Benarkah Anak Nakal Adalah Anak Cerdas? Ini Pendapat Psikolog

anak nakal adalah
Ilustrasi: www.freepik.com

Julukan anak nakal memang sering kita dengar saat melihat anak-anak yang berperilaku kurang baik. Namun, ada juga anggapan bahwa anak nakal adalah seorang anak yang cerdas dan unik.

Untuk mengetahui lebih lanjut, LIMONE telah menghubungi Niken Woro Indriastuti, M.Psi., Psikolog, seorang Psikolog Klinis  Remaja dan Dewasa dari Klik Psikolog Depok, yang akan menjelaskan terkait anggapan tentang anak nakal.

Mengapa Anak Bisa Menjadi Nakal?

Mengapa Anak Bisa Menjadi Nakal | | Benarkah Anak Nakal Adalah Anak Cerdas? Ini Pendapat Psikolog
Foto: www.pexels.com

Menurut Niken, kita perlu mengetahui lebih dulu definisi anak nakal itu sendiri, dan siapa yang disebut sebagai anak nakal.

“Karena menurut saya, tidak ada yang namanya anak nakal. Anak nakal adalah label dari masyarakat atau lingkungan yang melihat perilaku seorang anak yang berbeda dari anak lain, dan biasanya perilaku tersebut cenderung mengganggu lingkungan,” ujarnya.

Pada umumnya, “label anak nakal ini diberikan oleh lingkungan ketika anak mulai mengeksplorasi lingkungannya. Berarti sekitar usia tiga sampai lima tahun, dan ketika memasuki usia sekolah. Pada usia tersebut, ada dorongan dalam diri anak untuk bisa lebih mengenal lingkungan dengan berbagai macam cara,” katanya.

Cara ini yang terkadang membuat lingkungan memberikan label anak nakal. Karena terkadang membuat orang dewasa di sekitarnya menjadi lebih emosional saat berhadapan dengan rasa ingin tahu mereka.

Bagaimana Tanda Anak Nakal?

anak nakal adalah
Foto: www.rawpixel.com

Tanda dari anak nakal adalah ketika mereka menunjukkan cara saat mengeksplorasi lingkungan demi memenuhi rasa ingin tahunya.

Hal ini bisa dilakukan dengan banyak bergerak, sering bertanya, sulit diberi tahu, cenderung melakukan hal-hal berbahaya untuk dirinya, mengganggu lingkungannya, dan lain-lain.

“Pada saat orang dewasa di sekitarnya menginterupsi kegiatan mereka, biasanya anak-anak akan mudah marah, tidak mau menurut dan mendengar, mengabaikan peringatan, serta tetap melakukan hal-hal yang dilarang. Oleh sebab itu, label anak nakal pun menjadi lekat dengan perilaku anak tersebut,” jelas Niken.

Benarkah Anak Nakal adalah Anak yang Cerdas?

anak nakal adalah
Foto: www.canva.com

Menurut Psikolog Klinis Remaja yang satu ini, sebenarnya anggapan anak nakal adalah anak yang cerdas adalah berbeda. Namun bisa menjadi salah satu tanda dari anak cerdas.

“Maksudnya adalah anak cerdas memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, sehingga mereka menjadi lebih aktif, baik dari perilaku maupun berbicara. Terkadang, orang dewasa di lingkungannya merasa terganggu dengan perilaku ingin tahu mereka,” terang Niken.

Akan tetapi, tidak dapat dikatakan bahwa anak aktif pasti anak cerdas, karena dibutuhkan pemeriksaan psikologis untuk menentukan kecerdasan seorang anak.

“Seorang anak dapat dikatakan sebagai anak cerdas ketika memenuhi beberapa kriteria penilaian. Seperti skor inteligensi, kemampuan berbahasa, bersosialisasi, kestabilan emosi, kreativitas, dan kepribadian,” katanya.

Oleh sebab itu, melalui pemeriksaan tersebutlah yang bisa membedakan antara anak aktif yang cerdas dengan anak aktif yang biasa saja.

Apakah Anak Nakal Ada Kaitannya dengan Pola Pengasuhan yang Tidak Tepat?

Apakah Anak Nakal Ada Kaitannya dengan Pola Pengasuhan yang Tidak Tepat | | Benarkah Anak Nakal Adalah Anak Cerdas? Ini Pendapat Psikolog
Foto: www.canva.com

Niken menjelaskan bahwa bisa dikatakan bahwa gaya pengasuhan dapat memengaruhi bagaimana anak bersikap dan berperilaku di lingkungan.

“Apalagi di usia lima tahun pertama kehidupannya, di mana mereka akan menyerap dan meniru apa yang dilakukan oleh orang dewasa di lingkungannya,” terangnya.

“Jadi apabila berada di lingkungan yang suka bertengkar, mengata-ngatai, dan berperilaku agresif, maka anak cenderung akan meniru hal-hal tersebut,” tuturnya.

Di sini lah muncul label anak nakal dari lingkungan. Padahal bisa jadi mereka tidak tahu perilaku tepat atau tidak, sehingga dibutuhkan pengasuhan yang tepat dari orang dewasa di sekitarnya.

Bagaimana Cara Menghadapi Anak yang Sulit Diatur?

