Sedang Alami Rambut Rontok? Ini Cara Mengatasinya Menurut Dermatolog

rambut rontok
Foto: www.freepik.com

Menemui helaian rambut rontok ketika sedang menyisir pastinya akan membuatmu merasa jengkel, terlebih jika kerontokan tersebut terjadi secara jangka panjang dan dalam jumlah yang banyak. Namun ternyata, kerontokan rambut yang kamu alami ini ternyata dapat disebabkan oleh berbagai macam hal. Lalu, bagaimana cara mengatasinya?

Untuk mengetahui jawabannya, simak penjelasan dari Dr. dr. Nora Ariyanti, Mkes, Sp.KK Spesialis Kulit dan Kelamin dari Aurell Skin Care Jalan Kepundung no. 50 Malang yang akan membahas mulai dari penyebab, jenis, dan cara mengatasi rambut rontok.

Apa Penyebab Rambut Rontok?

rambut rontok
Foto: www.freepik.com

“Rambut rontok merupakan fase akhir di mana helai-helai rambut akan mulai lepas dari kulit kepala dalam siklus pertumbuhan rambut normal,” paparnya.

Menurut Dokter Nora, rambut rontok merupakan suatu hal yang wajar. Hal ini disebabkan oleh siklus rambut yang berawal dari fase pertumbuhan dan berakhir pada fase kerontokan rambut. Namun, apa penyebab rambut menjadi rontok?

“Rambut rontok pada fase akhir siklus rambut dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti usia, genetik, stres, gangguan sistem imun, hormon, gangguan kesehatan, kemoterapi  atau juga disebabkan oleh perawatan rambut yang kurang tepat,” jawabnya.

Meski kerontokan merupakan hal yang wajar, namun terdapat beberapa tanda membedakannya dengan rambut rontok yang tidak normal. Rambut rontok yang tergolong normal dapat dilihat berdasarkan hal berikut:

  • Kerontokan hanya 50 hingga 100 lembar per hari
  • Rambut rontok terjadi pada saat disisir dalam kondisi basah
  • Kerontokan karena berada pada fase akhir siklus rambut
  • Adanya rambut rontok dalam jumlah sedikit yang berada di bantal setelah bangun tidur
  • Rambut menjadi rontok setelah melahirkan
  • Rontoknya rambut di saat pergantian musim atau cuaca

Apa Saja Jenis-jenis Rambut Rontok?

Foto: www.freepik.com

Ketika kerontokan disebabkan karena penyakit ataupun infeksi pada kulit kepala, maka area tersebut bisa mengalami peradangan atau munculnya rasa tidak nyaman pada rambut maupun kulit kepala. Dokter Nora menuturkan, bahwa secara medis terdapat beberapa jenis rambut rontok, yakni:

Trikotilomania

Kondisi ini merupakan kerontokan rambut yang tidak berhubungan dengan kesehatan rambut ataupun kulit kepala. “Trikotilomania adalah salah satu jenis gangguan mental di mana penderitanya memiliki dorongan tak tertahankan untuk mencabuti rambutnya. Biasanya dilakukan untuk meredam stres dan cemas yang dialami,” jelasnya.

Alopecia areata

Alopecia areata merupakan jenis kerontokan rambut yang memiliki ciri utama yaitu terdapat kebotakan yang membulat yang hanya berada di daerah tertentu. “Selain karena gangguan sistem imun, kerontokan rambut jenis ini juga bisa dipicu karena infeksi virus, gangguan hormon, trauma atau tekanan fisik maupun psikis,” tuturnya.

Alopecia universalis

Alopecia universalis juga dikategorikan sebagai kerontokan rambut yang disebabkan oleh gangguan autoimun, di mana sistem imun seseorang justru menyerang folikel rambut yang pada akhirnya kehilangan kemampuan untuk tumbuh,” ungkapnya

Selain itu, Dokter Nora menambahkan bahwa kerontokan rambut jenis ini juga dapat dipengaruhi oleh kondisi genetik seseorang.

Telogen effluvium

Jenis kerontokan rambut yang satu ini, umumnya terjadi karena dipengaruhi oleh faktor stres dan mendorong folikel rambut menuju pada fase istirahat, hingga rambut kemudian menjadi rontok dan menipis.

Alopecia involusional

Alopecia involusional hampir dialami oleh semua orang dan sangat umum terjadi. Kerontokan seperti ini dapat diakibatkan oleh menipisnya rambut seiring pertambahan usia yang disebabkan karena folikel rambut semakin banyak masuk ke dalam kolagen, sehingga jumlah rambut secara bertahap akan berkurang dan semakin menipis.

Kondisi ini merupakan hal yang normal dan terbilang alami dengan seiring bertambahnya usia seseorang.

Alopecia androgenik

Kerontokan jenis ini sangat dipengaruhi oleh keadaan genetik seseorang dan bisa menyerang pria maupun wanita. “Lazimnya pada pria, kerontokan ini dimulai pada bagian atas kepala dan terus habis. Sedangkan pada kaum perempuan biasanya dimulai dengan perenggangan jarak rambut lalu secara bertahap menipis dari ubun-ubun,” ujar Dokter Nora.

