Skincare 101: Ketahui Ini Sebelum Memakai Retinol

memakai retinol
Foto: www.gettyimages.com

Berkat membaca berita dan perkembangan pandemik COVID-19 tiap hari, sepertinya kerutan halus di wajah semakin bertambah. Sepertinya sudah saatnya mencoba memakai retinol. Pasalnya, bahan aktif ini didengung-dengungkan sebagai bahan penting untuk memerangi penuaan dini. Apakah yang perlu kita tahu sebelum memakai retinol?

Menurut dr. Reeza Edward Yuwantana, Sp.DV, seorang Spesialis Kulit dan Kelamin Sp. Kulit dari RS Tria Dipa Pancoran, retinol  sebenarnya hanya salah satu anggota keluarga dari Retinoid. Retinoid adalah sekelompok senyawa kimia yang merupakan turunan dari Vitamin A dan memiliki reseptor khusus di dalam sel. Golongan Retinoid lainnya antara lain asam retinoat/tretinoin, adapalen, isotretinoin, dan masih banyak lagi.

“Masing-masing jenis retinoid memiliki sifat serta kelebihannya sendiri. Retinol adalah retinoid dengan potensi terkecil/terlemah (dan teraman) sehingga dapat dijumpai dengan mudah dalam produk skincare/cosmeceuticals di pasaran, sedangkan asam retinoat sebagai perbandingan, memiliki potensi puluhan kali lipat sehingga tergolong obat keras (hanya tersedia di Apotik),” terangnya kepada LIMONE.

Apa Sebenarnya Fungsi Retinol?

memakai retinol
Foto: www.gettyimages.com

Ahli kulit ini menyampaikan bahwa retinol telah terbukti secara ilmiah memiliki manfaat untuk berbagai masalah kulit mulai dari acne, gangguan pigmentasi kulit (flek), dan tanda-tanda penuaaan dini seperti kulit yang mengendur hingga kerutan dan garis halus.

Penelitian puluhan tahun telah menunjukkan efek-efek retinol dalam menghancurkan komedo (komedolitik), mengurangi keparahan acne, membantu mengendalikan produksi kelenjar minyak, meningkatkan ketebalan kulit, dan memacu produksi kolagen

Apakah Retinol Aman Dipakai Sehari-hari?

memakai retinol
Foto: www.gettyimages.com

Satu di antara kamu, pasti pernah menanyakan hal ini, berikut jawabannya. “Pada dasarnya retinol sangat aman digunakan sehari-hari,” ujar dokter yang juga bertugas di Klinik Evitderma Pondok Indah dan Hang Lekir Jakarta Selatan ini.

Meski begitu, penggunaan yang tidak tepat bisa menyebabkan iritasi pada kulit. “Mayoritas efek samping retinol bersifat ringan dan sementara seperti iritasi lokal, kemerahan, hingga kulit yang terlalu kering. Semakin kuat retinol, semakin besar pula kemungkinan efek sampingnya,” ungkapnya.

Berapa Persen Retinol yang Aman?

memakai retinol
Foto: www.gettyimages.com

Dokter Reeza menyebutkan bahwa retinol adalah salah satu bahan aktif terbaik dalam dunia dermatologi, namun ia tetap bukan bahan super. Sama seperti bahan aktif lain, terapi dengan retinol juga membutuhkan waktu sebelum efeknya terlihat. Di sini kesabaran serta komitmen dari pasien sangat berpengaruh.

“Retinol yang terkandung di dalam berbagai produk skincare sangat bervariasi. Dalam produk OTC retinol biasa dijumpai mulai dari konsentrasi 0.1% hingga 1%. Konsumen/pasien sebaiknya mencermati hal ini, termasuk bahan-bahan lain yang terkandung, terutama agar produk yang dipilih bisa sesuai dengan ekspektasi,” tegas Dokter Reeza.

Selain itu, karena bisa menimbulkan iritasi disarankan untuk menggunakannya secara perlahan, terutama pada kulit sensitif. Jika selama ini kamu belum pernah memakai retinol, direkomendasikan untuk memulainya dengan kadar rendah seperti 0,025%. Dan jika setelah beberapa minggu kulitmu bisa menolerirnya, baru deh, menaikkan kadar retinolnya.

Apakah Perlu Pakai Retinol?

Foto: www.gettyimages.com

Nah ini nih, pertanyaan sejuta umat. Seringkali kamu ingin mencoba produk dengan retinol, tapi ragu dan takut. Lalu kapan waktu yang tepat untuk menggunakannya? Kamu bisa mulai pakai retinol ketika kamu sadar bahwa kulit wajahmu mulai mengalami penuaan, dengan gejala munculnya garis-garis kerutan dan jerawat yang tak kunjung reda.

