Bagaimana Cara Mengajarkan Tanggung Jawab Kepada Anak

tanggung jawab
Foto: www.freepik.com
Terakhir diperbarui:

Tak hanya pada orang dewasa, ternyata rasa tanggung jawab juga perlu diajarkan pada anak. Pasalnya sikap baik yang satu ini dapat bermanfaat bagi kehidupan dan kepribadian buah hati sekarang dan masa depan. Namun usia berapa anak perlu untuk diajarkan sikap tanggung jawab? Dan bagaimana cara mengajarkannya?

Untuk itu, LIMONE telah menghubungi Gracia Stephanie, M.Psi, Psikolog,Psikolog Klinis Anak dan Remaja dari Mentari Anakku dan Ibunda.id, yang akan membahas terkait pentingnya sikap tanggung jawab dan cara mengajarkannya pada anak.

Apakah Perlu Mengajarkan Tanggung Jawab pada Anak?

tanggung jawab
Foto: www.xframe.io

Gracia menuturkan bahwa “bertanggung jawab artinya melakukan semua tugas dan kewajibannya dengan sungguh-sungguh, serta siap menanggung segala risiko atas perbuatannya sendiri. Tanggung jawab tentu perlu diajarkan pada anak. Karena hal tersebut merupakan karakter yang perlu dibentuk dan tidak muncul dengan begitu saja,” paparnya.

Ia menambahkan bahwa anak akan belajar tanggung jawab ketika diberi kesempatan untuk menjadi bertanggung jawab. Namun, sejak usia berapa orang tua harus mengajarkannya?

“Sejak dini, ketika anak memahami instruksi dan mampu menggerakkan tangan dan kakinya dengan bebas sehingga mampu melakukan sesuatu. Biasanya mulai diajarkan sejak usia satu hingga dua tahun,” jawabnya.

Apa Manfaat Mengajarkan Tanggung Jawab pada Anak?

Foto: www.pexels.com

Menurut Psikolog Anak dan Remaja yang satu ini, terdapat beberapa manfaat dari sikap tanggung jawab yang dimiliki seseorang, yakni:

Lebih dipercaya

Karena memiliki sikap tanggung jawab, maka seseorang akan lebih dipercaya, dihormati, dan disenangi oleh orang lain.

Berani mengakui kesalahan

Dengan mempunyai rasa siap menanggung segala risiko akibat perbuatannya, maka seseorang akan “berani mengakui kesalahan dan mau berubah. Sikap ini merupakan dasar dari kesuksesan,” tutur Gracia.

Baca Juga :  Tanya Psikolog: Bagaimana Cara yang Tepat untuk Mengelola Stres?

Menyelesaikan tugas dengan baik

Ketika anak melakukan semua tugas dan kewajibannya dengan sungguh-sungguh, tentu akan membuatnya berhasil menyelesaikan tugas dengan baik.

Bertindak hati-hati

Karena harus menanggung segala risiko atas perbuatannya sendiri, maka tanggung jawab akan “membuat anak bertindak lebih hati-hati dengan perencanaan yang matang,” katanya.

Lantas, bagaimana ciri-ciri dari anak yang memiliki sikap tanggung jawab?

  • Berani mengakui kesalahannya
  • Memiliki kontrol diri dalam berperilaku
  • Disiplin
  • Dapat dipercaya
  • Taat terhadap aturan

Bagaimana Cara Mengajarkan Sikap Tersebut pada Anak?

tanggung jawab
Foto: www.rawpixel.com

Terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk mengajarkan sikap tanggung jawab menurut Gracia, yakni:

Memberikan contoh

Hal paling dasar yang bisa dilakukan oleh orang tua adalah mencontohkan lewat pengalaman sehari-hari. Pasalnya, “anak belajar paling baik ketika berada dalam situasi yang konkrit, yakni dari apa yang mereka lihat, dengar, dan tidak sengaja terdengar oleh mereka,” terangnya.

“Oleh karena itu, jadilah orang tua yang bertanggung jawab. Misalnya, ketika pulang kerja dan merasa sangat lelah, tetapi masih perlu membuang sampah, maka dapat berbicara pada anak ‘Duh, ayah capek nih hari ini. Tapi sampahnya tetep harus dibuang ya, biar nggak bau rumah kita’,” lanjutnya.

Bercerita

Selanjutnya, kita bisa memberi contoh dengan bercerita, seperti “melalui buku cerita, majalah atau komik tentang orang yang bertanggung jawab. Orang tua dapat mendiskusikan bersama anak tentang nilai-nilai yang dianut oleh tokoh tersebut serta meminta anak menilai mana perilaku yang boleh dicontoh dan tidak,” ujarnya.

Bermain

“Terkadang, aktivitas sehari-hari maupun bermain dapat menjadi sarana untuk belajar bertanggung jawab. Misalnya ketika berpura-pura bermain sebagai penjual makanan, orang tua dapat tidak sengaja menjatuhkan makanan dan mengucapkan ‘maaf’ setelahnya. Belajar mengakui kesalahan dan menunjukkan cara untuk memperbaikinya,” saran Gracia.

Memberi tugas

Cara mengajarkan sikap tanggung jawab juga bisa dilakukan dengan praktik secara langsung seperti memberikan beberapa tugas sederhana sesuai usia dan kemampuan anak.

