Sudah Putus—Perlukah Mencari Cara Membuat Mantan Menyesal?

cara membuat mantan menyesal
Foto: www.gettyimages.com
Terakhir diperbarui:

Perpisahan memang hal yang paling dibenci oleh semua orang, terlebih ketika pasangan yang memutuskan untuk mengakhiri hubungan dengan cara sepihak. Hal ini menyebabkan munculnya perasaan tidak terima dan ingin mencari cara untuk membuat mantan menyesal, demi menyadarkannya bahwa ‘karma is exist’.

Jika kamu baru saja mengalami putus cinta dan ingin mengetahui bagaimana cara untuk membuat mantan menyesal, maka simak penjelasan Ellyana Dwi Farisandy, M.Psi., Psikolog, seorang psikolog dari Ibunda.id, Sahabat Kariib, serta Managing Editor ANIMA Fakultas Psikologi Universitas Surabaya. 

Apa Itu Definisi dari Mantan?

Foto: www.rawpixel.com

“Dalam KBBI, mantan diartikan sebagai bekas, baik dari pemangku jabatan, kedudukan dan sebagainya. Walaupun kata mantan sering sekali dikaitkan dengan mantan pacar, sebenarnya mantan ini bisa berlaku untuk hal lain ya, seperti mantan presiden, mantan pegawai, dan sebagainya,” jelasnya.

“Jadi, jika ingin diartikan secara harfiah, mantan pacar adalah seseorang yang sudah tidak lagi menjadi pasangan kita,” tambahnya.

Ellyana menuturkan bahwa terdapat sebuah ungkapan ‘butuh dua orang untuk menjalin sebuah hubungan, namun hanya butuh satu orang untuk mengakhirinya’—dan hal ini juga berlaku ketika pasangan memutuskan untuk mengakhiri sebuah hubungan. Keputusan mengakhiri hubungan memang akan terasa menyakitkan, terlebih ketika pasangan tidak lagi mencintai dan memilih untuk meninggalkan kita.

Namun, akan lebih menyakitkan jika terus berusaha memperjuangkan sebuah hubungan secara sendirian atau satu pihak, karena perasaan kecewa dan terluka akan terus menghampirimu. 

Apa yang Bisa Dilakukan Ketika Pasangan Memutuskan Hubungan Secara Sepihak?

cara membuat mantan menyesal
Foto: www.freepik.com

Ketika pasangan memilih mengakhiri hubungan, kamu dapat melakukan beberapa cara yakni:

1. Komunikasikan dengan pasangan

Hal ini dapat kamu lakukan untuk mengetahui apakah keputusan yang diambil oleh pasanganmu sudah dipikirkan secara matang atau hanya sekedar impulsivitas. Jika karena impulsif, kamu dapat bertanya apakah ada cara untuk memperbaiki hubungan ini agar lebih baik. “Jika sudah dipikirkan secara matang-matang, bisa state the fact or reason pasangan memilih untuk mengakhiri hubungan,” paparnya.

2. Melalui fase berduka (stage of grieving)

Setelah mengakhiri sebuah hubungan, umumnya akan melalui stage of grieving. Ellyana menjelaskan tahapannya melalui teori Kübler-Ross, yakni:

  • Denial

Tahapan pertama adalah cenderung menolak kenyataan yang menyakitkan. “Karena kita merasa kita tidak bisa menangani hal itu. ‘Ini nggak benar-benar terjadi kan? Ini hanya mimpi buruk, kan?’’” ujarnya.

  • Anger

Selanjutnya adalah timbul perasaan marah, baik terhadap diri sendiri, pasangan, bahkan terhadap Tuhan. “Kita merasa bahwa keputusan ini sangat tidak adil dan seharusnya ini tidak terjadi. ‘Kenapa sih, kamu jahat banget ninggalin aku sendirian disini?’‘” lanjutnya.

  • Bargaining

Ketika merasa tidak berdaya, muncul pikiran kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi untuk menghindari kehilangan, walau pada kenyataannya kehilangan tersebut sudah terjadi. “Kita mulai berpikir, ‘Kalau aku jadi lebih baik lagi, dia akan menerima aku nggak ya?’, ‘Kalau shalatku rajin, Tuhan akan kembalikan dia kepada aku nggak ,a?’’” katanya.

  • Depression

Kemudian akan muncul perasaan sedih dan tidak memiliki minat untuk melakukan aktivitas apa pun. Seperti dunia akan hancur karena tidak ada pasangan. Menurut Ellyana, merasa depresi merupakan hal yang wajar dan normal dalam tahapan ini. “Dan tentu saja feeling depressed berbeda dengan diagnosa klinis major depressive disorder,'” Ellyana mengingatkan.

  • Acceptance

Tahapan terakhir adalah ketika mulai menerima bahwa berpisah merupakan keputusan terbaik bagi diri sendiri ataupun pasangan. Pengalaman tersebut dapat memberikan makna dan pembelajaran sehingga membuat kita bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.

3. Menerima perasaan

Dalam melewati stage of grieving, perlu sekali untuk menerima segala perasaan yang hadir dan memeluk diri dengan lebih erat. “Jika ingin menangis, boleh sekali. Perasaan yang hadir dalam diri kita perlu diekspresikan sehingga tidak menumpuk dalam diri,” tuturnya.

4. Berbuat baik dengan diri sendiri

Langkah ini merupakan langkah terpenting, kamu dapat melakukan hal-hal yang menyenangkan baik itu hobi atau hal-hal yang belum pernah dilakukan sebelumnya. 

