Apakah Mood Swing Sesuatu yang Perlu Diobati ?

mood swing
Foto: www.freepik.com

Akhir-akhir ini kamu menyadari: naik-turun mood yang kamu alami sepertinya lumayan intens, well... dibandingkan pra-pandemik. Apakah ini sesuatu yang mengkhawatirkan? Apakah kamu sedang mengalami yang namanya mood swing? LIMONE menghubungi Putu Yunita Trisna Dewi, M.Psi., Psikolog, seorang psikolog klinis untuk menjawab misteri mood swing. Plus, bagaimana mengendalikan perubahan mood dalam kehidupan sehari-hari.

Apa Pengertian Mood Swing?

mood swing
Foto: www.freepik.com

Pertama-tama, Yunita menjelaskan bahwa emosi dan mood memiliki makna yang sedikit berbeda, meskipun terlihat serupa dan saling berkaitan. Emosi merupakan bentuk perasaan yang muncul secara intens karena adanya pengaruh dari orang lain atau suatu hal tertentu yang cukup jelas. Sementara, kehadiran mood tidak selalu disertai dengan alasan atau penyebab yang jelas. Secara umum mood dapat berlangsung dalam waktu yang lebih lama dibandingkan dengan emosi.  

"Seseorang dikatakan 'moody' ketika ia menunjukkan reaksi yang konsisten dengan hal yang dirasakan, meskipun situasi yang sedang dihadapinya tidak memicu munculnya perasaan tertentu," ujarnya. Contohnya. ketika seseorang tetap merasa bad mood, meskipun telah bertemu dan bepergian bersama pasangan, teman-teman atau keluarga. Padahal bepergian bersama orang-orang terdekat umumnya merupakan hal yang menyenangkan.

Apa perbedaannya dengan emosional?

"Berbeda dengan orang yang dianggap 'emosional', mereka menunjukkan reaksi perasaan yang sesuai dengan situasi yang dialami, baik itu positif atau negatif, seperti menangis saat hubungan dengan pasangan telah berakhir atau merasa gembira ketika mendapatkan promosi jabatan," terangnya.

Lebih lanjut Yunita menjelaskan bahwa emosi dapat berubah menjadi mood ketika seseorang mulai kehilangan fokus pada peristiwa atau objek yang memunculkan emosi tertentu. "Seseorang cenderung emosional atau reaktif dalam menanggapi suatu peristiwa ketika ia berada dalam kondisi good mood atau bad mood," tambahnya.

Mengapa Seseorang Bisa Mengalami Mood Swing?

Foto: www.unsplash.com

Mood atau suasana hati akan terus hadir mewarnai kondisi psikologis seseorang.

Istilah mood swing atau perubahan suasana hati merupakan suatu istilah yang digunakan untuk menggambarkan situasi perasaan yang berfluktuasi (naik-turun) secara cepat dan intens. Kondisi perubahan mood atau suasana hati yang sangat cepat kadangkala sulit dikendalikan, namun hal tersebut sangat wajar terjadi, selama tidak mengganggu aktivitas sehari-hari atau kualitas hidup seseorang.

Yunita memaparkan bahwa mood swings umumnya dapat terjadi pada wanita yang mengalami Pre-Menstrual Syndrome (PMS) maupun selama masa kehamilan dikarenakan pengaruh perubahan hormon. Perubahan suasana hati dapat meningkat selama kehamilan dikarenakan perubahan metabolisme, stres, ketegangan, dan perubahan hormon estrogen serta progesteron.

Baca Juga :  FYI, Kata-Kata yang Kamu Pilih Bisa Gambarkan Kondisi Mental dan Emosimu

"Pada umumnya, keberadaan mood swings akan bertahan dalam hitungan jam ataupun hari. Ketika kondisi mood swings terjadi sangat intens hingga mengganggu aktivitas sehari-hari maupun merugikan orang lain, maka perlu dikonsultasikan lebih lanjut kepada pihak professional, seperti psikolog ataupun psikiater untuk mengetahui apakah kondisi tersebut mengarah pada gangguan perubahan mood," terangnya.

Orang-orang yang mengalami gangguan mood akan merasakan perubahan mood yang ekstrem seperti sedang menaiki “roller coaster” emosional.

Apa Saja Jenis Mood Swing?

Foto: www.unsplash.com

Dalam buku Psikologi Abnormal dijelaskan bahwa gangguan perubahan mood terdiri dari dua jenis, yaitu gangguan bipolar dan siklotimik.

