Panduan Lengkap Gejala Kulit Kering dan Cara Mengatasinya

mengatasi kulit kering
Foto: www.freepik.com

Jika kamu merasa bahwa kulitmu terasa kering, bersisik, atau bahkan pecah-pecah, maka kamu perlu waspada. Pasalnya kulit kering yang dibiarkan akan berubah menjadi kondisi yang berbahaya bagi tubuh. Untuk itu kamu perlu segera mengatasi kulit kering agar terhindar dari penyakit kulit lainnya. 

Dr. dr. Nora Ariyati, MKes, SpKK, seorang dokter spesialis kulit dan pemilik dari klinik Aurell Skin Care, menjelaskan bagaimana gejala serta cara mengatasi kulit kering.

Apakah Definisi Kulit Kering?

mengatasi kulit kering
Foto: www.pexels.com

“Kulit kering adalah karakteristik dari jenis kulit tertentu. Salah satu tanda pertama yang tampak pada kulit kering hingga sangat kering adalah rasa tidak nyaman pada wajah dan tubuh, terutama setelah berendam atau mandi dengan shower. Ketidaknyamanan ini meliputi rasa kaku atau tertarik pada kulit, bersisik, dan banyak lagi. Dengan kondisi ini, kulit tidak lagi dapat memenuhi perannya sebagai pelindung tubuh,” jelasnya. 

Ia menambahkan bahwa dokter ahli kulit akan memutuskan apakah jenis kulit tersebut termasuk ke dalam kategori kering atau yang dikenal dengan istilah xerosis, berdasarkan kriteria objektif seperti penampilan yang kusam. Selain itu, berdasarkan tanda epidermal klinis seperti desquamation atau proses pengelupasan kulit, kulit pecah-pecah, terjadi peradangan, serta hilangnya elastisitas kulit. 

“Dan masalah-masalah pada permukaan kulit akan lebih signifikan atau lebih nampak pada kulit kering ini. Selain itu kulit kering atau sangat kering juga merupakan kondisi kronis yang umumnya disebabkan oleh kelainan genetik,” tambahnya. 

Gejala yang ditimbulkan dari kulit kering biasanya dirasakan berdasarkan perasaan masing-masing individu, “Orang merasa kulit mereka kering karena merasa tidak nyaman, terasa kencang, dan terasa kasar. Gejala-gejala ini terkadang bisa disertai dengan rasa gatal dan panas,” ujarnya.

Kondisi kulit kering juga dapat memicu munculnya penyakit kulit lain seperti eksim atopik dan psoriasis. “Selain kulit terasa kasar, gatal, panas dan bisa juga perih, tekstur dan penampakan kulit juga kurang menarik karena terlihat kemerahan, kering, keriput bahkan terlihat pecah-pecah,” lanjutnya.

Dengan kata lain: kulit kering bisa berbahaya bagi kesehatan tubuh.

“Kondisi kulit kering yang tidak dirawat secara baik dan benar tentu saja dapat berdampak buruk terhadap kesehatan kulit. Dan bila dibiarkan terus-menerus maka kulit kering tersebut menjadi ekosistem yang menguntungkan bagi eksim untuk berkembang, terutama dalam bentuk pityriasis alba yang berbentuk patch atau ruam bulat kering. Ini pada umumnya muncul di pipi dan lengan anak-anak dengan kulit kering sistemik, yang terjadi sebagai bagian dari dermatitis atopik,” jawabnya. 

Apa Penyebab Kulit Menjadi Kering?

Foto: www.pexels.com

Menurut Dokter Nora, selain kulit kering bawaan atau sistemik, terdapat kondisi kulit kering yang dipicu oleh beberapa faktor lain, yakni:

Faktor eksternal

Faktor eksternal yang membuat kulit menjadi kering di antaranya adalah pengaruh cuaca, lingkungan, kosmetik, polusi, sabun, dan air. Serta kegiatan yang berpengaruh buruk pada kulit seperti terpapar sinar matahari secara terus-menerus tanpa menggunakan tabir surya.

Faktor internal

Sementara itu, terdapat faktor internal yang dapat menyebabkan kulit menjadi kering, yakni adanya penyakit kulit seperti eksim dan psoriasis. Makanan dan minuman yang berpengaruh besar pada kesehatan kulit. Serta penyakit umum seperti diabetes, tiroid, dan defisiensi nutrisi. Selain itu, jika seseorang sedang dalam perawatan medis biasanya akan berdampak pada kondisi kulit.

