Tanya Psikolog: Bagaimana Membantu Anak agar Lebih Percaya Diri?

Foto: www.stocksy.com

Bahkan bagi sebagian orang dewasa perihal ‘bagaimana menjadi seseorang yang lebih percaya diri’ saja, masih menjadi misteri besar. Dan sekarang, berhubung kamu sudah memiliki anak, konsep percaya diri pun mulai diajarkan kepada si kecil. Jadi, bagaimana membantu anak lebih percaya diri? Untuk itu, LIMONE menghubungi Marcelina Melisa, M.Psi, Psikolog, seorang psikolog dari Tiga Generasi di Brawijaya Clinic Kemang, dan konselor sekolah di North Jakarta Intercultural School.

Baca artikel ini sampai habis untuk mengetahui penjelasan lengkap tentang kepercayaan diri pada anak. Dan semoga setelah membaca ini kamu semakin percaya diri menjadi orangtua—dan bisa membantu anak untuk menjadi pribadi yang memiliki rasa percaya diri yang sehat.

Apa Saja yang Menyebabkan Anak Menjadi Kurang Percaya Diri?

anak lebih percaya diri
Foto: www.rawpixel.com

“Kepercayaan diri anak dapat diukur salah satunya melalui persepsi anak mengenai kompetensi yang dimiliki dan pandangannya terhadap keberhargaan diri, yang sering kita kenal dengan istilah self-esteem,” Marcelina menjelaskan.

Mengutip Susan Harter, menurutnya ada enam dimensi yang menjadi tolak ukur bagi anak agar memiliki pandangan yang positif terhadap dirinya, yaitu :

  • Kompetensi di sekolah. Misalnya prestasi apa yang dia capai atau kekuatan dia di mata pelajaran tertentu. “Jika anak merasa tidak memiliki prestasi atau kompeten pada bidang apapun, maka akan berdampak pada kepercayaan diri anak,” jelasnya.
  • Penerimaan sosial dari lingkungan sekitar. Misalnya jika anak kurang memiliki keterampilan sosial, maka bisa mengakibatkan anak kurang percaya diri dalam berteman.
  • Kompetensi atletik. Misalnya, memiliki kemampuan dalam bidang olahraga tertentu.
  • Penampilan fisik. Misalnya, bisa saja anak menjadi kurang percaya diri karena menganggap bentuk tubuhnya tidak seperti yang ia inginkan atau tidak seperti teman yang ia pandang memiliki penampilan fisik yang bagus.
  • Masalah perilaku. Misalnya anak yang diberikan label “anak bandel” menjadi kurang percaya diri untuk melakukan sebuah kebaikan karena terlanjur mempersepsikan dirinya sulit berbuat baik.
  • Keberhargaan diri secara umum, yang bisa dipersepsikan melalui berbagai hal, misalnya cara orangtua memberikan pujian.

Kesalahan Apa yang Dilakukan oleh Orangtua dan Sebabkan Anak Kurang Pede?

anak lebih percaya diri
Foto: www.gettyimages.com

“Pola asuh yang membiarkan anak terus dibantu oleh orangtua sehingga kurang percaya pada kemampuannya saat harus berusaha sendiri atau membuat keputusan sendiri,” menurut Marcelina bisa membuat seorang menjadi kurang percaya diri.

Belum lagi, jika orangtua cenderung selalu membantu dan membuat keputusan bagi anak.

Selain itu, pola asuh yang otoriter dan kurang membuka ruang diskusi untuk komunikasi dua arah, juga cenderung membuat anak minder.

“Saat anak berbuat salah, orangtua menyalahkan tanpa mengetahui bagaimana dari sisi anak dan membuat keputusan tanpa mempertimbangkan keinginan anak. Anak menjadi kurang percaya diri dalam membuat keputusan karena disalahkan terus-menerus dan jarang diberikan apresiasi saat ia berbuat hal yang baik,” tuturnya.

Oh, jika saat kecil kamu juga sering sebal karena orangtuamu sering membanding-bandingkan dirimu dengan anak tetangga atau keluarga yang lain—dan kamu melakukannya lagi sekarang, ini juga bisa memberikan dampak negatif terhadap self-esteem anak.

“Selalu membandingkan anak dengan individu lain sehingga membuat anak mempersepsikan dirinya tidak cukup baik di mata orangtuanya,” imbuhnya.

