Tanya Dermatolog: Apa Beda Sunscreen dan Sunblock?

beda sunscreen dan sunblock
Foto: www.stocksy.com

Apa beda sunscreen dan sunblock? Hm, ehm, uhm—persis, sebagian dari kita mungkin bereaksi seperti itu saat diajukan pertanyaan tersebut. Ada dua pilihan: kamu bisa bertanya ke Google, atau biar tidak repot, membaca artikel ini. Pasalnya, LIMONE menghubungi dr. Ida Ayu Diah Purnama Sari, Sp.KK, seorang seorang dokter spesialis kulit dan kelamin, di Puriva Clinic Sunset Road, Bali dan Anggota Perdoski Bali untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Baca artikel ini sampai habis untuk mengetahui beda sunscreen dan sunblock, serta bocoran tentang memilih sunscreen dan sunblock yang tepat.

Apa Sebenarnya Sunscreen dan Sunblock?

Foto: www.rawpixel.com

Dokter Ida menjelaskan bahwa sunscreen atau sunprotectants merupakan proteksi untuk melawan atau mencegah efek buruk dari sinar matahari, terutama sinar ultraviolet (UV).

“Penggunaan sunscreen memang meningkat pada beberapa tahun terakhir,” ujarnya. “Hal ini dikarenakan oleh semakin meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap efek buruk dari paparan sinar matahari yang terus menerus,” tambahnya.

Untuk kamu butuh diingatkan, paparan terhadap sinar matahari yang terus menerus pada kulit bisa menyebabkan beberapa hal. Di antaranya:

  • Proses penuaan terjadi lebih dini, yang salah satu tandanya adalah adanya melasma (flek) dan juga munculnya keriput lebih awal.
  • Dapat meningkatkan risiko dari tiga tipe kanker, yakni melanoma, basal cell carcinoma, dan squamous cell carcinoma.   

Bagaimana produk sesederhana sunscreen bisa melindungi kulit dari sinar mega kuat seperti sinar UV?

“Ultraviolet filter yang kerap disebut sunscreen ini bekerja secara langsung pada radiasi UV dengan cara mengabsorpsi atau menyerap, dan merefleksikan atau mendispersikan (memantulkan atau membiaskan) energi UV tersebut. Berdasarkan cara kerjanya, sunscreen dibedakan menjadi dua kategori yaitu chemical atau organic sunscreen dan mineral-based atau inorganic sunscreen,” jawabnya.

itu tadi penjelasan tentang sunscreen. Sekarang giliran sunblock.

Term atau istilah sunblock mengarah pada mineral sunscreen. Hal tersebut dikarenakan mineral atau inorganic sunscreen bekerja menyerupai ‘tameng’ untuk kulit atau memblok sinar UV dengan cara merefleksikan atau mendispersikan sinar UV tersebut sehingga tidak masuk ke kulit,” jelasnya.

“Jadi mineral sunscreen tersebut tidak bekerja dengan cara mengabsorpsi atau menyerap energi yang dihasilkan dari radiasi UV seperti pada  chemical sunscreen. Contoh paling umum dari  mineral sunscreen yang beredar di pasaran adalah titanium dioxide dan zinc oxide, meskipun kaolin, talc, dan calamine juga termasuk ke dalam mineral sunscreen.

Apa Beda Sunscreen dan Sunblock? 

beda sunscreen dan sunblock
Foto: www.freepik.com

Seperti yang dijelaskan oleh Dokter Ida di atas bahwa kedua jenis ultraviolet filter tersebut secara umum disebut sunscreen.

“Hanya karena cara kerja dari mineral atau inorganic sunscreen yang seperti tameng atau memblok sinar UV masuk ke dalam lapisan kulit, maka sering disebut dengan istilah ‘sunblock,'” katanya.

Dengan kata lain, sunscreen adalah produknya, sementara sunblock adalah cara kerja dari sebuah sunscreen, tepatnya jenis mineral sunscreen.

“Berbeda dengan mineral atau inorganic sunscreen yang bekerja dengan cara merefleksikan sinar UV, chemical atau organic sunscreen bekerja dengan cara mengabsorpsi energi UV dengan mengubahnya menjadi energi panas sehingga menurunkan efek buruk sinar UV dan juga mencegah sinar UV tersebut masuk ke lapisan kulit yang lebih dalam. Contoh dari chemical sunscreen yang sering didapatkan di pasaran adalah benzophenones, avobenzone, otocrylene, oxybenzone dan cinnamates,” tambahnya.

Mana Jenis Sunscreen yang Lebih Baik?

Foto: www.freepik.com

Menurutnya, “Sunscreen jenis apapun yang dipilih memberikan efek yang jauh lebih baik pada kulit dibandingkan tidak menggunakannya sama sekali. Apalagi kita berada di negara tropis, di mana radiasi UV didapatkan paling tinggi. Yang penting dalam hal ini bukanlah apakah memilih sunscreen atau sunblock, tetapi pemahaman kita mengenai nilai SPF atau PA dari sunscreen yang dipakai, apakah sudah mencukupi dan pemahaman tentang pengaplikasian sunscreen tersebut,” tegasnya.

Dokter Ida menerangkan bahwa SPF atau Sun Protection Factor menunjukkan kemampuan dari sunscreen memproteksi kulit terhadap paparan sinar Ultraviolet B (UVB). Sinar ultraviolet terdiri dari UVA, UVB dan UVC.

“UVC difilter oleh lapisan ozon. Paparan UVB merupakan penyebab utama dari sunburn, memicu produksi pigmen melanin, dan menyebabkan long-lasting tan atau kulit lebih coklat dalam jangka panjang,” terangnya.

