Apakah Anak Perlu Mengetahui Haknya? Ini Penjelasan Psikolog

arti hak
Foto: www.unsplash.com

Pemenuhan hak individu perlu didapatkan oleh semua individu, baik tua maupun muda. Begitu pun pada anak-anak, buah hati juga wajib untuk mendapatkan informasi terkait arti hak dan kaitannya dengan kehidupan sehari-hari.

Arti hak adalah “kodrat hidup. Yaitu sesuatu yang memang benar milik individu dan tidak dapat dipisahkan dari individu itu sendiri, bahkan sejak individu tersebut belum lahir. Sehingga harus diberikan dan dipenuhi,” ujar Monica Sulistiawati, M.Psi., Psikolog, seorang Psikolog Anak dari Personal Growth dan Miracle Healthy Mom & Kids Clinic.

Perlukah Anak Mengetahui Haknya?

arti hak
Foto: www.canva.com

Menurut Monica, “buah hati perlu mengetahui hak yang dimiliki olehnya, seiring dengan pembelajaran kewajiban dan tanggung jawab,” ungkapnya.

“Umumnya, anak-anak bisa mulai dapat memahami kewajiban dan tanggung jawabnya saat ia berusia tiga tahun. Namun, ketika usia 1,5 hingga dua tahun, kebiasaan baik ini sudah dapat diajarkan. Begitu pun dengan pengenalan dan pengajaran tentang hak itu sendiri,” paparnya.

Buah hati yang telah mengetahui dan memahami arti hak yang dimiliki olehnya, akan tumbuh dan berkembang menjadi anak yang tangguh. “Ia akan mengenal betul siapa dirinya dengan baik. Serta apa yang boleh dimiliki olehnya secara cuma-cuma dan apa yang harus diusahakan olehnya,” ungkap Monica.

Nantinya, buah hati "akan memiliki fungsi intelektual yang baik, berwawasan luas, peka terhadap kebutuhan lingkungan, juga mampu untuk merespons dengan tepat sesuai dengan tuntutan yang ada,” imbuhnya.

Lantas, apa saja hak-hak yang bisa didapatkan anak?

“Berdasarkan Konvensi PBB tahun 1989 mengenai HAK-HAK ANAK, dan disahkan oleh Keputusan Presiden no. 36 tahun 1990, setidaknya ada 10 Hak Anak yang harus dipenuhi,” jawabnya.

Berikut 10 hak anak yang wajib untuk didapatkan:

  • Mendapatkan nama atau identitas
  • Memiliki kewarganegaraan
  • Memperoleh perlindungan dari kekerasan fisik maupun psikis, perlakuan salah, serta penyalahgunaan seksual
  • Memperoleh makanan dengan kualitas gizi yang baik
  • Memiliki tubuh yang sehat
  • Untuk berekreasi
  • Memperoleh pendidikan
  • Untuk bermain
  • Untuk berperan dalam pembangunan
  • Mendapatkan kesamaan

Bagaimana Cara Memberikan Informasi Terkait Hak pada Anak?

Foto: www.canva.com

Karena berdampak baik bagi anak, maka orang tua perlu memberikan informasi terkait hak yang bisa diperoleh oleh buah hati. “Cara memberikan informasi terkait hak yang dapat diperoleh pada anak tidak diberikan melalui pengajaran teoretis seperti halnya mengajarkan bidang studi PPKN di sekolah,” terang Monica.

Sebaliknya, pengajaran hak ini dapat dilakukan dengan menerapkannya secara langsung sesuai dengan perkembangan kemampuan kognitif setiap anak.

“Misalnya pada anak usia 0-2 tahun, di mana level perkembangan kognitifnya masih berada pada level sensorimotor. Maka orang tua dapat mengenalkan hak dan memenuhi hak anak dengan memberikannya kesempatan untuk bereksplorasi sambil menjaga dan melindungi mereka agar tetap aman, nyaman, dan sehat,” paparnya.

Sementara “pada anak usia dua hingga tujuh tahun di mana perkembangan kognitifnya berada pada level pra-operasional, maka orang tua dapat memberikan informasi mengenai hak yang mereka miliki dengan menyediakan pilihan atas hal-hal tertentu. Namun sambil menjelaskan kepada mereka konsekuensi yang mungkin ditimbulkan,” lanjutnya.

“Seperti ‘Kamu mau makan roti atau mie?’Kamu mau pakai baju yang putih atau biru?’. Jika anak mengatakan tidak tahu, terserah, atau tidak memilih, maka orang tua dapat menyampaikan dengan penuh kasih sayang. ‘Coba kamu pilih. Yang mana saja boleh kok’. Dengan menyampaikan kalimat ini, anak tahu bahwa ia memiliki hak untuk memilih, berpendapat, dan mengambil keputusan,” ujarnya.

