Seberapa Penting Menatap dan Merencanakan Masa Depan? Ini Kata Psikolog

menatap masa depan
Foto: www.freepik.com

Apa yang akan kamu lakukan di 10 tahun mendatang? Mungkin kalimat tersebut sering kita dengar, dan tak jarang sebagian orang masih kesulitan untuk menjawabnya. Sebab terdapat beberapa orang yang belum menyusun masa depan. Padahal menatap masa depan ini memiliki berbagai manfaat bagi kehidupan kita.

Jika kamu mulai berniat untuk menatap masa depan dan menyusunnya secara perlahan, simak penjelasan dari Tia Prasyatiani, M.Psi., Psikolog, seorang Psikolog Klinis dari Merangkai Jiwa, yang akan memaparkan manfaat dan cara melakukannya dengan tepat.

Apa Pengertian Masa Depan?

menatap masa depan
Foto: www.canva.com

Menurut Psikolog Klinis yang satu ini, “masa depan merupakan soul of life. Jadi jiwa dari setiap hal yang terkait dengan kehidupan adalah masa depan. Ketika kita hidup tanpa memikirkan masa depan, itu it’s not a life. Jadi saat menjalani hari ini dengan berpikir tentang masa depan dengan tujuan tertentu, itu adalah hidup,” paparnya.

Mengapa kebanyakan orang telah menyusun rencana masa depannya?

“Karena masa depan adalah tujuan. Ketika kita dilahirkan di dunia ini, pasti ada tujuannya. Bahkan, Tuhan menciptakan kita pun pasti dengan tujuan tertentu. Kenapa akhirnya orang menyusun masa depan? Karena mereka punya tujuan dalam hidup, dan itu juga perlu disiapkan,” jawab Tia.

Ia menambahkan bahwa masa depan merupakan ciptaan.

“Jadi, tidak ada masa depan yang secara kebetulan tiba-tiba ada. Sehingga masa depan adalah hasil dari ciptaan kita sendiri. Masa depan merupakan sesuatu yang kita buat dengan tujuan dan niat. Jadi kalau ada sesuatu yang terjadi di masa depan dan itu kebetulan, menurut saya itu tidak mungkin,” lanjutnya.

“Sebab, semua pasti telah direncanakan dan dipersiapkan, atau merupakan suatu fakta yang terjadi akibat sesuatu yang tidak kita sadari pernah direncanakan. Kenapa orang menyusun masa depan, yah karena itu adalah sebuah ciptaan bukan pertimbangan,” ungkapnya.

Perlukah Kita Menatap Masa Depan?

perlukah kita menatap masa depan | | Seberapa Penting Menatap dan Merencanakan Masa Depan? Ini Kata Psikolog
Foto: www.freepik.com

Tia mengungkapkan bahwa “perlu tidak perlu itu tergantung. Kalau kamu merasa harus hidup dengan lebih baik, maka kamu harus menyusun dan menatap masa depan. Tetapi kalau misalnya ingin menjalani hidup yang seperti ini saja, maka tidak perlu menyiapkan dan menyusunnya. Jika ingin sesuatu yang lebih buruk untuk terjadi, tidak perlu menyiapkan masa depan,” ujarnya.

“Jadi, perlu tidak perlunya itu tergantung. Kalau kita ingin sesuatu terjadi lebih baik dari sebelumnya, maka sangat perlu untuk menyusun dan mempersiapkan masa depan,” pesannya.

Apa Saja Manfaat Menatap Masa Depan?

menatap masa depan
Foto: www.freepik.com

Sebelum membicarakan lebih lanjut terkait manfaat untuk menatap masa depan, Tia kembali mengingatkan bahwa masa depan adalah sebuah kreasi. “Jadi karena itu adalah hasil ciptaan, berarti apa pun yang kita lakukan saat ini harus benar-benar tujuannya untuk masa depan,” ucapnya.

“Kalau ada orang yang bilang YOLO (you only live once), mungkin beberapa hal memang perlu kita improvisasi dalam hidup dan butuh penyegaran. Tetapi itu bukan selalu tentang YOLO. Karena saat benar-benar berprinsip tentang YOLO, artinya kita sama sekali tidak mengapresiasi diri yang mana mungkin sejauh ini sudah berusaha,” jelasnya.

