Apa Itu Depresi Mayor dan Bagaimana Menghadapinya?

depresi mayor
Foto: www.pexels.com

Siapa pun pasti pernah merasa sedih ataupun putus asa yang dapat disebabkan oleh beragam hal. Seiring berjalannya waktu, umumnya perasaan tersebut akan hilang dengan sendirinya. Akan tetapi, jika perasaan tersebut terjadi secara terus-menerus dalam jangka waktu yang lama, hal ini perlu diwaspadai karena mungkin saja kamu mengalami depresi mayor.

Apa Itu Depresi Mayor?

depresi mayor
Foto: www.unsplash.com

“Depresi itu suatu kondisi di mana seseorang merasa sedih dan mengalami keterpurukan sehingga kesulitan untuk beraktivitas. Biasanya (akan) memengaruhi seseorang secara afeksi, kognitif, perilaku, dan beberapa juga ada reaksi fisiknya. Jadi kalau depresi mayor ya bisa dibilang gangguan mood atau suasana hati, tetapi ini versi lebih ekstrimnya,” jelas Deacy Anindya Putri, M.Psi., Psikolog, seorang psikolog dari Surabaya dan konseling daring di Grabhealth & Get Kalm.

Menurutnya, ketika seseorang berpotensi mengalami depresi mayor, ini merupakan hal yang wajar. Namun jika terdapat pertanyaan terkait dengan perannya sebagai individu, “tentu fungsinya akan menurun dalam berkegiatan dan beradaptasi di lingkungan,” tambahnya.

Mengapa Seseorang Bisa Mengalami Depresi Mayor?

Foto: www.freepik.com

Terdapat beberapa faktor yang dapat memengaruhi seseorang hingga ia terdiagnosis depresi mayor. “Ditelusuri dulu ada faktor genetika atau tidak, kemudian bagaimana lingkungannya baik keluarga atau pun lingkungan sosialnya. Dilihat juga apakah ada kejadian-kejadian yang membuatnya terpuruk, misalnya. Atau adanya peristiwa yang mungkin tidak sesuai dengan ekspektasinya, kekecewaan terhadap seseorang,” paparnya.

Karena banyaknya faktor penyebab, lantas bagaimana cara mengenali gejala dari depresi jenis ini?

Depresi dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, dan salah satunya adalah depresi mayor, dan gejalanya “bisa ditandai dengan adanya depresi terlebih dahulu, kemudian kesulitan tidur baik itu kualitas dan kuantitas tidur yang menurun. Selain itu, nafsu makan menurun, interest pada kegiatan yang biasanya dilakukan juga menurun,” tuturnya.

Baca Juga :  Ingin Lebih Bahagia di 2021? Pastikan Tiga Hal Ini Masuk ke dalam Resolusi Tahun Barumu

Selain itu, seseorang juga bisa terlihat lesu dan tidak bersemangat. Bahkan ketika sedang melakukan kegiatan pun, biasanya menjadi tidak fokus.

Bagaimana Cara Mengatasi Depresi Mayor?

Foto: www.freepik.com

Untuk mengatasi depresi jenis ini, tentunya perlu dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Tentunya hal ini bertujuan untuk mendapatkan penanganan yang tepat. “Jadi penderita depresi mayor ini bisa ke psikolog atau psikiater,” sarannya.

Deacy juga menganjurkan untuk adanya seseorang yang memonitori penanganan depresi ini, sehingga dapat “membantunya menjadi lebih terarah dalam penyembuhannya,” lanjutnya.

Kondisi ini juga dapat dicegah dengan memahami dan sadar terhadap diri sendiri, ”tahu kita ini sedang dalam fase seperti apa, kegiatan harian sudah mulai terganggu atau tidak, tidurnya nyenyak atau tidak,” ujarnya.

Jika mulai merasa sadar dengan kondisi tersebut, maka hal ini dapat meminimalisir kondisi yang lebih parah. Hal yang bisa dilakukan selanjutnya adalah mencari support system yang dapat dipercaya dan memberikan dukungan sepenuhnya. Setelah itu, segera temui tenaga profesional untuk mendeteksi kondisi yang terjadi dari sejak dini.

Dalam penanganan depresi mayor, tentunya perlu dilakukan secara bertahap dan tidak langsung selesai. Ketika sudah aware dan merasa membutuhkan bantuan dan psikoterapi, maka tahapan dalam terapi harus diikuti agar prosesnya lebih efektif dan mendapatkan hasil yang maksimal.

Kesimpulan

depresi mayor
Foto: www.rawpixel.com

Ketika mendapati orang terdekat yang mengalami kondisi ini, pastinya muncul keinginan untuk membantu dan menemaninya hingga ia bisa mengatasi depresi jenis ini. Akan tetapi, “harus dipastikan dulu dia betul depresi mayor atau tidak. Jangan sampai salah mendiagnosa atau melebih-lebihkan diagnosanya. Kita berusaha untuk menjadi pendengar dan pendamping yang dapat membuatnya merasa nyaman dan tenang,” sarannya.

Deacy juga menambahkan bahwa “jangan sampai menyalahkan atas apa yang ia rasakan atau men-judge-nya dengan berbagai macam stigma. Support dia untuk mau mendapatkan bantuan dari tenaga profesional,” tambahnya.

Baca Juga :  Bagaimana Cara Mencegah Kebiasaan Overthinking?

Selain itu, jika kamu yang memang sudah terdiagnosa depresi mayor, “terima kasih sudah mau berjuang hingga tahapanmu saat ini. Terima kasih sudah mau menyadari dan menerima apa yang dirimu rasakan. Istirahatlah sejenak jika lelah dengan kegiatan atau psikoterapimu. Tetapi, jangan lupa untuk bangkit kembali, teruskan usahamu agar hasilnya optimal. Sehingga kalian dapat menjalani aktivitas dengan nyaman,” tutupnya.