Berencana Mencegah Kehamilan? Ini Cara Tepat Pakai Pil KB Sesuai Saran Ahli

cara pakai pil kb
Foto: www.unsplash.com

Untuk mencegah kehamilan, tak jarang kebanyakan orang menggunakan alat kontrasepsi. Dari berbagai macam jenis yang ada, terdapat pil KB yang paling umum digunakan. Selain mudah diaplikasikan, jenis alat pencegah kehamilan ini juga mudah dicari dan memiliki efektivitas yang tinggi. Namun bagaimana cara pakai pil kb yang benar?

Simak penjelasan dr. Arvitamuriany Triyanthi Lubis, M.Ked(OG), Sp.OG, seorang Dokter Spesialis Kandungan dan Kebidanan dari RS Universitas Sumatera Utara dan RS Royal Maternity, terkait dengan cara pakai pil kb yang tepat dan men cegah terlewat mengonsumsinya.

Apa Itu Alat Kontrasepsi?

cara pakai pil kb
Foto: www.unsplash.com

Menurut Dokter Arvita, “alat kontrasepsi adalah suatu cara atau metode yang diaplikasikan dengan tujuan untuk menunda dan mencegah kehamilan. Seorang wanita akan dikatakan hamil apabila sel sperma bertemu dengan sel telur. Dengan penggunaan alat kontrasepsi, maka akan mencegah sel telur dan sel sperma bertemu,” jelasnya.

Umumnya, alat kontrasepsi digunakan untuk mencegah kehamilan atau menjaga jarak kehamilan. Sebab, negara Indonesia “memiliki jumlah penduduk yang besar, sehingga dengan program alat kontrasepsi maka bisa membantu untuk mengendalikan pertumbuhan jumlah penduduk. Serta untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga,” tambahnya.

Apa Saja Jenis-jenis dari Alat Kontrasepsi?

Foto: www.freepik.com

Saat ini, telah tersedia berbagai jenis alat kontrasepsi yang dapat membantu menunda atau mencegah kehamilan. Dokter Spesialis Kehamilan dan Kandungan ini menyarankan bahwa setiap pasangan perlu memilih jenis alat kontrasepsi mana yang cocok dan aman untuk digunakan.

Karena perlu diingat bahwa setiap alat kontrasepsi memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Berikut beragam jenis alat pencegah kehamilan:

Alat kontrasepsi hormonal

Dokter Arvita menjelaskan bahwa “kontrasepsi hormonal biasanya mengandung kombinasi hormon progesteron dan estrogen, atau hanya hormon progesteron saja,” ungkapnya.

Kontrasepsi hormonal ini tersedia dalam berbagai bentuk, seperti:

Alat kontrasepsi barrier

Jenis alat kontrasepsi yang satu ini berbentuk barrier atau penghalang. Seperti misalnya kondom yang juga dapat mencegah penularan penyakit HIV atau penyakit menular seksual lainnya.

Metode kontrasepsi alami

Selain itu, terdapat pula metode kontrasepsi alami, yakni dengan cara sistem kalender atau dengan menghitung masa subur wanita.

Metode kontrasepsi alami ini juga bisa dilakukan dengan melihat masa menyusui. Para ibu yang menyusui, pembuahan tidak dapat terjadi selama 10 minggu pertama. Namun, jenis KB alami ini hanya efektif dalam kurun waktu tertentu saja.

Metode kontrasepsi permanen

Kemudian, terdapat metode kontrasepsi permanen yakni dengan melakukan tindakan operatif seperti tubektomi pada wanita dan vasektomi pada pria. Kontrasepsi permanen ini memiliki efektivitas yang sangat tinggi dalam mencegah kehamilan.

Bagaimana Dengan Pil KB, Apa Kelebihan Alat Kontrasepsi Ini?

cara pakai pil kb
Foto: www.canva.com

Pil KB merupakan alat kontrasepsi yang paling umum digunakan. Hal ini disebabkan karena “pil KB tergolong praktis untuk diaplikasikan, mudah dibeli, dan memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi. Selain itu, pil KB juga dapat membantu haid menjadi lebih teratur, mencegah kram perut pada saat haid, mengurangi gejala PMS (premenstrual syndrome),” terangnya.

Ketika seseorang mengonsumsi pil KB, maka disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan untuk mengetahui metode kontrasepsi apa yang paling cocok.