Sebab masa depan itu adalah suatu ciptaan, jadi apa pun yang kita lakukan saat ini maka konsekuensinya akan terjadi di masa depan. “Jadi benar-benar masa depan adalah kreasi. Tidak ada yang benar-benar baru terjadi secara tiba-tiba,” katanya.

“Kata orang, kamu tidak bisa memilih lahir kaya atau lahir miskin. Tetapi kamu bisa memilih untuk hidup kaya atau miskin. Kamu tidak bisa memilih ayah dan ibumu, tetapi kamu bisa memilih siapa yang akan menjadi ayah atau ibu dari calon anakmu,” ungkapnya.

“Kamu tidak bisa memilih terlahir sebagai orang yang serba berkecukupan dengan privilege atau tidak. Tetapi kamu bisa memilih untuk hidup berkecukupan dengan privilege atau hidup dengan tidak memiliki hak istimewa. Jadi, it’s all about creation. Intinya masa depan adalah sebuah ciptaan,” tambahnya.

Berikut manfaat dari menatap masa depan:

Lebih yakin untuk pengambilan keputusan

Dengan menatap masa depan, itu akan membuat kita lebih mantap, lebih yakin, dan lebih siap untuk mengambil sebuah keputusan. “Ketika kita sudah menyiapkan masa depan, maka setiap keputusan yang akan dibuat itu pasti akan dipertimbangkan, jadi tidak impulsif,” ungkap Tia

“Jika dia impulsif, tiba-tiba melakukan segala sesuatu tanpa memikirkan konsekuensinya. Bahkan ia tidak berpikir satu detik setelah melakukan itu akibatnya apa. Jangankan berbicara tentang lima tahun ke depan, tetapi satu detik setelahnya saja tidak ia pikirkan,” paparnya.

Saat menyiapkan masa depan, manfaatnya itu membuat kita menjadi lebih yakin dengan keputusan yang diambil. Serta pastinya dengan pertimbangan yang telah dipikirkan, kita juga tahu apa saja yang harus dilakukan.

“Saya tidak akan bilang benar salah, karena itu perspektif, dan judgemental. Tetapi paling tidak kita tahu apa yang harus dan tidak harus dilakukan terkait keputusan tersebut,” katanya.

“Ketika sudah menyiapkan tentang masa depan, kita tahu masterpiece apa yang ingin diciptakan untuk ke depannya. Misal kita dapat bonus 500 ribu, Kalau seseorang yang memikirkan masa depan, pasti 500 ribu ini akan diarahkan, 10%-nya untuk apa, 30%-nya untuk apa,” tuturnya.

“Tetapi kalau orang yang tidak berpikir masa depan, maka akan impulsif saja, beli baju lagi padahal kemarin sudah beli baju. Jadi lebih ke controlling live,” lanjut Tia.

Lebih termotivasi

Manfaat menatap masa depan yang kedua adalah kita lebih termotivasi dalam hidup. “Jadi apa pun yang sudah direncanakan, itu akan lebih termotivasi. Misalnya lima tahun kedepan aku ingin punya mobil, kalau di­-breakdown, kira-kira apa saja yang harus dilakukan sekarang. Dengan memiliki masa depan, maka ia akan termotivasi untuk memilikinya,” papar Psikolog Klinis ini.

Jika berbicara tentang masa depan, pasti akan terkait dengan tujuan dan pencapaian. Sehingga hidup kita akan terarah.

“Tiap bangun tidur, kita akan mengusahakannya. Jika ia tidak memiliki masa depan, pasti tidak akan termotivasi. Setiap hari tidak akan ada yang membuatnya semangat, kenapa ia harus bangun, bekerja, dan berusaha di hari ini. Hidupnya akan sangat lurus dan bosan,” ujarnya.

Meningkatkan kesejahteraan psikologis

Saat ia menjalani hari-harinya dengan penuh makna dan tujuan, akan sangat bermanfaat. “Jika ia sudah menyiapkan masa depan, maka setiap pagi saat bangun tidur akan semangat untuk melakukan rencananya. Ketika ingin tidur, ia akan memikirkan langkah apa yang harus dia lakukan di esok hari. Meski mungkin tidak terjadi setiap hari, tetapi ia akan terus semangat,” katanya.

“Berbeda dengan orang yang setiap harinya berada dalam kondisi yang tidak baik-baik saja. Karena biasanya ia tidak memiliki pandangan untuk melakukan apa pun di tiap harinya,” lanjut Tia.

