Mengenal Piridoksin dan 9 Manfaatnya Untuk Kesehatan

piridoksin
Foto: www.canva.com

Vitamin merupakan salah satu nutrisi terbaik yang wajib dipenuhi asupannya setiap hari. Dan salah satu yang tidak boleh ketinggalan adalah piridoksin atau yang sering diketahui sebagai vitamin B6. Termasuk ke dalam kelompok vitamin B kompleks, pastinya nutrisi ini memiliki peran penting untuk kesehatan tubuh.

Apa Itu Piridoksin?

piridoksin
Foto: www.canva.com

Piridoksin atau yang dikenal sebagai vitamin B6 merupakan salah satu mikronutrien yang larut di dalam air. Karena sifatnya yang larut dalam air, maka tubuhmu perlu memperoleh asupan vitamin yang satu ini, agar nantinya kebutuhannya dapat tercukupi. Sebab, anggota vitamin B kompleks tersebut tidak bisa diproduksi langsung oleh tubuh.

Oleh karena itu, kamu bisa memenuhi asupannya dengan mengonsumsi makanan sumber atau suplemen.

Kadar piridoksin yang disarankan untuk dikonsumsi sehari-hari adalah:

  • Orang dewasa: sebanyak 1,3 mg per hari
  • Lansia: sebanyak 1,7 mg per hari
  • Remaja: sebesar 1,3 mg per hari
  • Anak usia 9-13 tahun: sebanyak 1,0 mg per hari
  • Anak usia 4-8 tahun: sebesar 0,6 mg
  • Usia 1-3 tahun: sebanyak 0,5 mg

Sementara untuk bayi di bawah enam bulan, direkomendasikan untuk mengonsumsi vitamin B6 sebanyak 0,1 mg per hari. Serta untuk usia 7-12 bulan sebanyak 0,3 mg per hari. Untuk ibu hamil dan menyusui, disarankan untuk mendapat asupan piridoksin sebesar 1,9 mg hingga 2,0 mg per hari.

Khasiat Vitamin B6

Foto: www.canva.com

Berikut sembilan manfaat baik dari vitamin B6 bagi tubuh.

Mampu meningkatkan suasana hati

Apakah saat ini kamu sedang memiliki suasana hati yang buruk? Tenang, cobalah biasakan untuk mengonsumsi vitamin B6 secara rutin. Karena sesungguhnya, fungsi dari piridoksin adalah memainkan peran penting dalam pengaturan suasana hati.

Hal ini disebabkan karena mikronutrien ini bisa menciptakan neurotransmiter yang dapat mengatur emosi, termasuk serotonin, dopamin, dan asam gamma-aminobutyric.

Selain itu, vitamin B6 juga berperan dalam menurunkan kadar asam amino homosistein dalam darah tinggi, yang telah dikaitkan dengan depresi dan masalah kesehatan mental lainnya. Menurut beberapa penelitian, gejala depresi sering dikaitkan dengan rendahnya kadar darah dan asupan vitamin B6. Terutama pada orang dewasa yang lebih tua.

Sebuah studi yang dilakukan pada 250 orang dewasa menemukan bahwa kekurangan vitamin B6 dalam darah ternyata dapat menggandakan kemungkinan terjadinya depresi.

Akan tetapi menggunakan piridoksin untuk mencegah atau mengobati depresi belum terbukti secara efektif.

Meningkatkan kesehatan otak

Ternyata, vitamin B6 juga berperan dalam meningkatkan fungsi otak dan mencegah penyakit Alzheimer. Menurut sebuah studi yang dilakukan pada 156 orang dewasa dengan kadar homosistein tinggi, menemukan bahwa mengonsumsi dosis tinggi B6, B12, dan B9 dapat menurunkan homosistein dan mengurangi pengecilan pada beberapa daerah otak yang rentan terhadap Alzheimer.

Penelitian lain membuktikan bahwa dosis tinggi dari vitamin B6, B12, dan folat juga mampu menurunkan kadar homosistein dan tidak memperlambat penurunan fungsi otak.

Mengobati anemia

Karena salah satu peran dari piridoksin adalah memproduksi hemoglobin, maka vitamin B6 ini juga dapat membantu mencegah dan mengobati anemia.

Perlu diketahui, hemoglobin merupakan protein yang berfungsi untuk mengantarkan oksigen ke sel-sel tubuh. Ketika kamu memiliki kadar hemoglobin rendah, maka sel-sel tidak akan mendapatkan cukup oksigen. Sehingga nantinya bisa memicu timbulnya anemia atau merasa lelah.

Sebuah penelitian telah menghubungkan kadar vitamin B rendah dengan anemia, terutama pada wanita hamil dan wanita dalam usia subur. Untuk itu, sebaiknya kamu tetap menjaga asupan piridoksin dalam tubuh.

Menurut sebuah studi, mengonsumsi 75 mg vitamin B6 setiap hari selama kehamilan ternyata dapat menurunkan gejala anemia pada 56 wanita hamil yang tidak responsif terhadap pengobatan dengan zat besi.