Bagaimana Ciri-Ciri Anak yang Kurang Percaya Diri? 

Foto: www.unsplash.com

Seandainya kamu bertanya-tanya apakah si kecil memiliki kepercayaan diri yang kurang—mungkin mengamati ciri-ciri di bawah ini bisa membantu. Berikut adalah ciri-ciri anak yang kurang percaya diri :

  • Sulit membuat keputusan sendiri karena terbiasa mengikuti keputusan atau apa yang dikatakan oleh orangtua.
  • Memiliki kemampuan atau bahkan kelebihan di bidang tertentu dan sudah diakui oleh banyak orang, namun tetap merasa ia kurang mampu.
  • Merasa insecure atau memiliki perasaan tidak aman di dalam dirinya, sehingga dapat mempersepsikan hal yang netral sebagai hal yang negatif. “Misalnya saat ada teman yang berbeda pendapat dengannya, anak yang kurang percaya diri bisa mempersepsikan temannya tidak menyukainya atau opininya tidak penting,” paparnya.

Ini hal yang wajib kita ingat: pemalu tidak selalu menjadi ciri dari anak yang kurang percaya. Dengan kata lain, pemalu bukan berarti kurang percaya diri.

“Karena anak yang pemalu bisa saja memiliki temperamen slow to warm up yang membutuhkan waktu untuk beradaptasi terlebih dahulu dan membuat  dirinya nyaman. Saat ia merasa nyaman, maka ia dapat mengekspresikan diri atau menunjukkan kemampuannya dengan percaya diri,” jelasnya.

Apa yang Bisa DIlakukan Orangtua untuk Membantu Anak Lebih Percaya Diri?

anak lebih percaya diri
Foto: www.unsplash.com

Berita baiknya? Ada banyak hal yang bisa kamu lakukan untuk membantu anak lebih percaya diri. Berita lainnya? Hal ini membutuhkan waktu; anak tidak akan langsung menjadi percaya diri dalam waktu 48 jam. Jadi, memang mesti belajar bersabar. Mungkin bisa menjadikan Michelangelo yang melukis langit-langit Sistine Chapel selama empat tahun setiap hari sebagai inspirasi? Namun, hei, kamu pasti bisa melakukan ini!

Apa saja yang bisa kamu lakukan? Berikut beberapa tips dari Marcelina.

  • Ajari anak agar berfokus pada proses dan bukan hanya hasil. “Melalui hal ini, anak belajar akan untuk menghargai usahanya dan percaya pada kemampuan dirinya, dengan terus berlatih juga untuk mengembangkan diri,” katanya.
  • Berikan umpan balik positif pada usaha yang telah dilakukan anak. “Katakan secara konkrit perilaku anak yang baik. Secukupnya saja, artinya tidak melebih-lebihkan juga dan berdasarkan hal yang memang dilakukan anak—dan spesifik. Jika kita memberikan masukan, bisa dilakukan dengan mengatakan hal positif terlebih dahulu, setelah itu baru hal yang ingin anak untuk tingkatkan,” lanjutnya.
  • Akui kelebihan dan kekuatan yang dimiliki anak, termasuk bakatnya. “Dan bantu anak untuk mengembangkan diri sehingga anak merasa memiliki mastery skills yang dapat ia banggakan,” sarannya.

Mungkin selama ini kamu sudah melakukan banyak hal untuk membantu anak lebih percaya diri. Atau, bahkan dari sekarang kamu sudah berpikir: apa yang terjadi jika anak masih kurang percaya—bahkan setelah kamu dan dia berusaha keras? Perlukah mendatangi psikolog anak? Dan kapan sebaiknya melakukannya?

“Jika masalah kepercayaan diri anak mengganggu fungsi sehari-hari, misalnya ada penurunan nilai di sekolah yang signifikan. Atau, jika anak enggan untuk bermain dan aktivitas dengan teman-teman. Atau, dalam kasus yang ekstrem, kondisi anak menimbulkan masalah komunikasi dalam keluarga, hingga munculnya gejala depresi. Maka jika hal ini terjadi, sebaiknya berkonsultasi dengan psikolog,” anjurnya.

Selanjutnya: Itu tadi tentang bagiaman cara membantu anak menjadi lebih percaya diri, sementara ini adalah trik mengajarkan si kecil untuk menghargai perbedaan.

podcast button