Apa Bedanya Krim Siang dan Malam—dan Haruskah Dipakai?

Foto: www.gettyimages.com

Ada dua tipe manusia di dunia ini: mereka yang memiliki rutinitas perawatan lebih rumit daripada membuat pesawat, dan mereka yang hanya memiliki pembersih, pelembap dan tabir surya. Termasuk kategori manakah kamu? Apa pun regimen yang kamu anut, katanya penggunaan krim siang dan malam sangat krusial bagi perawatan kesehatan kulit. Benarkah? LIMONE menghubungi seorang ahli dan berikut penjelasannya.

Ini tentang Perlu atau Tidaknya Menggunakan Krim Siang dan Malam

Foto: www.gettyimages.com

Catherine Soebroto Dipl. CIBTAC, seorang dokter kecantikan dari Dr Belle Clinic mengatakan krim malam dan siang itu sangat penting untuk digunakan.

“Krim malam dan siang itu wajib digunakan dua-duanya karena memiliki fungsi yang berbeda. Satu untuk melindungi dari sinar UV (ultraviolet) dan satu lagi untuk melindungi kulit dari dehidrasi, mengurangi masalah kulit kita. Seperti jerawat atau flek,” katanya saat ditemui di kliniknya. Selain itu, mencegah kolegen di dalam kulit rusak.

“Penggunaan krim siang yang teratur bisa mencegah keriput halus dan penuaan dini pada kulit,” tambahnya. Sementara manfaat krim malam, menurutnya tergantung pada kandungan aktif di dalamnya. “Kalau misalnya bahan utamanya adalah tea tree, sulfur, isotretinoin berarti manfaatnya untuk mengeringkan jerawat dan kelenjar minyak. Akibatnya, biasanya jerawat memudar dan kelenjar minyaknya juga jauh lebih kecil. Sedangkan, yang isinya whitening, biasanya akan membuat kulit lebih putih cerah, dan flek kecoklatan bisa lebih memudar dan hilang.”

Sebut saja kamu masih belum yakin dan masih ragu menggunakannya. Menurut Catherine jika tidak menggunakan krim siang yang mengandung tabir surya biasanya mulai terlihat flek-flek kecoklatan di kulit terutama saat usia 20-an. “Bisa juga merusak kolagen dan kulit mulai keriput. Terdapat garis-garis halus seperti di mata dan dahi. Jadi, muka kelihatan lebih tua untuk jangka panjangnya,” paparnya. “Untuk krim malam biasanya kulit menjadi cenderung lebih kering.”

Ini Kandungan Wajib Krim Siang dan Malam

penggunaan krim pagi dan malam
Foto: www.gettyimages.com

Catherine memaparkan bahwa bahan yang harus ada untuk krim siang adalah tabir surya. “Tabir surya itu seperti payung untuk kulit kita. Apalagi kita hidup di negara tropis seperti Indonesia yang sangat panas yang kadar UV-nya sementara UV itu bisa menyebabkan kanker kulit,” ungkapnya. “Karena sangat panas, kalau bisa untuk Indonesia pakailah tabir surya dengan SPF 30.”

Untuk krim siang, Catherine berpendapat bahwa semakin tinggi SPF (sun protection factor), “biasanya akan meng-cover kulit kita dari sinar UV lebih lama,” bebernya.

Dan bagaimana dengan krim malam? Tergantung pada jenis kulit—dan yang pasti harus mengandung pelembap.

Kulit berminyak: hindari yang mengandung minyak, pastikan produk tersebut water base. Kulit kering: gunakan yang oil base. “Kalau water base biasanya akan cepat mengendap dan kulit akan cepat kering kembali,” paparnya.

Sementara jika ada flek-flek cokelat di kulit, pilih krim yang mengandung bahan-bahan aktif seperti arbutin, kozic acid, glutathione, AHA, BHA—kandungan yang memang bisa menghilangkan flek. Kulit berjerawat: pakai krim dengan kandungan tree oil, niacinamide, isotretinoin.

Sekali lagi Catherine menekankan: wajib pakai krim malam yang memiliki kandungan moisturiser. Kenapa, tanyamu? “Suhu malam hari biasanya dingin, terutama ketika menggunakan AC akan cenderung udaranya lebih dingin. Akibatnya, kulit akan lebih sangat kering. Maka pakailah krim malam yang mengandung moisturizer yang tujuannya untuk melindungi kulit, sehingga kulit tidak kering,” terang Catherine.

Cara Penggunaan Krim Siang dan Malam

penggunaan krim pagi dan malam
Foto: www.gettyimages.com

Hmm… kira-kira boleh nggak, ya: krim siang dipakai malam dan sebaliknya?

Nuh-uh. Begini cara penggunaan krim siang dan malam yang tepat.

