Tanya Ahli: Apa Fungsi Vitamin E dan Perlukah Kita Mengonsumsi Suplemennya?

Foto: www.gettyimages.com

Kita sudah mempelajari vitamin C, vitamin D, dan sekarang giliran saudara dekatnya, vitamin E. Akhir-akhir ini, tidak hanya dua saudaranya (C dan D), vitamin E juga dikait-kaitkan dengan coronavirus. Jadi, apa sebenarnya vitamin E dan makanan apa saja yang menjadi sumber vitamin E alami? Olivia Gresya, S.Gz, Ahli Gizi dari Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Karawaci, menjelaskan fungsi dan mengapa kita perlu mengonsumsi vitamin ini.

Apa Sebenarnya Vitamin E dan Peranannya di Tubuh?

sumber vitamin E alami
Foto: www.unsplash.com

Sebelum mengetahui sumber vitamin E alami, ada baiknya jika kita mengetahui vitamin yang sering kali terdapat di dalam produk kecantikan dan makanan ini.

“Vitamin E adalah zat gizi esensial atau zat gizi yang tidak dapat dihasilkan oleh tubuh sehingga perlu didapatkan dari luar tubuh yaitu dari makanan yang dikonsumsi,” jelasnya kepada LIMONE.

Jika dibandingkan dengan teman-temannya, vitamin E masuk ke dalam golongan vitamin larut lemak bersama dengan vitamin A, D, dan K.

“Jadi penyerapan vitamin E akan terganggu jika kekurangan asupan lemak sesuai dari kebutuhan pada manusia. Vitamin E memiliki beberapa bentuk yaitu alfa-, beta-, gama-, delta- tokoferol dan tokotreinol. Alfa tokoferol adalah bentuk vitamin E paling aktif bagi tubuh manusia,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia memaparkan bahwa vitamin E adalah senyawa organik yang terdapat pada makanan, dan merupakan zat gizi mikro. Ini artinya, meski zat gizi ini dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang sedikit, tapi memiliki peranan penting untuk tubuh manusia.

Sepenting apa peranan vitamin E?

“Vitamin E memiliki peran sebagai antioksidan yang akan menangkap radikal-radikal bebas yang masuk kedalam tubuh. Vitamin E akan  memberikan elektron kepada radikal bebas yang tak memiliki pasangan sehingga dapat menunda, memperlambat, dan mencegah proses oksidasi lipid yang dapat merugikan tubuh,” jelasnya.

Radikal bebas ini jika tidak mendapat ‘sumbangan’ elektron dari antioksidan dapat merusak sel dan menimbulkan berbagai masalah dan penyakit bagi tubuh, salah satunya adalah kanker

Fungsi lain vitamin E di dalam tubuh adalah merangsang sistem kekebalan tubuh, berperan dalam pengiriman sinyal kepada sel, dan melindungi sel darah merah dari hemolisis atau kerusakan membran sel darah merah dan memperlambat pembekuan darah atau trombin.

Apa Saja Manfaat Vitamin E bagi Kesehatan Tubuh?

sumber vitamin E alami
Foto: www.unsplash.com

Sekali lagi, meski dibutuhkan tubuh dalam jumlah sedikit, vitamin ini memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Tidak percaya? Ini daftar panjang manfaat vitamin E.

Berperan sebagai antioksidan. Ini bisa dibilang adalah manfaat utama vitamin E bagi kesehatan. Seperti yang disebutkan di atas, antioksidan memiliki peran untuk mencegah kerusakan sel.

Penting untuk sistem imun. Vitamin E memiliki fungsi merangsang sistem kekebalan atau sistem imun di mana vitamin ini dapat meningkatkan produksi antibodi sel darah putih untuk melawan virus dan bakteri yang masuk ke dalam tubuh.

Mengurangi risiko penyakit jantung. Seperti penyakit jantung koroner, dengan cara mengurangi oksidasi kolesterol dalam low-density lipoprotein (LDL) dan lipoprotein densitas rendah (VLDL) di dalam darah.

Mengurangi peradangan dan kekakuan pada gangguan rematik.

Mencegah anemia. Yaitu, sebagai antioksidan dan menstabilkan membran sel darah merah, meningkatkan fungsi dan daya tahan dari sel darah merah sehingga tidak mudah rusak

Mengurangi risiko berkembangnya katarak di mana dapat mengurangi kerusakan oksidatif pada lensa

Memperlambat perkembangan penyakit Alzheimer dan membantu menjaga fungsi otak.

Membantu mengurangi risiko kanker seperti kanker payudara, paru-paru, kulit, dll.

“Beberapa manfaat vitamin E di atas masih terus diteliti bersamaan dengan manfaat-manfaat vitamin E lainnya,” Olivia menekankan.

Apa Kaitan Vitamin E dan Vitamin C?

sumber vitamin E alami
Foto: www.unsplash.com

Gosip yang beredar bahwa vitamin E memiliki hubungan yang super erat dengan vitamin C. Kira-kira apa penjelasannya, ya?

“Vitamin E bersama dengan vitamin C bekerja sama dalam menghambat reaksi oksidasi,” jelas Olivia.