Setelah memberikan dan menerapkan tentang hak anak secara konsisten, bagaimana mengetahui bahwa anak telah mengerti konsep tersebut?

Terdapat beberapa ciri yang bisa dikenali ketika buah hati telah menyadari dirinya memiliki hak dan mengetahui hak-hak yang bisa ia dapatkan sebagai seorang anak. “Ia cenderung akan tumbuh dan berkembang menjadi anak dengan self-esteem positif,” tuturnya.

Selain itu, “ia juga akan menilai bahwa dirinya berharga. Jika kemudian hak-hak anak ini terpenuhi dengan baik, maka buah hati pun akan tampil sebagai anak yang lebih mandiri, memiliki inisiatif untuk melakukan sesuatu, dan lebih percaya diri,” lanjutnya.

Bagaimana Jika Orang Tua Tidak Memenuhi Hak Sang Anak?

arti hak
Foto: www.rawpixel.com

Monica menuturkan bahwa “sebenarnya hak-hak anak ini sudah diatur oleh undang-undang dan dilindungi oleh negara. Namun, jika pertanyaannya, apa yang dapat anak lakukan, tentu ini pertanyaan yang sulit mengingat anak adalah sosok yang lebih inferior dibanding orang tuanya yang jauh lebih superior,” jelasnya.

“Jika anak kemudian meminta atau menuntut hak-haknya diberikan, belum tentu orang tua memiliki kesadaran akan hal ini. Potensi yang dapat terjadi justru sebaliknya, semakin jauh anak dapat menjangkau hak-hak yang dimiliki olehnya,” katanya.

Contoh paling nyata dan sering terjadi adalah “kasus kekerasan pada anak. Ketika anak menyampaikan bahwa ia perlu kasih sayang atau perlu perlindungan, akan ada kemungkinan justru anak-anak korban kekerasan ini mendapat perlakuan yang lebih kasar dan menyakitkan,” tutur Psikolog yang satu ini.

Oleh sebab itu, “untuk menjamin pemenuhan hak anak, diperlukan keterlibatan dan kerjasama dari seluruh pihak dan lapisan masyarakat, bukan hanya orang tua saja. Contohnya seperti guru yang mengetahui anak didiknya mendapat kekerasan dari orang tuanya, maka guru dapat membantu anak meraih kembali hak-haknya dengan melakukan edukasi pada orang tua,” saran Monica.

Jika hal ini tidak terlaksana, “sebaliknya anak justru terancam nyawa dan keselamatannya dan guru dapat melaporkan hal ini pada pihak yang berwenang. Dengan begitu, anak akan mendapat perlindungan dan perawatan lebih yang pantas,” lanjutnya.

Apa Penyebab Orang Tua Tidak Bisa Memenuhi Hak Anak?

Foto: www.freepik.com

Sesungguhnya, banyak faktor yang dapat menyebabkan orang tua lalai dalam memenuhi hak-hak anak. Berikut beberapa penyebabnya:

  • Latar belakang pendidikan
  • Tingkat ekonomi
  • Keluasan wawasan
  • Kesiapan memiliki anak

Hal-hal tersebut dapat menjadi faktor yang menyebabkan orang tua lalai atau tidak mampu memenuhi hak-hak anak. “Untuk itu, sekali lagi, memang diperlukan peran dari seluruh lapisan masyarakat dan bukan hanya orang tua, untuk menjamin pemenuhan hak-hak anak ini,” tuturnya.

Ia menegaskan kembali bahwa arti hak “adalah kodrat hidup yang telah dimiliki individu bahkan sejak individu tersebut belum lahir. Maka sangat penting bagi para muda-mudi yang hendak melangsungkan pernikahan untuk mengetahui bahwa mereka memiliki tanggung jawab memenuhi hak anak,” ucapnya.

“Jangan sampai mereka melangsungkan pernikahan, apalagi memiliki anak, tanpa persiapan sama sekali. Di bagian ini, para pemuka agama juga memiliki peran yang sangat krusial,” lanjutnya.

Kesimpulan

Foto: www.freepik.com

Selain orang dewasa, anak-anak juga memiliki hak yang perlu dipenuhi. Untuk itu, orang tua bisa memberikan informasi terkait arti hak dan apa saja yang bisa diperoleh buah hati. Sebab, hak ini telah dimiliki individu bahkan sejak individu tersebut belum lahir.

Nantinya, anak yang telah mengetahui hak yang dimilikinya “akan tumbuh dan berkembang dengan baik. Ia juga akan mengenal dirinya dengan baik,” ujar Monica.