Bagaimana Mengetahui Bahwa Balikan Sama Mantan adalah Keputusan Terbaik?

balikan sama mantan
Foto: www.freepik.com

Tidak bermaksud, tapi ketika sedang termenung, tiba-tiba super rindu dengan mantan pacar. Menyebalkan? Tergantung. Selain membawa kita bernostalgia, memikirkan mantan juga dapat membuat baper sekaligus mungkin ingin balikan sama mantan. Apakah ini perasaan yang wajar? Perlukah kita kembali dengannya?

Untuk menjawab keresahan yang kamu rasakan, LIMONE telah menghubungi Kara Handali, M.Psi., Psikolog, psikolog dari TigaGenerasi dan Pusat Pengembangan Psikologi Jejak Kaki yang akan membahas lebih lanjut terkait balikan sama mantan.

Apakah Salah Jika Memiliki Perasaan Ingin Kembali dengan Mantan?

Foto: www.freepik.com

“Aku percaya bahwa yang namanya perasaan itu bukan benar atau salah. It exists as it. Wajar juga menurutku, wong namanya pernah jadi sosok terdekat selama kurun waktu tertentu. (Jadi) wajar saja jika masih ada perasaan-perasaannya. Menurutku bukan perkara perasaannya, tapi ketika menyadari ada perasaan itu, lalu kita mau gimana?” ujarnya.

Namun, mengapa muncul perasaan ingin balikan sama mantan?

Menurut Kara, terdapat beberapa faktor penyebab perasaan ini muncul, yakni:

Rasa kehilangan

Ketika ada yang hilang dari keseharian, pastinya kamu akan merasakan hal perasaan yang tidak menyenangkan, terlebih jika kehilangan sesuatu yang disayangi. “Nggak usah ngomong pasangan, kalau misalnya kita udah tinggal di suatu tempat dalam waktu lama dan kita senang tinggal di situ, terus harus pindah, pasti ada momen-momen yang membuat kita kangen,” jelasnya. 

Mencari kenyamanan

Ketika berada dalam kondisi yang kurang baik atau tidak nyaman, keinginan untuk balikan sama mantan bisa jadi semakin besar. “Pada dasarnya karena kita mencari kenyamanan—rasa nyaman yang dulu ada ketika pacaran. Jadi, belum tentu kita betul-betul mau balikan dalam arti membina hubungan lagi, tetapi karena kita kangen sama rasa nyamannya,” papar Kara.

Kesepian

Rasa kesepian ini akan muncul ketika kita sudah terbiasa menghabiskan waktu dengan pasangan, “Biasanya ada yang diajak ngobrol atau jalan, sekarang nggak ada. Ini biasanya lebih mungkin terjadi kalau selama pacaran, waktu kita banyak dihabiskan dengan pacar,” tuturnya.

Nostalgia 

Terkadang, seseorang cenderung mengingat hal-hal baik yang kita alami bersama mantan, yang mungkin sekarang tidak bisa kita lakukan. “So maybe, it’s the nostalgic sweet memories that we want back, not the person, not the relationship, terlebih kalau alasan putusnya memang karena hubungan yang toxic,” katanya.

Adanya interaksi

Ketika seseorang memiliki banyak interaksi dengan mantan yang dapat mengingatkan tentang hubungan di masa lalu, hal ini juga akan memunculkan perasaan ingin kembali dengan mantan. “Bisa juga karena memang mantan yang masih menunjukkan sikap yang sama seperti saat masih pacaran dan tentu itu berpengaruh terhadap perasaan kita,” ucapnya.

“Selain semua alasan di atas yang mengarah ke ‘sebenarnya jangan-jangan kamu bukan mau balikan’, bisa jadi memang perasaan tersebut masih ada dan kita memang masih menganggap bahwa relasi tersebut tidak semestinya berakhir,” tambahnya. 

Bagaimana Cara Mengatasi Perasaan Ingin Kembali dengan Sang Mantan?

balikan sama mantan
Foto: www.rawpixel.com

Ketika kamu merasa masih memiliki perasaan dengan mantan kekasih, Kara menyarankan untuk menelaahnya secara lebih dalam dan kamu bisa melakukan beberapa hal di bawah ini, seperti:

1. Apakah benar kamu masih sayang dengan orangnya atau kamu rindu dengan memori tentang ‘indahnya masa pacaran’? Is it the person or the concept of the person?

2. Apakah kamu mau membina kembali hubungan tersebut atau kita hanya sedang kesepian? Jika alasannya hanya karena kesepian, sebaiknya kamu perlu menghindari untuk menghubungi atau menindaklanjuti perasaan yang kamu miliki.

