Bagaimana Cara Mengatasi Anak Tantrum Di Tempat Umum? Ini Kata Psikolog

ini cara mengatasi anak tantrum saat di tempat umum
Foto: www.freepik.com

Cara mengatasi anak tantrum memang tidak semudah mengucapkannya. Bagaimana agar efektif dan menjadi lebih tenang, terutama saat berada di tempat umum?

Simak penjelasan dari Rena Masri, S.Psi., M.Si, Psikolog, seorang Psikolog Klinis dari Q Consulting dan Founder Cintasetara, terkait cara mengatasi anak tantrum saat sedang berada di tempat umum dan cara mencegah agar buah hati tidak mengalami kondisi tersebut.

Apa Itu Tantrum?

ini cara mengatasi anak tantrum saat di tempat umum
Foto: www.canva.com

Menurut Psikolog Klinis yang satu ini, tantrum diibaratkan seperti ledakan emosi. Di mana seorang anak sulit untuk menghadapi emosi yang berkecambuk dalam dirinya, sehingga terjadi tantrum.

Biasanya, penyebab seorang anak mengalami tantrum dapat disebabkan oleh beberapa hal.

“Seperti tidak bisa mengelola emosi yang berkecambuk di dalam dirinya, merasa marah, kesal, dan frustasi. Atau bisa juga anak tantrum karena lapar dan merasa lingkungan dan kondisinya tidak nyaman, sehingga memunculkan tantrum pada anak,” terangnya.

Apakah Kondisi Tantrum Ini Berbahaya?

Foto: www.canva.com

Sebenarnya, tantrum merupakan kondisi yang dialami oleh banyak anak. “Namun sebagai orang tua, kita harus mengarahkan anak dan mendampinginya agar bisa mengelola emosi dengan baik,” ungkapnya.

“Agar nantinya, saat anak marah maka ia bisa mengekspresikan kemarahannya secara positif. Jadi memang membutuhkan pendampingan dari orang tua,” tambah Rena.

Bagaimana Gejala dari Anak Tantrum?

ini cara mengatasi anak tantrum saat di tempat umum
Foto: www.canva.com

Biasanya, anak yang mengalami tantrum ini berusia di bawah lima tahun.

“Karena memang saat itu anak sedang berada di masa-masa merasakan emosi, jadi membutuhkan pendampingan untuk dapat mengelola emosinya dengan bijak,” ujarnya.

Psikolog Klinis ini juga menambahkan bahwa ciri-ciri yang bisa ditimbulkan adalah di mana anak tidak bisa menenangkan diri karena tidak mampu mengelola emosinya.

“Sehingga akan berteriak, mengamuk, melempar barang, dan destruktif atau merusak barang,” paparnya.

Bagaimana Cara Mengatasi Anak Tantrum?

ini cara mengatasi anak tantrum saat di tempat umum
Foto: www.rawpixel.com

Saat buah hati tidak bisa mengelola emosinya dengan baik, maka orang tua perlu mengetahui cara mengatasi anak tantrum dengan tepat. Yang pertama adalah sebagai orang tua, kita tetap harus tenang.

“Karena ketika anak tantrum dan orang tua ikut emosi, maka akan sulit untuk menghadapi anak tantrum,” tegasnya.

“Sehingga, cara mengatasi anak tantrum yang pertama adalah orang tua harus tenang dan mampu mengelola emosinya, baru bisa membantu anak yang mengalami tantrum,” sarannya.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan, seperti memeluk anak, mencoba memahami perasaannya, dan validasi emosi buah hati.

“Jika anak tantrum karena ingin makan es krim tetapi tidak kita berikan, maka cobalah untuk bertanya suasana hatinya, apakah ia kesal atau marah terhadap hal tersebut,” tuturnya.

“Jadi kita tanyakan emosi yang sedang ia rasakan, kemudian kita peluk dengan lembut. Jangan terlalu menekan anak, cobalah untuk menunggu terlebih dahulu sampai anak tenang, memahami perasaannya, dan baru berbicara dengan buah hati,” papar Rena.

Setelah berdiskusi dengan anak, maka nantinya ia akan mengerti apa yang sebenarnya sedang terjadi dengan dirinya sendiri. Sehingga sebagai orang dewasa, kita perlu menenangkan diri terlebih dahulu sebelum mengatasi anak tantrum.

Bagaimana Cara Mengatasi Anak Tantrum di Tempat Umum?

Foto: www.canva.com

Terkadang, ketika sedang berjalan-jalan di pusat perbelanjaan, tidak jarang kita menemui seorang anak yang menangis atau berteriak. Namun jika berada dalam posisi orang tua, bagaimana cara mengatasi anak tantrum di tempat umum?

“Yang pertama bisa memeluk anak dengan harapan ia dapat menjadi lebih tenang, nyaman, dan aman. Jika anak berontak, maka kita harus memeluknya secara lembut dan tidak memaksa,” anjur Psikolog yang satu ini.

Kemudian, lihat kebutuhan anak dan coba diskusi dengannya. Tanyakan apa yang sedang ia rasakan, dan jangan langsung menuruti kemauan anak.

“Misalnya anak tantrum karena ingin membeli mainan tetapi kita tidak membelikannya. Jadi cara mengatasi anak tantrum itu bukan dengan memenuhi kebutuhannya, tetapi mengajarkan anak bahwa ia harus belajar mengelola emosi yang berkecambuk di dalam diri, sehingga harus dilakukan secara konsisten,” ungkap Rena.

Sebenarnya, cara mengatasi anak tantrum di tempat umum atau di rumah sama saja.

