Wajib Ada di Dapur: 15 Rempah-rempah Indonesia agar Masakan Selalu Enak

rempah-rempah indonesia
Foto: www.unsplash.com

Indonesia terkenal dengan masakannya yang kaya akan rasa, dan ternyata hal ini dipengaruhi oleh bumbu yang digunakan. Terdapat beragam rempah-rempah Indonesia yang memiliki rasa dan aroma yang kuat, sehingga membuat masakan menjadi lebih lezat dan nikmat. Berikut 15 rempah-rempah Indonesia yang wajib kamu ketahui dan pastikan ada di dapur.

Kunyit

rempah-rempah indonesia
Foto: www.freepik.com

Kunyit menjadi rempah-rempah Indonesia yang paling populer. Rempah ini akan memberikan warna kuning pada masakan, seperti opor ayam atau kari. Tak hanya itu, kunyit juga bisa menghilangkan aroma yang tidak sedap, dan bahkan menjadi bahan untuk pembuatan jamu tradisional.

Tanaman berwarna kuning ini ternyata dilengkapi dengan 300 senyawa aktif, dan salah satu adalah kurkumin yang memiliki antioksidan kuat. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kurkumin dapat memblokir gen yang memicu peradangan.

Namun sayangnya, kunyit hanya mengandung tiga persen kurkumin, dan tubuh tidak dapat menyerapnya dengan baik. Untuk itu kamu bisa mengonsumsi kurkumin dengan lada hitam yang mengandung piperin, senyawa yang dapat meningkatkan penyerapan kurkumin hingga 2000%.

Pala

Foto: www.freepik.com

Pala adalah rempah-rempah populer yang terbuat dari biji myristica fragrans, pohon cemara tropis asli Indonesia. Dengan memiliki rasa hangat dan sedikit pedas, sering kali bumbu dapur ini digunakan dalam makanan penutup dan kari.

Meski berukuran kecil, biji pala kaya akan senyawa tanaman yang berfungsi sebagai antioksidan yang dapat melindungi sel-sel dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas.

Kayu Manis

rempah-rempah indonesia
Foto: www.freepik.com

Rempah-rempah Indonesia yang satu ini berasal dari kulit pohon keluarga Cinnamomun, sehingga kayu manis juga memiliki nama lain cinnamon. Sebenarnya terdapat dua jenis kayu manis yang digunakan dalam bumbu dapur yang satu ini, yakni Ceylon yang merupakan kayu manis asli, dan kayu manis Cassia yang merupakan jenis paling umum yang ada di pasaran.  

Baca Juga :  11 Tips Dekorasi untuk Dapur Sederhana

Selain menambah aroma hidangan, kayu manis juga memiliki manfaat bagi kesehatan, yaitu bisa meningkatkan kadar antioksidan dalam tubuh. Meski dapat berdampak baik untuk kesehatan, namun mengonsumsi kayu manis disarankan tidak lebih dari satu sendok teh (2,5 gram) per hari.

Wijen

Foto: www.freepik.com

Wijen merupakan biji kecil yang kaya akan minyak. Biasanya kebanyakan orang menggunakan biji wijen untuk sebagai taburan dalam hidangan. Tak hanya itu, rempah-rempah ini juga akan memberikan tekstur yang sedikit renyah, sehingga makanan akan terasa lebih gurih.

Selain mempercantik hidangan, sesame seeds juga bisa bermanfaat bagi kesehatan, seperti melindungi tubuh terhadap penyakit jantung, diabetes, dan radang sendi. Akan tetapi, untuk mendapatkan manfaat tersebut,  maka kamu perlu makan biji wijen dalam jumlah yang signifikan, yakni segengam kecil per hari.

Cengkeh

rempah-rempah indonesia
Foto: www.freepik.com

Biasanya cengkeh bisa kamu temukan dalam bentuk utuh dan digiling. Rempah-rempah serbaguna ini dapat digunakan untuk membumbui daging panggang, menambah rasa pada minuman panas, dan membawa kehangatan pada kue.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ekstrak cengkeh dapat membantu menghentikan pertumbuhan tumor dan meningkatkan kematian sel kanker.

Jahe

Foto: www.rawpixel.com

Jahe merupakan salah satu rempah-rempah Indonesia dengan memiliki rasa yang pedas namun manis. Biasanya tanaman ini akan mudah ditemukan dalam berbagai hidangan, seperti tumis, semur, dan salad.

Selain digunakan dalam kuliner, jahe sering kali juga digunakan sebagai bahan pengobatan tradisional yang dapat menyembuhkan berbagai kondisi, mulai dari flu, migrain, mual, dan tekanan darah tinggi.

Tanaman herbal yang satu ini mengandung lebih dari 100 senyawa aktif, seperti gingerol, shogaol, zingiberene, dan zingerone. Berkat senyawa tersebut, ginger dapat bermanfaat untuk mengurangi peradangan di tubuh.

Dalam sebuah penelitian menunjukkan bahwa jahe dapat mengurangi penanda inflamasi, mengurangi nyeri sendi, dan meningkatkan mobilitas sendi.