Baca Juga :  Mengenali Ciri, Kelebihan dan Kekurangan Extrovert

Akan tetapi, “tugas yang diberikan dapat disesuaikan dengan kemampuan anak. Misalnya untuk anak usia kecil mulai dari merapikan dan menyimpan alat permainan pada tempatnya dan membuang sampah pada tempatnya. Serta meletakkan baju kotor di mesin cuci, merapikan tempat tidur dan kamar, menyiapkan buku pelajaran, mengerjaan PR, hingga mengelola uang saku,” contohnya.

Biarkan anak membuat keputusan

Mengajarkan tanggung jawab juga bisa dilakukan dengan membiarkan anak membuat keputusan. “Berikan kesempatan pada anak untuk memilih agar dapat bertanggung jawab pada pilihannya. Misalnya dalam memilih jenis dan model mainan, pakaian, makanan, sekolah, hingga penggunaan uang tabungan,” anjurnya.

“Ketika setelah memilih dan ia merasa tidak puas, jangan langsung berikan apa yang ia inginkan tapi pahami dan dengarkan dulu perasaannya, serta apa yang bisa dipelajari dari pemilihan tersebut,” imbuhnya.

Biasakan anak tepat waktu

Tak hanya itu, cara mengajarkan sikap tanggung jawab juga bisa dengan membiasakan anak menepati waktu dengan memberikan ukuran waktu yang pasti. Misalnya setelah selesai sebuah tayangan TV, atau jika sudah lebih besar menggunakan jam, hari, atau tanggal tertentu,” contohnya.

Melatih anak menyelesaikan tugasnya

Orang tua juga bisa “melatih anak untuk berusaha menyelesaikan tugasnya. Jangan langsung memberikan bantuan bila anak sebenarnya mampu. Tapi jika ia kesulitan, dapat diberikan contoh atau pun arahan untuk membantunya,” ujar Gracia.

Mendukung anak ketika melewati masa sulit

Saat anak melakukan kesalahan, sebaiknya orang tua menahan diri untuk menyalahkan anak. “Sebaliknya, berikan dukungan dan dengarkan penjelasan serta persaannya terhadap hal kesalahan tersebut. Setelah anak merasa nyaman, barulah mengajaknya berpikir mengenai alternatif pemecahan masalahnya serta cara yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi kejadian yang sama,” ucapnya.

“Jelaskan pada anak bahwa ia bertanggung jawab terhadap perilakunya sehingga perlu mengambil alih dalam mencari solusi dibandingkan menyalahkan orang lain atau lingkungan sekitar,” lanjut Psikolog Anak dan Remaja ini.

Izinkan anak menerima konsekuensi perbuatannya

“Agar rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri terbentuk, anak perlu belajar menerima konsekuensi perbuatannya. Ajarkan bahwa setiap perbuatan dan perkataannya memiliki konsekuensi. Misalnya ketika anak terlambat masuk sekolah karena tidur terlalu malam, jangan membiarkan anak lepas dari konsekuensi guru tetapi bantu anak menghadapinya,” anjurnya.

Baca Juga :  Panduan Lengkap Melakukan Self Care (Untuk yang Masih Bingung)

Bagaimana Jika Anak Sulit Diajarkan Bertanggung Jawab?

Foto: www.freepik.com

Sesungguhnya, pembelajaran untuk ebertanggung jawab tentunya tidak mudah. “Sampai dewasa ini pun kita masih terus belajar, bukan? Jadi, memang wajar bila tidak mudah. Teruslah memberikan contoh dan kesempatan pada anak,” papar Gracia.

Selain itu, “yang menjadi dasar dari perilaku anak yang mau mengikuti instruksi maupun aturan dari orang tua adalah adanya relasi yang hangat. Maka, hal ini yang perlu ada terlebih dahulu sebelum memberikan ketegasan dan disiplin,” sarannya.

Namun, mengapa seorang anak bisa kurang bertanggung jawab? Menurut Gracia, hal ini bisa disebabkan oleh beberapa hal, seperti:

  • Tidak dilatih atau diajarkan sejak kecil
  • Tak mendapatkan konsekuensi perbuatan yang seharusnya—dilindungi oleh orang tua atau lingkungan
  • Tidak diberikan kesempatan untuk bertanggung jawab

Apakah Perlu Memberikan Reward Kepada Anak Ketika Berhasil Bertanggung Jawab?

tanggung jawab
Foto: www.freepik.com

Menurut Gracia, hal tersebut perlu dilakukan. “Apalagi untuk anak usia kecil yang sedang di masa awal pembentukan rasa tanggung jawab. Reward di sini tidak selalu berarti hadiah berupa mainan, tetapi bisa juga berupa pujian verbal, pelukan, aktivitas yang disenangi, atau privilage seperti menentukan menu makan malam keluarga yang diinginkan,” paparnya.

Seiring berjalannya waktu, pemberian hadiah ini bisa dikurangi secara bertahap apabila perilaku tanggung jawab telah terbentuk.

Kesimpulan

Foto: www.freepik.com

Pada dasarnya, “tanggung jawab pada anak dapat menciptakan rasa disiplin dan memupuk kepercayaan diri akan berbagai hal yang dapat ia lakukan sendiri,” ujarnya.

Sementara “cara paling mudah untuk mengajarkan rasa dan sikap tanggung jawab adalah dengan mencontohkannya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, orang tua juga bisa memberikan kesempatan pada anak untuk mencoba hal-hal yang ia inginkan,” saran Gracia.