Kapan Waktu yang Tepat Untuk Menggunakan Test Pack?

test pack
Foto: www.freepik.com

Setiap perempuan yang sudah menikah pastinya menunggu momen-momen membahagiakan seperti kehamilan. Untuk mengetahui tanda-tanda awal dari munculnya kehamilan, biasanya kebanyakan orang akan memilih menggunakan test pack sebelum melakukan pemeriksaan ke dokter. Alat uji kehamilan ini pun banyak beredar di pasaran dan dapat dengan mudah digunakan. Namun pertanyaannya, kapan waktu yang tepat untuk memakainya?

Untuk membahas lebih lanjut mengenai test pack, LIMONE telah menghubungi dr. Lucy Lisa SpOG KFER, spesialis kebidanan dan kandungan dari RS YPK Mandiri, RS Medistra, dan RS MTSJ, yang menjelaskan cara dan waktu yang tepat untuk menggunakan alat tes kehamilan yang satu ini.

Apa Itu Test Pack?

test pack
Foto: www.freepik.com

Test pack berasal dari kata test yang berarti uji dan pack yakni bungkusan, yang berarti alat uji (kit) dalam suatu packing-an. Sebenarnya bisa berarti alat uji apa pun, tetapi di Indonesia test pack diistilahkan secara umum sebagai alat tes kehamilan,” jelasnya.

Alat uji yang berbentuk stik ini dapat digunakan dengan mudah, dan memberikan hasil yang cepat untuk mendeteksi kehamilan. Biasanya digunakan sesegera mungkin setelah mengalami kondisi terlambat haid atau siklus menstruasi yang tidak teratur.

Apakah Penggunaan Test Pack Memberikan Hasil Akurat?

Foto: www.freepik.com

Cara kerja dari alat tes kehamilan ini akan mendeteksi adanya hormon kehamilan atau human chorionic gonadotropin (hCG) dalam urine. Di mana hormon tersebut mulai diproduksi oleh sel syncytiotrophoblast (yang nantinya akan berkembang menjadi plasenta) segera setelah terjadinya implantasi embrio pada dinding rahim. Yaitu paling cepat 8 hari setelah ovulasi terjadi. “Atau secara signifikan dapat dideteksi di dalam darah 10 hari setelah konsepsi (pembuahan). Setelah itu barulah hormon tersebut dapat terdeteksi di urine,” paparnya.

Menurut Dokter Lucy, untuk mendapatkan hasil positif hamil maka memerlukan kadar hormin hCG sebanyak 25 ml di urine. Namun, alat uji kehamilan ini dapat memberikan hasil positif palsu. “Artinya terdeteksi hormon hCG dalam urine tapi tidak hamil yaitu pada kondisi adanya tumor atau penyakit yang menghasilkan hormon hCG. Atau bisa juga dari pemakaian obat-obatan yang mengandung hormon hCG,” tuturnya.

Selain positif palsu, alat tes kehamilan ini juga dapat memberikan hasil negatif palsu. Di mana tidak terdeteksinya hormon hCG dalam urine, sehingga “test pack tidak atau belum dapat mendeteksinya akibat terlalu dini memeriksa tes urine, urine yang terlalu encer, atau adanya kesalahan cara dalam melakukan tes tersebut. Faktor lainnya adalah test pack yang digunakan memiliki ‘cut off’ yang lebih tinggi terhadap kadar hormon kehamilan yang dideteksi dalam urine,” ungkapnya.

Apa Saja Jenis dari Test Pack?

Foto: www.freepik.com

Terdapat dua jenis alat uji yang berhubungan dengan kehamilan, yakni:

Test pack kehamilan

Jenis alat tes yang satu ini berbentuk stik dan banyak beredar di pasaran, sehingga kamu bisa menggunakannya sendiri di rumah untuk menguji apakah kamu sedang berada dalam kondisi hamil atau tidak. Secara teknis pemakaian, terdapat berbagai macam test pack urine yang bisa kamu temukan baik itu alat tes celup, tetes, atau yang diletakkan pada aliran urine.

Test pack masa subur

Alat uji yang satu ini berkaitan dengan reproduksi, yaitu tes ovulasi yang berfungsi untuk mendeteksi kapan masa subur wanita. Ovulation test pack bekerja dengan “mendeteksi perubahan luteinizing hormone (LH) di dalam urine ataupun saliva,” ujar Dokter Lucy.

Jika produksi hormon LH mengalami peningkatan, maka berarti masa ovulasi akan segera tiba dan menjadi waktu terbaik untuk melakukan hubungan seksual yang bertujuan untuk memiliki keturunan. Ketika membeli ovulation test pack, disarankan untuk memastikan produk yang kamu beli merupakan alat uji masa subur. Pasalnya, produknya memiliki bentuk yang menyerupai dengan alat uji kehamilan.

Bagaimana Cara Menggunakan Test Pack?

test pack
Foto: www.freepik.com

Terdapat beberapa langkah yang bisa kamu lakukan untuk menggunakan alat uji kehamilan.

Membaca instruksi

Hal pertama yang bisa kamu lakukan adalah membaca instruksi pemakaian dengan benar. Karena beberapa merek memiliki langkah yang berbeda-beda, namun beberapa alat tes kehamilan akan menyatakan waktu tertentu yang perlu dipatuhi untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Memeriksa tanggal kadaluwarsa

Supaya hasil yang didapatkan optimal, maka kamu juga perlu melihat tanggal kedaluwarsa yang ada di dalam kemasan. Jika alat uji kehamilan telah melewati tanggal kedaluwarsa maka akan memengaruhi hasilnya. “Karena zat yang digunakan untuk mendeteksi hormon kehamilan sudah tidak berfungsi dengan optimal,” ucap Dokter Lucy.

Gunakan dengan tepat

Dengan beragam jenis alat uji kehamilan yang ada, mulai dari test pack celup, tetes, atau diletakkan di aliran urine, namun yang terpenting adalah “menggunakan urine di pagi hari ketika baru bangun. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan urine yang lebih pekat dan menghindari terjadinya pengenceran urine,” jelasnya.

Menunggu hasil

Setelah itu, tunggu beberapa saat hingga garis dalam stik muncul. Jika terlihat dua garis atau tanda plus—meski samar, maka hal ini dapat menandakan bahwa kamu sedang dalam kondisi hamil. Selain itu, kamu juga dapat membaca petunjuk masing-masing dari test pack, karena berbeda merek maka berbeda pula instruksi yang dianjurkan.

Kesimpulan

Foto: www.freepik.com

Alat uji kehamilan ini memang dapat digunakan dengan mudah dan sederhana, hasil yang diberikan pun biasanya dapat menjadi tolak ukur apakah sedang berada dalam kondisi hamil atau tidak. Sebaiknya penggunaan test pack ini dilakukan “segera setelah mens tidak terjadi pada hari yang seharusnya keluar mens (pada siklus yang teratur),” ujarnya.

Setelah mendapatkan hasil dari penggunan alat uji kehamilan, maka kamu dapat segera berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan apakah hasil tersebut benar-benar positif atau tidak.

“Bila hamil, maka dapat dicek apakah sudah terbentuk kantong hamil, apakah kantong hamil di dalam atau di luar rahim, hal ini bertujuan untuk mendeteksinya sejak awal. Karena jika terjadi kehamilan luar kandungan (ektopik), maka ini merupakan kondisi yang tidak menguntungkan,” saran Dokter Lucy.