Apakah Wajar Jika Memiliki Dendam Terhadap Mantan?

cara membuat mantan menyesal
Foto: www.freepik.com

Perasaan dendam kepada mantan pasangan biasanya akan muncul setelah hubungan diakhiri secara sepihak. Muncul dendam karena perasaan yang tidak bisa menerima keputusan tersebut. Menurut Ellyana, ini merupakan hal yang wajar dan normal.

“Setiap perasaan yang hadir dalam diri kita adalah hal yang normal dan wajar sekali, terutama ketika mantan pasangan melakukan hal yang menyakiti kita, baik secara fisik, verbal, emosional, dan atau yang lain,” jawab Ellyana.

Ketika masih terasa sulit untuk menerima keputusan tersebut bahkan untuk memaafkan kesalahan sang mantan, hal ini bukan sepenuhnya salahmu. Kamu berhak untuk mengambil waktu dan memikirkannya berulang kali. 

“Jika rasanya masih sulit untuk memaafkan dan mengikhlaskan, it’s okay. You can take your time. Memaafkan adalah sebuah proses, dan kita tidak perlu terburu-buru untuk itu,” terangnya.

Bagaimana Cara Membuat Mantan Menyesal?

cara membuat mantan menyesal
Foto: www.unsplash.com

“Pertanyaannya, untuk apa? Mantan pasangan tidak lagi memiliki ruang di hati kita saat ini. Dibandingkan fokus untuk membuat mantan pasangan menyesal, akan lebih baik jika kita fokus untuk berproses menjadi versi terbaik bagi diri kita sendiri,” anjurnya.

Ketika diputuskan secara sepihak, pasti kamu ingin membuktikan pada mantan pasangan bahwa ia telah menyesal memutuskan hubungannya denganmu. Namun dibanding memikirkan cara untuk membuatnya menyesal, kamu bisa mempergunakan kesempatan ini untuk menjadi lebih baik. 

“Bukan untuk mantan pasangan, tapi untuk diri kita sendiri. Kenapa? Karena ketika motif kita untuk membuat mantan pasangan menyesal, kita tidak lagi genuine untuk melakukan sesuatu—pun melakukan perubahan di diri kita. Terlebih, kita yang akan kecewa dan terluka ketika mantan sebenarnya tidak lagi peduli dengan apa yang terjadi pada diri kita saat ini,” tegasnya.

Seberapa Perlu Mencari Cara untuk Membuat Mantan Menyesal?

cara membuat mantan menyesal
Foto: www.pexels.com

Membuat mantan menyesal memang akan memberikan kepuasa tersendiri karena dapat membalas dendam dan menyadarkan mantan bahwa karma itu nyata. Namun apakah itu perlu dilakukan? Apakah perasaan itu akan bertahan lama?

“Saya rasa tidak. Jadi, saya rasa kita perlu untuk menemukan kebahagiaan sendiri. Bukan dengan cara menjatuhkan pun melukai seseorang. Tapi dengan menyadari bahwa dia bukan yang terbaik untuk kita dan dia tidak punya kekuatan lagi untuk melukai kita. Kita bisa lebih fokus dengan diri kita, meng-upgrade diri, mengapresiasi hal-hal yang kita punya saat ini, pun melakukan hal yang menyenangkan dan memberi makna pada diri kita,” sarannya.

Psikolog klinis yang satu ini juga memberikan saran untuk menemukan atau berproses menjadi versi terbaik bagi diri sendiri, dengan cara:

  • Menemukan hobi atau sesuatu yang enjoy untuk dilakukan
  • Menemukan passion atau pekerjaan yang disukai
  • Belajar untuk menambah pengetahuan maupun skill pada bidang yang diminati
  • Menerima segala kekurangan dan keterbatasan yang ada dalam diri, dan bertumbuh dari keterbatasan tersebut
  • Tidak terlalu keras dengan diri sendiri ketika menemui kegagalan
  • Menambah social circles dengan mengikuti komunitas yang sesuai dengan minat 
  • Menemukan makna hidup; hal-hal apa saja yang membuat diri menjadi berharga
  • Keluar dari comfort zone, berani melakukan hal-hal yang belum pernah dicoba untuk dilakukan
  • Memiliki growth mindset untuk terus berproses dan bertumbuh menjadi lebih baik lagi
  • Melakukan self love pada diri karena diri ini berharga dan layak untuk dicintai

Bagaimana Jika Kita yang Merasa Menyesal Telah Memutuskan Hubungan dengan Pasangan?

Foto: www.freepik.com

“Membuat kesalahan adalah hal yang wajar dan normal sekali. Kita manusia, akan selalu membuat kesalahan dan bertumbuh dari kesalahan itu,” ujarnya.

Ketika munculnya perasaan menyesal telah memutuskan sebuah hubungan, Ellyana memberikan saran untuk kembali menanyakan kepada diri sendiri:

  • “Dulu, apa yang membuat aku memutuskan untuk mengakhiri hubungan dengan pasangan? Apakah itu impulsivitas aku atau aku sudah memikirkan matang-matang?”
  • “Jika aku kembali dengan pasangan, apa yang akan terjadi? Apakah itu membuat aku bahagia atau tidak?”
  •  “Bagaimana hubungan aku dengan mantan pasangan saat ini?”
  • “Apa yang bisa aku lakukan untuk kembali dengan pasangan?”
  • “Apakah aku sudah memikirkan segala konsekuensi dari keputusan yang nantinya akan aku ambil?” 
  • “Apa yang bisa dilakukan sehingga meminimalisir permasalahan yang mengakibatkan putusnya hubungan dapat  terulang?”

Selanjutnya: Panduan Saat Mengalami Cinta Bertepuk Sebelah Tangan