Selain itu, terdapat bahan-bahan tertentu yang digunakan dalam beberapa produk yang dapat menyebabkan kulit menjadi kering. Di mana produk tersebut dapat mengurangi atau menghilangkan lapisan pelindung kulit.

“Seperti yang kita ketahui bahwa kulit sehat secara alami dilindungi permukaannya oleh lapisan hidrolipid, yang mayoritas terdiri dari air dan lipid atau sebum. Lapisan ini kedap air, melindungi kulit dari faktor stres eksternal dan mengurangi risiko kehilangan air. Ketika lapisan atas epidermis tidak memiliki keseimbangan air dan lipid yang baik, kulit tidak lagi dapat secara efektif memenuhi fungsinya sebagai pelindung tubuh dan terasa tidak nyaman pada level yang bervariasi,” paparnya.

Bagaimana Cara Mengatasi Kulit Kering?

mengatasi kulit kering
Foto: www.rawpixel.com

Menurut Dokter Nora, terdapat banyak cara untuk mengatasi kulit kering, di antaranya adalah:

Dalam Keseharian

Selain menimbulkan ketidaknyamanan bagi tubuh, kulit kering akan memungkinkan iritasi dan alergen menembus kulit. Hal ini juga dapat mendorong munculnya atau bertahannya beberapa masalah kulit tertentu seperti eksim dan psoriasis. Untuk itu kamu perlu melakukan rehidrasi.

Langkah pertama yang dapat kamu lakukan yakni dengan minum air dalam jumlah yang cukup. Cobalah untuk meminum 1,5 liter air perhari.  Untuk selanjutnya yakni memilih produk pembersih dan perawatan kulit non-agresif.  Hal ini sangat penting untuk dilakukan. 

“Gunakan produk pembersih yang mengembalikan cahaya alami kulit, non-detergen dan jika perlu dapat sekaligus merehidrasi kulit yang biasanya memiliki tesktur seperti susu pembersih, krim, balm dan minyak tergantung pada area dan tingkat kekeringan. Tujuannya adalah untuk mengurangi penguapan air, menjaga jumlah air yang cukup dalam lapisan epidermis serta dapat memperbaiki pelindung kulit yang rusak,” ungkapnya.

Langkah berikutnya adalah menghindari udara yang terlalu panas dan sumpek.

Perawatan Kulit

Melakukan perawatan pada kulit memang penting untuk dilakukan. Setelah membersihkan wajah setiap pagi dan malam, kamu dapat melanjutkannya dengan mengaplikasikan pelembap pada wajah dengan lembut, “Untuk meredakan sensasi kulit kering yang terasa kencang serta melindungi kulit dari faktor stres eksternal, jangan lupa untuk merawat kulit wajah dan tubuh dengan produk yang sesuai,” lanjutnya.

Kesimpulan

Foto: www.freepik.com

Kulit kering dapat dicegah dengan mengetahui faktor pemicu yang menyebabkan kulit menjadi kering. Hal ini dapat disebabkan oleh pengaruh dari faktor eksternal yakni perubahan dalam lingkungan seperti bekerja pada atmosfer yang berbeda. Selain itu, terlibat dalam aktivitas yang membuat kulit mati seperti berenang di kolam renang, atau menggunakan sabun yang mengandung detergen yang agresif setelah berolahraga.

Selain itu, kamu juga bisa melihat dari faktor penyakit dalam atau mengingat apakah sedang dalam pengobatan medis seperti mengonsumsi obat anti kolesterol dan lainnya, “Bila ada faktor-faktor yang sekiranya menjadi penyebab kulit kering, kamu harus segera menghindarinya sebisa mungkin,” sarannya. 

Namun menurut Dokter Nora, jika kulit terasa tidak nyaman secara terus-menerus maka dapat mengunjungi dermatologist terdekat untuk mendiagnosis lebih lanjut terkait kondisi kulit dan mencegahnya untuk menimbulkan penyakit lainnya. 

“Jika mengalami gejala kulit yang sangat kering seperti ketidaknyamanan dan rasa tertarik yang signifikan, adanya pengelupasan intens, juga timbul retakan pada kulit dan pecah-pecah maka sebaiknya langsung mengunjungi dermatologist terdekat untuk menghindari masalah kulit yang lebih serius,” anjurnya.

Selanjutnya: Kapan Saat yang Tepat Mengunjungi Dokter Kulit?