“Apabila ingin menggunakan metode pil KB, maka harus tahu kelebihan dan kekurangan dari alat kontrasepsi yang satu ini. Pil KB tidak dapat mencegah penyakit menular seksual. Serta tidak disarankan untuk wanita dengan kondisi medis tertentu, seperti penyakit jantung, hipertensi, kanker payudara, dan kanker rahim,” jelasnya.

Bagaimana Cara Pakai Pil KB?

Foto: www.freepik.com

Sesungguhnya, cara pakai pil KB akan “bergantung pada jenis pil yang dipilih. Berdasarkan kandungan bahan yang ada di dalamnya, pil KB dibagi menjadi dua, yaitu pil KB kombinasi dan pil KB progestin (pil mini). Kedua jenis ini memiliki aturan minum yang berbeda-beda,” tuturnya.

Dokter Arvitamuriany menambahkan bahwa “pil KB dapat diminum dengan segera setelah membelinya, hari apa pun dalam satu minggu dan kapan saja selama siklus menstruasi. Waktu untuk minum pil KB juga tidak dipengaruhi oleh waktu berhubungan seksual,” lanjutnya.

Pil KB kombinasi

Sesuai dengan namanya, “pil ini mengandung kombinasi antara hormon estrogen dan progesteron yang berfungsi untuk mencegah terjadinya ovulasi dan mengentalkan lendir serviks. Sehingga menyebabkan sel sperma tidak bisa bertemu dengan sel telur,” paparnya.

“Cara pakai pil KB kombinasi adalah dengan dikonsumsi sebanyak satu pil setiap hari, dan dapat mulai diminum kapan pun. Tetapi, sebaiknya mulai dikonsumsi dalam lima hari setelah menstruasi. Jika diminum pada saat tidak menstruasi, maka disarankan untuk dikonsumsi selama tujuh hari terlebih dahulu,” lanjutnya.

Kemudian, “selama tujuh hari ini juga dianjurkan untuk menggunakan alat kontrasepsi lain seperti kondom ketika berhubungan. Supaya mencegah terjadinya kehamilan,” pesannya.

Pil KB progestin

Sementara untuk pil KB progestin, “jenis ini hanya mengandung hormon progesteron sintetik. Biasanya pil ini diminum oleh wanita yang sedang menyusui, tidak dapat menggunakan hormon estrogen, merokok, dan yang memiliki penyakit tertentu seperti gangguan pembekuan darah dan hipertensi,” kata Dokter Arvitamuriany.

Untuk cara pakai pil KB progestin, “bisa mulai diminum kapan saja, termasuk pada saat sedang menstruasi. Pil KB jenis ini dikonsumsi sebanyak satu pil setiap hari dan harus dalam waktu yang sama,” tambahnya.

Bagaimana Jika Telat Mengonsumsi Pil KB?

Foto: www.rawpixel.com

Mungkin secara tidak sengaja kita lupa untuk meminum pil KB, dan ketika menyadarinya merasa khawatir akan memengaruhi efektivitas untuk mencegah kehamilan. Namun menurut dokter Arvitamuriany, “jika ketinggalan satu dosis atau telat mengonsumsi pil KB selama satu hari, masih bisa terlindungi dari risiko kehamilan,” ungkapnya.

Akan tetapi, “jika ketinggalan lebih dari dua dosis atau terlambat berhari-hari atau lebih dari 48 jam, maka hal ini dapat meningkatkan risiko untuk terjadinya kehamilan,” lanjutnya.

Selain mengonsumsi pil KB, terdapat pilihan alat kontrasepsi lain yang bisa dilakukan untuk mencegah kehamilan, yakni KB spiral (IUD), suntik KB, atau menggunakan kondom.

Kesimpulan

cara pakai pil kb
Foto: www.canva.com

Spesialis Kandungan dan Kebidanan yang satu ini berpesan untuk memastikan bahwa kamu sudah menerapkan cara pakai pil KB yang sesuai dengan jenisnya dengan baik dan benar. “Jangan sampai lupa untuk meminum pil KB, karena hal ini dapat mengurangi efektivitas dari alat kontrasepsi yang satu ini,” tuturnya.

Supaya tidak lupa, sebaiknya kamu mengatur alarm untuk memastikan mengonsumsi pil KB sesuai dengan panduan dan jadwal yang telah ditetapkan.

“Penting untuk diingat, bahwa setiap jenis pil KB kecocokannya berbeda-beda pada setiap wanita. Jadi sebelum meminumnya, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk memastikan pil KB apa yang cocok untuk digunakan,” pesannya.