Bagaimana Menghadapi Ibu Mertua yang Super Duper Sulit (Apalagi Satu Rumah)

ibu mertua yang sulit
Foto: www.gettyimages.com

Kenapa sih, harus susah banget? Uh-uh, yakni menjalin hubungan dengan ibu mertua. FYI, sebuah studi menemukan “60 persen perempuan mengakui hubungan dengan ibu mertua menyebabkan ketidakbahagiaan berkepanjangan dan stres.” Beberapa ahli memperkirakan bahwa ini ada kaitannya dengan unsur evolusi, yakni menantu dan mertua perempuan berkompetisi untuk menjadi “kepala perempuan” dalam keluarga. Ada yang bilang juga, itu karena kamu terlalu cantik! Dengan kata lain, isu antara kamu dan mertua perempuan bukan hanya kamu yang mengalami—tapi banyak orang. LIMONE menghubungi seorang psikolog untuk mencari tahu bagaimana menghadapi ibu mertua yang sulit, apalagi jika kamu satu rumah. Argh!

Faktor yang Menyebabkan Disharmonisasi antara Menantu dan Mertua Perempuan

ibu mertua yang sulit
Foto: www.gettyimages.com

Menurut Ida Karismatika, S.Psi., M.Psi., Psikolog, seorang psikolog dari RS Citra Husada Jember dan Dosen IKIP PGRI Jember ada berbagai faktor yang bisa menyebabkan hubungan menantu dan ibu mertua tidak begitu akrab. Ada yang karena faktor budaya, keluarga dan komunikasi.

“Sumber permasalahan yang paling sering timbul terkait adalah adanya intervensi (campur tangan) mertua perempuan tentang: masalah keluarga anaknya, perbedaan persepsi dalam masalah pengasuhan dan pendidikan anak, pengelolaan keuangan keluarga, dan pengaturan urusan rumah tangga. Misalnya cara membersihkan rumah, menyiapkan kebutuhan suami dan anak,” jelasnya kepada LIMONE melalui email.

Dan seandainya kamu penasaran mengapa seorang ibu mertua sering kali melakukan intervensi, ini alasannya. “Orangtua atau mertua merasa bahwa hak dirinya atas anaknya telah direbut oleh menantunya yang baru, dan seringkali terjadi perebutan cinta kasih antara mertua dan menantu,” jelas Ida. Manifestasi intervensi ini bisa berupa: komentar kepada menantu tentang apa pun keputusan dan tindakannya, dan membandingkan menantu yang satu dengan yang lain.

Oh, satu lagi: pernikahan yang tidak mendapatkan restu orangtua, juga bisa menjadi akar hubungan menantu dan mertua seasam lemon.

Hal Pertama yang Kamu Ingat tentang ibu Mertua

ibu mertua yang sulit
Foto: www.gettyimages.com

Suka tidak suka, beliau adalah ibu mertuamu. Jadi, pertama-tama terima kenyataan itu. Lalu:

  • Tanamkan dalam diri bahwa orangtua suami adalah orangtua kita juga.
  • Kenali karakteristik mertua, “sehingga kita pandai menempatkan diri saat harus berbakti dan mengabdi sebagai istri atau pun menantu,” kata Ida.
  • Jalin hubungan akrab dan penuh perhatian, fleksibel dan toleran.

Itu yang sebaiknya kamu lakukan, sementara ini—kalau bisa, sekuat mungkin—jangan dilakoni.

  • Berprasangka buruk terhadap orangtua.
  • Saat tidak merasa “at-home”, maka cari jalan keluar dengan ‘konformitas’ baru di luar keluarga. “Mencari pemenuhan kebutuhan pada aktivitas lain (termasuk entertainment) yang dapat memberikan kepuasan sosial-sekonomi bagi diri dan keluarga.”
  • Bagi istri yang bekerja dan memiliki penghasilan mandiri, maka tetap tidak diperbolehkan berbuat sewenang-wenang baik di dalam maupun di luar rumah.
  • Menjalin hubungan yang apatis dan penuh kebencian.

Susah? Pastinya. Oleh karenanya, kamu butuh dukungan dari pasangan. Dan untuk itu, dibutuhkan kemampuan menyesuaikan diri, komitmen, tidak mudah menyerah, dan kematangan emosi. Di unsur yang terakhir ini meliputi kemampuan mengendalikan diri, mampu menerima kritik dan saran. “Juga melakukan penyesuaian yang realistik terhadap situasi baru agar mampu menyelesaikan masalah secara objektif,” beber Ida.

Susah, ya? Itulah hubungan.

Ini yang Sebaiknya Dilakukan Jika Suamimu Lebih “Memihak” Ibunya

Foto: www.istockphoto.com

Di dalam pikiranmu, idealnya ketika ada ketidakcocokan dengan ibu mertua yang sulit, suami mendukung dan berada di pihakmu. Akan tetapi, apa yang harus dilakukan jika pasanganmu sangat membela ibunya? Apalagi saat kalian (kamu dan mertua) sedang adu mulut.

“Insting pria mengatakan kalau dia harus sembunyi atau menghindar dari konflik. Namun, idealnya, suami harus bisa menjadi penengah,” kata Ida. Ini untuk menghindari kedua belah pihak menggunakan konflik sebagai ajang kompetisi. Karena pada dasarnya, keduanya mencintai pria yang sama, dengan cara yang jauh berbeda. Sebagai menantu, maka seorang istri seharusnya menyadari bahwa pasangannya, bagaimanapun juga merupakan seorang anak yang mempunyai ibu dan ayah. Jika kesadaran ini diterapkan maka hubungan baik antara menantu dengan mertua sangat berpeluang membaik dan menjadi harmonis,” sarannya.

Tips Mengatasi Ibu Mertua yang Suka Ikut Campur

ibu mertua yang sulit
Foto: www.istockphoto.com

Mungkin ini sebuah karma. Atau, mungkin ini satu berkat. Mana pun yang kamu pilih, ini tips dari Ida saat menghadapi ibu mertua yang sulit.

  • Jalin komunikasi yang baik dengan mertua. Kenali dirinya lebih lanjut dengan mencari tahu tentang keluarganya, masa lalu, hobi, atau minat.
  • Terima saran atau pun kritik dari mertua.
  • Jalin kerjasama dengan mertua dalam hal pekerjaan rumah tangga misalnya dalam hal memasak, belanja. “Ini berlaku jika kamu tinggal satu rumah dengan orangtua,” jelasnya.

Intinya sih, “bila terjadi konflik, maka selesaikanlah dengan baik dan jangan menghindar,” Ida mengingatkan.

Berbicara tentang sulit, jangan mengajukan pertanyaan sulit ini kepada siapa pun.

podcast button