ICYDK: Stop Bertanya, ‘Kapan Punya Anak’—kepada Siapa pun

pertanyaan kapan punya anak
Foto: www.gettyimages.com

Pertanyaan ini sering kali diajukan kepada teman dan anggota keluarga—dan kerap kali memang maksudnya baik. Pertanyaan yang dimaksudkan adalah, ‘kapan punya anak‘ Dan seandainya kamu belum tahu: pertanyaan itu sangat invasif.

Pasalnya, “Ada berbagai alasan mengapa seseorang belum memiliki anak. Bisa saja ia memang menunda memiliki anak, tidak ingin memiliki anak atau sedang berusaha namun belum membuahkan hasil,” terang Natasya Dotulong, M.Psi., Psikolog, psikolog dari Yayasan Sobat Peduli Jakarta, Founder Biro Psikologi Sahwahita, Kota Wisata Cibubur, dan Founder Kekoci (Kelas Koki Cilik), kepada LIMONE melalui email.

Mengapa Pertanyaan “Kapan Punya Anak” Sebaiknya Tidak Diajukan?

pertanyaan kapan punya anak
Foto: www.gettyimages.com

Menurutnya, kita mesti ekstra hati-hati mengajukan pertanyaan ini kepada mereka yang sudah mencoba dan melakukan segala, tapi belum memiliki anak. “Mungkin banyak kesulitan yang mereka temui dalam proses mendapatkan anak. Tenaga, waktu, biaya juga mungkin tidak sedikit yang mereka keluarkan. Belum lagi secara psikologis, mereka juga merasa tertekan karena adanya tuntutan dari orang-orang terdekat yang berharap mereka memiliki anak,” bebernya.

Pertanyaan ‘kapan punya anak’ terkesan trivial, malah sering kali dijadikan pembuka basa-basi. Namun, bisa berbeda untuk mereka yang belum punya anak. “Pertanyaan tentang anak ini bisa saja dimaknai berbeda oleh mereka yang belum punya anak. Tergantung kondisi psikologis (bagaimana individu memaknai pertanyaan tersebut) masing-masing orang. Bisa saja mereka merasa biasa saja karena sudah kebal ditanyai atau memang merasa wajar saja orang bertanya atau alasan lain. Namun tidak sedikit orang yang merasa terganggu dengan pertanyaan mengenai anak. Perasaan yang muncul bisa kesal, marah atau malah membuat sedih dan kecewa,” paparnya.

Di Sisi Lain, Mengapa Pertanyaan ini Sering Kali Dilontarkan?

pertanyaan kapan punya anak
Foto: www.gettyimages.com

Seandainya kamu pernah melontarkan pertanyaan ‘kapan punya anak’ kepada orang lain, apa alasanmu?

Menurut Natasya, alasannya sederhana: rasa ingin tahun. “Hal ini biasanya jika hubungan pertemanan atau hubungan keluarga yang tidak dekat sehingga tidak mengetahui dengan jelas kondisi orang tersebut. Namun jika sudah mengetahui, apalagi paham benar usaha orang tersebut untuk mendapatkan anak, bisa saja ini bentuk rasa tidak empati dengan kondisi orang lain,” terangnya.

Natasya melanjutkan bahwa “pertanyaan itu belum tentu dimaknai sebagai bentuk perhatian untuk semua orang. Adalah tidak etis jika kita tidak terlalu dekat dengan seseorang namun langsung bertanya soal hal pribadi seperti tentang keluarga,” tekannya.

Untuk status teman, sepertinya perlu ditekankan. “Jika teman kita senang diperhatikan dengan diberikan pertanyaan tentang dirinya, mungkin bisa kita lakukan,” jelasnya. Dengan syarat, kamu tahu, kenal dan super duper akrab dengan temanmu ini.

Bagaimanakah Cara Menunjukkan Empati kepada Teman yang Belum Punya Anak?

Foto: www.gettyimages.com

Dalam hal ini, prinsip yang perlu diingat adalah seseorang yang memiliki empati, memahami kondisi temannya dan mempertimbangkan kondisi tersebut saat hendak memberikan pertolongan.

“Mungkin kita bisa memberi tahu teman kita bahwa kita bisa menjadi tempat untuk dia curhat tentang usahanya memiliki anak. Jadi daripada bertanya, lebih baik tawarkan kesempatan untuk menjadi teman berkeluh kesah dalam proses ia memiliki anak. Kita juga bisa menanyakan bantuan apa yang bisa diberikan kepada teman kita. Hal ini akan lebih menunjukkan perhatian daripada ‘mengajukan pertanyaan,'” sarannya.

Dan mari membalikkan peran: seandainya kamu yang diajukan pertanyaaan ‘kapan punya anak’, bagaimana meresponnya?

Tracee Ellis Ross (47 tahun), aktor dan pemenang Golden Globe, sering kali menerima pertanyaannya, dan bilang biasanya menjawab dengan: “Saya pikir kamu hanya perlu bilang kepada mereka untuk mengurusi hidup masing-masing. Saya tidak takut untuk bilang, ‘ini bukan urusanmu, saya tidak mengerti kenapa kamu perlu menanyakan hal itu.'”

Sementara Natasya menganjurkan untuk menjawab pertanyaan ini “dengan memohon dukungan dan doa dari yang bertanya. Jika memang rasanya sulit menghadapi pertanyaan tersebut, kita punya pilihan untuk tidak menjawab,” tegasnya.

Dan untuk siapa pun di luar sana yang sedang berjuang memiliki anak, Natasya menyarankan untuk melihatnya dengan perspektif lain.

“Memiliki anak butuh waktu dan proses. Waktu yang diberikan cukup panjang justru membantu kita menyiapkan diri menjadi orang tua yang baik. Memiliki anak bukan sekedar hamil dan melahirkan, melainkan menjadi orang tua seumur hidup. Jadi dalam proses memiliki anak, kita justru beruntung dapat waktu mempersiapkan diri menjadi orang tua yang baik,” katanya.

Oh, tidak hanya celetukan seperti ini yang bisa membuat orang lain sedih. Komentar-komentar ini juga akan membuat temanmu yang memiliki masalah jerawat menjadi minder.

podcast button