Mengobati gejala PMS

Ketika mengalami sindrom pramenstruasi atau PMS terkadang gejala yang ditimbulkan sangatlah mengganggu, mulai dari kecemasan, mudah marah, hingga depresi.

Namun untungnya, para peneliti menurutkan bahwa vitamin B6 dapat membantu mengurangi gejala PMS. Hal ini berkat piridoksin yang dapat menciptakan neurotransmitter yang mampu mengatur suasana hati. Menurut sebuah studi, mengonsumsi 50 mg vitamin B6 setiap hari bersamaan dengan 200 mg magnesium per hari secara signifikan dapat mengurangi gejala PMS.

Mengurangi mual selama kehamilan

Ternyata selama beberapa decade, vitamin B6 telah digunakan untuk mengobati mual dan muntah selama kehamilan. Hal ini kemungkinan karena piridoksin berperan dalam memastikan kehamilan yang sehat.

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan pada 32 wanita dalam 17 minggu pertama kehamilan, menemukan bahwa 30 mg vitamin B6 secara signifikan mampu mengurangi perasaan mual setelah dikonsumsi selama lima hari.

Sementara menurut studi lain, mengonsumsi 75 mg piridoksin setiap hari dapat menurunkan gejala mual dan muntah sebanyak 31% setelah empat hari dikonsumsi.

Mengurangi risiko penyakit jantung

Kabar baiknya, mengonsumsi vitamin B6 dalam kadar yang cukup setiap harinya dapat mencegah penyumbatan arteri dan meminimalisir risiko penyakit jantung. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa seseorang dengan kadar piridoksin rendah memiliki risiko hampir dua kali lipat terkena penyakit jantung. Hal ini kemungkinan disebabkan karena vitamin B6 dapat menurunkan kadar homosistein yang tinggi.

Selain itu, studi lainnya yang dilakukan pada 158 orang dewasa sehat yang mengonsumsi vitamin B6 dan asam folat memiliki kadar homosistein yang lebih rendah.

Mencegah kanker

Ternyata, mendapatkan cukup vitamin B6 juga dapat membantu mencegah kanker. Menurut para peneliti, hal ini berkat kemampuan piridoksin yang mampu melawan peradangan yang menyebabkan kanker dan kondisi kronis lainnya.

Menurut sebuah penelitian, individu dengan kadar B6 tinggi, akan mengalami 50% lebih rendah untuk terkena kanker kolorektal.

Meningkatkan kesehatan mata

Salah satu manfaat dari vitamin B6 juga dapat mencegah degenerasi makula terkait usia yang sering dialami oleh orang dewasa yang lebih tua. Hal ini kemungkinan disebabkan karena meningkatkan kadar homosistein dalam darah yang tinggi.

Untungnya, vitamin B6 mampu mengurangi peningkatan kadar homosisten dalam darah, sehingga juga dapat menurunkan risiko penyakit ini. Menurut sebuah penelitian, mengonsumsi suplemen harian vitamin B6, B12, dan asam folat secara signifikan mengurangi risiko AMD sebesar 35-40%.

Mengobati peradangan

Selain itu, piridoksin juga bisa membantu mengurangi gejala yang terkait dengan peradangan, salah satunya gejala rheumatoid arthritis. Penyakit radang sendi ini juga dapat disebabkan karena rendahnya kadar vitamin B6 dalam tubuh.

Sumber Makanan Vitamin B6

piridoksin
Foto: www.canva.com

Untungnya, anggota keluarga dari vitamin B kompleks ini dapat dengan mudah ditemukan dalam berbagai macam makanan. Sumber terkaya vitamin B6 di antaranya adalah:

  • Ikan seperti salmon dan tuna
  • Hati sapi dan jeroan
  • Kentang
  • Sayuran hijau
  • Daging sapi
  • Sereal
  • Pisang
  • Semangka
  • Kacang-kacang

Selain itu, kamu juga bisa mencukup asupan vitamin B6 dengan mengonsumsi suplemen. Namun, cobalah untuk berkonsultasi dengan dokter terkait dosis yang dibutuhkan setiap harinya. Hal ini untuk mencegah munculnya efek samping yang akan berdampak bagi kesehatan.

Efek Samping Piridoksin

Foto: www.canva.com

Sesungguhnya, ketika kamu mendapatkan asupan vitamin B6 yang berasal dari bahan makanan sumber, kecil kemungkinan akan mengalami efek samping. Namun terlalu banyak mengonsumsi suplemen vitamin B6 ternyata dapat menyebabkan dampak buruk.

Ketika mengonsumsi lebih dari 1000 mg suplemen B6 dalam sehari, dapat menyebabkan kerusakan saraf dan nyeri atau mati rasa pada area tangan dan kaki. Karena, batas vitamin B6 yang dapat ditoleransi adalah sebesar 100 mg per hari untuk orang dewasa.  

Kesimpulan

Foto: www.canva.com

Piridoksin merupakan salah satu vitamin yang larut dalam air. Karena memiliki fungsi yang penting dalam tubuh, maka kamu harus memastikan asupannya cukup. Untungnya, vitamin B6 ini dapat dengan mudah diperoleh, baik itu dari makanan sumber atau suplemen.