Baru Mengalami Putus Cinta? Ini 3 Cara Agar Bisa Move On

move on
Foto: www.freepik.com
Terakhir diperbarui:

Berakhirnya sebuah hubungan tentu akan menimbulkan reaksi yang berbeda-beda pada setiap orang. Sebagian menganggapnya mudah, namun sebagian lain merasa sulit untuk menerima. Tak jarang, hal tersebut membuat beberapa orang kesulitan untuk move on.

Jika kamu sedang mencari cara untuk move on, maka kamu berada di laman yang tepat. Karena LIMONE telah menghubungi Karina Devany, M.Psi, Psikolog seorang Psikolog Klinis dari Aditi Psychological Center dan Sehat Jiwa untuk mencari tahu tips agar mudah menerima hubungan yang berakhir dan terbuka dengan relasi yang baru.

Apa Itu Move On?

move on
Foto: www.pexels.com

Karina menuturkan bahwa definisi dari istilah move on masih sangat subjektif, tergantung pada persepsi dari tiap orang.

“Ada yang melihat move on sebagai proses ketika relasi berakhir, yang mana seseorang sudah menerima keadaan. Serta ada juga yang melihatnya sebagai momentum ketika seseorang sudah bisa terbuka untuk menjalin relasi yang baru,” paparnya.

Namun “yang bisa dilihat, move on merupakan fase yang dikaitkan dengan situasi berakhirnya sebuah hubungan. Identiknya dengan relasi romantis atau pacaran. Akan tetapi juga bisa diaplikasikan pada hubungan lain, misalnya pekerjaan atau pertemanan,” imbuhnya.

Dan berbicara move on setelah putus cinta, bukanlah sesuatu yang mudah bagi banyak orang (mungkin kamu termasuk di dalamnya).

“Baik atau buruk, relasi dengan seseorang pernah menjadi hal yang signifikan bagi kita. Sehingga, bagi banyak orang it’s not that easy-peasy to move on from a past relationship. Tidak ada aturan atau langkah yang pasti ketika berbicara tentang melalui berakhirnya relasi,” katanya.

Karena, “setiap orang memiliki ritme sendiri mengenai kapan mereka siap untuk menerima fakta bahwa hubungan telah berakhir dan move on. Seperti saat berduka, kehilangan orang yang dikasihi atau relasi yang pernah menjadi bagian penting dalam hidup, serta ketika seseorang akan menghadapi berbagai emosi-emosi negatif. Pastinya berat dan butuh waktu,” lanjutnya.

Baca Juga :  Kenapa ya, Sampai Sekarang Kamu Belum Bertemu Cintamu?

Bagaimana Jika Seseorang Sulit Menerima Hubungan yang Telah Berakhir?

Foto: www.freepik.com

Sebelum bisa move on, ada yang namanya fase 'menerima dengan lapangan dada bahwa hubungan telah berakhir'.

Pada dasarnya, “hubungan itu tetap pernah menjadi bagian penting dalam hidup seseorang. Dan ketika kehilangan, berarti seseorang butuh untuk beradaptasi dengan kenormalannya yang baru. Sometimes it’s not really about the person, it could also be the behavior, the routine,” terangnya.

“Seseorang yang pernah berkomitmen dalam waktu lama, tentu memiliki pola kebiasaan dalam relasinya. Sehingga akan sangat berbeda-beda reaksi seseorang ketika hubungan tersebut berakhir,” lanjut Karina.

Ketika seseorang belum move on, maka hal tersebut sangat bisa memengaruhi kehidupannya.

“Banyak orang yang terlihat sudah move on padahal kenyataannya belum. Hal ini bisa ditunjukkan dari kesulitannya untuk terbuka pada relasi atau orang baru. Ada juga yang sulit untuk memercayai orang lain atau memandang diri sendiri tidak mampu untuk mempertahankan hubungan,” ungkapnya..

Tentu saja belum move on bisa berkembang menjadi isu yang lebih serius apabila sudah mengintervensi berbagai domain dalam kehidupan seseorang. “Misalnya sulit untuk melakukan tugasnya sehari-hari, mengganggu relasinya dengan orang lain, dan orang lain sudah mengeluhkan mengenai hal ini,” katanya.

Di sisi lain, bagaimana jika ternyata pasangan yang malah sulit move on. Maka hal pertama yang perlu diketahui adalah “bagaimana pengaruhnya terhadap kehidupanmu? Apakah fakta bahwa mantanmu belum move on mengganggumu?,” tanyanya.

Kemudian, mungkin kamu perlu membangun beberapa batasan yang baik dengannya.

“Kamu bisa mempertahankan relasi yang baik dan sepantasnya dengan mantan pasangan. Be mindful of how you act might affect them differently than what you intend to. Bisa jadi maksudmu berteman biasa saja tapi ternyata itu menghambat mereka untuk move on,” sarannya.

Bagaimana Cara Agar Bisa Move On?

