Panduan Lengkap Exfoliating: Pemilihan Produk dan Seberapa Sering Boleh Melakukannya

exfoliating adalah
Foto: www.freepik.com

Ah, exfoliating—rutinitas perawatan kulit sangat sering kamu dengar. Namun, kalau boleh jujur, seberapa dalam dan tinggi dan luas kamu mengetahui tentang eksfoliasi? Seberapa sering boleh dilakukan? Kapan? Bagaimana? Untuk mengetahui bagaimana langkah-langkah exfoliating yang tepat, LIMONE menghubungi dr. Firmina Kus Setianingrum, Sp.KK yang bekerja di RS Bhayangkara Tulungagung dan RS Putra Waspada Tulungagung. 

Apa Manfaat Exfoliating?

exfoliating adalah
Foto: www.freepik.com

“Exfoliasi adalah proses pengelupasan kulit. Proses ini sebenarnya dapat terjadi secara alami, karena kulit akan mengangkat lapisan terluarnya setiap kira-kira 28 hari,” paparnya

Proses pengelupasan kulit bergantung dengan faktor usia. “Seiring bertambahnya usia, terkadang proses ini dapat melambat, sehingga dapat terjadi penumpukan sel kulit yang mengakibatkan kulit menjadi kering, bersisik, juga rasa gatal,” tambahnya. 

Berbicara tentang manfaat eksfoliasi:

“Eksfoliasi berfungsi untuk mengangkat sel-sel kulit mati. Harapan selanjutnya adalah akan muncul sel-sel kulit yang baru, yang sehat, sehingga dapat mencerahkan kulit. Selain itu, meratakan warna kulit, menyamarkan kerutan halus, mencegah terjadinya penyumbatan pori, juga mengoptimalkan kerja skin care yang kita gunakan,” jelas dokter Firmina. 

Karena faktor usia yang dapat menyebabkan pengelupasan kulit melambat, proses exfoliating dapat dibantu dengan bahan eksternal. “Namun, seperti dijelaskan pada poin sebelumnya, bahwa proses ini bisa melambat, sehingga tidak sedikit dari kita yang mempercepat proses eksfoliasi dengan bahan dari luar,” ujarnya. 

Bila kamu memiliki masalah kulit wajah seperti kulit yang kering dan kasar serta munculnya jerawat, kamu dapat memutuskan apakah ini saat yang tepat untuk melakukan pengelupasan kulit mati.

“Penumpukan sel-sel kulit mati dapat mengakibatkan kulit kering, kasar, mengelupas, warna kulit tidak rata dan juga menimbulkan jerawat. Bila kita mempunyai masalah tersebut, mungkin bisa dikonsultasikan ke dokter kulit apakah ini saatnya bagi kamu untuk dapat menambahkan eksfoliasi ke dalam rangkaian step skincare kamu,” ungkapnya.

Bagaimana Cara Melakukan Exfoliating

exfoliating adalah
Foto: www.freepik.com

Pengelupasan kulit dapat dilakukan dengan dua cara yakni mekanik dan kimia. Exfoliating mekanik merupakan penggunaan eksfoliasi dengan bantuan alat-alat seperti sponge

Baca Juga :  Bagaimana Cara Menghilangkan Noda-Noda Hitam Menyebalkan di Wajah

“Eksfoliasi mekanik yang paling sering kita jumpai adalah scrub (bahan dengan butiran halus), tetapi pastikan kamu memilih scrub yang lembut dengan butiran kecil dan halus. Dapat juga menggunakan sponge, microfiber, sikat halus maupun dengan prosedur mikrodermabrasi yang dapat dilakukan di klinik dengan pengawasan dokter,” tuturnya.

Sementara pengelupasan kulit dengan bahan kimia yakni dengan bantuan perawatan wajah. Eksfoliasi kimia dapat diaplikasikan langsung dengan tangan maupun dengan bantuan kapas. Hal ini tergantung dengan bahan yang terdapat dalam produk perawatan wajah. Oleh karena setiap skin care dapat memiliki bahan-bahan yang berbeda, maka berbeda pula cara pengaplikasiannya.

