Bagaimana Menghadapi Pasangan yang Super Duper Cuek

cara menghadapi pacar cuek
Foto: www.gettyimages.com

Ada pacar yang super perhatian, ada pacar yang lebih cuek dibandingkan (ehem) Donald Trump. Bagaimana cara menghadapi pacar cuek dengan kedalaman Danau Baikal dan ketinggian atmosfer terluar Bumi? LIMONE bertanya kepada Diah Nurayu, M. Psi, Psikolog, Associate Psychologist di Aditi Psychological Center, tentang bagaimana cara menghadapi pacar cuek —dan apakah lebih baik berpisah. Ouch.

Apa Definisi Pasangan yang Cuek?

cara menghadapi pacar cuek
Foto: www.freepik.com

Coba cek di Kamus Besar Bahasa indonesia, cuek memiliki definisi sebagai ‘masa bodoh atau tidak acuh’.

“Berdasarkan definisi tersebut, arti kata cuek terlalu luas untuk mendefinisikan orang yang cuek. Hal ini juga menyebabkan kita cukup sulit untuk menggambarkan secara pasti seperti apa pasangan yang cuek,” jelasnya.

Diah menambahkan bahwa dalam Bahasa Inggris pun, cuek memiliki kata yang beragam, seperti ignorant (cuek yang mengarah kepada masa bodoh), uninterested (cuek yang mengarah kepada perilaku acuh tak acuh akibat tidak adanya minat), apathetic (cuek yang diakibatkan oleh tidak mampu merasakan perasaan), dan lainnya.

“Setiap kata tersebut memiliki makna yang berbeda walaupun dapat diterjemahkan sebagai kata sifat untuk mendeskripsikan seseorang yang memiliki perilaku masa bodoh atau tidak acuh,” imbuhnya.

itu secara leksikologi.

Sementara, dalam hubungan relasi, Diah menerangkan bahwa pasangan yang cuek dapat dikarakteristikan sebagai sosok yang tidak peduli dan kurang mampu untuk menunjukkan antusiasme terhadap pasangannya.

Dan mengapa pasangan cuek kepada kamu? Ada dua kemungkinan, kata Diah.

“Kemungkinan pertama adalah pasangan kamu memang sosok yang tidak peduli dengan kebutuhan kamu dan masa bodoh dengan apa yang kamu lakukan. Pada sosok seperti ini, kemampuannya untuk peka dengan kebutuhan pasangannya dan/atau minat dalam menjalani relasi yang sedang dibina terlihat kurang, sehingga dia perlu mendapatkan pengarahan dari pasangannya,” ujarnya.

Hal di atas bisa disebabkan oleh berbagai hal, misalnya pasangan yang sedang memiliki masalah pribadi atau merasa tidak nyaman dengan kamu.

“Kemungkinan kedua adalah dia sosok yang kurang mampu menampilkan ekspresinya sehingga dia terlihat cuek. Untuk kemungkinan yang kedua, dia hanya terlihat cuek di luar saja, namun dia sosok yang masih memiliki perhatian dan kasih sayang. Hanya saja, dia kurang mampu dalam mengekspresikannya secara langsung kepada pasangannya. Hal ini membuat dia terlihat sebagai sosok yang cuek dan dingin,” tambahnya.

Mengapa Orang Bisa Cuek?

cara menghadapi pacar cuek
Foto: www.freepik.com

Jika kamu memang mengenal pasanganmu sebagai sosok yang cuek, “ini menandakan bahwa dia memang memiliki sifat seperti itu,” ujar Diah.

Ada beberapa faktor mengapa seseorang dapat menjadi cuek, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.

Pada faktor internal, sifat cuek dibawa dari gen orangtuanya dan sudah menjadi bawaan sejak lahir. Kemudian, faktor eksternal, seperti situasi di sekelilingnya, pengalaman yang dia dapatkan beserta pemaknaannya, pola asuh orangtuanya, dan lainnya yang mempertajam atau memperlemah faktor genetik tersebut.

Bagaimana dengan situasi romantis?

“Dalam hubungan romantis, tidak ada faktor tunggal dari seseorang menjadi cuek. Dinamika kehidupan, lingkungan sekitar, dan pemaknaan dia saat saling berinteraksi satu sama lain,” adalah beberapa faktor yang berkontribusi.

“Selain hal di atas, pasangan yang cuek juga bisa menjadi indikasi bahwa pasangan kamu sedang mengalami masalah jika perilaku cueknya ini tidak terlihat seperti biasanya. Untuk itu, kamu perlu lebih terbuka dengan pasangan kamu dengan mengajaknya berkomunikasi mengenai hal ini,” sarannya.