Sementara paparan UVA menyebabkan short-term tan (kulit lebih coklat tapi dalam jangka waktu pendek), namun UVA berpenetrasi atau masuk lebih dalam ke lapisan kulit dibandingkan UVB.

Dan UVA, “dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang seperti hilangnya elastisitas atau kekenyalan kulit dan munculnya garis-garis penuaan atau keriput. Sinar UVA juga menghasilkan radikal bebas yang secara tidak langsung akan menyebabkan mutasi DNA yang jika tidak mengalami perbaikan akan mengarah ke keganasan (kanker),” bebernya.

Ah, ternyata sinar-sinar dengan nama mirip superhero ini memiliki efek yang besar bagi kulit. Itulah sebabnya, kulit harus dilindungi dengan sunscreen yang tepat.

Bagaimana Cara Penggunaan Sunscreen

Foto: www.freepik.com

Pertama-tama tentang apakah lebih baik memilih chemical atau organic sunscreen dan mineral-based atau inorganic sunscreen?

“Pada beberapa orang, khususnya yang memiliki tipe kulit sensitif, lebih cocok untuk menggunakan mineral atau inorganic sunscreen. Hal tersebut disebabkan karena inorganic sunscreen memiliki potensi yang lebih rendah untuk menimbulkan reaksi alergi dibandingkan dengan organic sunscreen. Tetapi inorganic sunscreen pada pengaplikasiannya dapat timbul white cast atau tampak lebih putih dari warna kulit asli atau tampak keabuan di kulit,” jelasnya.

Semoga kamu tidak keberatan jika warna cairan sunscreen sedikit berbeda dengan kulit. Yep, ini demi melindungi kulit untuk jangka panjang.

Dan ternyata ada rekomendasi siapa yang disarankan—dan tidak—menggunakan sunscreen.

Sunscreen tidak direkomendasikan untuk bayi di bawah umur 6 bulan terkait dengan fragilitas dan permeabilitas kulit bayi di bawah 6 bulan. Sementara anak-anak di bawah 2 tahun aman untuk menggunakan sunscreen, tetapi harus inorganic sunscreen,” terangnya

Bagaimana dengan ibu hamil?

“Untuk ibu hamil, penggunaan sunscreen dinyatakan aman dan sudah melewati toxicology test termasuk teratogenic test. Hanya saja, karena ibu hamil memiliki kecenderungan reaksi alergi yang lebih tinggi, maka dapat dipilih inorganic sunscreen dibandingkan organic sunscreen,” sarannya.

Bagaimana Cara Memilih Sunscreen yang Tepat?

Foto: www.rawpixel.com

Setelah mengetahui beda sunscreen dan sunblok, ini mungkin yang paling ingin kamu ketahui: bagaimana cara memilih sunscreen yang tepat. Begini panduannya.

Pilih sunscreen yang board spectrum agar kulit terlindung dari UVA dan UVB

Untuk perlindungan terhadap UVB, dapat dilihat dari nilai SPF. SPF terdiri dari 3 tingkatan, yaitu low (SPF 2-15), medium (SPF 15-30), dan high (SPF 30-50). “Untuk negara tropis disarankan untuk menggunakan SPF high, yaitu 30-50,” ujarnya.

Lalu, jangan lupa menggunakannya dengan benar. Untuk mencapai SPF sesuai kandungan tersebut, pengaplikasiannya tidak kurang dari 2 mg/cm2 atau lebih mudahnya sebanyak dua jari untuk wajah dan leher.

“Tetapi dalam kenyataannya, banyak pengguna sunscreen yang mengaplikasikan kurang dari takaran tersebut sehingga SPF yang dihasilkan nilainya menjadi lebih rendah dari SPF yang ditulis di label product. Maka dari itu lebih baik memilih product dengan kandungan SPF yang lebih tinggi,” sarannya.

Mengapa? “Dengan kandungan SPF yang lebih tinggi, maka pengulangannya juga lebih lama yaitu 3-4 jam,” jawabnnya.

Sementara untuk perlindungan terhadap UVA, dapat dilihat dari nilai PA (Protection Factor of UVA).

“Nilai PA pada sunscreen bervariasi, di mana nilai PA ini didasarkan pada metode PPD (Persistent Pigment Darkening). PA+ artinya sunscreen tersebut hanya memberikan sedikit perlindungan terhadap UVA, PA++ memberikan perlindungan sedang, dan yang memberikan perlindungan terbaik untuk UVA adalah PA+++ atau lebih. Aplikasikan sunscreen 20 menit sebelum beraktivitas,” sarannya.

Pilih sunscreen sesuai tipe kuli

Jika tipe kulitmu normal, kedua jenis sunscreen tadi dapat digunakan. “Namun, jika kulitmu cenderung sensitif, pilihlah inorganic atau mineral sunscreen untuk meminimalkan reaksi alergi yang bisa kamu alami,” ujarnya.

Sediaan sunscreen dapat ditemukan dalam bentuk krim, losion, gel, ataupun spray. “Untuk tipe kulit berminyak cenderung berjerawat pilihlah sunscreen dalam bentuk gel atau losion dan yang berlabel oil-free atau oil-control dan non-comedogenic,” anjurnya.

Sesuaikan dengan aktivitas

“Untuk kamu yang suka berolahraga yang mengeluarkan banyak keringat ataupun berenang, pilihlah sunscreen dengan label waterproof/water-resistant/sport. Sunscreen dengan label ini tidak luntur oleh keringat ataupun air pada batas waktu tertentu,” jelasnya.

Selanjutnya: Berhubung sekarang kamu sudah tahu beda sunscreen dan sunblock, agenda berikutnya adalah menemukan produk yang tepat. Ini rekomendasi produk tabir surya terbaik.

podcast button