“Jadi, saat orang mengalami masalah, biasanya saya akan mendorong supaya ia mengetahui keinginannya dan apa tujuan yang ingin dicapai. Artinya, saat seseorang berpikir tentang masa depan, dan menginginkan itu terjadi, mungkin dia akan baik-baik saja,” tuturnya.

Tetapi jika kamu merasa sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja, cobalah untuk menatap masa depan.

“Setidaknya, ketahui apa yang ingin kamu lakukan untuk besok. Kalau belum tahu apa yang akan dilakukan, tanyakan kepada diri kenapa kamu harus menjalani hidup dan berbuat baik, dan apa hal yang ingin dipertahankan? Ini biasanya dapat mendorongmu supaya lebih semangat,” sarannya.

Membuat kita menjadi lebih baik

Saat memikirkan masa depan, kita akan tahu masa depan seperti apa yang ingin kita miliki. Serta tidak mungkin masa depan yang kita inginkan bisa dicapai dengan cara menyakiti banyak orang.

“Kita pasti butuh relasi untuk melakukannya, butuh waktu lebih, butuh kesehatan. Jadi setiap hal yang kita lakukan pasti akan berpikir tentang konsekuensinya,” ujar Tia.

“Berhenti untuk judgemental. Karena semakin sering menghakimi, kita seolah-olah tidak percaya bahwa masa depan itu bisa diubah dan ditentukan. Jangan-jangan orang yang sering judgemental, ia tidak tahu masa depannya seperti apa. Kalau dia tahu, pasti langung mengetahui apa yang ingin diciptakan,” paparnya.

Serta, apa pun yang terjadi di masa lalu, itu tidak akan selalu menentukan masa depannya. Memang menjadi sebuah bagian, tetapi bukan berarti masa lalu itu akan menjadi masa depan.

“Karena perlu diingat, ada masa sekarang. Saat orang berpikir tentang masa depan, ia pasti tahu masa sekarang dan saat ini bisa menjadi kesempatan untuk melakukan banyak hal, yang bertujuan untuk masa depan. Jadi manfaat menatap masa depan adalah untuk memperbaiki diri,” katanya.

Kapan Waktu yang Tepat Menatap Masa Depan?

kapan waktu yang tepat untuk menatap masa depan | | Seberapa Penting Menatap dan Merencanakan Masa Depan? Ini Kata Psikolog
Foto: www.freepik.com

Menurut Tia, waktu yang tepat untuk menatap masa depan adalah saat ini.

“Di antara masa lalu dan masa depan, ada masa sekarang. Kalau kamu membaca ini di jam 10 lewat 10, maka di jam ini bisa mulai merancang masa depan. Setiap detik yang kamu jalani adalah waktu yang tepat untuk menyusun masa depan,” jelasnya.

Karena, masa depan merupakan hasil kreasi dari hari ini.

“Jadi jangan biarkan masa lalu yang buruk memengaruhi masa depan. What you do today determines the future, not the past. Ibaratnya, masa sekarang adalah kesempatan. Sehingga kesempatan tidak bisa datang dua kali, jadi pergunakanlah dengan maksimal,” sarannya.

Bagaimana Cara Merancang Masa Depan?

cara merancang masa depan | | Seberapa Penting Menatap dan Merencanakan Masa Depan? Ini Kata Psikolog
Foto: www.canva.com

Tia menegaskan kembali bahwa masa depan adalah kreasi. “Jadi karena itu adalah hasil ciptaan, pasti punya pencipta. Dan penciptanya adalah diri kita sendiri, karena itu adalah masa depan kita,” ujarnya.

Berikut cara menatap masa depan:

Pikirkan apa yang diinginkan

Kamu perlu mempertimbangkan tentang dirimu sendiri dulu, sebelum mempertimbangkan orang lain.

“Sekarang, kamu hidup untuk dirimu dan yang akan dilalui nantinya adalah tentang dirimu. Memang akan ada orang lain, tapi jangan sampai masa depan itu untuk orang lain. You are the owner or creator of your future,” paparnya.

Tetapi, jangan juga pada akhirnya kamu egois tanpa memikirkan orang lain. Sebaiknya, seimbangkan dan tetap mempertimbangkan diri sendiri terlebih dahulu.

Jangan biarkan masa lalu menentukan masa depan

Perlu diingat bahwa masa sekarang adalah kesempatan, jadi setiap detik pun merupakan kesempatan.