Apakah Cuek Berarti Sudah Tidak Sayang?

cara menghadapi pacar cuek
Foto: www.freepik.com

Hm, jadi penasaran apakah sifat cuek bisa mengindikasikan kadar sayang atau cinta seseorang?

“Kamu perlu melihat kembali apakah perilaku cueknya ini terjadi secara tiba-tiba atau sudah terlihat dari awal. Jika ini sudah terlihat dari awal sejak saat kamu mengenal dia, ini menandakan bahwa pasangan kamu memang sosok yang cuek. Dengan kata lain, perilaku cuek ini sudah menjadi sifatnya,” papar Diah.

Sebaliknya, jika perilaku cueknya timbul secara tiba-tiba dan tidak seperti biasanya, kamu tidak salah jika memiliki begitu banyak pertanyaan dan kecurigaan.

“Perubahan perilaku yang terlihat tidak biasa ini menandakan dia mungkin sedang mengalami sesuatu, misalnya saja masalah pribadi. Sebagai pasangannya, kamu bisa mengonfirmasi dugaan ini dengan cara berkomunikasi secara asertif dengan pasangan,” anjurnya.

Oh, perilaku cueknya tidak selalu menjadi indikasi bahwa sebuah hubungan sedang mengalami masalah.

“Ada faktor-faktor lainnya yang perlu dikonfirmasi langsung oleh kamu sebagai pasangannya, misalnya apakah dia membutuhkan waktu sendiri akibat masalah pribadi sehingga dia tidak memedulikan kamu. Ada baiknya, kamu tetap perlu mengonfirmasi hal ini secara langsung kepada pasangan dengan baik-baik jika pasangan mendadak cuek,” tegasnya.

Apakah Sifat Pacar Cuek Bisa Dihilangkan?

cara menghadapi pacar cuek
Foto: www.freepik.com

Mengingat pacar atau pasanganmu sudah memiliki umur di atas 20 tahun, maka hampir setengah usia hidupnya sudah menjadi orang cuek. Dengan kata lain, sulit mengurangi, apalagi menghapus dan menghilangkan ciri kepribadian ini.

“Ciri kepribadian seseorang yang sudah lama menetap cenderung sulit diubah karena proses pembentukannya juga membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Jika ia menginginkan perubahan, waktu yang dibutuhkan tidak sebentar dan tidak semudah itu,” tukas Diah.

Apabila statusmu masih ‘in relationship with [masukkan nama pasanganmu]’, maka sebagai pasangan kamu perlu perlu belajar untuk lebih toleran dan terbuka mengenai sifatnya yang cuek.

“Jika kamu dan pasangan masih menginginkan relasi yang hangat, kamu bisa mengomunikasikannya dengan pasangan untuk membuat kesepakatan mengenai hubungan. Ajak pasangan kamu untuk mengobrol dari hati ke hati secara asertif dan gamblang mengenai keinginanmu untuk membina hubungan lebih hangat dengannya,” ujarnya.

#Gentlereminder: “Walaupun kamu memiliki pasangan yang cuek, hubungan kalian tetap bisa terjaga,” tegasnya. Ini artinya, memiliki pasangan yang cuek (dari lahir sekalipun) bukanlah kutukan bagi hubungan cinta.

Sama halnya dengan banyak ‘kode percakapan’ dalam percintaan, saat kamu mengomunikasikan masalah ini pun, pastikan kamu berada dalam kondisi yang stabil dan berkepala dingin (tidak emosional) sehingga diskusi dapat berjalan dengan lancar. ini hal yang tidak boleh dilupakan saat menghadapi pacar cuek.

“Gunakan bahasa yang sopan saat berkomunikasi dengannya ketika di mengungkapkan keluh kesahnya. Hindari kritik atau menyela pembicaraannya karena itu akan membuat pasangan kamu merasa tidak nyaman dan semakin tidak ingin terbuka. Setelahnya, fokus kepada penyelesaian masalah dan buatlah kesepakatan bagaimana membina hubungan tersebut ke depannya,” anjurnya.

Bagaimana Cara Menyampaikan kepada Pasangan bahwa Sifat Cueknya Membuatmu Kesal?

Foto: www.freepik.com

Bahkan Maleficent akan kesal jika pasangannya super cuek (malah mungkin tergoda untuk menyihirnya menjadi batu?). Apalagi kamu yang hanya manusia biasa.

