Di Rumah Seharian, Perlukah Family Time Saat Pandemi? Ini Kata Psikolog

family time
Foto: www.freepik.com

Bagi sebagian besar keluarga, family time merupakan salah satu kesempatan emas untuk mempererat hubungan antar anggota keluarga di tengah kesibukan sehari-harinya. Namun, di tengah pandemi ini rasanya agak aneh karena hampir seluruh anggota keluarga sudah terus-menerus berada di rumah. Lantas, bagaimana cara melakukan family time yang tepat?

Simak penjelasan dari Mega Indrawati Onggo S. Psi., M. Psi, Psikolog seorang Psikolog Klinis yang akan menerangkan manfaat dan cara melakukan family time di tengah pandemi.

Apa Itu Family Time?

family time
Foto: www.freepik.com

Mega menuturkan bahwa family time adalah “waktu yang dihabiskan dengan anggota keluarga untuk bersama-sama melakukan aktivitas tertentu. Bisa dengan anggota utama, yaitu sebuah keluarga (nuclear family) yang terdiri atas orang tua dan anak,” jelasnya.

Selain itu, family time juga bisa dilakukan “bersama keluarga besar (extended family) yaitu dengan kakek, nenek, paman, bibi, sepupu, dan lainnya,” tambahnya.

Apa Manfaat dari Family Time?

Foto: www.rawpixel.com

Sesungguhnya, menghabiskan waktu untuk berkumpul bersama keluarga “memiliki banyak manfaat jika dilakukan dengan tepat, terutama bagi kesejahteraan psikologis seseorang,” tutur Mega.

Setiap anggota

Family time dapat bermanfaat bagi seluruh anggota keluarga, “terutama karena dukungan yang diberikan ke sesama anggota keluarga dapat memperkuat hubungan satu sama lainnya. Misalnya dalam keluarga besar, orang tua dapat mendapatkan dukungan psikologis dan material dari orang tua mereka atau kakek dan nenek dari anaknya,” paparnya.

“Dukungan yang diberikan oleh anggota keluarga dapat menjadi coping yang sifatnya emosional dan membantu dalam menghadapi masalah atau stres sehari-hari. Selain itu, dapat juga meningkatkan keberhargaan diri, rasa percaya diri, sikap optimis, dan mendukung seseorang berperilaku lebih sehat lagi,” imbuhnya.

Tak hanya itu, family time juga bisa digunakan “sebagai waktu istirahat dan melepaskan diri dari tekanan kerja atau sekolah sehari-hari,” ujar Mega.

Orang tua

“Orang tua dapat memanfaatkan family time (khususnya pada anak) sebagai waktu untuk mendiskusikan hal penting dalam keluarga. Serta menunjukkan dukungan, membimbing anak, dan menguatkan nilai penting yang dianut keluarga,” terangnya.

Anak

Adanya hubungan dekat antara anak dengan orang tua dapat “bermanfaat untuk melindungi dari gangguan kesehatan mental. Serta bisa dipergunakan sebagai kesempatan untuk berpendapat, meningkatkan nilai di sekolah, mengurangi perilaku berisko atau berbahaya, dan meningkatkan kompetensi sosial,” katanya.

Apa Penyebab Sebuah Keluarga Tidak Melakukan Family Time?

Foto: www.freepik.com

Meski terdapat beragam manfaat menghabiskan waktu bersama keluarga, namun terdapat sebagian keluarga yang tidak melakukan family time. Hal ini dapat disebabkan karena fungsi sebuah keluarga yang tidak berjalan dengan baik.

“Contohnya banyak konflik, peraturan, peran, dan struktur keluarga yang tidak jelas. Bahkan terdapat situasi tertentu seperti adanya perselingkuhan, perceraian, dan ada anggota keluarga yang sudah meninggal atau tinggal jauh, sehingga dapat mengurangi fungsi keluarganya,” ungkap Mega.  

Selain itu, “penyebab lainnya adalah komunikasi yang kurang baik di antara sesama anggota keluarga. Sehingga dapat membuat salah satu anggota keluarga tidak nyaman dengan family time,” lanjutnya.

