Tanya Ahli: Mengapa Kita Mengalami Haid yang Tidak Lancar?

haid tidak lancar
Foto: www.freepik.com
Terakhir diperbarui:

Siklus bulanan yang dialami pada tubuh wanita yang dikenal dengan haid atau menstruasi merupakan kondisi di mana peluruhan dinding rahim yang telah menebal dalam wujud darah. Umumnya semua wanita akan mengalami siklus ini, namun terdapat sebagian orang yang mengalami haid yang tidak lancar.

Haid tidak lancar dapat disebabkan oleh beragam faktor. Untuk mengetahui lebih lanjut terkait haid yang tidak lancar, LIMONE menghubungi dr. Caroline Tirtajasa Sp.OG(K), seorang dokter spesialis kandungan, konsultan fertility dan hormon reproduksi, serta ahli bedah laparoskopi di RS Omni Pulomas Jakarta.

Mengapa Menstruasi Terjadi?

haid tidak lancar
Foto: www.freepik.com

“Jadi di dalam rahim terdapat  bagian dinding dalam rahim. Proses menstruasi terjadi berdasarkan akibat dari pengaruh hormon yang ada di indung telur. Hormon estrogen akan mempengaruhi si dinding rahim untuk menebal, di akhir siklus ia akan rontok dan menjadi darah mens,” jelasnya.

Dokter Caroline menambahkan bahwa semakin tebal dinding rahim, maka darah yang akan dikeluarkan juga akan semakin banyak. Pada keadaan normal, darah menstruasi yang keluar tidak lebih dari 80cc per hari serta dalam jangka waktu yang tidak lebih dari satu minggu. 

“Kriteria mens banyak itu kalau lebih dari 80cc per hari, itu berarti sudah tidak normal. Pengaruh hormon tadi membuat bagian dinding rahim tebal atau tipis secara siklik. Makannya orang yang berovulasi siklusnya maka mensnya akan teratur,” tuturnya.

Menurutnya menstruasi selama 2 sampai 3 hari saja sebetulnya merupakan kondisi normal, bukan termasuk menstruasi yang sedikit. Untuk itu siklus menstruasi normal adalah dalam jangka waktu 28 sampai 35 hari. Kemudian jika kurang dari 28 hari atau lebih dari 25 hari, hal tersebut merupakan siklus menstruasi yang tidak normal. 

Apa Penyebab Haid Tidak Lancar?

haid tidak lancar
Foto: www.freepik.com

Gangguan menstruasi dapat menyebabkan menstruasi tidak teratur. Hal ini biasanya disebabkan karena adanya gangguan hormonal. Menurut Dokter Caroline, yang paling sering adalah kondisi siklus yang tidak berovulasi atau anovulatory cycle, seperti yang terjadi pada pasien PCO. 

Haid Tidak Lancar karena PCO

“PCO atau Polycystic Ovary, bahasa awamnya adalah penyakit ke tidak seimbangan hormonal di mana sel telur kecil-kecil terus, tidak ada yang besar. Biasanya pasien PCO datang dengan keluhan mens yang tidak teratur atau tidak hamil meskipun sudah menikah lebih dari satu tahun,” ujarnya.

Sel telur normal memiliki ukuran yang bervariasi, mulai dari sel telur besar, sedang, hingga sel telur kecil. Sedangkan pada kondisi PCO, sel telur yang dihasilkan dalam jumlah banyak namun dalam bentuk yang kecil.  Sehingga pasien  PCO tidak mengalami siklus yang berovulasi.

 “Secara normal sel telur akan ada yang pecah ketika masa subur, kita sebut ovulasi. Pada pasien-pasien yang sudah menikah, sel telur ini akan dibuahi sperma, berkembang jadi embrio kemudian masuk lagi ke dalam rongga dalam rahim dan berkembang menjadi bayi, begitu prosesnya. Pada pasien PCO sel telur tidak ada yang besar dan tidak pecah, sehingga tidak ada juga sel telur yang bisa dibuahi oleh sperma,” ungkapnya.

Peristiwa ovulasi akan membuat siklus menstruasi menjadi teratur. Hal ini karena diproduksinya hormon estrogen dan progesteron, sehingga bekerja dengan imbang untuk menghasilkan menstruasi yang normal. Sementara dalam kondisi yang terjadi pada remaja, biasanya proxyportal ovarium yang dimiliki belum seimbang, sehingga bisa menyebabkan kondisi anovulasi yang membuat tidak terjadinya menstruasi atau justru darah menstruasi yang keluar dalam jumlah yang banyak. 

Haid Tidak Lancar karena Hormon Prolaktin

Selain itu, penyebab haid yang tidak teratur juga dapat disebabkan oleh hormon prolaktin yang tinggi, hal ini dinamakan hiperprolaktinemia. Biasanya pasien yang datang dengan memiliki keluhan sulit hamil dan menstruasi yang tidak teratur. Meski mirip dengan pasien PCO, hal yang membedakan adalah kadar prolaktin yang tinggi.