“Mayoritas dokter biasanya menyarankan memulai skincare rutin pada pertengahan usia 20-an hingga menjelang 30, karena pada usia inilah proses penuaan kulit sudah mulai terjadi dan semakin meningkat,” jelasnya.

Bagaimana Memilih Produk Retinol yang Tepat?

Foto: www.gettyimages.com

Nah, setelah mengerti apa itu retinol dan mengapa perlu dipakai, berikutnya adalah: cara memilih produk retinol. Ada banyak pilihan di pasaran, tapi mungkin agak mustahil untuk mencobai satu-satu. Dokter Reeza membocorkan panduan super membantu sebelum dan sesudah memakai retinol.

Langkah 1: Pilih jenis retinol yang aman

Sebelum memasukkan produk retinol ke dalam rangkaian skincare kamu, terlebih dahulu kenali jenis retinol yang telah dipaparkan dokter di atas. Semua jenis retinol aman jika penggunaannya tepat. “Semua golongan retinoid termasuk retinol terbukti aman untuk kulit asal sesuai indikasi dan aturan pemakaian. Jangan lupa bahwa semakin kuat atau tinggi dosis retinol, semakin besar pula efeknya sekaligus efek samping yang mungkin ditimbulkan, meskipun hal ini tergantung pada masing-masing individu,” jelas Dokter Reeza.

Langkah 2: Kenali jenis kulitmu

Intinya, retinol aman untuk semua jenis kulit, tapi seperti yang sudah disebutkan di atas, perhatian lebih harus diberikan oleh pemilik kulit sensitif.

“Harus diperhatikan terlebih mereka dengan riwayat kulit sensitif, atau mereka dengan kondisi kulit khusus seperti eksem dan rosacea. Kuncinya adalah jangan segan untuk berkonsultasi,” sarannya.

Satu hal lagi yang menurutnya tak kalah penting: “Dalam pemakaian skincare apa pun itu, adalah always listen to your skin. Tidak ada seorang pun yang lebih mengerti akan kulit kamu lebih dari diri kamu sendiri, tidak beautyblogger, skincare expert, bahkan dokter sekalipun, karena tidak akan pernah ada kulit yang sama,” ungkapnya.

Langkah 3: Persiapkan kulit

Langkah selanjutnya adalah mempersiapkan kulit sebelum menggunakan retinol yang lebih tinggi khasiat aktifnya.

Apakah kamu sudah terbiasa produk skincare dengan kandungan aktif yang cukup tinggi? Jika ya, kamu bisa saja langsung menggunakan produk ini. Lalu, bagaimana jika kamu belum terbiasa? Seperti yang sudah dijelaskan sedikit di atas bahwa pasien pertama sebaiknya berhati-hati.

“Biasanya, bagi pasien yang pertama kali baiknya untuk mencoba aplikasi retinol dua hari sekali terlebih dahulu untuk menilai respon kulit terhadap retinol. Memulai terapi retinol dari konsentrasi terendah juga terkadang diperlukan. Baru setelahnya, frekuensi serta dosis dapat ditingkatkan bertahap hingga mencapai hasil yang optimal,” saran dokter ini.

Langkah 4: Panduan memakai retinol

Sebaiknya gunakan skincare yang memiliki kandungan retinol mulai dari konsentrasi terendah. “Prinsip saya adalah start slow and start low. Mulai dari konsentrasi terendah, digunakan hanya pada malam hari dan tidak setiap hari (misal dua malam sekali). Setelah kita yakin bahwa kulit pasien telah beradaptasi dan bisa ‘menerima’ retinol tersebut, barulah dinaikkan perlahan,” paparnya.

Selain itu, Reeza juga menyarankan untuk mereka yang merasakan efek stinging, kemerahan, atau kulit yang terlalu kering pasca pemakaian retinol, salah satu trik yang bisa dicoba adalah mencampur retinol dengan produk moisturizer.

“Prinsip lain adalah bahwa pemakaian retinol sebaiknya dikombinasikan dengan pemakaian sunscreen yang baik dan benar. Sebaik dan semahal apa pun produk skincare yang dipakai,  tidak akan mendapatkan hasil optimal apabila tidak disertai pemakaian sunscreen yang tepat,” ungkapnya.

Tertarik mencoba retinol? Coba praktikkan panduan tersebut, ya. Dan ini cara memilih produk anti-aging yang tepat sesuai dengan kebutuhanmu.

podcast button