8 Manfaat Baik Mengonsumsi Vitamin B6 Bagi Tubuh

manfaat vitamin b6
Foto: www.gettyimages.com

Vitamin B kompleks memang merupakan sekumpulan vitamin yang memiliki banyak manfaat. Tak ketinggalan, salah satu anggota keluarganya, yakni vitamin B6, juga tidak boleh terlewatkan untuk dikonsumsi. Berikut 8 manfaat vitamin B6 yang bisa kamu peroleh untuk kesehatan tubuh.

Apa Itu Vitamin B6?

manfaat vitamin b6
Foto: www.freepik.com

Vitamin B6 atau yang dikenal dengan piridoksin, merupakan salah satu vitamin yang larut di dalam air. Pastinya, vitamin yang satu ini memiliki beberapa fungsi yang dapat bermanfaat pada tubuh, mulai dari metabolisme protein, pembentukan sel darah merah, dan naurotransmiter.

Pasalnya tubuh tidak dapat memproduksi vitamin B6 sendiri, untuk itu kamu bisa memerolehnya dari makanan atau suplemen. Mengonsumsi vitamin B6 dalam jumlah yang cukup akan sangat penting untuk kesehatan yang optimal, bahkan dapat mencegah dan mengobati kronis.

Manfaat Vitamin B6

Foto: www.freepik.com

Berikut delapan manfaat vitamin B6 bagi kesehatan tubuh.

Meningkatkan mood dan mengurangi gejala depresi

Vitamin B6 memiliki peran penting dalam pengaturan suasana hati. Hal ini disebabkan karena vitamin ini diperlukan untuk menciptakan neurotransmiter yang mampu mengatur emosi, termasuk emosi, termasuk serotonin, dopamine, dan asam gamma-aminbutyric.

Tak hanya itu, piridoksin juga dapat berperan dalam menurunkan kadar asam amino homocysteine dalam darah tinggi, yang telah dikaitkan dengan depresi dan masalah kejiwaan lainnya.

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa gejala depresi dikaitkan dengan kadar darah rendah dan asupan vitamin B6. Terutama pada orang dewasa yang lebih tua, yang berisiko tinggi kekurangan vitamin B.

Satu studi yang dilakukan pada 250 orang dewasa yang lebih tua menemukan bahwa darah yang kekurangan vitamin B6 mungkin akan meningkatan risiko depresi dua kali lopat. Namun, menggunakan vitamin B6 untuk mencegah atau mengobati depresi masih belum terbukti efektif.

Meningkatkan kesehatan otak

Satu studi yang dilakukan pada 156 orang dewasa dengan kadar homosistein tinggi dan gangguan kognitif ringan, menemukan bahwa mengonsumsi dosis tinggi B6, B12, dan folat (B9) dapat menurunkan homosistein dan mengurangi pengecilan di beberapa daerah otak yang rentan terhadap Alzheimer.

Sementara penelitian pada 400 orang dewasa dengan Alzheimer ringan hingga sedang, menemukan bahwa dosis tinggi B6. B12, dan folat dapat menurunkan kadar homosistein tetapi tidak memperlambat penurunan fungsi otak.

Mencegah dan mengobati anemia

Karena perannya dalam memproduksi hemoglobin, vitamin B6 dapat membantu dalam mencegah dan mengobati anemia yang disebabkan oleh defisiensi. Hemoglobin adalah protein yang berfungsi untuk mengantarkan oksigen ke sel-sel tubuh. Ketika kamu memiliki hemoglobin rendah, maka sel-sel tidak akan mendapatkan cukup oksigen. Sehingga dapat mengakibatkan anemia dan merasa kelelahan.

Penelitian telah menghubungkan bahwa kadar vitamin B6 yang rendah dengan anemia, terutama pada wanita hamil dan wanita usia subur. Sebuah studi yang dilakukan pada wanita yang berusia 72 tahun dengan anemia karena kekurangan vitamin B6, menemukan bahwa pengobatan dengan bentuk vitamin B6 dapat memperbaiki gejala.

Studi lain menemukan bahwa mengonsumsi 75 mg vitamin B6 setiap hari selama kehamilan, dapat menurunkan gejala anemia.

Berguna untuk mengobati gejala PMS

Vitamin B6 dapat berfungsi untuk mengobati gejala sindrom pramenstruasi atau PMS, termasuk gejala kecemasan, depresi, dan emosi. Sebuah studi yang dilakukan pada lebih 60 wanita premenopause menemukan bahwa mengonsumsi 50 mg vitamin B6 setiap hari, dapat menurunkan gejala depresi, lekas marah, dan kelelahan PMS sebesar 69%.

Studi lain menemukan bahwa mengonsumsi 50 mg vitamin B6 yang dibarengi dengan 200 mg magnesium per hari, secara signifikan dapat mengurangi gejala PMS, termasuk perubahan suasana hati, lekas marah, dan kecemasan selama satu siklus menstruasi.

Meski hasil ini menjanjikan, namun penelitian lebih lanjut terkait keamanan dan efektivitas vitamin B6 dalam memperbaiki gejala PMS tetap diperlukan.

Mengobati mual selama kehamilan

Manfaat vitamin B6 yang paling sering digunakan adalah untuk mengobati mual dan muntah selama kehamilan. Sesungguhnya para peneliti tidak sepenuhnya yakin mengapa piridoksin dapat membantu mengatasi mual di pagi hari. Namun mungkin karena B6 cukup memainkan beberapa peran penting dalam memastikan kehamilan yang sehat.

Sebuah penelitian yang dilakukan pada 342 wanita dalam 17 minggu pertama kehamilan mereka, menemukan bahwa dengan mengonsumsi suplemen harian 30 mg vitamin B6, dapat secara signifikan mengurangi perasaan mual setelah lima hari pengobatan.