“Jika kita masih terpaku dengan masa lalu, maka akan sulit untuk menciptakan masa depan. Istlahnya belum move on. Biarkan itu menjadi bagian dari diri kita, tetapi ingat bahwa itu telah terjadi dan tidak ada satu orang pun yang bisa mengubah apa yang telah terjadi,” jelas Tia.

“Artinya, saat ini kamu hidup untuk menjadi lebih baik dalam menciptakan masa depan. Jika sedang menatap masa depan, jangan berusaha untuk melupakan masa lalu. Sebab setiap berusaha untuk melupakannya, maka otakmu akan terus mengingat. Jadi terima saja tentang masa lalu, karena ini bisa menjadi salah satu cara untuk menatap masa depan,” lanjutnya.

Sehingga, cobalah memaksimalkan apa yang kamu miliki saat ini. Lebih berani untuk menerima masa lalu agar bisa hidup damai berdampingan dengannya. Sehingga nantinya tidak akan putus asa lagi, karena di saat ini kita sudah siap dengan merancang masa depan.

Contohnya, jika dalam pasangan kita belum move on, maka akan sulit untuk menerima orang baru. Itu bisa menjadi pelampiasan.

“Pastikan kamu terima masa lalu, sayang dengan diri sendiri, dan barulah biarkan orang lain masuk dan memberi pertimbangan untuk masa depan kita. Tapi kalau kamu belum siap maka jangan—harus benar-benar matang dulu. Caranya dengan menerima apa yang sudah terjadi,” katanya.

Pikirkan hal-hal yang disukai

Karena masa depan itu punya dirimu sendiri, maka kamu punya hak untuk memilih, berjuang, merasa bebas, bahagia, dan mengalami masa depan.

“Jadi caranya adalah dengan menerima masa lalu dan mulai pikirkan apa yang disukai dan tidak disukai. Setelah siap semua, baru berpikir kira-kira bagaimana dengan orang di sekitar,” tuturnya.

Singkatnya, kita harus siap terlebih dahulu dengan diri sendiri, karena itu akan menjadi masa depan kita.

“Saat sedang membuat kue, kita perlu yakin bahwa telur sudah tercampur dengan terigu atau belum, kita berusaha semaksimal mungkin untuk tidak salah langkah. Begitu juga dalam menyusun masa depan, harus dealing dengan diri sendiri, baru berpikir tentang orang lain,” sarannya.

Apakah Masa Depan Ini Dipengaruhi oleh Konsep Diri?

apakah masa depan dipengaruhi oleh konsep diri | | Seberapa Penting Menatap dan Merencanakan Masa Depan? Ini Kata Psikolog
Foto: www.freepik.com

Psikolog Klinis ini menjelaskan bahwa konsep masa depan adalah creation, dan setiap kreasi itu punya pemilik karya. Bagaimana caramu untuk memandang masa lalu, memandang masa sekarang, memandang dirimu sendiri, dan menerima itu semua.

Karena menurut Tia, “tidak ada yang benar dan salah. Itu semua hanyalah persepsi. Bagaimana kondisimu saat ini, jangan pernah menilai dirimu jelek. Jangan juga terlalu memuji-muji diri, karena tidak ada yang benar dan salah,” katanya.

“Seseorang bisa saja membuat kesalahan, dan memperbaikinya. Ada juga yang mungkin tidak terlalu tepat atau menurut orang lain salah, dan bisa kita perbaiki lagi. Itu adalah bagian dari hidup. Setiap hari pasti ada masalah dan perbaikan. Konsep diri ini harus benar-benar berjalan dan bisa diubah. Kamu pasti bisa mengonsepkan hal tersebut,” paparnya.

Bagaimana Konsep Diri Bisa Memengaruhi Masa Depan?

menatap masa depan
Foto: www.freepik.com

Jangan sampai saat kamu merasa gagal dalam mencoba, kemudian berpikir bahwa masa depanmu akan jelek.

“Atau kamu melakukan suatu kesalahan yang benar-benar fatal, dan beranggapan tidak memiliki masa depan. Juga saat kamu baru menang, tapi langsung merasa akan memiliki masa depan yang bagus tanpa usaha. Itu semua hanyalah perspektif,” ujarnya.

“Ketika masih hidup dalam detik ini, satu detik kemudian masih hidup, artinya Tuhan memberikan kamu kesempatan untuk lebih baik, untuk memperbaiki, berusaha untuk berjuang—maka pakailah dengan maksimal,” anjurnya.