Baca Juga :  Ini 5 Vitamin dan Mineral yang Wajib Dikonsumsi Anak

Saffron

rempah-rempah indonesia
Foto: www.freepik.com

Safron adalah rempah-rempah paling mahal di dunia, hal ini dipengaruhi oleh metode panennya yang menggunakan bunga crocus sativus yang berwarna merah. Biasanya saffron digunakan untuk penyedap, pewarna, dan perasa makanan. Selain itu, bumbu dapur yang satu ini ternyata dapat membantu meningkatkan mood dan memori.

Kapulaga

Foto: www.freepik.com

Kapulaga adalah rempah-rempah asli asal Asia Tenggara yang memiliki rasa manis dan pedas yang kompleks. Karena itu, sering kali kapulaga disamakan dengan mint yang memiliki rasa serupa. Biasanya rempah-rempah Indonesia yang satu ini banyak ditemukan dalam hidangan semur atau kari.

Kabar baiknya, bumbu dapur ini juga memiliki manfaat yang dapat mengurangi inflamasi. Karena menurut sebuah penelitian, kapulaga dapat meningkatkan status antioksidan hingga 90%.  

Kemiri

rempah-rempah indonesia
Foto: www.freepik.com

Termasuk ke dalam bumbu dapur yang populer, kemiri biasanya akan disangrai terlebih dahulu sebelum digunakan. Fungsi utama dari rempah-rempah ini adalah dapat mengentalkan sekaligus memberikan rasa gurih pada masakan.

Serai

Foto: www.freepik.com

Tanaman yang tinggi dan bertangkai ini memiliki bau yang menyegarkan. Selain digunakan sebagai penambah aroma makanan, sereh juga biasanya digunakan sebagai bahan untuk minuman tradisional yang berfungsi untuk meningkatkan sistem pencernaan tubuh. Hal ini tentunya berkat kandungan minyak atsiri yang mampu melindungi lapisan lambung.

Kencur

rempah-rempah indonesia
Foto: www.shutterstock.com

Memiliki bentuk yang hampir mirip dengan jahe, kunyit, dan lengkuas, ternyata rempah-rempah yang satu ini dapat menambah aroma dan rasa yang kuat pada hidangan. Tidak hanya itu, kencur juga dapat memberikan manfaat bagi kesehatan. Salah satunya adalah mampu melindungi tubuh dari infeksi.

Hal ini telah dibuktikan oleh sebuah penelitian yang menambahkan kencur pada makanan, yang mana hasilnya dapat mengurangi risiko vibriosis atau infeksi yang disebabkan oleh kerang yang kurang matang.

Baca Juga :  Sering Dianggap Lebih Sehat, Ternyata Ini 7 Manfaat Beras Merah

Ketumbar

Foto: www.freepik.com

Bumbu dapur yang satu ini kebanyakan diolah dengan cara ditumbuk, dan dapat memberikan aroma sedap pada masakan. Rempah-rempah Indonesia yang populer ini ternyata memiliki sifat antioksidan yang bisa menambah sistem kekebalan tubuh. Hal ini berkat senyawa quercetin dan tocopherols yang ada di dalam ketumbar.

Lengkuas

rempah-rempah indonesia
Foto: www.freepik.com

Memiliki bentuk yang menyerupai jahe dan kunyit, terkadang sebagian orang sulit untuk membedakannya. Biasanya, bumbu dapur yang satu ini akan digunakan untuk masakan yang bersantan. Tak hanya itu, lengkuas juga dapat membantu melindungi tubuh dari kanker tertentu, dan hal ini tentunya berkat senyawa aktif galangin yang ada di dalam akar lengkuas. 

Lada

Foto: www.freepik.com

Lada hitam atau yang dikenal dengan black pepper ternyata dikenal sebagai raja rempah-rempah karena populer di seluruh dunia. Terkadang penggunaan lada sering kali bertujuan sebagai bahan pengganti cabai, karena lada memiliki rasa yang cukup pedas dan menyengat.

Tak hanya itu, black pepper ternyata memiliki beragam manfaat bagi kesehatan tubuh. Karena itu, beberapa orang menggunakan lada hitam sebagai obat tradisional yang dapat mengobati berbagai kondisi kesehatan tertentu, seperti asma, diare, dan penyakit lambung.

Asam Jawa

rempah-rempah indonesia
Foto: www.freepik.com

Asam Jawa merupakan pohon kayu keras yang menghasilkan polong seperti kacang berisi biji yang dikelilingi oleh daging buah yang berserat. Daging buah muda dari Asam Jawa akan berwarna hijau dan terasa asam. Sementara ketika matang, daging buahnya akan berwarna kemerahan dan terasa asam manis.

Selain ditambahkan pada masakan, kebanyakan asam Jawa juga digunakan untuk pengobatan. Berkat kandungan polifenol seperti flavonoid, asam Jawa dapat membantu mengatur kadar kolesterol seperti menurunkan kolesterol total, kolesterol LDL (jahat), serta trigliserida.