Kemudian, ketika sebuah keluarga sama sekali tidak melakukan family time, hal ini dapat membuat hubungan antar anggota keluarga menjadi jauh. “Sehingga meningkatkan risiko gangguan kesehatan mental seperti depresi dan gangguan kecemasan, serta mengurangi fungsi imun tubuh,” terangnya.

“Jika semua anggota tidak bisa berkumpul bersama, maka dapat menghabiskan waktu hanya dengan anggota keluarga tertentu dulu, serta mencari cara untuk menghabiskan waktu bersama semuanya,” anjurnya.

Bagaimana Cara Menghabiskan Waktu Bersama Keluarga?

family time
Foto: www.freepik.com

Menurut Mega, yang paling penting adalah “bagaimana keluarga menghabiskan waktu bersama, bukan seberapa banyak waktu yang dilewatkan. Serta kualitas anggota keluarga dalam berkomunikasi dan seberapa dekat satu sama lainnya,” ungkapnya.

“Hindari memaksa anggota untuk menghabiskan waktu bersama keluarga atau membuat larangan serta tuntutan yang sifatnya mengurangi kesejahteraan salah satu anggota keluarga selama menghabiskan waktu bersama. Coba cari aktivitas yang disukai bersama,” sarannya.

Namun, bagaimana melakukan family time di tengah pandemi, di mana seluruh anggota keluarga selalu berada di rumah?

Family time memang dapat terlihat tricky selama pandemi, karena banyaknya waktu dihabiskan di rumah. Meskipun begitu, tetap perlu untuk memerhatikan kebutuhan masing-masing anggota keluarganya,” paparnya.

Pasalnya, “semakin sering bertemu dapat menambah konflik keluarga. Untuk itu, keluarga dapat mendiskusikan dan memperjelas pembagian waktu antara diri sendiri dan dengan keluarga,” lanjutnya.

Apa Hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Sedang Melangsungkan Family Time?

Foto: www.freepik.com

Mega menyarankan untuk “mencari aktivitas yang bisa dilakukan dan dinikmati bersama. Seperti makan bersama, piknik, indoor game atau boards game, melakukan hobi bersama, berbelanja, dan lainnya,” pesannya.

Selain itu, “orang tua dapat menunjukkan perhatiannya dan membuat forum diskusi yang nyaman untuk anak. Seperti menanyakan hal yang disukai atau yang menjadi kegemaran mereka dari aktivitasnya. Selain itu, atensi dan fokus anggota keluarga perlu diarahkan pada family time-nya,” terang Mega.

Lantas, bagaimana jika terdapat satu anggota keluarga yang tidak senang berkumpul bersama?

“Menunjukkan pengertian dan penerimaan serta mencari tahu penyebab anggota keluarga tersebut tidak suka berkumpul bersama. Selain itu, dapat juga dilakukan pendekatan hubungan secara perlahan-lahan dengan anggota keluarga yang dekat dengannya,” jawab Psikolog Klinis yang satu ini.

Setelah mengetahuinya, “maka dapat mencoba mendiskusikannya, dan melakukan kompromi agar anggota keluarga tersebut mau melakukan family time lagi,” lanjutnya.

Kesimpulan

Foto: www.rawpixel.com

Untuk membangun nilai keharmonisan dalam keluarga, maka dapat dilakukan dengan fungsi keluarga yang terjalin dengan baik, diikuti dengan komunikasi, dan pengertian antara satu sama lainnya.

“Dalam artian, adanya komunikasi dan peran yang jelas, kedekatan hubungan, serta struktur yang tepat dan jelas. Orang tua dapat menjalankan perannya dalam membimbing, mendukung, dan memenuhi anak. Begitu juga anak dapat memenuhi perannya dalam menjalankan pendidikan dan menghormati orang tua,” ujarnya.  

Pada dasarnya, family time memang penting dan memiliki banyak manfaat dalam keluarga. “Namun untuk menjalaninya, maka tidak perlu dipaksakan atau dibuat-buat. Jadi, semoga kamu dan keluarga bisa menemukan waktu dan aktivitas yang tepat untuk dihabiskan bersama-sama,” pesan Mega.