Tia menambahkan bahwa jika diibaratkan petualangan, konsep diri itu mata angin. “Kamu tidak akan sampai tujuan kalau konsep dirimu itu masih tidak jelas dan teratur. Jadi kalau misalnya konsep dirimu sudah teratur, cukup jelas, berarti kompasmu baik-baik saja. Petualanganmu pun akan lebih jelas ingin kemana,” tuturnya.

“Kalau misalnya konsep dirimu tidak jelas, maka tidak tahu ingin ke mana. Petualang kalau kompasnya rusak, mau ke mana juga nantinya akan tersesat. Jadi try hard untuk membuat konsep diri dan lebih sayang terhadap diri sendiri,” lanjut Psikolog Klinis ini.

Menurutnya, mencintai diri sendiri itu tidak egois hanya perbedaannya terletak pada tanggung jawab.

“Kalau kamu melakukan sesuatu yang membuat dirimu puas dan melalaikan tanggung jawabmu, itu egois. Tapi kalau kamu melakukan sesuatu untuk memuaskan dirimu dan tidak berdampak buruk bagi orang lain, dan tanggung jawabmu juga tetap terjaga, it’s a self love,” katanya.

Konsep Diri Seperti Apa yang Bisa Membawa Masa Depan yang Baik?

menatap masa depan
Foto: www.pexels.com

“Konsep diri yang sudah jelas terarah. Yang di dalamnya terdapat keyakinan, kepercayaan, dan pikiran positif. Yakin dengan dirimu sendiri, karena itu adalah bekal yang sangat baik dalam menatap masa depan. Kalau kamu ragu, Tuhan saja mengasih kesempatan. Jadi jangan lagi kamu ragu dengan diri sendiri,” sarannya.

Ketika masih diberikan kehidupan satu detik setelah ini, maka artinya Tuhan yakin kamu bisa melalui detik-detik selanjutnya. “Kalau kamu tidak punya keyakinan seyakin Tuhan ke kamu, sulit untuk membangun masa depan. Jadi, modalnya yakin dan positive thinking,” lanjut Tia.

Bagaimana Supaya Tidak Takut Menghadapi Masa Depan?

menatap masa depan
Foto: www.rawpixel.com

Terdapat beberapa cara untuk tidak ragu dalam menghadapi masa depan, akni:

Uraikan secara detail

Menurut Tia, yang pertama harus diuraikan terlebih dahulu apa yang membuatmu merasa takut. “Dari sekarang, coba detail dengan setiap perasaan yang sedang dirasakan. Secara spesifik, carilah apa yang membuatmu takut,” sarannya.

“Karena jika telah spesifik, kamu jadi tahu apa yang harus dilakukan. Namun bagaimana cara lebih spesifik? Bisa dengan self talk, bicara dengan diri sendiri apa alasan munculnya rasa takut tersebut. Seperti misalnya takut karena orang-orang akan menghakimi, sehingga khawatir penilaian mereka akan membuatnya dijauhi,” tuturnya.

Pastikan apa yang sedang dirasakan

Kemudian yang kedua, pastikan perasaan itu benar atau tidak. “Karena jangan-jangan hanya asumsi kamu saja. Kamu melakukan kesalahan, kamu dihakimi, terus kamu menganggap seseorang tidak mau berdiskusi denganmu. Padahal kamu tidak pernah coba diskusi dengannya,” kata Tia. 

Pastikan secara benar, dan diskusikan dengan orang-orang yang telah berpengalaman. Kira-kira apa yang mereka lakukan untuk mengatasi hal tersebut.

“Karena menurut saya, perasaan yang kita rasakan itu harus detail. Jangan sampai kita menganggap itu sebuah ketakutan, tapi ternyata itu adalah rasa kecewa,” lanjutnya.

Atau jangan-jangan kita menganggap kecewa, padahal itu perasaan sedih. Karena kalau tidak jelas, kita akan berperilaku tidak jelas juga. Kalau kita kecewa tapi ternyata sedih, ini bisa dimanfaatkan. ‘Kalau aku menurunkan egoku sedikit saja, aku bisa baikan, nih’. Kemudian bisa diskusi dan membuat hubungan ini menjadi lebih lama,” ujarnya.

Ia kembali berpesan untuk berhati-hati dengan perspektif berasumsi. Pastikan terlebih dahulu dengan data-data, baru kita akan lebih mudah untuk melangkah.