Untuk melakukan pengelupasan kulit, ada beberapa tahapan yang dapat kamu lakukan yaitu:

Pastikan kondisi tangan bersih 

Sebelum memulai proses exfoliating, yang perlu kamu perhatikan ada dengan menjaga kebersihan tangan, kapas, atau aplikator eksfoliator yang digunakan. Jika memiliki rambut yang panjang, kamu dapat mengikat rambut ke belakang supaya tidak mengenai wajah. 

Membersihkan wajah

Langkah selanjutnya adalah membersihkan wajah. Setelah memastikan kondisi barang-barang yang diperlukan sudah bersih, kamu dapat membersihkan wajah dari sisa-sisa kotoran, debu, atau kosmetik yang menumpuk. 

Aplikasikan eksfoliator

Pilihlah produk yang sesuai dengan jenis kulitmu. Untuk penggunaan pengelupasan kulit mati dengan bantuan mekanik, kamu dapat menggunakan secara perlahan dengan gerakan melingkar dan jangan terlalu lama. Jika menggunakan eksfoliator dengan bahan kimia, jangan menggosoknya terlalu keras untuk menghindari iritasi. 

Bilas dan keringkan

Setelah mengaplikasikan eksfoliator, kamu bisa membersihkan sisa-sisa kulit mati dan membilasnya dengan menggunakan air. Setelah itu dapat dikeringkan dengan cara ditepuk-tepuk ringan dengan handuk. 

Menggunakan pelembap 

Setelah proses exfoliating selesai, kamu dapat mengoleskan pelembap di wajah. Hal ini bertujuan untuk menjaga kelembapan kulitmu.

Jika pengelupasan sel kulit mati dilakukan di pagi hari, jangan lupa untuk mengoleskan sunscreen di wajah. Sementara jika kamu memiliki kulit wajah kering atau sensitif, kamu bisa melakukan pengelupasan kulit mati di malam hari untuk menghindari iritasi bila terkena paparan sinar matahari.

Baca Juga :  Butuh Pencerahan: Bagaimanakah Cara Menghilangkan Komedo Putih?

Bagaimana Penggunaan Bahan-bahan Exfoliating seperti AHA/BHA? 

Foto: www.rawpixel.com

Alpha Hydroxy Acid (AHA) dan Beta Hydroxy Acid (BHA) merupakan bahan yang biasa ditambahkan pada produk pengelupasan kulit yang ada di pasaran. Bahan AHA dapat membantu pengelupasan sel kulit mati sehingga dapat memperbaiki tekstur kulit dan mengecilkan pori-pori pada wajah.

Sedangkan bahan BHA merupakan asam yang larut dalam minyak. Penambahan bahan BHA dapat membantu membersihkan minyak berlebih dan mengurangi produksi minyak

“BHA lebih cocok digunakan pada kulit yang memiliki masalah lebih pada komedo dan jerawat. Walaupun eksfoliasi dengan AHA dan BHA cenderung ringan, tetapi  tidak menutup kemungkinan dapat juga terjadi kemerahan dan iritasi pada kulit,” ungkap Dokter Firmina. 

Jika menimbulkan efek kemerahan dan iritasi pada wajah, kamu dapat menghentikan pemakaian produk tersebut. Sementara jika kamu masih ragu untuk memilih bahan eksfoliasi yang tepat untuk jenis dan kebutuhan kulitmu, kamu dapat mengonsultasikannya kepada dokter kulit. 

Bagaimana Cara Mengetahui Teknik Exfoliating yang Tepat?

exfoliating adalah
Foto: www.freepik.com

Untuk melakukan exfoliating tentunya kamu perlu memahami jenis kulit wajahmu. Untuk jenis kulit sensitif dan cenderung kering, kamu dapat memilih eksfoliator kimia dibanding mekanik.

“Karena dapat mengangkat sel kulit mati tanpa gosokan. Gosokan yang terlalu keras dan kasar dapat membuat kulit merah dan iritasi. Penggunaan yang terlalu sering juga dapat mengakibatkan kulit menjadi lebih kering,” jelas Dokter Firmina.