3. Jika kamu sadar bahwa memang sebaiknya hubungan tersebut berakhir karena toxic relationship atau alasan lain, maka kamu perlu mencari kegiatan positif yang membangun untuk mengisi waktu. Karena biasanya sewaktu melamun dan menganggur, itu yang akan memberikan kita kesempatan untuk berangan-angan. 

4. Mengingat kembali penyebab kandasnya hubungan dan bagaimana perasaan ketika kamu putus. Jika kamu merasa lega (meski tentunya bukan tanpa sedih dan patah hati), berarti kamu mengetahui bahwa memang sebaiknya kamu tidak memiliki perasaan dengan orang tersebut. “Sering kali kita hanya mengingat-ingat hal-hal yang baik ketika kangen sama mantan, tetapi kita justru lupa (tentang) perasaan, kejadian, atau kondisi yang membuat kita memutuskan untuk mengakhiri hubungan,” ujarnya.

Apakah Perasaan Ini Perlu Diungkapkan?

Foto: www.freepik.com

“Kalau ingin balikan hanya karena kesepian, karena merasa tidak berharga, atau kamu sendiri belum menemukan alasan yang jelas kenapa kamu perlu mengungkapkan, maka sebaiknya tidak atau belum perlu untuk diungkapkan,” jawabnya.

Terlebih ketika mantan sudah memiliki pasangan, sebaiknya kamu menghindari terlibat ke dalam hubungannya yang baru. Kara menambahkan, perasaan ingin kembali dengan mantan dapat diungkapkan jika kamu yakin tentang perasaan tersebut. 

“Bahwa kita secara tulus masih menyayanginya, serta hal ini tidak berisiko menyakiti atau mengganggu kehidupannya maupun memberikan harapan palsu padanya. Terkadang, mengungkapkan bisa membuat kita lega. Namun, ingat juga, (bahwa) ketika kita mengungkapkan (maka) bersiap juga untuk kembali merasakan sakit hati kalau responsnya tidak sesuai harapanmu,” lanjutnya. 

Apa yang Perlu Diperhatikan Ketika Memutuskan Akan Balikan Sama Mantan?

Foto: www.rawpixel.com

Jika kamu sudah yakin akan kembali dengan sang mantan, maka Kara memberikan beberapa tips, yakni:

Jangan terburu-buru mengambil keputusan apa pun

Kamu dapat mengingat kembali alasan hubungan tersebut berakhir. “Kalau seandainya balikan, seberapa besar kemungkinan hubungan yang baru akan lebih baik dari sebelumnya? Karena membangun relasi itu tidak sama dengan memiliki dan mengekspresikan perasaan. Membangun relasi membutuhkan komitmen serta usaha,” papar Kara.

Telaah kembali alasanmu ingin kembali

Ketika ingin balikan sama mantan, kamu dapat mempertimbangkan apakah kamu masih memiliki perasaan yang tulus dan siap untuk membina hubungan secara lebih positif. “Jadi pertanyaannya, sudahkah kamu siap untuk berkomitmen dan berupaya untuk membangun hubungan tersebut? Tidak lupa juga, bagaimana dengan mantanmu? Apakah ia bersediah melakukannya juga? Are you both on the same page?” ujarnya.

Wajib diingat bahwa ketika mantanmu sudah memiliki pasangan baru, maka kamu perlu menghindari untuk masuk ke dalam hubungan mereka. “Sebaiknya hindari mengusik hubungan orang lain, bahkan ketika hubungan antara mantan dengan pasangan barunya nampak kurang harmonis atau dipaksakan. Hubungan mereka bukan urusanmu, lebih baik fokus pada pengembangan diri kita pribadi,” sarannya.

Kesimpulan

balikan sama mantan
Foto: www.freepik.com

Memiliki perasaan ingin kembali dengan mantan kekasih memang merupakan hal yang wajar. Namun Kara mengingatkan bahwa, “first and foremost, remember that you are enough and worthy for who you are. Keberhargaanmu tidak berkurang karena kamu tidak punya pacar,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa bahagia itu merupakan sebuah pilihan. Kita memilih bagaimana kita menjalani hidup, bukan karena siapa kita bisa bahagia, atau karena dengan siapa kita menjalaninya. “Your feeling exist as it is. Jangan salahkan dirimu ketika kamu kangen sama mantan, tetapi jangan terlalu larut di dalamnya. Feeling come and go. Let it come and let it go,” tuturnya.

“Kalau kamu dan mantan memutuskan untuk balikan, pastikan bahwa hal tersebut sehat dan membangun untuk kalian, serta jalani komitmen tersebut dengan sepenuh hati,” sarannya. 

Selanjutnya: Bagaimana Mengenali Ada Orang Ketiga dalam Hubungan.