“Jadi kondisi hiperprolaktinemia adalah tingginya hormon prolaktin dalam darah. Penyebabnya bermacam-macam, mulai dari yang simpel minum obat sakit maag selama bertahun-tahun misalnya, atau tingkat stres yang tinggi. Kalau misalnya prolaktinnya sangat tinggi di atas 100 kita harus melakukan MRI atau scan di kepala, mencari apakah ada adenoma hipofisis atau tumor hipofisis yang ada di otak yang bisa meningkatkan hormon prolaktin,” tambahnya.

Bagaimana Cara Mengatasi Haid Tidak Lancar?

Foto: www.rawpixel.com

Cara tepat untuk mengatasi haid yang tidak lancar yakni dengan mengobati penyebabnya. Untuk mengetahui penyebab hormonal, maka perlu berkonsultasi ke dokter kandungan dan jika memerlukan maka perlu melakukan pengecekan di lab hormon. 

Untuk usia reproduksi atau yang sudah aktif secara seksual dan mengalami terlambat haid sampai satu minggu, ada baiknya untuk melakukan pregnancy test check atau test pack. Jika hasil tes menunjukkan positif, hal ini berarti menandakan kehamilan. Sementara jika hasil tes negatif, mungkin dapat disebabkan oleh faktor hormonal. 

“Bisa ditunggu satu minggu lagi, cek lagi pack test-nya. Kalau tetep negatif juga datang ke dokter kandungan untuk dicek penyebab persis hormonal. Atau kalau diperlukan cek lab hormon, nah hormonnya apa saja, datang ke dokter spesialis kandungan yang ahli hormon,” kata Dokter Caroline.

“Mesti tahu dulu penyebabnya hormon yang mana, kemudian diperbaiki. Kalau sudah diperbaiki harusnya siklus mensnya normal. Untuk itu yang bisa dilakukan adalah mengatasi sesuai penyebab,” tambahnya.

Bagaimana jika Haid Tidak Lancar karena PCO?

Foto: www.freepik.com

Sementara untuk pasien Polycystic Ovary atau PCO dapat mengatasinya dengan terapi. Menurut Dokter Caroline, pasien PCO harus menganut gaya hidup yang sehat. Pasien disarankan untuk tidak mengonsumsi karbohidrat atau gula secara berlebih. Selain itu pasien juga bisa melakukan olahraga seperti jalan pagi selama 30 menit. Ia menambahkan bahwa pasien yang memiliki berat badan berlebih, disarankan untuk mengurangi berat badan sebanyak 10%. 

“Kalau healthy life-nya sudah, maka selanjutnya obat-obatan. Obat yang membantu ovulasi ini terjadi. Obat ini diberikan untuk bekerja membantu si sel telur yang kecil ini, supaya ada sel telur yang besar dan dipecahkan saat masa subur. Tentunya obat-obat untuk memicu ovulasi diberikan ke pasien PCO yang sudah ingin hamil,” bebernya.

Untuk pasien hiperprolaktinemia, cara mengatasinya yakni dengan diterapi. Jika memang tidak ada tumor hipofisis pada otak, maka pengobatannya akan mudah dengan memberikan obat-obatan yang menekan hormon prolaktin. Namun yang paling penting adalah mengetahui ada atau tidaknya tumor hipofisis.

“Kalau memang ada, itu harus diterapi atau diantisipasi jika dia hamil nanti. Karena khawatir kalau nanti hiperprolaktinnya kita obati dan tumor tidak ketahuan, itu akan cenderung pada kondisi kehamilan dan akan menambah tinggi hormon prolaktin dalam darah serta memeperbesar tumor hipofisis ini. Kalau tumor hipofisis ini besar dan menekan kiasma optikum yang ada di bawah tumornya, itu akan menimbulkan gangguan penglihatan,” ungkapnya.

Kesimpulan

Foto: www.freepik.com

Ketika mengalami haid yang tidak teratur, hal ini tentunya akan mengganggu bagi sebagian orang. Untuk itu konsultan fertility dan hormon reproduksi ini menganjurkan untuk memeriksakannya ke dokter. Hal ini bertujuan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kalau disertai keluhan yang lain seperti perut kembung, badan ada yang sakit, dan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, silakan datang ke dokter untuk diperiksa dan diberikan pengobatan. Kalau telat mens sudah tiga bulan, kita harus cari tahu dan jangan dibiarkan berkepanjangan. Karena dampaknya bisa menyebabkan osteoporosis pada tulang-tulang,” sarannya.

Selanjutnya: Bagaimana Cara Menunda Haid?