Sementara untuk jenis kulit berminyak, kamu dapat menggunakan eksfoliator mekanik dengan penggunaan scrub yang lembut. Namun kamu juga dapat menggunakan eksfoliator kimia dengan memilih bahan yang mudah larut dalam lemak.

Untuk kamu yang memiliki jenis kulit normal, kamu dapat memilih eksfoliator mekanik maupun kimia. Jika kulit wajahmu merupakan jenis kulit kombinasi, kamu harus lebih memperhatikan bahan-bahan yang terkandung dalam eksfoliator dengan mempertimbangkan kulit sensitif dan berminyak. Kamu dapat menggunakan dua bahan berbeda yang sesuai dengan kebutuhan kulit. 

Seberapa Sering Kita Boleh Melakukan Exfoliating?

Foto: www.pexels.com

Rentang waktu dalam melakukan pengelupasan kulit menurut Dokter Firmina merupakan sangat personal. Bergantung dengan jenis kulit dan jenis eksfoliator yang dipilih. Semakin tinggi kadar exfoliating maka akan semakin panjang rentang waktu untuk mengulanginya. 

Baca Juga :  Tanya Dermatolog: Apa Beda Sunscreen dan Sunblock?

“Bila kita menggunakan produk eksfoliasi yg dijual bebas di pasaran, mungkin kadarnya cenderung rendah. Dapat kita aplikasikan 1 minggu sekali, tergantung dengan jenis kulit, kebutuhan kulit kita juga bahan dan kadar eksfoliator tersebut,” jelasnya.

Tak hanya itu Dokter Firmina juga mengingatkan untuk kamu yang memiliki kulit yang sensitif perlu hati-hati dalam memilih bahan pengelupasan kulit. Pemilihan scrub yang terlalu kasar dan keras dapat membuat kulit menjadi iritasi. 

Berbeda dengan menggunakan produk yang dijual bebas, exfoliating yang dilakukan di klinik dapat dilakukan dengan rentan waktu yang lebih lama yakni 4 minggu. Hal ini dapat dilakukan dengan bantuan mikrodermabrasi atau peeling kimiawi. 

“Pastikan kamu berkonsultasi dengan dokter kulit tentang pilihan terbaik untuk jenis dan kondisi kulit. Tetapi awas, jangan terlalu sering atau overeksfoliasi, karena dapat menimbulkan kulit kemerahan, iritasi juga timbulnya jerawat,” tegasnya.

Dalam melakukan pengelupasan kulit, kamu dapat memerhatikan beberapa ketentuan supaya mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan dalam wajahmu. Salah satunya yakni memilih produk pengelupasan kulit yang sesuai dengan jenis kulit. 

Selain itu tidak disarankan untuk melakukan pengelupasan kulit ketika kamu memiliki kondisi wajah tertentu seperti terdapat luka atau iritasi. Atau atau ketika dibarengi dengan penggunaan aktif dalam produk perawatan wajah seperti retinoid, retinol, benzoyl peroxide

Kesimpulan

Foto: www.freepik.com

“Ketika kita melakukan eksfoliasi, kita membuang sel kulit mati kita. Pastikan kita menghindari skincare yang mengandung bahan aktif seperti retinoid, retinol, benzoyl peroxide, karena dapat menurunkan kelembapan kulit, menimbulkan kekeringan kulit,” katanya

Dan apa yang sebaiknya dilakukan ketika kulit mendapatkan reaksi yang buruk setelah exfoliating

Jika setelah melakukan pengelupasan kulit justru mendapatkan reaksi yang tidak baik pada kulit wajah, kamu perlu menghentikan pemakaian pada produk tersebut. Selain itu kamu juga dapat berkonsultasi pada dokter kulit. 

“Kamu boleh menggunakan produk OTC (over the counter) tapi ingat ya, tidak semua obat OTC dapat mengurangi efek yang terjadi. Dan memang sebaiknya penggunaan OTC pun dengan pengawasan dokter kulit,” saran dokter Firmina.

Selanjutnya: Panduan Mengetahui Jenis Kulit