Mengapa Seseorang Bisa Mengalami Rambut Rontok yang Berlebihan?

Foto: www.xframe.io

Terdapat beberapa faktor yang dapat menjadi pemicu utama dari kerontokan rambut berlebih, seperti “bertambahnya umur, stres yang berlebihan, dan bisa juga karena masalah kesehatan,” ujar Dokter Nora.

Menurutnya, rambut rontok bisa juga menjadi indikator adanya berbagai masalah kesehatan serius, di antaranya:

Telogen effluvium (TE)

“Perlu diketahui bahwa penyakit ini muncul ditandai dengan adanya penipisan rambut di beberapa titik kepala, seperti ubun-ubun. Jika tidak segera ditangani, maka bisa menyebabkan kebotakan permanen,” tuturnya.

Anemia

Gangguan kesehatan yang satu ini bisa diakibatkan karena kurangnya asupan zat besi dalam tubuh, yang mengakibatkan kadar hemoglobin dan sel darah merah juga ikut menurun. Kondisi ini berpengaruh pada kandungan feritin dalam rambut yang berperan penting untuk pertumbuhan. 

Lupus

“Penyandang lupus mudah mengalami peradangan di beberapa bagian kulit termasuk kulit kepala. Karena peradangan pada kulit kepala inilah yang menyebabkan rambut mudah rontok,” ungkapnya.

Alopecia areata

Alopecia areata merupakan  kondisi di mana folikel rambut mengalami gangguan yang disebabkan oleh pengaruh sistem kekebalan tubuh, sehingga menimbulkan bercak di kulit kepala. Pada akhirnya, rambut menjadi lebih mudah rontok. 

Sindrom ovarium polikistik

“PCOS adalah penyakit yang terjadi karena  adanya ketidakseimbangan hormon pada ovarium. Dan perubahan hormon ini secara tidak langsung bisa berpengaruh pada bagian tubuh lain, termasuk menyebabkan kerontokan rambut,” jelasnya.

Kerusakan kelenjar tiroid

Kelenjar tiroid berfungsi untuk mengatur kadar hormon yang ada dalam tubuh. Pada saat kelenjar tiroid tersebut mulai rusak, maka produksi beberapa hormon juga akan ikut terganggu. Hal ini dapat ditunjukkan dengan banyaknya rambut yang rontok dan melebihi batas wajar.

Gangguan kesehatan lainnya

Gangguan kesehatan lainnya yang dimaksud adalah kondisi di mana seseorang yang diharuskan untuk menjalani kemoterapi atau terapi radiasi lainnya. Selain itu, juga berada dalam kondisi perlu mengonsumsi obat-obatan yang dapat berpengaruh pada kesehatan rambut.

Bagaimana Cara Menangani Rambut Rontok?

rambut rontok
Foto: www.freepik.com

Dalam beberapa kasus, Dokter Nora mengatakan bahwa kerontokan rambut yang berlebihan sebenarnya tidak memerlukan pengobatan khusus. Karena, rambut seseorang akan tumbuh dan kembali tebal dalam beberapa bulan seiring dengan siklus pertumbuhan rambut normal. Tetapi hal ini dapat terjadi jika akar masalah atau penyebab rambut rontok berlebihan tersebut telah diatasi.

“Namun tentu saja untuk kasus-kasus yang lain, kerontokan rambut yang berlebihan mungkin juga memerlukan perawatan khusus. Konsultasikan ke dokter, terutama dokter kulit untuk segera mendiagnosa penyebabnya,” sarannya.

Jika rambut rontok tersebut dianggap sudah berada pada tahap memerlukan perawatan yang khusus, maka dokter tentunya akan merekomendasikan obat-obatan serta produk perawatan rambut.

Selain itu, bisa juga dilakukan “terapi seperti laser untuk menumbuhkan rambut, injeksi PRP (Platelet Rich Plasma), PRF (Platelet Rich Fibrin) ataupun injeksi hair growth ke kulit kepala, bahkan mungkin operasi transplantasi rambut,” paparnya.

Kesimpulan

Foto: www.unsplash.com

Tidak hanya bisa diatasi, kerontokan juga bisa kamu cegah. Hal ini tentunya bertujuan agar rambut rontok yang berlebihan tersebut tidak menjadi semakin parah.

Untuk itu terdapat beberapa hal yang bisa dilakukan yakni dengan membatasi penataan rambut menggunakan alat pemanas dan bahan kimia, seperti mencatok, mengeriting rambut, atau mewarnai rambut.

Selain itu, “hindari mengepang atau mengikat rambut terlalu ketat setiap hari dan jangan menyisir rambut dalam keadaan basah. Gunakan sampo berbahan sehat untuk pertumbuhan rambut yang non-toksin, bebas paraben, dan bebas silikon sulfat, atau bisa juga memakai sampo bayi yang cenderung lebih lembut untuk mencuci rambut,” anjurnya.

Namun jika semua usaha untuk merawat kerontokan rambut tidak berhasil, “maka sebaiknya berkonsultasi dengan dokter kulit dengan segera, agar masalah kerontokan tidak terus berlanjut dan tidak menjurus pada kebotakan permanen,” tutupnya.