnya, efek penggunaan pelembap yang kurang optimal dapat disebabkan oleh pemilihan jenis pelembap yang kurang tepat.

“Atau, penggunaan pelembap saja tidak menyelesaikan masalah kulit kita. Soalnya, ternyata kulit kita membutuhkan suatu treatment tertentu yang tidak dapat diselesaikan hanya dengan penggunaan pelembap,” tambahnya.

Untuk kamu yang ingin tahu apa yang sebaiknya diperhatikan saat memilih pelembap, ini checklist-nya.

  1. Pertama, pahami kondisi dan masalah kulit kamu. “Bila perlu, konsultasikan ke dokter spesialis kulit untuk menentukan kebutuhan kulit,” sarannya.
  2. Gunakan pelembap yang sesuai dengan kondisi iklim tropis di Indonesia. Yakni, pelembap berjenis emolient atau campuran antara jenis oklusif dan humektan.
  3. Pilih pelembap yang tidak terlalu wangi, tidak mengandung bahan dekoratif seperti pewarna, glitter dan lainnya.
  4. Gunakan pelembap dengan kandungan bahan aktif yang sesuai kebutuhan kulit. “Seperti ceramid untuk orang dengan dermatitis atopi. Atau gunakan pelembap yang mengandung alpha hydroxy acid dan hyaluronic acid untuk upaya pencegahan penuaan dini.”

Masih belum yakin?

“Tentunya lebih baik bila didiskusikan dahulu dengan dokter spesialis kulit agar kita tahu acuan  hasil yang diharapkan dan minimal menyebabkan efek samping,” anjurnya. “Biasanya, dokter kulit akan merekomendasikan pelembap medikasi untuk perawatan kulit sehari-hari yang memiliki standar kriteria sesuai dengan anjuran tadi,” tegasnya.

Well, masih belum yakin bahwa kamu membutuhkan bantuan dokter kulit? Coba baca panduan ini tentang kapan sebaiknya berkonsultasi dengan dokter kulit, yang dibocorkan sendiri oleh dua ahli kulit.

podcast button