“Dalam memberikan pendidikan ke anak, bukan berarti kita harus merasa bahwa tidak enak saat dilihat oleh orang lain, tetapi kita harus memberikan aturan-aturan yang jelas kepada buah hati,” ujarnya.

Orang tua juga dapat melakukan upaya pencegahan. Misalnya sebelum pergi ke pusat perbelanjaan, kita buat peraturan terlebih dahulu dengan anak. Terkait apa yang boleh dan tidak boleh untuk dilakukan, sehingga ia sudah mengetahui apa saja peraturannya saat sedang keluar rumah.

“Misal saat ingin membeli mainan, kita buat kesepakatan terlebih dahulu, mainan ini jenis apa dan harganya berapa. Sehingga anak bisa mulai belajar untuk membeli sesuatu yang sesuai dengan kebutuhan dan kesepakatan bersama,” katanya.

Bagaimana Jika Anak Selalu Tantrum?

ini cara mengatasi anak tantrum saat di tempat umum
Foto: www.canva.com

Sebenarnya, bisa saja anak mengalami tantrum yang berkelanjutan, dan hal tersebut bisa berdampak pada kehidupannya.

“Semakin anak sering tantrum, maka ia akan mengalami gejolak emosi yang besar. Dengan tidak bisa mengelola emosi, hal ini pastinya menjadi sebuah hal yang tidak kita harapkan,” ujar Rena.

“Ketika anak berusia satu hingga empat tahun, ia berada dalam masa-masa di mana anak akan mengelola emosi. Sehingga, peran orang tua memang sangat dibutuhkan agar anak bisa belajar untuk mengendalikan gejolak-gejolak emosi yang berkecambuk di dalam dirinya,” tuturnya.

Bisakah Mencegah agar Anak Tidak Mengalami Tantrum?

Foto: www.freepik.com

Ada beberapa cara yang bisa orang tua lakukan untuk mencegah anak tantrum, di antaranya:

Mengenal penyebab tantrum

Menurut Psikolog Klinis yang satu ini, cara mencegah tantrum yang bisa dilakukan adalah harus mengenali terlebih dahulu penyebab tantrum. Soalnya, penyebab ini akan berbeda-beda pada setiap anak.

“Misalnya dia tantrum setiap kita suruh untuk mandi, maka orang tua harus melihat apa yang menyebabkan tantrum ini. Mungkin anak tidak suka kalau wajahnya terkena air, sehingga bisa mengamuk dan mulai tantrum,” terangnya.

Kemudian, orang tua bisa mengajarkan dengan mengajak anak untuk bermain air terlebih dahulu, sehingga akhirnya ia berani untuk terkena air dan mandi.

“Oleh karenanya, kenali penyebab tantrum dan carilah solusi atau mengajarkan anak untuk mengatasi hal yang ditakutinya,” ujar Rena.

Buat kesepakatan

Selain itu, buat juga kesepakatan yang jelas. Mengingat bahwa anak belum paham tentang aturan kesepakatan, maka orang tua dapat mengajarkan anak dan menjelaskannya.

“Seperti ketika sedang di mal, sebelumnya kita buat kesepakatan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama keluar rumah. Lalu kita bisa berikan hadiah jika anak dapat bersikap dan mengelola emosinya dengan baik,” ujarnya.

Berikan reward

Jika anak mengalami tantrum ketika disuruh mandi, maka saat ia mulai memberanikan agar wajahnya terkena air, maka jangan lupa untuk memberikan hadiah kepadanya.

Misalnya pujian atau semangat kepada anak, sehingga ia pun merasa bahwa usaha dan keberaniannya telah dihargai, meski masih tahap awal.

Kita harus menghargai agar perilaku ini nantinya diperkuat oleh anak. Sehingga kedepannya ia ingin mencoba dan berusaha agar lebih berani lagi.

Lakukan secara konsisten

Untuk mencegah anak tantrum, hal ini harus dilakukan secara konsisten oleh orang tua.

“Kalau misalnya setiap melewati toko mainan atau es krim. Kemudian anak mulai tantrum dan ingin dibelikan barang atau makanan tersebut, maka kita harus konsisten dengan membolehkannya membeli mainan tetapi dengan aturan, misalnya sebulan sekali atau kesepakatan lain,” paparnya.

Orang tua sangat perlu untuk konsisten dalam menerapkan kesepakatan itu, dan jangan sesekali melanggar kesepakatannya. Karena hal tersebut dapat membuat anak merasa bingung karena kita tidak konsisten menerapkan aturan dan rutinitas.

Nantinya, anak pun tidak mempelajari ketentuan tersebut. Sehingga sikap konsisten dari orang tua sangatlah dibutuhkan.

Kesimpulan

Foto: www.canva.com

Rena memaparkan bahwa sebagai orang tua, kita hidup dengan istilah live long learner. Orang tua akan belajar selama seumur hidupnya, karena tahapan-tahapan perkembangan anak akan memiliki perubahan di setiap tingkatnya.

“Jadi kita memang butuh untuk belajar. Orang tua harus mencari informasi yang komprehensif mengenai perkembangan anak dan pola pengasuhan. Sehingga kita bisa menerapkan pola pengasuhan yang tepat sesuai dengan masing-masing anak,” ungkapnya.

Sebagai orang tua, kita harus mampu untuk mengelola emosi, mengendalikan gejolak emosi, dan mampu mengekspresikan emosi dengan positif.

“Sehingga pada akhirnya, kita bisa mengajarkan dan mengarahkan anak agar bisa mengelola emosinya secara positif,” tutupnya.