Gangguan Bipolar

Gangguan bipolar merupakan gangguan yang ditandai dengan perubahan mood antara perasaan senang yang ekstrem (episode manik/mania) dan dapat bergerak turun mengalami kondisi depresi yang ekstrem. Selama satu episode manik, individu akan mengalami perasaan gembira, euforia atau optimisme yang tidak biasa dalam beberapa minggu atau bulan.

"Perasaan bahagia sangat wajar terjadi ketika kita mendapatkan penghargaan, membeli barang yang kita sukai, menghabiskan waktu luang bersama orang-orang terdekat, namun munculnya perasaan bahagia dalam episode manik cukup berbeda," ujarnya.

Mereka dapat merasakan kebahagiaan atau euforia karena hari ini adalah hari Senin tanpa disertai momen kebahagiaan lainnya. "Energi yang dimiliki seseorang seperti tidak terbatas hingga dapat mengganggu orang lain karena menunjukkan perilaku berbicara dengan sangat cepat hingga membut orang lain sulit untuk menyela bahkan memahami isi pembicaraan orang tersebut," tambahnya. Sering kali juga disertai perilaku menuntut, cenderung memperlihatkan penilaian yang buruk, sangat argumentatif kepada orang lain, dan senang memperolok orang lain.

Di sisi lain, kadang kala mereka dapat menjadi sangat dermawan dan memberikan kontribusi atau melakukan suatu hal melebihi kemampuan mereka. Ketika berada dalam episode manik, umumnya seseorang akan mengalami perasaan self-esteem (harga diri) yang meningkat, yang dimulai dari rasa percaya diri yang ekstrem hingga mengalami halusinasi atau delusi, seperti meyakini dirinya adalah titisan dari Tuhan.

"Episode ini membuat seseorang menjadi sulit tidur dengan nyenyak dan tetap tidak merasa lelah karena merasa memiliki banyak energi. Perasaan bahagia yang mereka rasakan pada akhirnya dapat mengganggu kemampuan bekerja dan kualitas hubungan dengan orang-orang di sekitarnya," terangnya.

Gangguan bipolar terdiri dari dua tipe, yaitu Bipolar I dan Bipolar II. 

Baca Juga :  Tanya Psikolog: Bagaimana Broken Home Dapat Berdampak pada Anak?

Bipolar I

Seseorang akan mengalami paling tidak satu episode manik secara penuh atau ekstrem. Pada sebagian besar kasus, indvidu mengalami perubahan mood antara rasa bahagia dan depresi dengan diselingi periode berupa mood yang normal.

Bipolar II

Gangguan ini diasosiasikan dengan episode mania yang lebih ringan. Individu akan mengalami satu atau lebih episode depresi mayor dan paling tidak satu episode hipomanik (serupa dengan kondisi mania namun tidak terlalu parah).

Gangguan Siklotimik

Sementara gangguan siklotimik adalah gangguan mood yang bersifat kronis meliputi beberapa episode hipomanik dan beberapa periode mood tertekan atau hilangnya minat untuk melakukan aktivitas. Namun tingkat keparahannya tidak memenuhi kriteria episode depresi mayor.

Gangguan siklotimik umumnya bermula pada akhir masa remaja atau masa dewasa awal, kemudian berlangsung selama bertahun-tahun. Episode hipomanik lebih ringan dibandingkan episode manik dan tidak disertai dengan masalah sosial atau pekerjaan yang bersifat berat. Selama episode hipomanik, seseorang akan memiliki perasaan self-esteem yang meningkat, merasa memiliki energi yang penuh, perasaan kewaspadaan yang tidak biasa, lebih mudah gelisah dan tersinggung dibandingkan biasanya.

"Mereka dapat bekerja selama berjam-jam tanpa rasa lelah atau membutuhkan tidur, namun ketika mood mereka kembali berbalik, pekerjaan-pekerjaan tersebut dapat ditinggalkan begitu saja. Kemudian mereka memasuki keadaan mood 'depresi; ringan dan sulit untuk mengumpulkan energi atau minat terhadap suatu hal. Namun mood depresi tersebut tidak memenuhi kategori sebagai gangguan depresi mayor," tegasnya.

Yunita menekankan bahwa diagnosa mengenai gangguan perubahan mood maupun gangguan psikologis lainnya hanya dapat ditegakkan oleh pihak profesional seperti psikolog maupun psikiater melalui asesmen psikologi. "sehingga kita tidak dapat dengan mudah memberikan label atau diagnosa terhadap diri sendiri (self-diagnose)," tegasnya lagi.