Bagaimana Cara Menghadapi Anak yang Sulit Diatur | | Benarkah Anak Nakal Adalah Anak Cerdas? Ini Pendapat Psikolog
Foto: www.freepik.com

“Sebenarnya, kita perlu memahami terlebih dahulu apa yang membuat anak menjadi lebih aktif. Seperti mungkin bertemu dengan hal yang mereka suka, berada di lingkungan baru, mencoba mempraktikkan apa yang mereka lihat, dan lainnya,” ungkap Niken.

Di saat momen-momen inilah yang terkadang membuat orang dewasa di sekitarnya menganggap bahwa anak tersebut tidak mau diatur.

“Karena fokus mereka pada saat itu adalah ke hal yang sedang dilakukan, bukan ke mendengarkan orang lain yang memberitahu,” lanjutnya.

“Salah satu cara yang efektif dalam menghadapi anak yang sulit diberitahu adalah dengan mengajak mereka untuk bercerita. Hal ini bisa dilakukan setelah perilaku yang dirasa tidak nyaman tersebut mereka munculkan,” sarannya.

“Saat anak melakukan kegiatan yang dirasa tidak tepat, maka dekati mereka. Lalu sampaikan dengan nada lembut bahwa hal tersebut tidak tepat atau berbahaya,” lanjutnya.

Sebuah contoh: jika ada anak yang mendorong teman ketika menunggu giliran naik prosotan, maka kita hampiri anaknya dan sampaikan kepadanya bahwa hal tersebut tidak tepat. Beritahu juga bagaimana cara yang sebaiknya dilakukan.

“Lalu saat mereka menunjukkan perilaku tersebut, berikan apresiasi untuk memperkuat perilaku baru yang lebih tepat tersebut,” tambahnya.

Kapan Sebaiknya Orang Tua Paham bahwa Perilaku Aktif Anak Berbeda dari Anak Lain Seusianya?

Kapan Sebaiknya Orang Tua Paham bahwa Perilaku Aktif Anak Berbeda dari Anak Lain Seusianya | | Benarkah Anak Nakal Adalah Anak Cerdas? Ini Pendapat Psikolog
Foto: www.canva.com

Ketika anak mulai menunjukkan perilaku-perilaku yang tidak sesuai dengan tugas atau tahap perkembangan seusianya, maka orang tua perlu mengetahui bahwa perilaku ini berbeda dari anak lainnya.

“Seperti perilaku menyakiti diri, menyakiti lingkungan, meniru hal-hal yang tidak tepat, sudah diberitahu namun tetap mengulangi, fokus dengan dunianya sendiri, mudah marah dan tersinggung, serta tantrum berlebih,” papar Niken.

Ketika muncul tanda-tanda tersebut, maka sebaiknya orang tua membawa anak untuk melakukan pemeriksaan lebih mendalam ke profesional. Seperti dokter anak dan psikolog anak.

“Sebaiknya dilakukan sejak dini ketika orang tua melihat dan menyadari bahwa tingkat keaktifan anak mulai mengganggu aspek sosial dan emosinya,” tuturnya.

Apa Hal yang Harus Diperhatikan Orang Tua ketika Menghadapi Anak Nakal?

anak nakal adalah
Foto: www.pexels.com

“Hal yang perlu orang tua perhatikan ketika dihadapkan pada perilaku aktif anak adalah menjaga emosi agar tetap stabil. Karena terkadang keaktifan anak membuat orang tua menjadi mudah marah atau kesal, karena merasa anak tidak mau mendengar dan mengikuti perintahnya,” ungkap Psikolog Klinis yang satu ini.

Dengan orang tua menjaga kestabilan emosinya, maka harapannya adalah dapat mencegah perilaku dan perkataan tidak tepat yang mereka lakukan serta ucapkan ke anak, sehingga membuat kondisi anak menjadi tidak baik-baik saja.

Bisakah Mencegah agar Si Kecil Tidak Mendapat Label sebagai Anak Nakal?

anak nakal adalah
Foto: www.canva.com

Niken mengatakan bahwa ada cara yang bisa dilakukan untuk mencegah buah hati agar tidak mendapat label sebagai anak nakal.

“Ketika anak menunjukkan perilaku sebagai ‘anak nakal’, maka dekati anak dan sampaikan bahwa hal tersebut kurang tepat. Kemudian beritahu cara yang tepat itu seperti apa,” ujarnya.

“Lalu ajarkan anak untuk selalu menggunakan tiga kata ajaib ketika berada di lingkungan, yakni tolong, maaf, dan terima kasih. Selain itu juga perlu dipahami bahwa anak menunjukkan perilaku kurang tepat biasanya didasari oleh suatu hal, sehingga kita perlu memahami terlebih dahulu penyebab tersebut,” katanya.

Kesimpulan

Proses Tumbuh Kembang Anak | | Benarkah Anak Nakal Adalah Anak Cerdas? Ini Pendapat Psikolog
Foto: www.canva.com

Pada dasarnya anak nakal adalah label dari masyarakat atau lingkungan yang melihat perilaku seorang anak yang berbeda dari anak lain. Niken berpesan bahwa orang tua agar selalu berproses dengan anak.

“Temani anak dalam proses tumbuh kembangnya. Dan perlu diingat kembali bahwa setiap anak itu berbeda dan memiliki kelebihan serta kekurangannya masing-masing. Nikmati waktu dengan anak, karena waktu tidak bisa terulang kembali, sehingga berhati-hatilah dalam bersikap dan berperilaku dengan anak,” sarannya.

error: Konten dilindungi !!