Studi lainnya membandingkan dampak jahe dan piridoksin dalam mengurangi frekuensi mual dan muntah pada 126 wanita hamil. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa mengonsumsi 75 mg vitamin B6 setiap hari dapat menurunkan gejala mual dan muntah sebesar 31%  setelah empat hari.

Mengurangi risiko penyakit jantung

Menurut sebuah penelitian, seseorang dengan kadar piridoksin rendah memiliki risiko hampir dua kali lipat terkena penyakit jantung, dibandingkan dengan mereka yang memiliki kadar B6 lebih tinggi. Ini semua berkat peran vitamin B6 yang dapat menurunkan kadar homosistein, yang sering dikaitkan dengan beberapa penyakit, termasuk penyakit jantung.

Satu studi menemukan bahwa kekurangan vitamin B6 dapat menimbulkan kadar kolesterol darah yang lebih tinggi, sehingga menyebabkan penyumbatan arteri.

Sebuah uji coba juga dilakukan pada 158 orang dewasa sehat yang memiliki saudara kandung dengan penyakit jantung. Mereka dibagi menjadi dua kelompok, yang pertama menerima 250 mg vitamin B6 dan 5 mg asam folat setiap harinya. Sementara kelompok lainnya menerima plasebo.

Kelompok yang mengonsumsi B6 dan asam folat, memiliki kadar homosistein yang lebih rendah dibandingkan dengan kelompok plasebo. Sehingga kelompok ini memiliki risiko penyakit jantung yang lebih rendah secara keseluruhan.

Mencegah kanker

Piridoksin ternyata juga mampu membantu mencegah kanker. Menurut para peneliti, hal ini berkat kemampuannya untuk melawan peradangan yang dapat menyebabkan kanker dan kondisi kronis lainnya.

Sebuah tinjauan dari 12 studi menemukan bahwa asupan makanan yang memadai dan kadar B6 dalam darah, sering dikaitkan dengan risiko kanker kolorektal yang lebih rendah. Seseorang dengan kadar vitamin B6 yang tinggi, memiliki risiko hampir 50% lebih rendah terkena kanker jenis ini.

Penelitian tentang piridoksin dan kanker payudara juga menunjukkan adanya hubungan antara vitamin B6 yang cukup dengan risiko penyakit, terutama pada wanita pascamenopause.

Meningkatkan kesehatan mata

Manfaat vitamin B6 selanjutnya adalah dapat berperan dalam mencegah penyakit mata, terutama degenerasi makula terkait usia (AMD). Sebuah penelitian telah menghubungkan bahwa kadar homosistein yang ada dalam darah ternyata dapat meningkatkan risiko AMD.

Karena vitamin B6 dapat membantu mengurangi kadar homosistein, maka ketika tubuh mendapatkan cukup asupan piridoksin, hal itu dapat menurunkan risiko penyakit degenerasi makula.

Sebuah studi yang dilakukan selama tujuh tahun pada 5400 wanita, menemukan bahwa mengonsumsi suplemen harian vitamin B6, B12, dan asam folat (B9), secara signifikan dapat mengurangi risiko AMD sebesar 35-40%.

Sumber Vitamin B6

manfaat vitamin b6
Foto: www.freepik.com

Sebenarnya, vitamin B6 dapat diperoleh dengan mengonsumsi bahan makanan sumber dan suplemen. Jumlah harian yang direkomendasikan untuk piridoksin adalah 1,3 mg per hari untuk orang dewasa. Selain itu, terdapat sumber makanan yang dapat dikonsumsi, seperti:

  • Kalkun
  • Buncis
  • Tuna
  • Salmon
  • Kentang
  • Pisang
  • Wortel
  • Ubi jalar
  • Tahu
  • Susu
  • Keju
  • Telur
  • Hati sapi
  • Daging sapi
  • Daging dada ayam tanpa lemak

Jika ingin mengonsumsi suplemen vitamin B6 untuk mencegah atau mengatasi masalah kesehatan, maka sebaiknya konsultasikan dengan dokter agar lebih aman.

Risiko Kelebihan Vitamin B6

Foto: www.freepik.com

Meski manfaat vitamin B6 sangat beragam, namun mengonsumsi piridoksin dalam jumlah yang banyak dapat menyebabkan efek samping yang negatif. Toksisitas atau kelebihan vitamin B6 tidak mungkin terjadi ketika mengonsumsi bahan makanan sumber. Namun, ketika kamu mengonsumsi suplemen, maka perlu lebih berhati-hati.

Mengonsumsi lebih dari 1000 mg piridoksin selama satu hari, ternyata dapat menyebabkan kerusakan saraf dan nyeri atau mati rasa pada bagian tangan atau kaki. Bahkan beberapa dari efek samping ini juga bisa dirasakan ketika mendapati asupan 100-300 mg vitamin B6 per hari.

Untuk itu, batas vitamin B6 yang dapat dikonsumsi adalah sebanyak 100mg per hari untuk orang dewasa.

Kesimpulan

Foto: www.freepik.com

Manfaat vitamin B6 memang sangat beragam bagi tubuh. Mulai dari kesehatan mata, hingga meningkatkan suasana hati. Tak hanya itu, jenis vitamin yang satu ini juga mudah didapatkan dari beberapa bahan makanan. Kamu juga bisa mengonsumsi suplemen untuk memenuhi kebutuhan dari piridoksin.

Namun ketika mengonsumsi suplemen, maka kamu perlu berhati-hati. Pasalnya, kelebihan vitamin B6 dapat memberikan efek samping pada tubuh. Untuk itu, pastikan kamu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen vitamin B6.