Apa Saja Penyebab Seseorang Tidak Merencanakan Masa Depannya?

penyebab seseorang tidak merencanakan masa depannya | | Seberapa Penting Menatap dan Merencanakan Masa Depan? Ini Kata Psikolog
Foto: www.freepik.com

Tia menuturkan bahwa yang dapat memengaruhinya adalah masa lalu. “Mungkin ada peristiwa trauma, atau kejadian yang membuat akhirnya ia belum bisa berdamai dan menerima dengan hal tersebut atau dengan dirinya sendiri. Sehingga masa lalu yang benar-benar membuat dia tidak mau menatap masa depan,” terangnya.

“Atau mungkin ia memiliki pemikiran bahwa, ‘dalam masa depan aku kayaknya tidak jauh lebih baik dari hari ini’. Itu yang membuat orang tidak mau menyusun masa depan, karena kesalahan dalam meyakini masa lalu,” lanjutnya.

“Coba kembali berpikir, kenapa kamu masih dikasih satu detik tambahan terus sama Tuhan dalam hidupmu? Karena Tuhan yakin dan merasa kamu pantas atas sebuah perubahan dan keyakinan baru,” katanya.

Apa yang Harus Diperhatikan Saat Menyusun Masa Depan?

menatap masa depan
Foto: www.freepik.com

Menurut Psikolog Klinis ini, “harus sadar bahwa setiap detik yang Tuhan kasih untuk kita itu adalah kesempatan. Orang tidak mungkin memberikan kesempatan kalau ia tidak percaya. Begitu juga dengan Tuhan, yang tidak hanya memberi kesempatan kedua, bahkan ada yang ketiga, keempat, kelima, serta setiap detik itu adalah kesempatan untuk kita to make something,” jelasnya.

“Ibaratnya, Tuhan saja percaya, kenapa kamu tidak percaya dengan dirimu sendiri? Jangan pernah meragukan masa depan dan apa yang akan terjadi besok. Sebagai manusia itu, hal terbaik, terbesar, dan termaksimal yang bisa dilakukan adalah berusaha,” lanjutnya.

Karena kita tidak akan pernah bisa menentukan hasil, itu sudah takdir Tuhan. “Tetapi saat sudah berusaha, kita sudah menunjukkan khasanah. Ingatlah kata pepatah, ‘mimpilah setinggi langit, kalau jatuh kita akan jatuh di antara bintang-bintang’,” katanya.

“Tugas kita itu cuma berusaha maksimal, termasuk dalam merancang masa depan. Itu adalah usaha. Dan Tuhan sudah menjanjikan banyak,” lanjut Tia.

“Bahkan Tuhan menyampaikan bahwa setiap kesulitan pasti ada kemudahan, artinya apa? Pasti akan ada masa depan di dalam hidup seseorang. Untuk teman-teman yang masih takut untuk bermimpi dan berharap, tolong ingat bahwa setiap detik dalam hidup kamu adalah sebuah kesempatan dan kepercayaan yang diberikan,” pesannya.

“Penciptamu saja percaya denganmu, masa kamu tidak percaya pada dirimu sendiri? Kalau bukan kamu yang percaya dan sayang dengan dirimu sendiri, lalu siapa lagi yang diharapkan? Ingat bahwa masa depan itu kreasi, setiap kreasi memiliki pemilik, dan masa depanmu itu kreatornya adalah kamu,” tambahnya.

Kesimpulan

jangan membiarkan masa lalu menentukan masa depan | | Seberapa Penting Menatap dan Merencanakan Masa Depan? Ini Kata Psikolog
Foto: www.canva.com

Ia kembali berpesan bahwa jangan membiarkan masa lalu menentukan masa depan. “Karena ingat, masih ada masa sekarang. Dan masa sekarang ini kesempatan untukmu memperbaiki, meningkatkan, mengubah, atau apa pun yang kamu ingin lakukan terkait masa depan,” paparnya.

“Jadi tetap semangat, jangan pernah kamu merasa sepi, sendiri, dan tidak mampu,” sarannya.

“Ketika kamu merasa tidak ada orang yang bisa dipercayai untuk membantu atau sayang sama kamu, ingat bahwa satu detik yang dikasih dalam hidup kamu memiliki arti yang jauh lebih besar. Setiap kesulitan pasti ada kemudahan. Jadi rancanglah masa depan mulai dari sekarang,” pesannya.

error: Konten dilindungi !!