Penjelasan panjangnya begini: dalam melaksanakan fungsinya sebagai antioksidan di dalam tubuh, vitamin E memutuskan reaksi radikal bebas dan berubah menjadi radikal. Vitamin E radikal ini pun beregenerasi kembali menjadi vitamin E yang berfungsi kembali menjadi antioksidan melalui proses biokimia yang melibatkan vitamin C.

“Jadi, vitamin C mengaktifkan kembali vitamin E radikal menjadi vitamin E sebagai antioksidan dan secara tidak langsung menghambat peroksidasi lipid yang dapat melindungi membran lipid dalam tubuh,” jelasnya.

Ah, ternyata kedekatan vitamin C dan E bukan sekadar rumor, melainkan sebuah fakta.

Apa yang Terjadi Jika Kita Kekurangan Vitamin E?

Foto: www.unsplash.com

Kecukupan zat gizi atau tingkat konsumsi zat gizi yang dinilai ‘cukup’ untuk memenuhi gizi hampir semua orang sehat di suatu negara, termasuk vitamin E, untuk setiap orang berbeda-beda. Tergantung usia dan jenis kelamin. Di Indonesia sendiri, menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG) tahun 2019, kecukupan vitamin E seperti yang tertera di dalam tabel di bawah ini.

sumber vitamin E alami

Daftar kecukupan vitamin E di atas membuat kita menjadi bertanya-tanya apa yang terjadi jika kita kekurangan vitamin E.

“Kekurangan vitamin E sangat jarang terjadi,” kata Olivia.

Jika kekurangan terjadi, biasanya disebabkan oleh suatu faktor kesehatan seperti gangguan absorbsi atau penyerapan lemak seperti pada cystic fibrosis dan gangguan transport lipida seperti pada beta-lipoproteinemia.

“Selain itu kekurangan vitamin E dapat terjadi jika tidak mengonsumsi vitamin E dalam jangka waktu yang lama, misalnya selama lebih dari setahun,” lanjutnya.

Sebut saja seseorang mengalami kekurangan vitamin E, maka yang bisa terjadi adalah hemolisis eritrosit atau rusaknya membran sel darah merah. Selain itu, kekurangan vitamin E juga dapat mengakibatkan terjadinya sindroma neurologik. Yakni, “terjadinya ketidaknormalan fungsi pada sumsum tulang belakang dan retina dengan tanda kehilangan koordinasi reflex otot, serta gangguan berbicara dan penglihatan,” imbuhnya.

Di sisi lain, konsumsi vitamin E secara berlebihan dapat mengakibatkan keracunan seperti gangguan pada saluran cerna, mual, muntah dan pendarahan. “Namun hal ini sangat jarang terjadi,” tegas Olivia.

“Bagi orang-orang dengan indikasi medis sehingga mengonsumsi obat antikoagulan (anti pembekuan darah) perlu diperhatikan untuk tidak mengonsumsi vitamin E ‘secara berlebihan’ karena memiliki fungsi yang hampir sama yaitu untuk memperlambat pembekuan darah,” pesannya.

Apa Sumber Vitamin E Alami?

Foto: www.unsplash.com

Ini ‘kan yang kamu tunggu-tunggu dari tadi: makanan yang merupakan sumber vitamin E alami.

Olivia menjelaskan bahwa vitamin E banyak ditemukan dalam bahan makanan, terutama pada minyak tumbuh-tumbuhan dan biji-bijian. Sayuran dan buah-buahan pun merupakan sumber vitamin E yang baik. Untuk lebih jelasnya, coba perhatikan tabel di bawah ini tentang sumber makanan yang paling banyak mengandung vitamin E jenis alfa-tokoferol.

Bila perlu, cetak dan tempelkan di pintu kulkas atau jadikan image home screen di handphone dan laptop.

itu tadi daftar sumber vitamin E alami. Hmm, perlukah kita mengonsumsi suplemen vitamin E?

“Saat kita mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang yang di dalamnya termasuk makanan sumber vitamin E, konsumsi suplemen vitamin E tidak diwajibkan,” terang Olivia.

Menurutnya, dengan mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang, kita sudah dapat memenuhi kebutuham vitamin E bagi tubuh.

“Konsumsi suplemen vitamin E dibutuhkan jika mengalami gangguan absorbsi atau penyerapan lemak seperti pada cystic fibrosis dan gangguan transport lipida seperti pada beta-lipoproteinemia,” tambahnya.

Dan apabila kamu memang membutuhkan suplemen vitamin E, Olivia menjelaskan bahwa suplemen yang baik adalah yang mengandung vitamin E aktif (alfa tokoferol) dan dapat memenuhi kecukupan vitamin E.

Pastinya, “konsumsi vitamin E tersebut pun harus sesuai anjuran dokter. Ahli gizi akan menganjurkan konsumsi makanan dengan gizi seimbang agar dapat memenuhi kebutuhan berbagai vitamin salah satunya vitamin E,” tegasnya.

Selanjutnya: Jika ini terjadi pada kulitmu, kamu wajib mendatangi dokter kulit secepatnya.

podcast button