“Komunikasi adalah kunci dari sebuah hubungan. Tanpa ada komunikasi akan mudah terjadi kesalahpahaman di mana ini berpotensi terhadap penurunan kepuasan dan kualitas dari sebuah hubungan. Dalam kasus pasangan yang cuek, kamu memang perlu untuk mengalokasikan waktu secara khusus untuk berbicara dari hati ke hati mengenai hal-hal pribadi termasuk soal hubungan,” tekannya.

Untuk itu kamu bisa melakukan beberapa hal ini:

  • Mulai dengan bertanya mengenai kondisi dirinya, apakah dia sedang baik-baik saja, dan lainnya.
  • Ajak pasangan secara baik-baik mengenai arah hubungan ini. “Kamu juga bisa mengatakan bahwa kamu menginginkan perubahan yang lebih baik. Katakan pada pasangan bahwa kamu menginginkan masa-masa indah dalam berelasi. Kamu juga bisa sampaikan kebutuhan-kebutuhan yang belum terpenuhi olehnya,” sarannya. Lakukan percakapan dalam keadaan hati kepala dingin . Dan saat pasangan berbicara, dengarkan dengan seksama serta penuh perhatian mengenai kebutuhan dia yang belum terpenuhi. Dibutuhkan dua orang menari Tango, iya ‘kan?
  • Bertanggung jawab dan meminta maaf. “Jika kamu pernah berbuat salah kepadanya sehingga dia menjadi cuek seperti menyela pembicaraan, selalu melawan argumen, dan bertikai, kamu bisa mulai bertanggung jawab. Paling tidak, kamu dapat mengakui kesalahanmu dan bertanggung jawab dengan apa yang telah kamu perbuat dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.”
  • Hindari topik-topik yang dapat merusak suasana hubungan.
  • Tidak membuat harapan terlalu tinggi dalam mengharapkan arah hubungan yang lebih baik. “Tanamkan dalam diri bahwa perubahan selalu membutuhkan proses dan waktu sehingga kamu perlu bersabar untuk menanti sebuah perubahan,” sarannya.

Bagaimana Cara Menghadapi Pacar Cuek?

Foto: www.freepik.com

Diah memahami bahwa memiliki pasangan yang cuek memang membutuhkan strategi agar hubungan tetap langgeng. Untuk itu melakukan beberapa hal ini mungkin bisa memberikan pencerahan dan keharmonisan bagi hubungan kalian berdua. Berikut cara menghadapi pacar cuek.

  • Hindari pembahasan topik yang memang pasangan tidak minat atau tidak suka. “Jika pasangan telah beberapa kali menyatakan bahwa dia tidak tertarik, kamu perlu menerima itu,” ungkapnya.
  • Kurangi kebiasaan menyela atau terlalu berlebihan dalam menyampaikan opini dengan tujuan opini didengar. “Perilaku ini membuat pasangan kamu merasa tidak nyaman dan tidak dihargai. Dia akan menganggap bahwa dia tidak didengarkan sehingga dia enggan untuk mengekspresikan dirinya,” imbuhnya.

Terakhir: apakah memang pasangan yang cuek atau kita menuntut terlalu banyak perhatian?

“Cara membedakan antara pasangan yang memang benar cuek atau kamu yang terlalu menuntut adalah melalui refleksi diri,” jawabnya.

“Kamu dapat merefleksikan bagaimana pola perilaku yang muncul dari pasangan kamu. Jika memang perilaku cuek, seperti masa bodoh dan tidak peduli, sudah ada sejak pertama mengenalnya, ini menandakan bahwa dia memang memiliki sifat yang cuek,” ujarnya.

Dan agar menemukan jawabannya, refleksi tidak mentok tentang pasangan. “Kamu pun juga bisa melakukan refleksi ke dalam diri apakah ada perilaku yang pernah kamu tampilkan berdampak kepada munculnya perilaku cueknya,” tegasnya.

Bagaimana jika kamu tetap belum menemukan jawaban atas pertanyaan apakah dia yang cuek atau kamu yang demanding?

“Jika kamu merasa bahwa hasil refleksi kamu belum bisa menjawab pertanyaan, maka kamu dapat berdiskusi dengan pasangan dengan kepala dingin. Kamu akan mendapatkan pemahaman dari sudut pandang yang berbeda dan ini dapat menjadi umpan balik kamu dan dia dalam meningkatkan kualitas hubungan,” tandasnya.

Selanjutnya: Saat pasangan meminta waktu sendiri, apakah berarti dia sedang selingkuh? Baca penjelasan seorang psikolog di sini.

podcast button