Mengapa Sangat Sulit Menjaga Pertemanan Saat Usia Kita Bertambah?

pertemanan
Foto: www.gettyimages.com

Sepertinya sah jika dikatakan: lebih mudah menamatkan Mein Kampf sambil bermain TikTok dibandingkan bertemu sobat baikmu secara langsung. Minggu, bulan dan nyaris satu tahun berlalu—rencana bertemu hanya berakhir di WhatsApp grup. Terkadang kamu yang membatalkan. Lain waktu, sahabatmu yang meminta untuk mengatur ulang jadwal pertemuan. Mengapa sulit sekali menjaga hubungan pertemanan saat usia makin bertambah?

Kamu tidak sendirian merasakan hal ini. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Universitas Oxford di Inggris pada 2016 yang mengumpulkan data dari 13 juta pemilik gawai menyimpulkan “umur 25 tahun adalah batas individu memiliki banyak teman,” kata Ayunda Ramadhani, M.Psi., Psikolog, seorang Praktisi Klinis dan Akademisi dan Dosen Psikologi Universitas Mulawarman.

Mengapa Lingkar Pertemanan Makin Mengecil setelah Dewasa?

pertemanan
Foto: www.gettyimages.com

Seperti yang disebutkan di atas, Ayunda mengatakan bahwa memang semakin usia bertambah, maka lingkaran pertemanan akan mengecil. Pra-kuliah, puluhan orang. Pasca kuliah, bisa dihitung dengan satu telapak tangan.

Penyebabnya? Ayunda menyebutkan beberapa hal, misalnya waktu yang sudah tidak sefleksibel dulu. “Karena di usia ini kebanyakan orang telah berkeluarga dan bekerja sehingga tidak memiliki banyak waktu untuk bisa berkumpul dengan teman-teman,” ujarnya.

Selain waktu, menurutnya dengan semakin bertambahnya umur, orang akan cenderung memilih teman berdasar tingkat ‘manfaat’ yang mereka berikan. “Perempuan cenderung menjadi kelompok yang mengeliminasi teman lebih cepat karena mereka kerap menjadikan konsep berteman seperti mencari pasangan hidup,” jelasnya melalui email.

Eh? Kok bisa?

Perempuan cenderung menjadi kelompok yang mengeliminasi teman lebih cepat karena mereka kerap menjadikan konsep berteman seperti mencari pasangan hidup

“Karena perempuan berperan sebagai pengurus rumah tangga, mengurus anak dan suami sehingga mereka cenderung memilih seseorang yang bisa memberikan umpan balik atau keuntungan positif yang bisa membantu mereka dalam mengurus rumah tangga,” jelasnya. Dibandingkan dengan teman, para perempuan biasanya lebih mengutamakan anggota keluarga dekat, termasuk ayah, ibu, kakek nenek, adik/saudara. Pasalnya, mereka inilah yang akan pertama kali menjadi regu penolong ketika kamu memiliki kesulitan sehari-hari, semisal jadwal menjaga dan mengasuh anak. “Orang-orang yang telah mencapai usia dewasa dan memiliki keluarga akan cenderung memprioritaskan keluarga. Karena anak merupakan investasi orangtua,” bebernya.

Ayunda mengutip Michael Price, direktur Pusat Kebudayaan dan Evolusi di Brunel University London, yang mengatakan, “Anak-anak adalah investasi nyata selama sisa hidupmu.” Jelasnya. “Anak dianggap sebagai investasi karena anaklah yang dianggap bisa mengasuh orangtua kelak. Sedangkan teman jelas tak bisa memberi ‘manfaat’ serupa di masa depan,” ujarnya.

Apakah Sulitnya Menjaga Pertemanan ini Pertanda Sesuatu yang Negatif? Mengapa Kamu Tetap Harus Menjalin Pertemanan?

pertemanan
Foto: www.gettyimages.com

Jawaban singkatnya: tergantung. Pada persepsi individu atau kamu.

Menurut Ayunda, ini merupakan suatu proses yang natural yang menjadi bagian dari proses masa dewasa. “Bagaimana cara seseorang mempersepsi keadaan ini akan menentukan apakah hal ini berdampak negatif atau tidak,” jelasnya.

Menyebutkan hal tersebut, Ayunda juga menjelaskan bahwa memiliki dan menjalin hubungan pertemanan adalah sesuatu yang sangat penting. Dan tidak ada yang salah jika semakin dewasa, kamu semakin selektif memilih teman. Misalnya, teman yang memiliki visi dan misi yang sama dengan kamu dalam memandang kehidupan. Mempunyai hobi yang sama (olahraga, memasak, jualan online, dsb).

“Hal ini tetap penting untuk dilakukan agar kita tetap memiliki social support dalam hidup kita, di mana kita bisa bercerita dan berbagi pengalaman kita. Misalnya dalam pengasuhan anak, bagaimana mengatasi konflik dalam rumah tangga dan sebagainya,” Ayunda mengingatkan.

Apakah Sosial Media Bisa Membuat Hubungan Pertemanan Merenggang? Dan Bagaimana Menjaga Pertemanan?

Foto: www.gettyimages.com

Oh, oh, tentang sosial media dan pengaruhnya terhadap hubungan pertemanan, produk kecanggihan teknologi ini memang bisa menimbulkan dua efek: a) merenggangkan atau b) mempererat pertemanan.

Untuk ini, Ayunda kembali menjelaskan bahwa kendalinya ada pada dirimu. Sosial media bisa merenggangkan atau membuat akrab, sepenuhnya tergantung pada cara kamu penggunaaan. “Jika digunakan untuk menjalin silaturahmi, apalagi dengan teman yang sudah lama tidak bertemu karena terpisah jarak, tentu akan semakin merekatkan hubungan,” katanya.

Sebaliknya, jika kamu hanya fokus menggunakan sosial media untuk asyik dengan kegiatan individual, “maka bisa jadi hubungan kita dengan orang lain akan renggang.”

Dan selain media maya, ada cara praktis mempererat pertemanan meski kamu dan dia super duper sibuk. “Selalu keep in touch—dalam artian tidak selalu harus setiap hari bertemu dengan teman apalagi yang bukan satu kantor—usahakan melakukan pertemuan rutin. Bisa mingguan atau bulanan, misalnya dengan mengikuti kajian atau arisan. Atau buat jadwal untuk melakukan hobi bersama-sama di akhir minggu, dengan membawa keluarga masing-masing. Tentunya ini akan semakin merekatkan hubungan pertemanan kalian,” sarannya.

Dan apakah kamu sedang berpikir menjauhi seorang teman? Jika ada gejala-gejala ini di hubungan kalian, sepertinya memang lebih baik menjaga jarak.