Catherine menyarankan untuk mengaplikasikannya sesuai fungsinya agar tidak menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan. “Sebaiknya krim jangan ditukar-tukar,” sarannya. “Jadi, apabila tertulis krim siang maka gunakanlah krim siang,” sambungnya. Pasalnya, “Terdapat dua jenis SPF, yakni physical dan chemical. Yang terakhir ini tidak boleh digunakan malam hari karena SPF tersebut harus terangsang oleh sinar UV untuk bisa terurai. Jadi, kalau digunakan di malam hari justru akan membuat kulit menjadi lebih berbahaya.”

Begitupun dengan krim malam. Terdapat kandungan yang tidak stabil jika terkena sinar matahari. “Misalnya ada krim dari dokter yang mengandung histora tiroid atau hydroquinone. Bahan-bahan ini tidak stabil ketika terkena sinar matahari dan malah bisa membuat kulit menjadi lebih gelap.”

Petunjuk penggunaan krim siang: aplikasikan krim siang satu jam sebelum keluar rumah. Dan sebenarnya tidak hanya ketika keluar dari rumah. “Selama kita masih bisa melihat sinar matahari di dalam rumah, sinar UV itu sudah masuk. Maka, ketika di rumah pun sebaiknya gunakan krim siang untuk mencegah kulit berflek atau keriput,” sambungnya.

Petunjukan penggunaan krim malam: sebelum tidur dan sesudah mencuci muka. Pakai persis setelah cuci muka saat kulit dalam keadaan lembap agar krim meresap optimal.

Berikut Bahan yang Harus Kamu Hindari Saat Membeli Krim Wajah

penggunaan krim pagi dan malam

Apa pun produk kecantikannya, Catherine menekankan untuk selalu memperhatikan kandungan di dalamnya. “Kandungan merkuri atau logam berat tidak boleh ada di dalam skincare,” tegasnya.

Untuk memastikan produk tersebut aman, coba melipir ke situs BPOM dan cek nomornya. “Apakah benar untuk nomor BPOM tersebut untuk produk itu. Kadang ada penjual nakal yang mencantumkan nomor BPOM produk lain,” terang Catherine.

Lebih lanjut, Catherine menjelaskan bahwa jika kandungan merkuri ini menumpuk di dalam kulit, maka akan menjadi racun dan menyebabkan kulit cenderung gelap. Selain itu ada satu bahan lagi yang patut mendapat perhatian lebih: hydroquinone. Idealnya, kamu hanya bisa mendapatkan produk ini dari klinik kecantikan resmi dan dari dokter. Akan tetapi, “sekarang banyak yang menjual bebas secara online. Padahal penggunaan hydroquinone  yang menumpuk juga akan menyebabkan kulit menghitam,” jelas Catherine.

Adakah cara lain untuk mengetahui apakah produk yang kita mengandung merkuri? Pertama, jika hasilnya instan. Baru dipakai beberapa hari, eh… kulit sudah sangat bagus. Untuk amannya, “pastikan krim yang kamu dapat itu memang dari klinik yang sudah berizin. Atau produknya sudah ber-BPOM. Karena merkuri tidak mungkin keluar BPOM.”

Jika Seandainya Ingin Mencari Produk Pengganti Krim Siang dan Malam…

Foto: www.gettyimages.com

Catherine berpendapat krim siang dan malam, merupakan sebuah kebutuhan sehingga tidak bisa digantikan penggunaannya. “Krim malam dan siang itu seperti menggunakan pasta gigi saat bersikat gigi. Itu sudah kebutuhan karena dengan memakai krim kulit akan bersih dan bagus. Kalau tidak digunakan, pelan-pelan sinar UV akan merusak kulit kita,” ucapnya.

Oh, bagaimana dengan bahan-bahan alami seperti timun dan lidah buaya—apakah bisa digunakan sebagai pengganti dua krim ini?

Ia mengatakan bahwa berdasarkan beberapa jurnal kedokteran, bahan-bahan alami seperti aloe vera dan timun tidak boleh dipakai semalaman. “Jika kita ingin menggunakan bahan-bahan alami seperti madu, telur,  itu paling lama 15 menit dan setelahnya wajah harus dicuci,” sarannya. “Tidak boleh dipakai sepanjang malam selama 8 jam, karena timun bisa menyebabkan kulit iritas dan kemerahan jika dipakai terlalu lama.

Ini bukan berarti aloe vera tidak boleh digunakan. Aloe vera dalam produk kecantikan, menurut Catherine boleh digunakan sepanjang malam untuk tidur. Karena ‘kan kandungannya sudah disesuaikan, dan  sudah menambahkan zat-zat lain di dalamnya. Jadi tidak menjadi masalah jika dibawa tidur,” tegasnya.

Ngomong-ngomong soal produk kecantikan, 20 produk kecantikan paling favorit ini tepat banget dijadikan kado Natal dan Tahun Baru!