Foto: www.xframe.io

Karina menurutkan bahwa terdapat beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk bisa segera menerima hubungan yang berakhir, atau pun terbuka dengan relasi yang baru, yakni:

Baca Juga :  Bagaimana Cara Mengajarkan Tanggung Jawab Kepada Anak

Mengakui perasaanmu

How does it make you feel? Mungkin ada kemarahan, kekecewaan, kesedihan, dan shock. Mungkin ada rasa malu karena berpikir bahwa kamu gagal mempertahankan hubungan. Selain itu, mungkin juga ada rasa kesepian dan tidak berdaya. Sadari, berikan dirimu ruang dan waktu untuk mengenal perasaanmu,” sarannya.

Menerima

“Sering kali, sebagian orang kesulitan untuk move on karena terpaku pada memori relasi atau seseorang di masa lalu. Sehingga muncul pemikiran 'Kalau aja aku melakukan lebih baik, pasti nggak berakhir', atau 'Tidak ada yang bisa mengasihiku lebih baik daripada dia', atau 'Semua orang pasti menyakitiku seperti yang dia lakukan,'” papar Psikolog Klinis yang satu ini.

Tentunya, pemikiran-pemikiran ini hanya akan bertahan dan menghambatmu. Dengan menerima, “berarti kamu bersedia untuk terbuka dan memberikan ruang bagi pikiran dan perasaan akibat relasi yang berakhir,” terangnya.

“Untuk mengakui bahwa kamu mungkin telah melakukan sebuah kesalahan dan memaafkan dirimu sendiri. To own the fact that someone you love might hurt you so badly and you should make some boundaries. To own the fact that that happened and you’re no longer there. Berikan ruang untuk itu sehingga relasi yang baru bisa memiliki ruang untuk tumbuh di dalam dirimu,” anjurnya.

Mengetahui kebutuhan diri

Cobalah untuk melihat ke dalam dirimu, “apa yang kamu butuhkan saat ini, apa yang kamu cari dalam hubungan, apa yang bisa kamu pelajari dari relasimu sebelumnya, serta bagaimana kejadian ini bisa membantumu mengembangkan diri,” sarannya.

Karena, “ada orang-orang yang langsung ingin menjalin relasi baru, dan ada yang tidak. Apa pun keputusannya, biarlah itu datang dari tempat yang tepat. Bukan dari bayang-bayang masa lalu tapi dari pemahaman akan dirimu dan tujuanmu,” lanjut Karina.

Bagaimana Ciri-ciri Bahwa Kita Berhasil Move On? Apakah Termasuk Sudah Punya Pacar?

move on
Foto: www.freepik.com

Terdapat beberapa ciri-ciri yang menandakan bahwa kita berhasil menerima hubungan yang berakhir, atau terbuka dengan relasi yang baru. Seperti “ketika pikiran, perasaan dan perilakunya sudah menunjukkan bahwa ia mampu hidup seutuhnya pada masa ini tanpa hambatan dari pengalamannya di masa lalu,” paparnya.

Baca Juga :  Panduan Lengkap Cara Move On (dan Apakah Rebound Relationship Efektif)

Selain itu, “pikiran dan perasaannya juga tidak lagi fokus pada kejadian di masa lalu. Hal ini bisa jadi ditampilkan dengan dapat membuka diri terhadap orang atau pengalaman baru,” imbuh Karina.

Namun, bila pengalaman sebelumnya membuat sulit percaya pada orang lain, “move on bisa ditunjukkan dengan pandangan yang lebih objektif terhadap orang lain. Bila pengalaman sebelumnya membuatnya ragu bahwa dirinya layak dicintai, maka bisa ditunjukkan dengan pandangan yang positif terhadap diri sendiri. It will affect how one’s relationship with others and oneself,” terangnya.

Ada yang bilang: cara efektif melupakan cinta lama adalah buru-buru punya pacar alias rebound relationship. Efektifkah ini?

“Tidak selalu. Karena setiap orang sangat berbeda. Kondisi dan kebutuhannya pun akan berbeda. Seperti yang dikatakan sebelumnya, mengetahui kebutuhan diri merupakan proses yang diperlukan untuk menyesuaikan diri dengan situasi baru setelah berakhirnya sebuah hubungan,” jawabnya.

Pasalnya, “mungkin ada orang yang ingin menjalin hubungan baru, ada juga yang tidak. Namun ketika sudah move on, orang tersebut hidup pada masa kini dan tidak dibatasi oleh memori masa lalu,” imbuhnya.

Kesimpulan

Foto: www.freepik.com

Karina menegaskan bahwa move on sangat subjektif. Bagi beberapa orang, menerima hubungan yang berakhir, atau pun terbuka dengan relasi yang baru dapat terasa mudah, namun sebagian lainnya mungkin merasa sulit.

That person and the relationship was a part of you, it takes time and effort to adjust with changes. Tetapi jika kamu terjebak dalam ingatan yang dapat mencegahmu untuk menjalani hidup, dan kamu tidak bisa menanganinya sendirian, maka tidak masalah untuk mencoba mencari bantuan,” sarannya.

Kamu bisa meminta bantuan dari tenaga professional, “mereka bisa membantumu untuk melihat di luar sudut pandangmu, dan memberikan penilaian yang lebih objektif,” terangnya.