Bagaimana Cara Mengendalikan Perubahan Mood?

mood swing
Foto: www.rawpixel.com

Menurut Yunita ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengendalikan perubahan mood dalam kehidupan sehari-hari, yaitu :

1. Menuliskan emosi yang dirasakan melalui emotional reaction diary

Seseorang dapat mencoba menuliskan emosi-emosi yang dirasakan dan respon yang muncul akibat dari emosi tersebut. Tujuannya adalah untuk lebih menyadari jenis emosi atau perasaan yang dirasakan.

Contoh, dalam satu hari kita merasakan beberapa jenis emosi secara bergantian, maka kita dapat menanyakan kepada diri sendiri, “Apa yang sedang terjadi pada diri saya?. Atau "Emosi apa saja yang tadi saya rasakan?”.

Kita dapat menuliskan tanggal atau hari kejadian tersebut, bentuk pikiran yang muncul saat menghadapi situasi tertentu, jenis emosi yang dirasakan. Plus, respon perilaku yang kita munculkan saat merasakan emosi tersebut dan dampak yang terjadi akibat dari perilaku tersebut.

Baca Juga :  Bagaimana Mengenali Munculnya Orang Ketiga dalam Sebuah Hubungan?

2. Rutin melakukan olahraga

Olahraga dapat meningkatkan mood positif dan menurunkan emosi marah, kelelahan, dan ketegangan secara signifikan, khususnya pada orang-orang yang berada pada kondisi mood depresi.

"Mengutip dari artikel Healthy Exchange (2008) ketika seseorang berolahraga, maka otak akan melepaskan hormon endorfin, adrenalin, serotonin dan dopamine yang bekerjasama untuk meredakan ketegangan, meningkatkan energi dan meningkatkan mood. Jenis olahraga yang dapat dilakukan bermacam-macam, seperti berlari, berenang, bersepeda, angkat beban, maupun yoga," jelasnya.

3. Miliki waktu istirahat yang cukup dan berkualitas

Berkurangnya waktu istirahat dapat menyebabkan permasalahan mood, meskipun sedang tidak menghadapi situasi yang menantang, baik secara mental maupun fisik, seseorang tetap memerlukan waktu tidur yang cukup agar suasana hatinya tetap baik. Kebanyakan orang merasa mudah tersinggung, ketika waktu dan kualitas tidurnya menurun.

4. Lakukan meditasi 

Meditasi secara rutin dapat menurunkan mood negatif, meningkatkan kinerja memori dan fokus terhadap suatu hal.

5. Mendengarkan musik 

Musik memiliki fungsi untuk menenangkan suasana hati. Perbedaan genre musik turut memicu suasana hati yang berbeda.  Mendengarkan musik bergenre pop atau klasik turut meningkatkan mood positif.

6. Ceritakan perasaan kepada orang-orang terdekat atau profesional

"Dikutip dari artikel Healthy Exchange (2008) ketika mengalami kondisi bad mood, utarakan perasaan yang sedang dirasakan kepada keluarga, teman terdekat atau pihak professional seperti psikolog. Perasaan lega umumnya akan muncul setelah kita berani menceritakan secara jujur berbagai perasaan yang dirasakan saat menghadapi situasi tertentu yang menekan atau dirasa kurang nyaman," anjurnya.

Kesimpulan

mood swing
Foto: www.freepik.com

Yunita menegaskan bahwa mood swings atau perubahan suasana hati merupakan suatu kondisi yang wajar dirasakan oleh masing-masing individu karena setiap harinya akan menghadapi berbagai situasi atau kejadian tertentu.

"Umumnya mood swings akan berlangsung selama beberapa jam atau hari. Ketika kondisi mood swings terjadi sangat intens dengan menunjukkan beberapa perilaku sebagai ciri-ciri dari episode manik, hipomanik atau depresi, kemudian terasa mengganggu aktivitas sehari-hari maupun orang lain, maka konsultasikan hal tersebut kepada pihak professional, seperti psikolog atau psikiater," tekannya.

Setelahnya, "ketika diagnosa mengenai gangguan perubahan mood atau gangguan psikologis lainnya yang berkaitan dengan permasalahan mood telah ditegakkan, maka akan diberikan treatment dari pihak profesional, baik dalam bentuk pemberian obat-obatan ataupun psikoterapi," paparnya.

Selanjutnya: Panduan Menemukan Terapis yang Tepat